NovelToon NovelToon
Rahasia Dibalik Nafas Terakhir Isvara

Rahasia Dibalik Nafas Terakhir Isvara

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Percintaan Konglomerat / Romansa
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Di mata dunia, aku adalah Nyonya Kalandra yang terhormat. Di mata suamiku, aku hanyalah penipu yang menjijikkan."

​Dua tahun Isvara bertahan dalam pernikahan dingin karena sebuah Perjanjian Pra-Nikah yang membelenggunya. Andra, suaminya yang dulu memujanya, kini hanya menyisakan kebencian sedalam samudra setelah rahasia identitas Isvara terbongkar.

​Andra tidak tahu, di balik aura tegas Isvara yang disegani banyak orang, jantung wanita itu sedang menghitung mundur sisa detaknya. Isvara tidak butuh dimaafkan, dia hanya ingin bertahan sampai napas terakhirnya habis tanpa ada yang perlu merasa kehilangan.

​Saat Isvara akhirnya menyerah dan berhenti membujuk, mampukah Andra tetap membencinya ketika menyadari bahwa "penipuan" terakhir Isvara adalah menyembunyikan kematiannya sendiri?

​"Kebencianmu adalah alasan jantungku masih berdetak, Andra. Tapi sekarang, aku sudah lelah."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Dibalik Nafas Terakhir Isvara

​Malam telah meluruh di langit Jakarta, membawa udara dingin yang seolah menembus hingga ke sumsum tulang. Sedan hitam metalik milik Adrian Kalandra Prayudha meluncur pelan memasuki gerbang tinggi kediamannya. Biasanya, sorot lampu mobilnya akan disambut oleh SUV putih yang terparkir rapi di garasi samping sebuah pertanda bahwa "Nyonya Kalandra" sudah lebih dulu sampai di rumah untuk melanjutkan sandiwara pernikahan mereka.

​Namun malam ini, garasi itu tampak lowong. Aspal kelabu di sana terlihat telanjang tanpa kehadiran kendaraan Isvara.

​Adrian mengernyitkan dahi. Tangannya yang masih memegang kemudi mencengkeram kulit setir sedikit lebih kuat. Ke mana dia? pikirnya. Setelah insiden tamparan di kantor siang tadi, Adrian mengira Isvara akan pulang lebih awal untuk mengobati pipinya atau mungkin merencanakan skenario baru untuk menarik simpati Papa Prabu. Tapi rumah ini justru terlihat... mati.

​Ia melangkah masuk ke dalam rumah mewah yang dibangun dengan arsitektur modern minimalis itu. Suara langkah sepatunya di atas lantai granit terdengar bergema, menciptakan suara yang memekakkan telinga di tengah kesunyian yang mencekam. Biasanya, rumah ini tidak pernah sepi. Ada aroma parfum bunga lili yang samar aroma khas Isvara dan suara kesibukan pelayan yang menyiapkan teh sore. Namun malam ini, udara terasa hampa.

​"Selamat malam, Tuan," sapa Bibik, kepala pelayan di rumah itu, muncul dari arah dapur dengan wajah tertunduk sopan. "Makan malam sudah siap di meja, Tuan."

​Adrian melepaskan jasnya, menyerahkannya pada Bibik tanpa menoleh. "Di mana Isvara?" tanyanya dengan nada datar, namun ada nada tuntutan di sana.

​Bibik sempat terdiam sejenak, ia tampak sedikit ragu. "Nyonya tidak pulang, Tuan. Tadi sore asisten Nyonya, Nona Rima, menelepon ke rumah. Beliau bilang Nyonya sedang ada urusan mendadak ke luar kota untuk survei lokasi proyek Bali selama dua hari."

​Langkah Adrian yang hendak menuju meja makan terhenti seketika. Ia membalikkan badan, menatap Bibik dengan mata tajam yang membuat wanita tua itu refleks mundur selangkah.

​"Luar kota? Tanpa memberi tahu aku?" Adrian mendengus sinis. "Sejak kapan dia punya keberanian untuk pergi begitu saja?"

