NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Tuan Ares

Istri Rahasia Tuan Ares

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Aliansi Pernikahan / Pengganti / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: SkySal

Kekasih Lyra tiba-tiba menghilang seminggu sebelum pernikahan, membuat Lyra frustrasi apalagi kedua keluarga sepakat mengganti pengantin pria demi mempertahankan keuntungan masing-masing.

Lyra ingin menolak apalagi pengantin prianya adalah Ares-Kakak kekasihnya yang terkenal arogan, licik, penuh tipu muslihat, orang-orang menyebutnya Pangeran kegelapan. Selain itu, Ares juga memiliki kekasih seorang model papan atas. Akan tetapi, baik perasaan Lyra ataupun Ares tidak penting di depan keuntungan kedua keluarga sehingga keduanya terpaksa menikah meski menjadi pernikahan rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Rasa

“Ar_”

Lyra terbelalak saat bibir Ares membungkam mulutnya tanpa permisi, matanya terbuka lebar menatap bulu mata Ares yang tebal dan terpejam rapat.

Ciuman itu bukan sekadar kecupan ragu melainkan sebuah ciuman yang dalam dan penuh tuntutan. Lyra merasakan bibir Ares yang biasanya terkatup dingin kini terasa hangat dan menekan, seakan pria itu sedang meluapkan semua kata-kata yang selama ini dikunci di balik rahangnya yang kaku.

Dunia seakan berhenti berputar bagi Lyra, rasa terkejut membuat ia kaku sejenak. Jantungnya berdegup kencang sehingga terasa di ujung lidah. Aroma maskulin Ares dan dinginnya udara malam mengepung indranya.

Lyra hanya bisa mengepalkan tangan saat merasakan gejolak tak biasa di dadanya apalagi ketika Ares semakin memperdalam ciumannya seakan tak lagi ada hari esok.

Ada otoritas di sana, sebuah pernyataan kepemilikian yang tak bisa dibantah melalui kata-kata.

Perlahan Lyra memejamkan mata, ia hampir terbuai dalam ciuman Ares yang lembut nan intens tapi bayangan Ryan tiba-tiba muncul dalam benaknya. Dengan sekuat tenaga, Lyra mendorong Ares hingga menjauh dari tubuhnya.

“Lily?” Ares berbisik kecewa dengan suara yang lirih.

“Ma-maaf.” Lyra melompat turun dari ranjang lalu melangkah cepat keluar dari kamar, membawa perasaannya yang bergejolak dan tak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

Tapi satu hal yang pasti, Lyra merasa telah mengkhianati Ryan, bahkan sekarang ia merasa menyesal karena tidak menenantang keinginan keluarganya lebih keras agar tidak dinikahkan dengan Ares. Ia menyesal karena tidak melarikan diri dan mencari Ryan.

Lyra berdiam diri di halaman samping rumahnya cukup lama, berharap saat kembali ke kamar nanti, Ares sudah tidur.

Setelah hampir satu jam duduk diam seperti pertapa, Lyra kembali masuk ke dalam rumah yang sudah sepi, tampaknya semua orang sudah masuk ke kamar masing-masing, tertinggal Bibi yang tampak sibuk memasukkan barang-barang ke dalam kardus.

“Ngapain, Bi?” tanya Lyra menghampiri ART rumahnya itu.

“Ini, Non, disuruh pindahkan barang-barang Non Yaya ke gudang.”

Lyra geleng-geleng mendengar jawaban Bibi. “Emang nggak bisa besok, Bi? Ini sudah malam, Bibi juga perlu istirahat.”

“Nggak apa-apa kok, Non. Cuma masukin barang-barang ini ke kardus habis itu simpan ke gudang.”

Lyra yang merasa tidak tega melihat wanita tua itu bekerja di jam istirahat menghampirinya untuk membantu.

“Non Lyra sebaiknya istirahat, sudah malam.” Bibi menolak dengan sungkan saat Lyra membantunya membereskan barang-barang itu.

“Aku juga belum mengantuk, Bi.”

Lyra sangat mengantuk, tetapi ia masih tidak berani masuk ke kamar dan berhadapan dengan Ares. Harus ia akui, ia terbuai dengan ciuman suaminya tapi hati kecilnya menolak karena masih menyimpan rasa untuk Ryan.

Saat ini Lyra merasa menerima ciuman Ares sama dengan mengkhianati Ryan, sedangkan memikirkan Ryan saat menikmati ciuman Ares juga sama dengan mengkhianati Ares.

Lyra sungguh bingung dengan perasaannya sendiri.

