KARMA
Sebelum membaca karya ini alangkah baiknya jika membaca karya pertamaku yang berjudul Aku Bukan Pelakor, agar bisa mengikuti jalan ceritanya.
Karya KARMA ini menceritakan tentang pembalasan pengkhianatan yang di lakukan julio kepada istri dan anak-anaknya.
Julio bukan hanya mengkhianati istrinya namun ia membohongi ana dengan mengaku lajang untuk mendapatkan hati dan tubuh ana, selain itu ia juga di duga menggelapkan dana perusahaan tempatnya bekerja serta perusahaan milik istrinya.
Lalu apa sajakah KARMA yang akan di terima oleh julio?
Semuanya akan di ceritakan di Novel ini.
Terima kasih, selamat membaca😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9
Pukul 02.00 dini hari, Retno mengendap-endap menyelinap masuk kedalam ruang kerja suaminya, rasa penasaran yang telah membuncah membuatnya memberanikan diri untuk mencari bukti-bukti kedekatan hubungan antara Ana dan suaminya.
Wanita itu meyakini jika antara Ana dan suaminya memiliki hubungan dengan dekat, meski dirinya tak tahu sejauh mana hubungan mereka.
Secara perlahan retno membuka laci meja kerja julio, ia mengambil handphone julio dan membukanya. Menu Whatsapp menjadi menu pertama yang wanita itu buka, ia mencari chat-chat mencurigakan yang adalam dalam Whatsapp suaminya, namun sayangnya sampai di chat terakhir hanya ada chat dari rekanan bisnisnya saja.
Retno pun beralih ke menu galeri, ia mencari foto-foto kebersamaan suaminya dengan wanita lain, namun lagi-lagi tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan semua isi galeri julio berisi foto-foto kedua anak-anaknya.
'Maafin aku ya bie, udah lancang mencurigaimu' gumamnya.
"Retno.... Retno... " Julio berteriak dari dalam kamarnya "Retno....dimana kamu?" pria itu berteriak sambil mencari keberadaan istrinya.
Retno yang mendengar teriakan suaminya langsung menaruh kembali handphone suaminya di tempat asalnya dan bergegas menghampiri suaminya.
"Dari mana saja kamu? apa kamu tidak punya telinga, anakmu dari tadi menangis. Mengganggu tidurku saja." pria itu benar-benar marah kepada istrinya karena merasa terganggu oleh suara tangis anak bungsunya yang masih bayi.
"Ta-tadi aku...." Retno nampak gugup menjawab pertanyaan suaminya.
"Ah sudahlah, kamu urus anakmu dengan benar dan pastikan kamu menjaganya dengan benar agar tidak mengganggu tidurku, besok pagi aku mau ke kantor." Julio kembali ke tempat tidurnya dan melanjutkan mimpi indahnya bersama ana.
Pria itu berharap suatu saat dirinya dan ana dapat menikah tanpa ia harus menceraikan retno, ia tak dapat menceraikan Retno karena Retno adalah tambang uangnya.
'I love you so much ana' gumam julio sebelum ia memajamkan matanya.
Mendengar suara terikan abinya dan suara tangis adiknya membuat rangga juga terbangun dari tidurnya, ia menghampiri kamar adiknya yang tepat di sebelah kamarnya.
"Adek kenapa, Umi?" tanya rangga, baru kali ini rangga mendengar adiknya menangis sekencang ini.
"Popok adek basah, Mas tidur lagi ya besokkan mas harus sekolah." Retno mengelus kepala rangga dengan lembut.
"Aku mau menemani umi dan adek." Ucap rangga.
"Ya sudah kalo begitu, mas tidur di samping umi sini." Retno meminta rangga untuk tidur di sampingnya.
Ketika kedua buah hatinya telah tertidur lelap, samar-samar retno mendengar suaminya yang memanggil-manggil nama ana. Retno pun menghampiri suaminya melalui pintu penghubung antara kamar dirinya dengan kamar putra bungsunya.
Retno melihat jika suaminya tengah mengigau, dengan menyebut-nyebut nama ana.
"A-ana, please stay with me. I promise. I will marry you." Ucap julio dalam tidurnya
Hati retno sangat sakit mendengar suaminya, memimpikan wanita lain. Bahkan retno mendengar jika suaminya ingin menikahi wanita lain, padahal dirinya baru saja melahirkan buah hatinya.
"Jika benar kamu berselingkuh kamu benar-benar tega, apa kurangnya aku selama ini? aku berikan semua yang kau mau. Hiks..." Retno meremas bajunya, ia menangis di sudut kamarnya.
Lama ia menangisi suaminya, Retno kembali ke kamar putra bungsunya dan tidur bersama kedua buah hatinya. Hanya kedua putranyalah yang bisa memberikan kedamaian, di tengah hancurnya hati wanita itu.
Keesokan harinya Retno sangat panik ketika ASInya berkurang drastis, dengan terpaksa Retno memberikan susu formula sebagai pengganti ASI kepada putra bungsunya.
