NovelToon NovelToon
Kala Takdir Menyapa Lagi

Kala Takdir Menyapa Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Janda / Teman lama bertemu kembali / Menikah Karena Anak
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Digital

🖊SEQUEL MENIKAHI SUAMI TIDAK NORMAL.

Cinta romantis, dua kata yang tidak semua orang mendapatkannya dengan mudah.

Hari itu Alena Mahira menolak Alex dan menegaskan akan tetap memilih suaminya, Mahendra. Tak ingin terus meratapi kesedihan, hari itu Alex Melangkah pergi meninggalkan kota yang punya sejuta kenangan, berharap takdir baik menjumpai.

8 tahun berlalu...

"Mama, tadi pagi Ziya jatuh, terus ada Om ganteng yang bantu Ziya. Dia bilang, wajah Ziya nggak asing." ujar Ziya, anak semata wayang Alena dengan Ahen.


"Apa Ziya sempat kenalan?" tanya Alena yang ikut penasaran, Ziya menggeleng pelan sembari menunjukkan mata indahnya.

"Tapi dia bilang, Mama Ziya pasti cantik."

*******

Dibawah rintik air hujan, sepasang mata tak sengaja bertemu, tak ada tegur sapa melalui suara, hanya tatapan mata yang saling menyapa.


Dukung aku supaya lebih semangat update!! Happy Reading🥰🌹
No Boom like🩴

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KTML009~ Makan Bersama

Alena turun dan membukakan pintu untuk Axan.

"Tante, jangan seperti itu." kata Axan yang menahan pintunya.

Alena mengernyitkan dahi.

"Kenapa, Xan?" tanya Alena.

"Tante sudah mengantarkan Xan, tidak sopan kalau Tante yang harus membukakan pintu untuk Xan."

Alena terkesiap, pola pikir Axan tidak seperti anak kecil pada umumnya. Axan kembali menutup pintu dan meminta Alena agak menghindar, kemudian Axan membuka pintu sendiri.

"Terima kasih, Tante. Mari mampir dulu."

"Boleh deh!" sahut Ziya yang langsung bergegas turun dari mobil namun ditahan Alena.

"Mama ihhhhh."

"Xan berani sendiri? Atau Tante anterin Xan ke Papanya aja ya?" tanya Alena.

Axan menggeleng dengan cepat.

"Hari ini Xan mau main, Tante. Kalau ada Papa nanti dibatasi."

"Mama buka pintunya, aku mau main sama Xan."

"Mamanya Axan ada kan?" tanya Alena.

Axan tidak menjawab, ia hanya menggeleng pelan.

Alena menatap rumah Pak Alex yang terbilang besar, ia mulai berpikir tidak tega meninggalkan anak sekecil Axan sendirian.

"Oke deh, Tante mampir."

"Mama bukain dulu pintunya!"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Axan keluar dari kamarnya setelah berganti pakaian, Alena tersenyum tipis melihat pakaian yang dikenakan Axan sangat cocok dan membuatnya terlihat lebih tampan dan imut.

"Tante mau makan apa?" tanya Axan sambil menyalakan layar HP-nya.

"Xan, rumah kamu bagus." puji Ziya.

"Terima kasih. Ziya mau makan apa?"

"Biar Tante aja yang pesenin makan ya. Kamu duduk main aja." kata Alena sembari ikut membuka aplikasi.

"Jangan, Tante."

"Udah nggak apa-apa."

"Tante tamu, biar Xan yang melayani Tante."

Alena menghela napas.

"Biar Tante aja ya. Kamu jangan takur dimarahi Papamu, nanti Tante yang bilang."

Axan diam sejenak hingga akhirnya ia dikejutkan oleh Ziya yang menepuk pundaknya.

"Biar Mama aku aja, dia banyak duitnya." bisik Ziya.

"Aku juga punya uang, kok."

"Udah biar Mama aku aja, uang kamu buat jajan di sekolah." kata Ziya yang berusaha meyakinkan Axan.

