NovelToon NovelToon
Lingerie Merah Dikamar Adikku

Lingerie Merah Dikamar Adikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: Septi.sari

Pulang dari rumah sakit sehabis melahirkan, Alena di kejutkan sebuah Lingerie Merah yang tergeletak di atas ranjang adiknya. Alena terkejut bukan tanpa alasan. Sementara Tiyas - adiknya itu masih lajang. Lalu, Tiyas gunakan untuk apa pakaian vulgar itu.

Setelah Alena menyelidiki, ternyata Lingerie itu Tiyas gunakan untuk memuaskan....????

Tak hanya hati Alena yang hancur. Masa depan putranya juga ikut terpatah. Di tengah himpitan masalah ekonomi, datanglah sosok Juragan cukup matang bernama~Danu Albiru. Pria berusia 38 tahun itu tidak hanya menawarkan pernikahan KONTRAK. Tapi membantu Alena bangkit, menjamin masa depan putranya.

Akankah Alena tetap mempertahankan pernikahannya dengan Dewantara? Ataukan bersedia cerai, dan memilih tawaran menggiurkan Juragan Danu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 9

Sementara di rumah sakit, Bu Sarah baru mendapat ruangan setelah sosok pria bernama Danu itu turun tangan langsung. Sejak tadi Alena tampak kesal, karena gara-gara pria kaku itu mertuanya masuk ke rumah sakit.

Pintu terbuka dari dalam membuat Danu cukup tersentak. Alena menatapnya sangat bengis, lalu keluar melenggang begitu saja. Namun tak lama itu berhenti. Tiba-tiba membalikan badan menghampiri Danu.

"Ada apa?"

"Seharusnya Pak Danu tidak membicarakan masalah uang sebanyak itu di depan Mertua saya! Urusan Pak Danu dengan Mas Dewan, ya cari orangnya sampai ketemu. Kalau perlu bunuh saja saya rela," kalimat akhir itu cukup pelan. Alena masih geram teringat perselingkuhan suaminya.

Danu menyipitkan mata. Wajahnya tak habis pikir. Apa yang sebenarnya terjadi. Bagaimana ada seorang istri yang rela suaminya mati di habisi orang lain.

"Kamu ini, waras 'kan?"

Mata Alena mendelik, namun wajah Danu seperti tembok tebal tanpa ekspresi.

"Kamu Istrinya, jadi masalah ini juga menjadi urusan kamu!" balas Danu cukup tajam.

Alena membuang napas kesamping. Saking kesalnya, bibirnya itu sampai melekuk tawa hambar cukup pelan. Andai pria di depanya itu tahu jika pagi tadi ada pertengkaran hebat perihal rumah tangganya.

Menunggu jawaban wanita di depanya, waktu Danu terasa terbuang sia-sia. Pria berusia 38 tahun itu berjalan selangkah lebih dekat, lalu berkata lagi. "Ingat! 2 minggu ini kalian harus mengembalikan 10 Milyar saya! Jika tidak... Semua aset yang Dewantara miliki akan saya sita! Termasuk pabrik cengkehnya!"

Alena cukup tercekat. Pria itu langsung melenggang begitu saja setelah melempar sebuah bukti tanda tangan Dewan mengenai dana masuk 10 Milyar tahun lalu.

"Dasar pria gila! Sama gilanya dengan Dewantara!" kesal Alena sambil memungut surat tadi.

Namun, di balik tegar hatinya. Tak dapat di pungkiri jika batin serta pikiranya terasa lelah. Alena memilih duduk di depan ruangan sang mertua. Ibu muda itu kembali menatap angka dalam lembar surat yang tertera.

10 Milyar?

Uang sebanyak itu untuk apa?

Sementara, data pemasukan maupun pengeluaran dari Pabrik maupun lahan-lahan yang Dewan sewa, semua itu Alena yang pegang. Bahkan, Alena masih ingat, jika waktu lalu suaminya pernah mengeluh masalah cengkeh yang nilai jualnya sangat rendah. Dan Alena juga mengetahui semua dana saham yang masuk dari mana saja.

