NovelToon NovelToon
Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyelamat / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Elfesya terjebak perjodohan paksa dengan Ravion Arshaka, CEO angkuh yang terus menghinanya. Luka semakin dalam saat Elfesya tahu ayah Ravionlah yang menghancurkan bisnis ayahnya. Ia melarikan diri ke pesisir, hidup nestapa sebagai buruh ikan demi harga diri.
Sadar akan dosanya, Ravion melepaskan kemewahan demi menyusul Elfesya ke gubuk reyot. Di tengah bau laut dan kemiskinan, ego sang CEO runtuh demi meraih kembali hati sang sekretaris. Ini adalah kisah tentang pengkhianatan korporasi, penebusan dosa yang perih, dan cinta yang akhirnya berlabuh di dermaga ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gaun pengantin dan luka yang menganga

Persiapan pernikahan yang diperintahkan Nenek Lastri berjalan seperti kereta cepat yang tidak bisa dihentikan. Ruang tamu rumah besar itu kini dipenuhi oleh desainer ternama, tumpukan kain sutra, dan katalog undangan berlapis emas.

Ravion masuk ke rumah dengan langkah berat. Ia baru saja kembali dari pertemuan bisnis yang melelahkan, dan melihat kegaduhan itu membuatnya semakin jengkel. Ia melihat Elfesya sedang berdiri di atas podium kecil, sementara dua orang asisten desainer sedang melilitkan pita ukur di tubuhnya.

"Kurangi bagian pinggangnya sedikit lagi," instruksi Nenek Lastri dengan semangat.

Ravion berdiri di ambang pintu, bersedekap. "Nek, apa ini tidak terlalu berlebihan? Ini hanya pernikahan kontrak. Kenapa harus memesan gaun dari Paris?"

Nenek Lastri menoleh, matanya berkilat. "Tidak ada kata 'kontrak' dalam kamus Nenek. Ini pernikahan Arshaka. Dan Elfesya pantas mendapatkan yang terbaik."

Ravion menatap Elfesya. Gadis itu tampak seperti boneka pajangan yang pasrah. Wajahnya pucat, lingkaran hitam di bawah matanya semakin jelas. Ia baru saja pulang dari kantor pukul lima sore tadi—setelah Ravion memberinya tumpukan dokumen yang sengaja ia buat rumit—dan sekarang harus berdiri berjam-jam untuk pengukuran gaun.

"Turun," perintah Ravion tiba-tiba pada Elfesya.

"Tapi Pak, ini belum selesai—" salah satu desainer mencoba memprotes.

"Aku bilang turun," suara Ravion merendah, tanda bahaya.

Elfesya turun dengan hati-hati. Kakinya terasa kaku karena seharian berdiri dan berjalan kaki menuju halte bus. Saat ia melangkah, ia sedikit limbung. Ravion secara refleks menangkap lengannya. Kulit Elfesya terasa panas di bawah jemari Ravion.

"Kamu demam?" tanya Ravion, alisnya bertaut.

Elfesya segera menarik tangannya. "Hanya kurang tidur, Pak. Saya tidak apa-apa."

"Nek, hentikan semua ini untuk malam ini. Dia terlihat seperti mayat hidup. Jika dia pingsan saat hari pernikahan, itu akan memalukan namaku," ucap Ravion kasar, padahal jauh di lubuk hatinya, ada rasa tidak nyaman melihat kondisi Elfesya yang makin menyedihkan.

Malam harinya, Ravion tidak bisa tidur. Ia keluar dari kamarnya untuk mengambil minum di dapur. Saat melewati ruang tengah, ia melihat cahaya lampu redup.

Elfesya duduk di lantai, bersandarkan sofa, dengan tumpukan map kantor di pangkuannya. Di sampingnya, Elric tertidur pulas dengan kepala di atas paha kakaknya. Elfesya terus mengetik di laptop dengan satu tangan, sementara tangan lainnya mengelus kepala adiknya.

Ravion terdiam di balik pilar. Ia melihat Elfesya sesekali memijat pelipisnya dan memejamkan mata erat-erat, menahan pening. Di meja kecil di dekatnya, hanya ada segelas air putih dan setengah potong roti tawar kering.

Kenapa dia tidak minta bantuan? batin Ravion. Kenapa dia tidak menggunakan fasilitas rumah ini? Dia tunanganku, dia bisa menyuruh pelayan memasak apapun.

Rasa kasihan itu muncul lagi, lebih tajam dari sebelumnya. Ravion benci melihat pemandangan itu. Ia benci bagaimana Elfesya mengingatkannya pada ibunya—wanita yang juga selalu berusaha terlihat kuat di depan anaknya padahal hatinya hancur berkeping-keping.

"Kenapa belum tidur?" suara Ravion memecah kesunyian.

Elfesya tersentak, hampir menjatuhkan laptopnya. "Pak Ravion... maaf, saya akan segera selesai. Saya tidak ingin menunda pekerjaan besok pagi."

Ravion berjalan mendekat, matanya tertuju pada roti tawar kering itu. "Rumah ini punya koki yang dibayar mahal. Kenapa kamu makan makanan sisa?"

"Ini bukan sisa. Saya membelinya tadi sore di dekat kantor. Saya tidak ingin berhutang budi terlalu banyak pada keluarga Anda, di luar kontrak yang sudah kita sepakati," jawab Elfesya dengan suara serak.

"Kamu bodoh atau sombong?" desis Ravion. ia merampas laptop dari tangan Elfesya. "Masuk ke kamar. Sekarang."

"Tapi laporannya—"

"Aku yang akan menyelesaikannya. Anggap saja ini pengurangan bunga dari hutang budimu pada Nenek," ucap Ravion asal bicara agar tidak terlihat peduli.

Elfesya menatap Ravion dengan bingung. "Bapak mau membantu saya?"

"Aku hanya tidak ingin sekretarisku mati di hari pernikahanku karena kurang gizi. Itu akan merusak reputasiku sebagai CEO. Sekarang, bawa adikmu masuk," Ravion membalikkan badan, membawa laptop Elfesya menuju ruang kerjanya.

Elfesya terpaku melihat punggung pria itu. Untuk pertama kalinya, nada bicara Ravion tidak mengandung kebencian yang murni. Ada sesuatu yang lain, sesuatu yang tersembunyi di balik kekakuannya.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
merry
Terima ajj el wlpun sakit hncur tp dr pihak musuh ada yg mau kembalikan milikmu ywd trma ajj aset aset emng milik ayah trs kembangkan buktiin pd org org yg hina kmu, buktiin kmu pengusaha hebat biar gk diremehkan lgg,mau lari kmn pun klo dh takdir tetap akn balik ke kmu
falea sezi
moga g meninggal
Nurjana Bakir
wanita kuat😍
falea sezi
lanjut donkk😍
falea sezi
laki bekas kayak. lu g cocok lu sama. bapak lu sama aja sama sama sampah.. g ada bedanya lu ma bapak lu yg main jalang ampe ibu lu meninggal😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!