Rayya kemala putri, Wanita yang selama ini selalu di anggap menjadi beban suaminya. Menjelma sebagai wanita karir yang sukses setelah mengetahui perselingkuhan sang suami, apalagi kenyataan yang ia terima bahwa ternyata kakak iparnya sendiri mendukung perselingkuhan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rana putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
“Pak reino..” panggil Nathan - Seseorang yang di percayai rayya untuk memegang alih perusahaan nya selama ia fakum.
“Eh pak nathan, iya pak gimana? Ada yang bisa saya bantu?” Tanya reino dengan sopan.
“Bisa keruangan saya ? Ada hal yang ingin saya bicarakan sama pak reino.” Ucap nathan. Reino menganggukkan kepalanya
“Baik pak, sebentar lagi saya akan keruangan bapak.”
“Baik saya tunggu.”
Entah kenapa perasaan reino tiba tiba merasa gelisah, mengapa tiba tiba wakil ceo itu menyuruh nya keruangan nya. Padahal biasanya jika ada suatu proyek yang harus ia kerjakan, Pak nathan akan menyuruh asisten nya untuk memberikan berkasnya pada reino. Tapi sekarang ia merasakan ada sesuatu yang membuat pak nathan sendiri yang angkat tangan memanggil nya keruangan nya.
“Kenapa tuh ? Tumben di suruh keruangan pak nathan.” Ucap vallen mengagetkan reino yang melamun memikirkan hal yang membuat jantung nya berdegub kencang
“Entah, ada kerjaan kali.” Jawab reino , Vallen hanya ber oh ria. Setelah meletakkan beberapa tumpukan map di meja kerja reino, vallen pun beranjak keluar dari ruangan manager keuangan itu.
***
Brak!
Pak nathan melemparkan beberapa map di meja kerjanya, Membuat reino yang berada di depan nya terjingkat kaget. “Apa apaan itu pak reino, Mengapa data keuangan dari proyek dan data keuangan yang bapak klaim sangat berbeda? Tidak hanya 1 proyek, Tapi ada beberapa proyek yang datanya melenceng. Bisa bapak jelaskan?”
Degh!
Rasanya jantung reino seketika berhenti berdetak, bagaimana bisa data yang sudah ia simpan serapi mungkin bisa bocor pada atasan nya. “M-maaf pak. Ta-tapi saya membuat laporan itu sesuai dengan data yang ada di lapangan.”
“Jangan berusaha membodohiku pak reino. Saya sudah memegang semua data proyek yang bapak pegang. Dan semuanya bermasalah, Bahkan proyek yang di puncak harus berhenti sementara pengerjaan nya karna kehabisan dana. Bagaimana anda bisa menjelaskan itu?”
“Dana yang anda tulis di laporan anda , sangat berbeda jauh dengan dana yang di salurkan pada proyek itu. Hingga membuat proyek tidak bisa meneruskan pembangunan, Lalu dimana sisa uang yang anda klaim ke perusahaan?”
“Pak, tapi saya su-“
“Tolong kooperatif pak reino. Jangan berbohong, semakin anda berbohong semakin saya ingin menjebloskan anda ke penjara. Karna sudah berani bermain main dengan dana perusahaan.” Ancam pak nathan membuat Tungkai kaki reino rasanya lemas seketika.
“A-ampun pak. Saya-“
“Mengaku sekarang atau saya akan panggil polisi kesini untuk menangkap anda!” Bentak nathan. Ia tak main main dengan ucapan nya, Bagi nya siapapun yang bermain licik di perusahaan ini. Ia tak akan segan segan menghukum nya dengan hukuman setimpal.
“Maaf pak, saya. Saya mengakui, Jika saya merubah data perusahaan dengan data proyek di lapangan.”
“Apa maksud mu melakukan itu? Apa kau ingin masuk penjara hah? Dana yang kau korupsi itu tidak sedikit, Aku sudah merangkum semuanya. Kau harus mengganti uang perusahaan itu. Atau saya akan alihkan kasus ini ke kepolisian..” Ucap pak nathan.
“T-tidak pak, Jangan. Jangan laporkan saya ke polisi, Saya janji. Saya akan mengembalikan semua uang perusahaan. Tapi tolong, Janga laporkan saya ke polisi” mohon reino.
“Saya akan memberikan waktu 2 hari untuk mu mengganti kerugian perusahaan sekitar 2Milliar. Jika dalam 2 hari kamu tak bisa mengganti. Nya , maka jangan salahkan saya jika saya alihkan semua ini ke pihak yang berwajib.”
Mata reino melotot mendengar nominal yang di sebutkan pak nathan, apa benar angka korupsi nya sebanyak itu.
“Silahkan keluar dari ruangan saya. Dan mulai sekarang , Kamu saya turunkan jabatan menjadi staff biasa. Jadi kamu bisa mengemas barang barang mu dan pindah ruangan bersama karyawan lain nya.”
Degh!