Saat Lyra memasukkan beberapa buku Cahaya ke dalam kardus, satu lembar foto tiba-tiba jatuh, sebuah foto yang membuat Lyra tercengang, bahkan tangannya gemetar.

“Non, ini_” Bibi juga menganga tak percaya melihat siapa yang ada di foto itu.

Cahaya dan Ryan yang berpelukan dengan mesra. “Jangan beri tahu siapa pun,” pinta Lyra dengan suara bergetar. Ia segera merobek foto itu sambil terus mengatakan pada diri sendiri bahwa foto tersebut tidak berarti apa-apa.

Cahaya dan Ryan hanya berpelukan, latar belakang di foto itu juga sepertinya sebuah taman. Mereka … tidak mungkin selingkuh, kan?

Merasa tidak tenang, Lyra kembali membongkar barang-barang adiknya itu, berharap menemukan petunjuk tentang Ryan tapi tidak ada. Akal sehat Lyra berkata itu adalah bukti bahwa tidak terjadi apa-apa antara adik dan calon suaminya, tetapi hati kecil wanita itu tetap tidak tenang.

“Ryan, apa kamu pergi karena bukan aku yang ingin kamu peristri?”

*********

Keesokan paginya, kedua orang tua Lyra bersikap lebih baik pada Lyra juga Ares.

Sementara Ares kembali memasang wajah dingin dan sorot mata tajam, membuat Lyra berpikir pria itu marah karena syarat ketiganya tidak terpenuhi.

Mau bagaimana lagi, Lyra benar-benar belum siap.

Ketika sarapan, Tuan Rendi tak membuang waktu, ia langsung mencoba membicarakan bisnis dengan Ares tapi menantunya itu dengan nada dingin berkata, “Sekarang, pernikahan ini adalah satu-satunya bisnis yang bisa kulakukan dengan keluarga kalian.”

Tuan Rendi tampak kecewa, tetapi pria itu tetap menyunggingkan senyum seakan tidak terjadi apa-apa. Sementara Lyra hanya bisa tertunduk, apa yang Ares katakan tentang pernikahannya membuat hatinya tersentil.

Sebuah bisnis.

Lyra sendiri sering mengatakan pernikahannya hanya sebuah transaksi kedua keluarga, tetapi entah mengapa hatinya sakit mendengar Ares menegaskan hal tersebut. Ada bagian dalam hatinya yang tidak terima.

“Mau antar makanan ke kamar Cahaya, Bi?” tanya Lyra saat melihat Bibi membawa nampan yang berisi sarapan. “Biar aku aja.”

Lyra mengambil nampan dari tangan Bibi lalu membawanya ke kamar Cahaya. “Di kamar mandi, Ya?” teriaknya yang tak melihat sang adik di dalam kamar.

“Iya, Mbak.”

Lyra segera meletakkan nampannya di atas nakas lalu memeriksa laci, berusaha mencari sesuatu yang mungkin berhubungan dengan Ryan. Akan tetapi, Lyra tidak menemukan apa pun.

“Syukurlah, sepertinya memang perasaanku aja.” Lyra bernapas lega karena tidak menemukan apa pun yang membuktikan kecurigaannya, tetapi saat hendak pergi, pandangan Lyra tertuju pada jaket yang tak asing di lemari pakaian adiknya.

Lyra segera mengambil jaket itu, lalu memperhatikannya dengan seksama dengan dada yang berdebar.

“Mbak, ngapain?” Cahaya menatap sang kakak dengan bingung.

“Punya siapa ini?” Lyra tidak berteriak, ia hanya mendesis tajam, menahan gejolak emosi dalam jiwanya.

“I-itu_”

“Punya Ryan, kan?” Lyra tersenyum getir. “Kalian ada hubungan, huh?”

Cahaya langsung menggeleng cepat tapi Lyra tentu tidak percaya begitu saja. Jaket itu memang milik Ryan, hadiah yang Lyra berikan tepat di hari mereka resmi menjadi sepasang kekasih. Ryan pernah mengatakan sangat menyukai jaket tersebut, bahkan pria itu memang sering memakainya.

“Kamu selalu seperti itu, Ya. Selalu mau apa yang aku punya.” Air mata Lyra jatuh, tidak menyangka Ryan yang tampak sangat mencintainya ternyata ada main dengan adiknya sendiri.

“Sumpah itu nggak seperti yang Mbak Lyra pikirkan,” elak Cahaya. “Kami nggak ada apa-apa.”

“Nggak ada apa-apa tapi kenapa jaket kesayangan dia ada di lemari kamu, Ya?”

“Itu … itu ….”