"Tapi..."

"Sstttt! Mama aku itu keras kepala, nggak bakalan mau ngalah." ucap Ziya.

"Mama denger loh, Ziya."

"Hehehe,"

Ziya menarik Axan untuk berdiri disisi Alena agar bisa melihat menu di HP Alena.

"Axan mau makan apa?"

"Ma, aku mau Mie dong."

"Boleh, tapi ekstra sayur."

"Aaaaaa gak mau, hueeek."

"Ya udah kalau gitu nggak boleh mie." Alene menyeringai.

"Tapi aku udah satu bulan nggak makan mie." rengek Ziya.

"Nggak boleh. Kalau mau mie harus ada sayurnya."

"Xan mau mie ekstra sayur, Tante." ucap Axan.

"Tuh samaan aja ya sama Axan." bujuk Alena.

"Hump! Ya udah, tapi telurnya dua ya." Ziya akhirnya berhasil dibujuk.

"Xan pakai telur juga ya?"

Axan mengangguk setuju, ia merasakan suasana hatinya berbeda saat berdekatan dengan Alena. Sorot matanya seakan ingin mengatakan sesuatu.

"Tante sekalian pesan ayam utuh, nanti kita makan bareng."

Axan tersenyum, melihat hal itu Ziya langsung menyadari sesuatu.

"Wah, Xan ternyata bisa senyum." kata Ziya yang langsung membuat Axan salah tingkah.

"Mungkin di sekolah Xan males liat Ziya, mangkanya gak senyum." ledek Alena.

"Mama, Ziya ini anak Mama loh. Humppp!"

Axan terkekeh pelan.

1 jam berlalu, akhirnya pesanan mereka datang, makanannya pun masih hangat. Mereka bertiga duduk di ruang keluarga, di ruangan ini terdapat televisi, sofa dan karpet bulu. Mereka memilih duduk di bawah beralaskan karpet dengan posisi duduk melingkar, makanan diletakkan ditengah mereka.

"Jangan lupa baca do'a ya."

"Siap, Ma."

Axan hanya mengangguk.

"Selamat makan~" ucap Ziya yang kemudian melahap ayam bagian paha bawah.

Axan memandangi Ziya dan Alena yang tertawa bersama saat ada sedikit saus menempel di pipi Ziya. Axan kembali melihat makanannya sendiri dan sungkan mengambil ayam meski Alena sudah menyuruh Axan untuk mengambilnya.

Mata Axan membulat saat tangan Alena menyodorkan paha bawah ayam padanya.

"Ayo makan, ini bagian ayam yang enak loh." bujuk Alena.

Karena Axan tidak kunjung mengambil ayam ditangan Alena, Alena langsung mengambil sedikit dagingnya dan menyodorkannya tepat didepan mulut Axan.

"Nggak usah malu, ayo coba."

Axan mengangguk dan langsung membuka mulutnya.

"Mama, aku juga mau disuapin!" Ziya menarik-narik Alena saat melihat Alena menyuapi Axan.

"Iya bentar, gantian."

"Gimana, enak kan?" tanya Alena pada Axan yang dijawab dengan anggukan.

Alena kembali menyodorkan paha ayam itu pada Axan, namun yang terjadi Axan malah gugup dengan wajah yang agak merah.

"Tante... Aku mau disuapi lagi." pinta Axan dengan mata yang melihat ke arah bawah terus.

Alena tersenyum.

"Boleh. Tante suapi ya."

Mata Axan kembali membulat saat Alena menerima permintaannya yang terkesan manja.

"Mama, Ziya juga dong!" protes Ziya.

"Iya-iya, dua-duanya Mama suapin."

Alena menyuapi Ziya dan Axan bergantian, bahkan satu porsi mie milik Axan habis juga. Setiap sesuap makanan yang masuk ke dalam mulut Axan memiliki rasa yang berbeda, rasa yang tidak pernah ia dapatkan selama ini.

