NovelToon NovelToon
Selir Dari Istana Dingin

Selir Dari Istana Dingin

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Reinkarnasi / Harem / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:5.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Dewi Harefa

Lu Nana adalah Gadis tomboy yang terkenal di kampusnya.
karena orangnya ceria dan suka mengikuti bermacam kegiatan olah raga dan seni.
Jadi dia memiliki banyak teman.

Tapi ketika temannya mengerjai Jam bekernya dengan mempercepat waktu, jadi dia kira sudah terlambat ke kampus.
Dengan tergesa - gesa dia menyebrang tanpa memperhatikan, akhirnya terjadilah kecelakaan.

Tapi akibat dari itu jiwanya berpindah ke zaman kuno, ketubuh Selir yang di asingkan, kelaparan dan sendirian. selir yang pendiam dan mudah di tindas, karena kecantikannya yang membuat banyak wanita lain Iri. menggunakan trik untuk menjatuhkannya. Dia hanya diam.
Tpi sekarang jangan harap, dia sudah mati saya penggantinya tuk balas dendam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Harefa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 9 Mulai bertani

Kemudian dia memperhatikan pedang yang tergeletak, dia juga merasa senang karena pedang yang dia terima berkualitas bagus.

Begitu juga dengan belati dan perlatan lainnya, semua yang terbaik. Memang barang- barang dari ruang portable semuanya barang berkualitas tinggi. Tidak percuma di bayar mahal dengan emas.

Tak berapa lama pelayannya masuk membawa beberapa roti yang masih tersisa dari hari yang kemaren malam.

"Kenapa kamu tak memakan roti itu Yan sing?" Tanya Ling Nana menatap pelayannya tersebut.

"Saya sudah memakannya tadi pagi nyonya." Jawabnya, merasa tidak enak hati jika dia memakan semuanya. Karena Nyonyanya pasti lapar juga.

"Ya sudah simpan aja untukmu, aku masih ada di kamar."

"Oh begitu ya, eh? Dari mana ini semua nyonya?"

"Hmm, ada yang mengantar tadi dari paman jendralku." Ling Nana memberi alasan yang bisa di terima akal, karena dia tidak mungkin mengatakan terus terang.

Ling Nana memperhatikan Popo dan Yan Sing bergantian.

'Apakah dia tidak melihat Popo?' bisiknya dalam hati.

"orang lain tidak bisa melihat saya tuan" ucap popo yang mendengar suara hati Ling Nana.

Dia hanya mengangguk kecil mendengar perkataan Popo tersebut. Dia tidak ingin bertindak gegabah yang nantinya malah membuat pelayannya itu kebingungan.

"Yan sing, hari ini kita akan menanam beberapa bibit ini. Agar nantinya kita tidak kelaparan di hari - hari berikutnya."

"Baik nyonya." Dia menyetujuinya tanpa bertanya dari mana bibit tersebut di peroleh.

Karena hari masih panjang mereka mulai mencangkul di halaman belakang. Menggemburkan tanah agar ketang dan lobak serta ubi bisa memiliki buah yang banyak.

Sedangkan padi dan jagung cukup mereka lubangi saja dan memasukkan bibit.

Jenis padi ini, padi yang bisa di tanam di darat tanpa rendaman air. Biasanya pohonnya tidak terlalu tinggi, sering di sebut padi darat atau padi gogo dan kadang padi huma.

Dan dia bertumbuh hampir sama dengan jagung tidak memerlukan terlalu banyak air yang berlebihan.

Mereka tidak bisa menyelesaikannya selama sehari, karena menggemburkan itu yang memakan waktu.

Setelah 3 hari baru mereka selesai menanam semuanya bibit yang di beli di ruang portabel.

Dan bawang yang dia beli juga beberpa dia tanam agar bahan - bahan mereka tidak langsung habis.

Dari cabe yang dia beli juga, bijinya dia keringkan dan di tanam.

Di sela - sela istirahat ketika masa penanaman bibit dia selalu menyerut beberapa batang bambu yang akan dia gunakan menjadi anak panah.

Di area istana dingin itu ada 2 sumur yang berfungsi, satu di area dapur dan yang satunya ada di belakang dekat mereka menanam bahan pokok tersebut.

Awalnya sumur itu di tumbuhi rumput yang lebat dan mereka tidak mengira bahwa itu sumur. Ketika mereka membersihkan dan ternyata sumur itu berisi air yang jernih dan melimpah yang hampir sampai ke bibir sumur.

Hanya saja dia harus memagari sumur tersebut dengan batang - batang kayu agar tidak terjatuh atau terpeleset.

Ya, sumur itu hanya berupa lubang saja tanpa ada tembok yang mengelilingi dan jika tidak sadar dalam melangkah bisa masuk ke dalam.

Jadi Ling nana memagarinya sekeliling dengan pagar kayu, karena dia belum memiliki batu dan semen untuk menembok keliling.