Lyra tertawa sumbang melihat Cahaya yang gelegapan sendiri. “Apa jangan-jangan kamu tahu di mana dia sekarang?”

“Nggak, Mbak. Nggak tahu.”

Lyra menatap mata Cahaya, mencari kebohongan di sana tapi tampaknya gadis itu memang tidak tahu keberadaan Ryan.

Sepanjang Lyra mengingat, Cahaya dan Ryan tidak terlalu dekat, bahkan Ryan pernah menolak saat Lyra minta tolong untuk menjemput adiknya itu. Lyra berpikir Ryan melakukannya untuk menjaga perasaan Lyra, tetapi sekarang Lyra merasa Ryan melakukannya agar hubungan gelap mereka tidak tercium oleh siapa pun.

“Sebaiknya kamu memang nggak terlibat dengan hilangnya dia.” Lyra berkata tajam sambil melempar jaket Ryan ke wajah Cahaya, setelah itu ia bergegas pergi dengan marah dan kecewa, membuat orang tua dan suaminya mengernyit bingung.

“Lily?” panggil Ares yang tak Lyra indahkan, ia keluar dari rumah itu sambil menyeka air mata yang tak bisa ditahan lagi. Ares segera mengejar istrinya yang melangkah dengan sangat cepat itu. “Tunggu, Lily.”

Sementara kedua orang tua Lyra saling pandang, bertanya-tanya ada masalah apa di antara dua saudari itu.

“Apa Cahaya mengganggu Lyra lagi?” gerutu Tuan Rendi cemas.

“Jangan menuduh Yaya terus dong, Pa.” Nyonya Tia protes tak terima. “Lagian bertengkar sama saudara itu hal biasa. Lyra sebagai kakak seharusnya bersabar dan mengalah sama adiknya.”

Di sisi lain, Lyra yang hendak memanggil taksi dihentikan oleh Ares. “Kita pulang bersama, Lily.”

“Aku mau ke kantor.”

“Aku antar.”

“Bukannya kamu nggak mau ada yang sampai tahu hubungan kita?”

Ares terdiam.

“Nggak apa-apa, aku akan ke kantor naik taksi.”

“Aku antar,” tegas Ares. Lyra hendak menolak lagi tapi suaminya langsung menggotong tubuhnya seperti menggotong sekarung beras, membuat Lyra memekik sambil memukul punggung Ares, meminta diturunkan.”

“Diam!”

“Ah!”

Lyra terbelalak saat Ares memukul bokongnya. “Ka-kamu mukul di sana? Dasar nggak sopan kamu, Ares.”

Ares hanya terkekeh lalu memasukkan Lyra ke dalam mobil di mana Vano sudah menunggu. Pria itu hanya meringis melihat tingkah tuannya yang selalu berbeda setiap kali bersama Lyra, tampak lebih hidup.

Saat dalam perjalanan ke kantornya, Lyra hanya terdiam murung. Meskipun tidak ada bukti nyata bahwa Ryan selingkuh dengan Cahaya, tetapi hatinya sulit percaya bahwa tidak ada apa-apa di antara kedua orang tersebut.

“Ada apa?” Ares bertanya dengan lembut sambil menyelipkan rambut di sisi wajah Lyra ke belakang telinganya. “Adikmu ganggu lagi?”

Lyra menoleh, menatap Ares yang saat ini juga menatapnya dengan intens. “Kalau ada masalah, kasih tahu. Aku yang akan membereskannya untukmu,” kata Ares yang membuat Lyra tersenyum samar.

“Kenapa kamu seakan mau melakukan apa pun untukku, Ares?”

“Karena kamu istriku.”

Lyra tersenyum getir. “Baru beberapa menit yang lalu kamu bilang pernikahan kita hanya bisnis.”

“Apa pun jenis pernikahannya, tetap saja dua orang yang bersama dalam pernikahan disebut suami istr.”

Lyra mengangguk setuju. “Masuk akal.”

“Jadi, aku mau kita jadi suami istri sungguhan, meskipun nggak ada yang tahu hubungan kita.”

Lyra terdiam, mengerti ke mana arah pembicaraan Ares.

Syarat ketiga itu.

“Apa sesusah itu memberikan dirimu padaku, Lily?” Ares berbisik dengan suara rendah.

“Laki-laki dan wanita berbeda.” Lyra menarik napas panjang. “Laki-laki bisa melakukan hubungan tanpa perasaan, tapi wanita hanya bisa berhubungan saat ada perasaan.”