Perut Axan mulai penuh, namun ia masih membuka mulut saat Alena menyuapinya. Menyadari sedari tadi Alena hanya fokus menyuapi dirinya dan Ziya, Axan mengambil daging ayam dan menyuapi Alena. Alena merasa tersentuh dan langsung melahap ayam dari tangan Axan.

"Sekarang Xan yang akan menyuapi Tante." ucap Axan yang mengambil ayam lagi.

"Ziya mau suapin Mama juga." kata Ziya yang tidak mau kalah dari Axan.

Usai makan bersama, mereka duduk sembari menonton televisi, Axan duduk disebelah kanan Alena dan Ziya duduk disebelah kiri Alena.

"Ma, kenapa Upin ipin botak?" tanya Ziya.

"Karena nggak ada rambut." jawab Alena.

"Iya sih,"

Setelah perut terisi penuh, rasa kantuk mulai menyapa. Xan mulai merasa kantuknya tidak dapat ditahan, meski ia berusaha membuka mata namun matanya tetap terasa lengket.

"Xan ngantuk ya?" tanya Alena, Axan mengangguk pelan.

"Ya udah kalau gitu kita pulang yuk, Ma. Biar Axan istirahat." ajak Ziya.

"Tante bisa tinggal sebentar lagi?"

Ziya dan Alena saling bertatapan.

"Kamu kan udah ngantuk, nanti nggak bisa tidur kalau ada aku sama Mama."

Seketika rasa kantuk Axan sirna. Alena merasa kasihan meninggalkan Axan sendirian, namun ia juga merasa tidak enak kalau sampai berada di rumah pak Alex lebih lama lagi.

"Mama kamu kemana? Masih lama pulangnya ya?" tanya Alena.

Axan menunduk, ini adalah pertama kalinya Ziya melihat Axan seperti ini, biasanya mukanya santai dan datar.

"Xan tidak punya Ibu." jawab Axan dengan suara pelan yang langsung membuat Alena terkejut.

"Ah, maaf yaa.." ucap Alena sembari menggenggam tangan Axan.

1
M S Abdl
pejuangan tidak akan menghianati akan hasil 💪semangat toor aq padamu pokoknya ....salangheyoo❤❤❤
Siti Musyarofah
belum up
aku baca dulu
Siti Musyarofah
buat Alena trima a
lex kak
Siti Musyarofah
langsung baca
🍒⃞⃟🦅•§¢•𝓛𝓲𝓵𝓲𝓽𝐀⃝🥀
maaf teman², hari ini lambat up nya, author lagi kurang sehat🙏🙏🙏
Suanti
kenapa mira ngak adopsi ank aja di panti asuhan buat pancingan supaya cpt hamil 😂😂😂
Siti Musyarofah
2x up kak
Suanti
sehari up 2 bab🙏🙏🙏
Suanti
kayak nya axan ank adopsi, pak alex belum nikah 🤣🤣🤣
Sundel Bolonk _Lilit: Belum tentu, siapa tau Axan anak kandungnya. Bisa jadi emaknya selingkuh, mangkanya Pak Alex ogah ngakuin dan kasih tau Axan tentang Ibunya
total 1 replies
kalea rizuky
hmmm aq dr awal uda g setuju soalnya ahen iku bodoh plin plan mending ma Alex akhirnya doa ku di denger author/Curse//Curse//Curse/
kalea rizuky
si ahen mana mati kaj
🏘⃝Aⁿᵘ𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
ngakak akuu 😭😂😂
🏘⃝Aⁿᵘ𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
yaampun yaampun mulutnya belum di cocolll sambel yak 😤
🏘⃝Aⁿᵘ𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
hadeeuhh esdeh udah pd juliiddd
🏘⃝Aⁿᵘ𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
jgn mikir pengen jd anaknya, ziyaa
Yoona
masih nyimak duli
Abel Incess
jadi makin ber tny" apa yg udh terjadi sm ahen
Abel Incess
hah knp bisa ahen ngk sm alena???
jadi pinisirin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!