"Dimana aku? siapa aku? kenapa aku berada disini?!"
Nadia Rebecca Marshall, terkejut bukan main mendapati dirinya masuk ke dalam novel, yang baru saja selesai ia baca.
Nadia seorang gadis biasa, yang memiliki kehidupan ekonomi pas-pasan, tidak pernah menyangka menjadi tokoh Antagonis dalam novel yang selalu ia baca.
Pemeran Antagonis yang memiliki nama yang sama dengannya, wanita yang sangat jahat, dan sangat dibenci oleh Protagonis pria.
Bagaimana Nadia dapat bertahan, dan membuat dirinya tetap hidup, sebagai tokoh Antagonis yang akan mati dengan tragis, dalam dunia novel yang pernah ia baca?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 9.
James memijat pelipisnya mendengar suara dalam hati Nadia, perasaannya seketika menjadi campur aduk.
Ia ingat kejadian itu, tangannya reflek mendorong Nadia, karena ia merasa khawatir dengan keadaan Iriana.
Ia hanya ingin menjaga Iriana dalam keadaan baik, karena Iriana pernah menolongnya.
( Haahh! ) Nadia menghela nafas panjang, lalu melirik ke arah Iriana yang kembali mendekat padanya.
"Nadia, aku dan James sudah lama bersama sebelum kamu mengenal James, kalau bukan karena kamu jebak James dengan obat bius, dan memaksanya menikahimu, kami seharusnya sudah menikah sekarang!" suara lembut Iriana menjelaskan dengan memperlihatkan sedikit perasaan terluka.
"Iya, benar!!" jawab Emily.
"Iriana, sudah kubilang, kamu jangan asal bicara! dan kamu, Emily! diam! jangan asal menjawab!!" sentak James.
Nadia memperlihatkan raut wajah biasa saja mendengar penjelasan Iriana, sembari kembali memakan apel dengan santai.
"Nona Iriana, aku sudah mengaku salah, dan setuju bercerai dari cinta pertamamu itu! bahkan aku sudah menandatanganinya, tapi dia!!" Nadia menunjuk James, "Dia merobek surat perjanjian yang sudah ku tandatangani!"
( Kalau kamu tidak ada maunya, mana mungkin kamu mendekati si James buta itu! cih! jangan berpura-pura lemah lembut di depanku! aku tahu seperti apa sifat aslimu! keluarga Hector ini saja yang buta dengan sikap baik hatimu itu! )
Nadia bicara dalam hati sembari melihat Iriana dari atas kepala sampai bawah kaki Iriana, dengan kening mengerut melihat penampilan Iriana yang biasa saja.
James bersama Ibu dan ke dua adiknya, seketika berpura-pura tidak mendengar apa yang dikatakan suara dalam hati Nadia.
Mereka kemudian saling melihat satu sama lain.
"Apa kita memang terlihat seperti orang buta?" tanya Julian dengan raut wajah kebingungan.
"Jangan dengar dia! dia asal bicara saja, kita sudah lama kenal kak Iriana, tidak mungkin kak Iriana jahat seperti apa yang dia bilang!" kata Emily masih kurang yakin dengan suara dalam hati Nadia.
"Tadi sudah kamu lihat sendiri, Iriana menyiram tangannya dengan bubur panas itu!" James mengingatkan adiknya.
Emily seketika terdiam dengan wajah cemberut.
Emily ingat dan tidak percaya melihat Iriana menyiramkan bubur itu, tapi perasaannya masih merasa tidak percaya mendengar semua suara dalam hati Nadia.
( Mau apa lagi kamu! ) Nadia melihat Iriana mengambil cangkir teh.
"Baiklah, kalau kamu memang sudah sadar, dan bersedia bercerai dari James, aku sudah salah sangka sama kamu!" Iriana menyodorkan cangkir teh ke hadapan Nadia, "Nah, sedari tadi kamu belum minum, kamu pasti sudah haus! aku minta maaf sudah salah paham padamu!"
Nadia diam melihat cangkir teh yang disodorkan Iriana itu padanya, sedikit pun ia tidak memperlihatkan niat untuk menerima teh itu.
"Kenapa? apakah kamu tidak memaafkanku? aku tulus ingin berbaikan sama kamu!" Iriana tetap membuat suaranya lembut, dengan raut wajah terlihat sedih.
Sudut bibir Nadia menyunggingkan senyuman menatap cangkir teh itu, "Kamu jangan macam-macam sama aku! aku bisa kejam sama kamu, kalau kamu merencanakan niat jahat sama aku!"
Dengan nada sedih, Iriana menoleh ke arah James, "James, lihatlah! aku sudah tulus mengaku salah, tapi Nadia tidak menerima permintaan maafku, apa yang harus kulakukan, agar Nadia memaafkanku?"
"Ambillah, Iriana sudah begitu baik padamu! jangan lagi bermusuhan sama Iriana!" Lilyana mendukung Iriana, agar Nadia meminum teh yang diberikan Iriana.
"Iya! kenapa masih saja menyimpan dendam! kak Iriana sudah berinisiatif minta maaf lebih dahulu!" Emily merasa kesal melihat Nadia, yang tidak berniat sama sekali menerima cangkir teh itu.
"Ayo, minumlah! benar kata Iriana, kamu mungkin sudah haus sedari tadi belum minum!" dengan suara ramah James menganjurkan Nadia, untuk menerima saja teh yang diberikan Iriana.
"Hanya secangkir teh saja! kenapa kamu payah sekali menerimanya!!" Julian lebih tidak sabaran melihat sikap diam Nadia, yang masih saja menganggap Iriana punya niat jahat.
Nadia tersenyum tipis mendengar desakan keluarga Hector itu, agar meminum teh yang diberikan Iriana padanya.
Bersambung.......
jelas² dia udah dengar suara hati nya Nadia, tapi masih z mau nemuin cew jadi²an nya🤣🤣🤣🤣🤣/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
ini ceritanya 98% ada di dracin.
aku dah nonton beberapa kali sampe hafal alurnya