Ares mengembuskan napas kasar, tidak tahu harus menanggapi ucapan Lyra dengan apa. Keduanya pun terdiam, tak lagi ada yang bersuara hingga mobil berhenti di depan kantor Lyra.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Lyra turun dari mobil tapi saat hendak masuk ke kantor, Ares memanggilnya.

Pria itu turun dari mobil lalu menghampiri Lyra yang berdiri menatapnya dengan bingung.

“Aku sudah memikirkannya,” kata Ares dengan nada yang lembut, sorot matanya pun melunak, bahkan pria itu tersenyum hangat. “Bagaimana kalau kita mencoba membangun perasaan, Lily?”

Kening Lyra berkerut dalam, tidak menyangka dengan apa yang Ares katakan.

“Hari ini aku akan klarifikasi tentang rumor yang beredar tentang hubunganku dan Liana, aku juga akan buktikan bahwa kami nggak punya hubungan seperti yang kamu pikirkan.”

“Kenapa kamu mau melakukan itu?” tanya Lyra yang semakin bingung.

Ares menarik tangan Lyra, menggenggam tangan wanita itu dengan erat, dengan mata berbinar ia berkata, “Karena sebenarnya aku_”

“Lyra?”

Keduanya menoleh saat mendengar suara yang tak asing itu. “Ry-Ryan?” cicit Lyra tak percaya. Calon suaminya yang menghilang hampir satu bulan itu kini berdiri di hadapannya, dengan pakaian rumah sakit, kepala yang diperban dan wajah yang memar.

Tanpa pikir panjang, Lyra melepaskan tangan Ares lalu berlari pada Ryan yang tersenyum lemah padanya.

“Ryan?” Lyra tidak bisa menahan air matanya saat kembali berhadapan dengan pria yang ia cintai, apalagi pria itu kini terluka.

Sementara Ares hanya bisa memandangi tangannya yang mengambang di udara setelah Lyra melepaskannya begitu saja demi berlari pada Ryan.

Tiba-tiba Ares kembali merasa hampa, sorot matanya kembali tak bernyawa.

Apakah semuanya akan berakhir begitu saja?

1
Indra Kusuma
kayak nya si Ares ini pemilik dahar harta keluarga jatmika dehhh🤣
Arsyad Algifari.
jadi Ares anak kandung tuan tama
Mei 71
Apakah Ryan anak kandung juga?
Mei 71
Hubungan saling menguntungkan tapi tidak tulus...
🌺 Tati 🐙
wah ternyata ares anak kandung,...sampe sejauh ini belum ketebak alurnya,masih banyak pertanyaan😅
@ˢ⍣⃟ₛåÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝✰
nah kan Ares anak dari tuan Tama,

duh giliran ada gratisan langsung ok hehwhe
Nata Abas
lanjut kak penasaran lanjutan y
Arsyad Algifari.
seperti ada dendam pribadi Ares pada keluarga Ryan
yulithong
tambah penisirin kita....lanjut kak
Milla
Lanjut thorrr cerita mu bagus kok g banyak yang baca yaa ??? 🥺😔 apa belum tau aja para pemirsah pembaca ini yaaaa 😔
Mei 71
Keren Lyra 👍
Kudukung kamu..
@ˢ⍣⃟ₛåÐïñÐå💜⃞⃟𝓛ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝✰
ada dendam apa kamu sama kluarga Ryan, kurasa bukan hanya kamu mencintai lyra ,, TPI ada hal lain di balik semua ini
Indra Kusuma
kayak nya novel ini bertema balas dendam yg tersebung dehh ,,, curiga nya GK habis"🤭
🌺 Tati 🐙
yang dikira baik belum tentu baik,yg dikira jahat blm tentu jahat...yg pasti aku penasaran di balik semua ini...lanjut
Arsyad Algifari.
gimana ini ly yang satu suamimu yang satu mantanmu .tapi sebaik baiknya Ryan dia tetap mantanmu
apa iya . hilangnya Ryan hari itu ulah ortunya lira
💥💚 Sany ❤💕
Jangan goyah ya Ly...., ingat apapun dan gimanapun sikap Ryan ke kamu tetap aja dia mantan.
💥💚 Sany ❤💕
Waduh... gawat ni, yang satu merasa masih kekasih Lyra dan yang satu emang suaminya.
💥💚 Sany ❤💕
Lyra dah mulai ada rasa ne ma Ares, cuma blom nyadar aja.
💥💚 Sany ❤💕
Balas aja Ly...., tangan ada nanti Ares rezeki banyak 😂😂😂
💥💚 Sany ❤💕
suka banget ma karakter Sena, enerjik dan lucu 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!