NovelToon NovelToon
Antagonist Yang Menghindari Takdir

Antagonist Yang Menghindari Takdir

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Obsesi / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:594.9k
Nilai: 3.8
Nama Author: Aplolyn

Saat tragedi mengambil jiwanya, Syifa menemukan dirinya yang masuk ke dunia novel sebagai seorang antagonis yang secara obsesif mengejar protagonist pria bahkan berencana untuk menghancurkan hubungannya dengan sang kekasih.

Pada akhirnya dia akan mati terbunuh karna alur itu, oleh sebab itu untuk menghindarinya, dia selalu menghindari pria itu.

Namun bagaimana jika tiba-tiba alurnya berubah, pria itu malah memperhatikannya..

"Tidak! ini tidak ada dalam plot!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

[Besok aku jemput jam tujuh. Jangan telat.]

Baru saja Syifa hendak mengistirahatkan tubuh dan pikirannya, namun pesan Kayden malah membuatnya semakin emosi.

Kalimat singkat itu tentu saja akan menjadi sebuah kebahagiaan bagi jiwa Syifa yang sesungguhnya, namun kenyataannya Syifa yang ini malah makin curiga dengan gerak-gerik pria tersebut.

“Kalau aku bilang tidak..” gumamnya pelan, “memangnya dia bakal setuju?!"

Ia menutup mata, menarik napas dalam-dalam, lalu mengetik balasan dengan hati-hati.

[Aku bisa berangkat sendiri!]

Pesan terkirim.

Tidak sampai sepuluh detik, balasan masuk.

[Aku udah izin sama ibu kamu kok, see you tomorrow..]

Syifa menaikkan alisnya, tak percaya pada sang ibu yang memberikan persetujuan itu pada Kayden.

"Halo sayang.. kenapa telpon ibu malam-malam gini? kamu gak istirahat?"

Langsung saja Syifa menghubungi ibunya dan mengomelinya, "Bu.. ngapain sih ngizinin Kayden jemput aku.. biasanya juga aku bisa berangkat sendiri kok.. atau sama Sean juga bisa."

"Oh.. Gak ada salahnya juga Kayden jemput kamu, kan? Lagian selama ini kamu pengen banget deket sama dia.. nah, ini kesempatannya!"

"Ibu.. kan aku udah bilang kalau aku udah gak mau deket-deket sama Kayden"

Ada jeda sedikit yang membuat Syifa bertanya-tanya mengapa Ibunya tak langsung menjawab.

"Syifa.. kamu tau kalau perusahaan kita dapat dana dari mereka, kan? biasanya Kayden nggak pernah minta hal aneh, dia juga gak suka sama kamu, kan? Yaudah.. mungkin dia cuma mau ngobrol sesuatu"

Pada akhirnya Syifa harus mengerti, hubungan ini dari awal memang sudah direstui, baik itu dari keluarga Kayden ataupun keluarganya, perbedaannya hanya pada pilihan Kayden.

Saat dulu Kayden menolaknya, mereka hanya diam dan tidak terlalu menekan Kayden, lalu ketika sekarang Kayden terlihat seolah tertarik padanya, mereka bukan menekan, tapi terlihat menyetujui apapun keinginan pria itu.

'Jadi, bukankah semua terserah Kayden? Huh..'

Ia meletakkan ponsel itu setelah mendengar nasihat ibunya agar dia tak terlalu banyak pikiran.

Di sisi lain kota, Kayden menatap layar ponselnya tanpa ekspresi.

Untuk pertama kalinya, seseorang menolak hal yang ia anggap sudah pasti.

Sudut bibirnya terangkat samar.

“Menarik..” gumamnya.

***

Pagi datang terlalu cepat bagi Syifa.

Alarm belum sempat berbunyi ketika suara klakson mobil terdengar samar dari luar rumah. Syifa yang masih duduk di tepi ranjang refleks menegang.

Jam di layar ponselnya menunjukkan 06.55.

"Rajin amat sih!"

Dadanya terasa tidak enak—perasaan yang sama seperti sebelum sebuah adegan penting dalam novel dimulai.

Syifa turun ke lantai bawah dengan langkah pelan. Sean sudah rapi, dia berdiri dengan wajah agak kesal, seolah tak percaya pada kelakuan Syifa yang tadi malam baru mengatakan bahwa dia tidak tertarik dengan Kayden lagi, namun paginya malah dijemput oleh si pria.

“Kayden sudah datang,” ucap sang Sean tanpa meliriknya, “Sarapan dulu, kakak mau pergi duluan aja.”