Palingan, yang paling tinggi 2 Milyar. Itu pun hanya 3 orang yang menanamkan sahamnya. Dan datanya masih tersimpan 2 tahun yang lalu. Semuanya beres.

Tapi untuk 10 Milyar itu? Kepala Alena hampir meledak, sebanyak itu Dewan gunakan untuk apa?

Di tengah kekalutan itu, tiba-tiba derap langkah seseorang yang berjalan tergesa, kini semakin teratur dan berhenti di dekat tempatnya.

"Alena, sayang...."

Alena mendongakan wajahnya. Bangkit. Dewantara berhasil mendekat penuh gurat kesedihan. Namun tatapan Alena sangat bengis penuh kebencian.

"Apa yang terjadi sama Ibu, Alena? Saya tadi datang ke rumah, Mbok Minah bilang, Ibu di larikan ke rumah sakit," Dewantara berusaha mendekat secara pelan.

Alena reflek mundur ke samping. Tanganya yang tadi memegang selembar kertas, langsung ia pukul-pukulkan pada badan suaminya.

"Apa maksud semua ini, Mas? Kamu gunakan untuk apa uang sebanyak itu?" Tekanya. Suara Alena sudah mulai bergetar, sekuat tenaga ia tahan air matanya agar tak luruh.

Dewan semakin memicing. "Sayang, sayang... Stop! Apa maksud kamu? Uang apa?"

Alena melemparkan selembar kertas tadi pada suaminya.

"Sekarang kamu lihat sendiri. Uang sebanyak itu kamu gunakan untuk apa, Mas?" Pekik Alena dengan wajah frustasinya. "Ibu masuk rumah sakit gara-gara kelakuanmu!" sentaknya lagi.

Dewan memungut kertas tadi. Dan setelah membaca intinya, tiba-tiba matanya terbuka sangat lebar. Wajah tampan itu mendadak gusar, cemas, bingung harus menjelaskan dari mana.

"Mas... Ada tas branded keluaran terbaru. Transfer, ya... Aku mau beli!"

"Mas, besuk ke Semarang ya! Aku pingin jalan-jalan ke luar negeri."

"Mas... Aku mau perhiasan yang sama dengan Mbak Alena! Pokoknya aku gak mahu tahu, kamu harus belikan yang sama!"

Dewandra tersadar, jika uang yang seharusnya untuk saham pabrik, rupanya uang itu selalu ia gunakan untuk menghidupi Tiyas selama wanita itu di Semarang. Dan nyatanya, uang sebanyak itu habis tanpa sisa memenuhi gaya hidup mewah Iparnya.

"Kenapa diam, Mas? Pak Danu siang tadi datang dan meminta pertanggung jawaban uang pabriknya itu!" Alena maju lebih dekat. Air matanya jangan di tanya lagi. Wajahnya bahkan lebih basah dari pada beberapa menit lalu. "Uang itu pasti kamu gunakan untuk menghidupi gundikmu selama ini 'kan? Jawab, Mas? Kamu itu benar-benar bukan manusia lagi!"

Alena memukul-mukuli dada Dewan, namun tak sekalipun suaminya itu membalas. Dewan masih terpaku, untuk sejenak kepalanya hampir meledak karena masalah itu.

*

Selama perjalanan itu, Danu sejak tadi gelisah. Ada perasaan bersalah yang bersemayam. Ia juga tak bermaksud ingin membuat seseorang menderita karena perbuatannya.

Tapi, rekannya itu sudah sangat keterlaluan. Sekilas, Danu memukul setirnya. Di tengah rasa kesalnya memikirkan nasib pabriknya, Danu malah tertarik dengan kalimat Alena tadi.

"Bagaimana bisa dia menyuruh aku membunuh suaminya? Apa terjadi sesuatu dengan rumah tangganya? Hah... Kenapa malah aku jadi mikirin Istri orang...."

Drttt!!!

Gawai pria dewasa itu bergetar. Dan kebetulan sang adiklah yang menelfon. Kesempatan untuk menyalurkan emosinya.

"Hallo, ada apa?"