Jadi berkat sumur ini mereka menjadi mudah untuk menyirami tanaman yang mereka tanam.

Hari sudah sore dan dia menghentikan aktifitas pertaniannya dan mengajak pelayannya masuk ke kastil dan membersihkan tubuh.

Selesai mereka makan malam, mereka duduk di ruang tengah sambil minum teh.

"Yan sing, besok kamu seperti bisa ya, menyiram tanaman pagi dan sore. Karena saya besok berencana memanjat tembok dan berburu di dalam hutan di belakang tembok ini."

"Nyonya, saya ikut menemani nyonya ya, Takutnya nanti anda kenapa - kenapa nyonya." Dia kuatir dengan tuannya ini jika pergi sendirian.

"Tidak perlu, kamu tunggu saja di sini. Saya akan baik - baik saja"

Dengan wajah lesu dia menuruti keinginan tuannya itu. Walau hatinya tidak setuju, tapi dia tidak bisa membantah.

Hutan terlihat dari atas tembok istana

1
Helen Nirawan
ini istana dingin ato rmh angker ?
Helen Nirawan
hutan ny serem iihhh
Siti Aisyah
ngapain punya byk selir klo bikin pusing oleh tingkah mereka...mending satu tp tentram dan hidup bahagia..
ini lg putra mahkota nya bodoh amat..diam aja satu selir nya ada yg di zolimi...ternyata urusan dan hukum di istana ribet jg..
Helen Nirawan: diiihh bini lu dah byk gk usah ribet lg ngurusin Nana , sono lu jauh2
total 1 replies
Siti Aisyah
coba lanjut baca..selir samping...ada yaa
Nanik S
baru awal lucu
Nasiati
Alhamdulillah ceritany nangis banget
sukensri hardiati
kata othor istana dingin hanya punya 2 kamar di lantai atas dan 2 kamar dilantai bawah...
jadi mbayanginnya ya nggak segede ilustrasinya..
Kartika Dewi
recomended cerita yang bagus thor,saya kasih 1 vote
Taty Hartaty
nah bener kan kataku jendral akan minta cerai untuk Ling Nana,setuju banget
Taty Hartaty
semoga permintaan nya adalah cerai sehingga dia akan menyesal setelah cerai🤭
Lina Mei
bagus
Fani🪶
😷
Nonik
video ada
Tubuni Boru Manalu
bagus
Memyr 67
𝗍𝗂𝖻𝖺 𝗍𝗂𝖻𝖺 𝖺𝖽𝖺 𝗅𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗂. 𝗁𝖺𝗁𝗁𝗁𝗁𝗁
Memyr 67
𝗁𝗆𝗆𝗁 𝗋𝖺𝗆𝖾𝗇 𝖻𝖺𝗄𝗌𝗈. 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗇𝗀𝗂𝗅𝖾𝗋 𝖺𝗄𝗎
Memyr 67
𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝗎𝗌𝗎𝗌 𝖽𝗂𝗉𝗈𝗍𝗈𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗇 𝖽𝗂𝖻𝗎𝖺𝗇𝗀, 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗍𝗎𝗆𝖻𝗎𝗁 𝗅𝖺𝗀𝗂? 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖻𝖾𝗋𝖿𝗎𝗇𝗀𝗌𝗂 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝖻𝖾𝗇𝖺𝗋? 𝗄𝗈𝗄 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝖽𝗂 𝗅𝗎𝖺𝗋 𝗇𝖺𝗅𝖺𝗋?
Memyr 67
𝗄𝖺𝗂𝗌𝖺𝗋 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝖽𝖺𝗁 𝗍𝖺𝗎 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗋𝗂𝗇𝗀 𝗆𝖾𝗆𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗍𝖺𝗇𝗉𝖺 𝖺𝗅𝖺𝗌𝖺𝗇 𝗒𝗀 𝗃𝖾𝗅𝖺𝗌, 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝖽𝗂𝗁𝗎𝗄𝗎𝗆 𝗃𝗎𝗀𝖺.
Memyr 67
𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋 𝗅𝗎𝗉𝖺? 𝗄𝖾 𝗅𝗂𝗆𝖺 𝗄𝗌𝖺𝗍𝗋𝗂𝖺 𝗌𝗎𝖽𝖺𝗁 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗋𝗂 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗅𝗂𝗇𝗀 𝗇𝖺𝗇𝖺? 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝖽𝗂𝗌𝖾𝖻𝗎𝗍 1,2,3 𝖽𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌𝗇𝗒𝖺
Memyr 67
𝗅𝗂𝗇𝗀 𝗇𝖺𝗇𝖺, 𝗄𝖾𝗍𝗎𝖺 𝗍𝗂𝗆𝗌𝖾𝗌 𝗉𝖺𝗇𝗀𝖾𝗋𝖺𝗇 𝖻𝖺𝗂𝗅𝗂 𝖼𝗁𝖺𝗇𝗀 𝗁𝖾. 😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!