'Aku harus bisa melewati ini' gumam retno dalam hati, ia mencoba untuk tetap menjaga kewarasannya agar ia tetap bisa memberikan ASI untuk putranya, pasalnya stres emosional dapat mengurangi pelepasan oksitosin, yaitu hormon yang yang berperan dalam produksi ASI, sehingga akan menyebabkan produksi ASI sedikit.
Sementara ia sangat tahu bentul jika ASI merupakan asupan yang sangat penting bagi anaknya.Sebagai sumber nutrisi terbaik untuk mendukung tumbuh kembang dan melindungi putranya dari penyakit.
Seore hari Retno melihat suaminya tengah bersantai di teras rumah sambil menikmati secangkir kopi panas, wanita itu pun menggunakan moment tersebut untuk deep talk dengan suaminya.
Retno memberanikan diri untuk menanyakan siapa Ana dan ada hubungan apa antara dirinya dengan ana. Bukan jawaban yang di dapatkannya, wanita itu malah mendapat makian dari suaminya.
"Jadi kamu mulai mencurigai aku? Kamu benar-benar tidak tahu berterima kasih, saat ini aku sedang kerja keras untuk membatu perusahaan bapakmu yang sedang banyak masalah, kamu malah mencurigaiku seenaknya" bentak Julio.
"Kamu ini bikin susah saja, baru beberapa tahun memegang perusahaan sudah membuat perusahaa semakin kacau. Makanya sekolah yang tinggi biar otakmu ada isinya, jadi tidak terus-menerus membebaniku" Julio menoyor kepala istrinya kemudian ia pergi meninggalkan Retno.
Secara tak sengaja Rangga melihat kejadian tersebut kemudian bocah itu berlari ke kamar adiknya. Dengan ia menjaga adiknya agar tidak menangis tentu akan membuat Abinya tidak akan marah lagi kepada uminya, pikir rangga.
"Kok masih di sini? mas tidak siap-siap? sebentar lagi kan mas mau TPA (Taman Pendidikan Al-quran)." Tanya retno.
"Di luar ujan mi, lagi pula ban sepedahku bocor. Aku bolah ijin sehari saja ya mi tidak masuk TPA." pinta rangga.
"Kamu harus tetap sekolah nak agar jadi anak yang pandai, umi akan antar pakai mobil Abi. Kamu siap-siap ya, umi pinjam kunci mobilnya dulu." Retno menyuruh putra sulungnya untuk bersiap-siap sementara dirinya menemui suaminya meminjam kunci mobilnya.
"Nih, sudah sana keluar!" Julio mengusir retno dari ruang kerjanya sambil melempar kunci mobil miliknya.
Retno hanya bisa menghela nafasnya dalam-dalam atas perlakuan suaminya, demi putra sulungnya wanita itu pun rela mengambil kunci mobil yang di lempar oleh suaminya ke lantai.
"Terima kasih" Retno membalikan tubuhnya kemudian ia bergegas mengantar putra supungnya ke TPA.
"Bik titip adek sebentar ya, aku mau antar mas rangga dulu." Retno menitipkan babynya kepada asisten rumah tangganya, kemudian ia mengantar rangga ke TPA.
Tiba di depan TPA, retno lupa jika payungnya masih berada di bagasi mobil.
"Kamu tunggu sebentar, umi ambil payung dulu." Retno keluar dari mobilnya, berlari membuka bagasi mobilnya.
"Rangga masuk dulu ya umi, assalamualaiku." Rangga berlari masuk ke dalam sekolah TPAnya.
Baru saja retno membuka bagasi mobilnya, rangga sudah berlari masuk ke dalam sekolahnya. Retno pun menutup kembali bagasi mobilnya, namun baru setengah tertutup secara tak sengaja retno melihat sebuah kotak.
Krena penasaran, retno pun membuka kotak tersebut. Retno sangat terkejut ketika melihat isi dari kotak tersebut. Ada sebuah cincin, kartu ATM dan juga handphone.
Dengan rasa penasaran yang semakin memuncak, retno membuka handphone milik suaminya yang di sembunyikannya.
Tangis retno pecah, hatinya hancur bekeping-keping melihat foto-foto kemesraan suaminya dengan ana yang tengah berlibur, padahal selama menikah dengan julio, tidak pernah sekalipun julio mengajak istri dan anaknya berlibur.
Sesak dada retno ketika ia mengecek tanggal di foto tersebut yang ternyata saat itu dirinya tengah mengandung anak keduanya.
Ia juga melihat beberapa pesan singkat obrolan mesra antara suaminya dengan ana. Bak di sambar petir dalam pesan singkat tersebut suaminya dan ana membahas mengenai kandungan ana.
"Suamiku menghamili wanita lain hikss..." Retno menangis sejadi-jadinya, ia tak peduli dengan tubuhnya yang basaha kuyup kerena hujan deras yang membasahi tubuhnya
sungguh menguras air mata, tapi sangat puas n byk pelajaran yg bisa diambil dlm cerita ini
sungguh sangat terharu dgn novel ini