"Ya Allah... Kaku banget jadi orang, Mas?! Sampe kaget aku. Oh ya... Cepetan pulang... Noh, ani-animu udah nungguin sejak tadi," ucap Adiknya Danu. Matanya sangat jijik menatap kearah ruang tengah yang dimana seorang wanita cantik tengah duduk dengan pakaian minimnya.

"Eh, Hasbi... Tadi kamu ngapain dari rumahnya Juragan Dewan?" tanya balik sang Kakak.

Di sebrang, rupanya pria yang menjadi Pegawai Notaris itu adalah adik bungsunya Danu. Hasbi.

"Ah, kepo banget... Haha...." Hasbi malah menyambutnya dengan tawa pecah.

Sementara Danu mengumpat. "Brengsek! Jangan-jangan kamu sekarang demen sama bini orang? Tak bilangin Ibu baru tau rasa."

"Bodo amat! Orang Mbak Alena sangat cantik kok. Palingan sebentar lagi juga jadi Janda."

Sejenak, Danu terdiam.

Janda?

Jadi, memang benar rumah tangga rekan bisnisnya itu di ujung tanduk? Entah mengapa tiba-tiba sekali Danu ingin mencari tahu siapa sosok Alena yang sebenarnya.

Padahal, pria kaku itu selama ini nyaris di katakan orang tak normal hanya karena belum menikah di usianya yang menginjak kepala 4 itu.

"Mas Danu juga ngapain kesana tadi? Jangan bilang mau deketin Mbak Alena juga?" goda sang Adik.

"Simbahmu itu menggoda. Aku ini orang sibuk, gak seperti kamu, pekerjaan nggak jelas. Mondar mandir di jalanan terus."

Hasbi tersentak, Kakaknya memutus panggilan sepihak. Pria muda itu mengurut dadanya.

Sabar... Sabar...

"Untung Mas Danu banyak duitnya. Gapapa, sebagai adik kita harus mengalah. Nanti jatah bulanan di stop, baru nyahok...." gerutu Hasbi.

Tiba-tiba ada suara jeriran dari dalam.

"Awwww... Ada kecoa!!!!"

1
Soraya
lanjut thor
Machmudah
Ayo Danu....maju terus jgn kasih kendor...💪💪💪
Dew666
💟💟💟💟
nunik rahyuni
cepat urus perceraian nya lena ..rasa muak aq sama dewan ...g tau diri tebal muka...dulu pas ngeloni gundik ja terbang melayang g ingat anak bini duit milyaran raib di slangkangan gundik...dan skrg g mau nglepas lena..maunya apa sih...rasa mau ta tabok pke kawat beduri beracun...kok kya sok cakep aja😡😡
Ariany Sudjana
Dewantara aja ga tahu diri, sudah menikah siri dengan pelacur murahan kok masih kepo sama Alena? sudah urus saja pelacur murahan kesayangan kamu itu Dewantara 😂😂🤣🤣
nunik rahyuni
thor hilang g ada kabar🤔🤔🤔🤔
nunik rahyuni
emang bener kan apel istri orang...kan
nunik rahyuni
nama nya sering tetukar thor..dewan kan bspaknya
tinie
hihiii Hasbi
emang mulutnya lemes banget
nunik rahyuni
lanjuuuut jut jut juuuut
nunik rahyuni
seru ni klo lena sama daru...ly tikus dan kucing jd rame
Soraya
lanjut
tinie
jika kamu sudah menikahi Tiyas
maka kamu harus melepaskan alena
Marko Taik
lagi seru ni Thor lanjuttt thorrt
Meri Meri
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Ig:@septi.sari21: macihhh akak😍😍
total 1 replies
Kusmini Kusmini
Iiih bkin greget crita nya,lnjut trus 👍
Ig:@septi.sari21: stay tune akak😍✋
total 1 replies
Dew666
🪭🪭🪭
Ig:@septi.sari21: kak dew macihhh😍😍
total 1 replies
Dew666
🪭🪭🪭🪭
tinie
semangaatt Lena


aku bingung mau komen apa tentang Fauzan ini🤔🤔
tinie
ooh ayolah Zan kamu fokuskan sama kekasihmu
jangan kecewakan perempuan lain,,
jika dihatimu masih ada Alena
maka buang jauh jauh yaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!