NovelToon NovelToon
Dia Mamiku!

Dia Mamiku!

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:9.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: slwarulla

Siapa sangka Sania yang datang dari kampung untuk mencari kerja, tiba-tiba ditawari seseorang untuk menjadi seorang pengasuh seorang bayi yang menjadi korban keegoisan orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon slwarulla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 09

Pernikahan? Hahaha. Segampang itukah Karin menikah lagi, padahal belum tenggat satu tahun kami bercerai?

Seno melaju dengan kencang membelah kota yang ramai siang ini. Laki-laki itu tidak memperdulikan teriakan orang-orang akibat kendaraan nya yang lemaju ugal-ugalan.

Fikiran-nya terlalu kalut, memikirkan itu semua.

Klub, satu tempat yang akan laki-laki itu kunjungi saat ini. Tenang, ia bukan tipe laki-laki yang akan menebar benih pada wanita-wanita penggoda itu. Seno hanya ingin minum sedikit, agar hatinya kembali tenang. Walau hanya sejenak.

...~§~...

Ting... Tong....

Sandra keluar dengan Sean digendongan nya. Tampak seorang pria berseragam memapah Seno yang sedang tertawa tidak jelas.

Mabuk? Siang hari? Tuannya memang sangat tidak jelas.

Sepertinya dampak yang diberikan Karin sangat berpengaruh pada Seno. Setelah mengucapkan terima kasih, Sania memapah laki-laki itu untuk istirahat dikamarnya.

"Karin? Kau wanita jahat itu? Jahat, kamu jahat. Dasar perempuan tidak punya hati. Hahaha"

Sania sedikit kesusahan memapah Seno. Sepertinya laki-laki itu lebih mabuk daripada terakhir kali ia dimuntahi karena Seno mabuk juga.

BRUK...

"argh, tuan berat banget"

Seno sudah berada dikasur. Tatapannya seketika berubah, dari yang awal menatap Sania manja kini laki-laki itu menatap tajam Sania. Tidak ada senyuman diwajahnya. Ada! Tapi hanya senyum smirk.

"tuannn" Sania dikejutkan dengan Seno yang menindih dirinya

Fikirannya sudah berada di dua pintas. Antara Sean yang ia tinggalkan diruang tamu dan Seno yang terus menindihnya.

"tuannn, saya Sania bukan nyonya Karin"

Sania memberontak, tenaga Sania tentu saja akan kalah dengan tenaga laki-laki yang sedang diliputi amarah.

Dengan beringas, Seno mencium paksa seraya menarik paksa kemeja Sania. Menghamburkan kancing-kancing yang memang sudah tidak kencang lagi.

"Karin.... Kenapa kau selalu menolak disentuh denganku!!! Sementara dirimu sering diombral sana sini dengan laki-laki lain"

Seno mengerang saat Sania memberotak dan tak sengaja menyentuh miliknya. Tubuhnya semakin menginginkan kepuasan. Sementara netranya terus berganti melihat perempuan dibawahnya antara Karin dan Sania.

Ah, Seno tidak peduli. Dirinya menginginkan kepuasan.

"entah siapapun kamu, saya tidak peduli!"

Seno menarik paksa tubuh Sania. Perempuan itu sudah pasrah, tangisannya sudah terhenti. Tubuhnya mengikuti kemauan Seno.

Ia hanya bisa pasrah. Detik ini juga, kamar Seno sebagai bukti bahwa kehormatan Seorang Sania telah direnggut.

Kehormatan yang selama ini perempuan itu jaga. Lenyap begitu saja. Sania sudah tidak bisa menangis, air matanya serasa sudah kering. Tubuhnya hanya bisa mengikuti alur hentakan Seno.

Sania merasa jijik dengan desahan yang dikeluarkan laki-laki yang berada diatas tubuhnya. Tubuhnya terus mengikuti alur yang diberikan Seno.

Alih-alih enak Sania hanya mendapat jijik. Mendengar decapan, desahan, ah rasanya ia ingin menggali lubung dan mengubur tubuhnya hidup-hidup.

Ya tuhan, maafkan hambamu ini.

...~§~...

Perempuan itu menekuk kedua kakinya dibawah pancuran air kran. Sania merasa jijik dengan tubuhnya sendiri. Tubuhnya sudah memerah akibat ia terus menggosok untuk menghilangkan jejak Seno.