"Kak.. i-itu.. aku bisa jelasi–"

"Terserah, Kakak mau kerja"

Syifa ingin memberi penjelasan namun sikap Sean sudah memberikan arti bahwa dia tak peduli dan tak ingin ikut campur lagi.

Toh Sean juga tahu kalau perusahaan mereka mendapat dana dari mereka, jadi mana mungkin Sean mengusir Kayden yang sudah duduk santai di sofa ruang tamu.

Ibu dan ayah Syifa sendiri sedang perjalanan dinas di luar kota sehingga tidak ada dirumah, itulah mengapa semalam Syifa menghubungi ibunya.

Ketika selesai sarapan, sosok Kayden berdiri di sana—tinggi, rapi, dengan senyum tipis yang terlalu mencurigakan untuk pagi Syifa yang cerah.

Syifa menahan napas.

Ini benar-benar terjadi.

Di dalam mobil, suasana hening, Kayden menyetir dengan satu tangan, yang lain bertumpu santai di setir. Seolah ini rutinitas lama.

“Kamu kelihatan tegang,” ucapnya akhirnya, tanpa menoleh.

“Aku biasa aja,” jawab Syifa singkat.

Kayden tertawa kecil. “Kamu selalu bilang begitu kalau lagi gak nyaman.”

Syifa menoleh cepat. “Kita gak sedekat itu.”

Mobil berhenti sebentar di lampu merah. Kayden menoleh padanya, tatapannya tenang tapi tajam.

“Makanya aku mulai dari sekarang.”

'Parah! ini tipe tokoh utama Red flag gak sih? Apalagi kalau si peran utama wanita udah masuk alur.."

Lampu hijau menyala. Mobil kembali melaju.

Syifa mengepalkan tangannya di pangkuan.

'Pokoknya aku gak bakal terjerat sama alur ini! Pasti Kayden bakal tetap bersama Wenda!'

1
Suhana Sulaiman
dh tau alur yg tetap tapi masih bodoh ya mati 2 kali.
Atoen Bumz Bums
perasaan di cerita lain kok enak bener ngempaskan koruptor di perusahaan sendiri
beda cerita kalau di negara Konoha pasti kayak gini melipat-lipat taruhannya nyawa🤭
Atoen Bumz Bums
mc-nya mengecewakan
pengen jadi kaya tapi sifatnya sifat miskin
Atoen Bumz Bums
masa nggak sadar sih ada yang aneh
Atoen Bumz Bums
kok jijik ya bodoh dari tadi nggak ngomong-ngomong diem aja di sudutkan
Hibatul Wafiroh
lama lama alurnya membosankan kan
Hibatul Wafiroh
huuh aku kira keren sifa tuh...gak taunya lelet ngomngnya ga tegas
Pipit Ayu
masa ga ada pembelaan diri sedikitpun? kebangetan bgt nyiptain karakternya
ea
aneh jln ceritanya, ada org baru kenal minta tolong ngebujuk soal bisnis , eh dia mau bkn nya langsung nolak
ongkoh takut, tp diladenin trs, dibantuin jg /Sweat//Speechless/
ea
setengah 7? td aja c'kayden jemput kan jam 6.55 trus syfa jg sarapan dl sblm brngkt ma kayden?? authornya linglung or gmn nih? bnyk yg ngaco atau ga fokus jln ceritanya kdg ga nyambung
ArlettaByanca
Syifa lancarin aja lah Wenda n Kayden....
embun senja
mertua gue juga kerja disawah,tapi pas udah pulang langsung mandi dia dandan lohhhh,dengan gincu kebanggaannya dan selalu dipamerin... gintu elisabet katanya yg merah merona kek abis makan cabe sekilo🤣🤣🤣
ina
🤭🤭🤭
saputri
cerita sampah g jls
Retno Palupi
ini Zayn ada d cafe apa d rumah kok jd bingung aq
Retno Palupi
zayn itu suka Sifa dari dulu ya
Nadia Ulfani
karakter syifa ada bodoh’ nya yah
Latifah nurraini tijani
menye² banget ni fl bacanya juga monoton malah kesel, buat author juga baca lagi deh dari eps awal banyak kata typo juga, sorry buat baca juga aku berhenti alurnya kek gimana gitu
Shen
halo, kak! pembaca baru. ironisnya namanya sama sama aku. aku juga Syifa 🤣
Jumaidah Nasution
iya, syifa jiwa baru kok terlalu lembek
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!