​Tanpa menunggu jawaban Bibik, Adrian berbalik arah. Ia tidak menuju meja makan. Perutnya yang sedari tadi lapar mendadak terasa penuh oleh rasa gusar yang tidak jelas asalnya. Ia berjalan menuju ruang tamu luas, lalu menghempaskan tubuhnya ke sofa kulit seharga ratusan juta rupiah tersebut.

​Adrian mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Jemarinya dengan cepat mencari kontak Rima, asisten Isvara yang ia tahu paling banyak menyimpan rahasia wanita itu. Tidak butuh waktu lama bagi panggilan itu untuk tersambung.

​"Halo, Rima," suara Adrian terdengar sangat mengintimidasi. "Jelaskan padaku, atas dasar apa bosmu pergi ke luar kota tanpa izin dariku?"

​Di seberang sana, suara Rima terdengar sangat tenang, sebuah ketenangan yang sudah dilatih bersama Sinta. "Selamat malam, Pak Adrian. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Ibu Isvara memang harus berangkat mendadak ke daerah Jawa Tengah untuk meninjau ketersediaan material alternatif yang sempat diperdebatkan di rapat siang tadi. Beliau tidak ingin proyek Grand Prayudha terhambat karena masalah vendor."

​"Ke Jawa Tengah? Malam-malam begini? Dia pikir aku bodoh?" cecar Adrian.

​"Ibu sudah berangkat sejak jam dua siang tadi, Pak. Beliau bilang jadwalnya sangat padat, jadi mungkin ponselnya akan sulit dihubungi karena lokasi survei yang berada di pedalaman. Beliau berpesan agar semua urusan rumah tangga sementara ditangani oleh asisten rumah tangga," Rima menjelaskan dengan detail yang sangat meyakinkan.

​Adrian terdiam. Penjelasan Rima sangat profesional, sangat masuk akal bagi seorang Isvara yang gila kerja dan perfeksionis. Tapi tetap saja, ada sesuatu yang terasa mengganjal di ulu hatinya.

​"Dua hari?" tanya Adrian lagi.

​"Benar, Pak. Dua hari. Ibu akan kembali tepat waktu untuk rapat koordinasi selanjutnya," jawab Rima sebelum akhirnya Adrian memutus panggilan secara sepihak.

​Adrian melemparkan ponselnya ke atas meja kaca. Ia menyandarkan kepalanya, menatap langit-langit ruangan yang tinggi. Luar kota? Di saat pipinya mungkin masih membekas tamparan Mama? Adrian merasa ada yang tidak beres, tapi logisnya mengatakan bahwa Isvara hanyalah wanita ambisius yang lebih mementingkan karier daripada rasa sakit fisiknya.

​Dalam keheningan itu, pandangan Adrian perlahan beralih ke sudut dinding utama di ruang tengah. Dinding itu adalah "galeri" keluarga. Sebelum kebohongan tentang silsilah keluarga Isvara terbongkar, di sana tergantung sebuah bingkai foto berukuran sangat besar. Foto pernikahan mereka. Di foto itu, Adrian tampak berdiri gagah dengan setelan tuksedo, sementara Isvara tersenyum sangat tulus dalam balutan gaun putih yang anggun. Dulu, Adrian sering mencuri pandang ke foto itu, merasa bahwa ia adalah pria paling beruntung.

​Tapi hari ini, saat ia melihat kembali ke dinding itu, pemandangannya telah berubah.

​Bingkai besar itu sudah tidak ada. Yang tersisa hanyalah foto-foto potret dirinya sendiri dalam berbagai acara bisnis, foto Papa Prabu, dan foto Mama Wina. Isvara telah benar-benar menghilang dari dinding itu, sama seperti ia menghilang dari rumah ini malam ini.

​Adrian berdiri, berjalan mendekati dinding tersebut. Ia menyentuh permukaan dinding yang kosong, tempat di mana foto Isvara dulu berada. Ia sendiri yang memerintahkan pelayan untuk menurunkan foto itu sehari setelah ayahnya Isvara datang dan menghancurkan segala martabat pernikahan mereka. Namun, entah kenapa, melihat kekosongan itu sekarang justru memberikan rasa hampa yang aneh.