Aku harus pergi!

Dengan cepat Sania membilas tubuhnya. Kemudian, memasuki kamar dan memasukkan semua pakaian yang ia bawa pertama kali kedalam tas lusuhnya.

Sandra ingin cepat-cepat pergi, membiarkan selangkangannya yang sangat ngilu karena diterobos paksa.

Sania menggengam pintu keluar rumah dengan sangat erat, ia berbalik saat merasa ada yang menarik bajunya. Tampak Sean yang berdiri sembari memegang kursi untuk menahan tubuhnya.

"miii, ngan pegiii"

(mi, jangan pergi)

Tangis Sania luruh kembali. Rasanya tidak rela meninggalkan anak selucu Sean. Sean terlihat habis menangis dengan kedua mata berlinang air mata. Tampaknya anak itu mendengar teriakan Yang Sania buat saat berada dikamar Seno.

"maafkan mba ya, mba harus pergi. Mba janji nanti akan datang lagi"

Datang untuk menemuimu bukan menemui ayahmu, lanjut Sania dalam hati

Sean menggeleng lekat-lekat, seakan paham orang yang telah merawatnya akan pergi untuk selama-lamanya.

"maafin mba ya"

Sania berulang kali menghunjam ciuman pada Sean. Lengan mungil Sean menghapus air mata Sania. Perempuan itu tersentuh dan semakin sulit rasanya untuk meninggalkan anak selucu Sean.

Sania menggeleng. Aku harus pergi!

"Sean jangan kemana-mana ya. Jangan nakal, tunggu ayah kamu sampai bangun. Jangan keluar rumah"

Sean menggeleng. Lengan mungilnya menahan-nahan kepergian Sania. Sania tersenyum dan mensejajarkan diri dengan Sean lalu mencium kening dan pipi anak itu.

"maafin mba ya. Jangan ikutin jejak ayah kamu yang suka nyakitin perempuan"

Sania beranjak keluar rumah, tidak lupa menutup pintu agar Sean tidak keluar rumah. Sania kembali menangis, bukan menangis karena perlakuan Seno tapi ia sedih akan meninggalkan sosok anak laki-laki yang sudah menyita hidupnya satu tahun terakhir ini.

1
mawar hitam
cocok alek goblok dan sania bodoh 🤣🤣
mawar hitam
karya sampah dan mesti belajar lagi bikin cerita.
De_ars: Pedas banget komen nya. mengkritik sekaligus kasih saran, jangan hanya memghina karya orang
total 1 replies
Diah Susanti
wong tuone podo gendenge
Neney chica
kenapa aku jadi kesel yah.mewek lagi
Ernita Anwar
Luar biasa
Sherleey Stevenny
org cakap kerbau dicucuk hidung
Sherleey Stevenny
perempuan bodoh
Yuli Wijaya
aku baru mulai mau baca, cba cek endingnya kok peran utama meninggal. jdi ragu buat lanjutin bacanya, tkut ikut mewek 🥺🥺
Oktavia
egois ini. harusnya alex justru ikut andil dlm penyemenuhan karin… ini ceritanya buk egoisnya
Oktavia
kok bunda, bukannya mami ya ? plon plan nih 🤭🤭
Oktavia
bodoh klo dipendam… yg ada makan hati, mendinh diluapkan. mendidik yg benar ga harus didiemkan.
Oktavia
kok panggil mba sih… asuh gmn nih cerita, oon banget ya
Oktavia
swno kok ikutan bodoh ya ? lupa aih ya ceritanya agak rada2
Oktavia
ha masuk akal veritanya ini, bodoh bgt… baik ga harus di injak2
Delvia Delvia
Biasa
SOO🍒
udah sania sama seno aja wong jelas2 Kamal pacarnya sania selingkuh sama adiknya sania, biar nyaho tuh Kamal
Aisyah Ica Alzan Izaan
menarik
M. Namikaze
ada plot hole disini,,,, klo g salah selisih umur Daffa & Sania 7 thunan, kok anak Daffa seumuran Sania??
Alby Raziq
Thor Sania mingat ke
Lis Seta Wati
Bikin hancur aja bisnis alex sm karin biar kere sekalian ada ya manusia seperti itu ga punya hati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!