NovelToon NovelToon
Charming The Beast

Charming The Beast

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:293
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

Kenzo Arkana adalah definisi hidup dari kekejaman. Sebagai raja penyelundup barang terlarang, ia memerintah dunianya dengan tangan besi dan hati yang membeku. Baginya, wanita hanyalah gangguan tak berguna hingga malam itu, di sudut remang kelab eksklusifnya, seorang wanita lancang bernama Aara datang mengusik ketenangannya.
Aara bukan wanita biasa. Di balik gaun merah yang menggoda dan sikap centilnya, ia adalah agen rahasia elit yang sedang menjalankan misi mustahil: menjatuhkan kekaisaran Kenzo. Ia harus memikat sang "Monster" untuk mencuri rahasia terdalamnya.
Namun, di dunia di mana pengkhianatan dibayar dengan nyawa, siapa yang akan terjatuh lebih dulu? Apakah Aara berhasil menuntaskan misinya, atau justru ia yang terjerat dalam kegelapan Kenzo yang mematikan?
Satu rayuan. Satu misi. Satu taruhan nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Labirin Kebenaran

Udara di dalam ruangan kerja itu seolah terperangkap dalam kehampaan, menciptakan atmosfer yang nyaris mencekik seiring dengan detak jantung yang terus berpacu cepat. Cahaya putih dingin dari lampu LED menggantung di langit-langit, memantul tanpa ampun di layar monitor yang masih menyala, menyoroti wajah Aara yang kini pucat seperti selembar kertas tanpa tinta. Di sana, folder "PROJECT CHERRY" terbuka lebar, seakan-akan memamerkan seluruh rahasia yang telah ia simpan rapat-rapat bahkan beberapa di antaranya adalah potongan masa lalu yang samar, hampir terlupakan.

Di ambang pintu, Kenzo berdiri dengan tubuh tegap dan sikap percaya diri yang memancarkan aura seperti seorang raja kemenangan. Ia bersandar santai pada bingkai pintu, seolah pemandangan di hadapannya adalah sebuah mahakarya yang telah lama ia nantikan untuk disaksikan. Tidak ada kemarahan yang terlihat menghiasi raut wajahnya; justru, ketenangan penuh kendali disertai dengan ekspresi kepuasan intelektual yang mendalam tampak menghujam lebih dalam dari seribu tatapan garang. Suasana menjadi semakin tegang sebuah duel diam-diam sedang berlangsung di antara mereka, tanpa sepatah kata pun meluruhkan ketegangan yang menyesakkan udara.

"Kau... kau sudah tahu semuanya?" suara Aara bergetar, bukan karena takut akan kematian, tetapi karena kehancuran harga dirinya sebagai agen elit.

Kenzo melangkah masuk, langkah kakinya tidak terdengar di atas karpet bulu domba. "Aara, kau pikir bagaimana mungkin seorang wanita cantik dan asing bisa masuk ke lantai teratas *The Obsidian* tanpa pemeriksaan latar belakang yang mendalam? Aku membiarkanmu masuk karena aku ingin melihat sejauh mana FBA bersedia melangkah untuk menjatuhkanku."

Aara mundur selangkah, punggungnya membentur meja kerja kayu ek yang kokoh. "Jadi selama ini... semua rayuanku, semua kecentilanku di depan anak buahmu, itu hanya lelucon bagimu?"

Kenzo berhenti tepat di depan Aara. Ia mengulurkan tangan, ujung jarinya mengusap lembut pipi Aara yang dingin. "Bukan lelucon. Itu adalah hiburan yang sangat mahal. Aku harus mengakui, aktingmu sebagai wanita penghibur sangat meyakinkan. Setiap desahan, setiap kedipan mata centilmu... itu hampir membuatku percaya bahwa kau memang hanya seorang wanita yang haus akan kemewahan."

Aara menepis tangan Kenzo dengan kasar. "Lalu kenapa? Kenapa membiarkanku tetap hidup? Kenapa membawaku ke pulau ini dan... melakukan semua itu semalam?"

Kenzo menyeringai, kali ini senyumnya tampak lebih manusiawi, namun tetap mengandung kegelapan. "Karena aku butuh seseorang yang tidak bisa dibeli oleh uang, tapi bisa dikendalikan oleh keadaan. FBA telah mengkhianatimu, Aara. Lihat folder terakhir di bawah nama ayahmu."

Dengan tangan gemetar, Aara mengklik folder tersebut. Isinya adalah rekaman suara antara atasan Aara di FBA dengan seorang perantara kartel.

"Biarkan Agen Aara menjadi umpan. Jika dia berhasil membunuh Kenzo, bagus. Jika dia mati atau tertangkap, kita punya alasan untuk menyerbu pulau pribadinya tanpa surat perintah internasional. Dia adalah aset yang bisa dikorbankan."*

Dunia Aara serasa runtuh. Air mata yang selama ini ia tahan sebagai seorang agen profesional kini menggenang di pelupuk matanya. Ia telah memberikan hidupnya untuk organisasi yang menganggapnya tak lebih dari sekadar umpan pancing.