​Rumah ini terlalu besar untuk dihuni sendirian. Tanpa suara Isvara yang dingin namun berwibawa, tanpa aroma parfumnya, dan tanpa tatapan mata elangnya yang selalu menantang, Prayudha Mansion terasa seperti museum yang tak berpenghuni.

​Adrian menarik napas panjang, mencoba mengusir rasa sunyi yang mulai menjalar. Ia tahu, di balik tembok apartemen yang tidak ia ketahui, istrinya mungkin sedang berjuang untuk bernapas, sementara di sini, ia mulai menyadari bahwa kebenciannya ternyata membutuhkan kehadiran Isvara untuk tetap menyala. Jika Isvara tidak ada, kepada siapa ia harus melampiaskan amarahnya?

​Adrian berbalik, melangkah menuju ruang kerjanya. Masih banyak dokumen yang harus ia periksa, tapi matanya terus melirik ke arah pintu, seolah berharap bahwa pintu itu akan terbuka dan Isvara akan masuk dengan dagu tegak, siap untuk bertarung lagi dengannya.

​Malam itu, untuk pertama kalinya sejak tiga tahun lalu, Adrian Kalandra tidur dengan perasaan yang gelisah, di sebuah rumah megah yang terasa terlalu luas untuk satu orang yang sombong.

1
lin sya
sbnrnya jodohnya isvara siapa thor, gk dewa gk andra , sama2 nykitin, lbih baik isvara fokus sm kesehatannya, sayangi diri sndiri pnting💪
Riza Afrianti
kapan si Andra kena karma nya yaa
Wayan Sucani
Apa hanya saya saja yg menangis..menjadi Isvara sangat menyakitkan...
blcak areng: ya ampun kak, peluk"🫂🫂🫂🫂
total 1 replies
Wayan Sucani
Sungguh sakit jd dirimu Isvara...
Wayan Sucani
Apa yg terjadi dimasa lalu Isvara???. rasanya sesak jd dirimu... tanpa cinta... berusaha kuat... dan baik2 saja...
Aku sesak Isvara...
lin sya
gk tau apa yg ada diotak isvara trllu memaksakan tubuhnya pdhl udh mau tumbang, apa krn judulnya rahasia dibalik nafas terakhir isvara makanya isvara kuat diluar tp rapuh didlm, kacian thor isvara kejayaannya ada ditangan suami angkuhnya bkn ditangan dia sndiri /Whimper/
lin sya
klo isvara bneran dibuat mati oleh tekanan ego andra buat dia bertransmigrasi ke tubuh pemeran lain thor, yg lbih kaya trus byk yg sayang, klo boleh saran ya thor, kacian isvara dibalik sikap dinginnya krn gak mau diksihani atau tdk mau trlihat lemah dia tiap hri hrs sllu kuat, gak suami, gak mertua, gk kluarga kndung gk ada yg beres, klo ditubuh baru kan bsa bls dendam dan bikin andra menyesal atas kematiannya💪/Sob/
blcak areng: Terima kasih ya Kak atas masukannya... nanti bisa jadi bahan pertimbangan 😍
total 1 replies
lin sya
gw bknnya bnci dgn karakter isvara justru kacian dan terkesan krn hebat bertahan dri tekanan org2 toxic disekitarnya, mmpu bertahan dgn pnykit jg bsa pnya karier yg bagus, smga klo lepas dri kluarga suami minimal pnya relasi atau org yg bsa jd pelindung agar ttp smgt hdup/Smile/
lin sya
smgt isvara mental mu kuat sekali plus bsa cerdik mnutupi pnyakit , musuhmu bkn hnya kk dan ibu mu tp kluarga suami mu, kira2 isvara bsa dpt donor jantung gak thor plus bsa kluar dri rmh tangga toxic dan dpt jodoh yg lbih baik bahkan isvara keren menutupi kelemahannya dgn skp dingin dan biar lah dianggap buruk pdhl ia pnya sisi rapuh😍
lin sya: ok kk author💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!