"Mereka tidak akan menjemputmu, Aara," bisik Kenzo di telinganya. "Mereka menunggu kabar kematianmu agar mereka punya alasan untuk membombardir tempat ini."

Aara merosot ke lantai, menutupi wajahnya dengan tangan. Karakter 'Cherry' yang centil dan nakal kini hancur total, menyisakan seorang wanita yang merasa hampa dan terkhianati. Segala rayuan manisnya kini terasa seperti racun yang ia telan sendiri.

Kenzo berlutut di depannya. Untuk pertama kalinya, pria dingin yang anti-wanita itu menunjukkan sesuatu yang menyerupai empati. Ia menarik Aara ke dalam pelukannya bukan pelukan penuh nafsu seperti semalam, melainkan pelukan protektif.

"Sekarang kau mengerti?" tanya Kenzo. "Duniaku memang kejam, penuh dengan penyelundupan dan darah. Tapi setidaknya, aku jujur dengan kekejamanku. Aku tidak bersembunyi di balik lencana dan sumpah negara."

Aara terisak di dada Kenzo. "Lalu apa maumu sekarang? Menjadikanku tawanan sungguhan?"

"Tidak," Kenzo mengangkat dagu Aara, memaksa wanita itu menatap matanya yang gelap namun jujur. "Aku ingin kau melakukan apa yang paling kau kuasai. Menyamar. Tapi kali ini, kau tidak menyamar untuk FBA. Kau akan menyamar sebagai 'Ratu' di duniaku. Kita akan menghancurkan mereka yang mengkhianatimu, dan kita akan membangun kerajaan yang tak tersentuh oleh siapa pun."

Aara menatap Kenzo lama sekali. Di satu sisi, pria ini adalah penjahat internasional. Di sisi lain, ia adalah satu-satunya orang yang tidak membohonginya tentang niatnya meski niat itu sangat manipulatif.

"Bagaimana aku bisa percaya padamu?" tanya Aara lirih.

Kenzo mengambil belati kecil dari balik jubah mandinya dan memberikan gagangnya kepada Aara. Ia menarik jubahnya, memperlihatkan dadanya yang bidang tepat di posisi jantung.

"Jika kau merasa aku berbohong, tusukkan ini sekarang. Aku tidak akan melawan," ucap Kenzo tanpa ragu.

Aara menggenggam belati itu. Jemarinya gemetar. Seluruh pelatihan agennya menyuruhnya untuk mengakhiri nyawa targetnya sekarang juga. Namun, hatinya bagian dari dirinya yang mulai tumbuh sejak ciuman pertama mereka menolak.

Ia menjatuhkan belati itu ke lantai. Bunyi denting logamnya bergema di ruangan itu.

"Aku akan membantumu," bisik Aara. "Tapi jangan pernah berharap aku akan menjadi wanita penurut. Aku akan tetap menjadi 'Cherry' yang menyebalkan jika aku mau."

Kenzo tertawa, suara tawa yang langka dan tulus. Ia mencium kening Aara. "Aku tidak mengharapkan hal lain darimu."

### **Rencana Balas Dendam**

Sisa malam itu dihabiskan untuk menyusun rencana. Aara menggunakan pengetahuan internalnya tentang protokol FBA untuk memanipulasi sinyal dari pemancar subkutannya. Ia mengirimkan kode darurat yang menandakan bahwa Kenzo telah terbunuh, namun pulau itu dipenuhi jebakan ledakan yang akan aktif jika ada kapal mendekat dalam waktu 12 jam.

"Ini akan memberi kita waktu untuk menghilang," jelas Aara sambil mengetik cepat di komputer. Karakter centilnya hilang, digantikan oleh efisiensi dingin seorang agen elit.

Kenzo memperhatikan dari belakang, mengagumi transformasi wanita di depannya. "Setelah ini, dunia akan menganggap kita berdua sudah mati. Kita akan pergi ke tempat di mana namaku bukan lagi Arkana, dan namamu bukan lagi Aara."

"Dan 'Cherry'?" tanya Aara sambil melirik Kenzo dengan kerlingan mata nakal yang mulai kembali.

Kenzo menarik Aara ke dalam pangkuannya, membiarkan jemarinya bermain di rambut wanita itu. "Cherry akan tetap ada. Aku butuh seseorang yang bisa terus menggodaku agar aku tidak lupa bagaimana rasanya menjadi manusia."

Di bawah fajar yang baru menyingsing di pulau tersembunyi itu, sebuah aliansi paling berbahaya dalam sejarah dunia bawah tanah telah lahir. Seorang mafia kejam dan seorang agen yang terkhianati, bersatu dalam dendam dan gairah, siap membakar dunia yang telah mencoba menghancurkan mereka.

Permainan sesungguhnya... baru saja akan dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!