TAMAT SINGKAT 02 NOVEMBER 2023
Sebuah trauma menjadikan Casey menjadi pribadi yang lain. Trauma masa lalu, membuat Casey tak ingin lagi membuka mata indahnya.
Bukan buta permanen, Casey sendiri yang memilih untuk tak mau melihat dan selalu menutup mata hazel miliknya dengan kain hitam.
Mellan, gadis sandera yang bisa membuat perubahan dalam hidup putra tampan milik Ellard yang notabennya seorang Mafia.
"Kau sudah tahu tugas mu di sini hmm?"
Di bawah hunusan pistol Mellan mengangguk dengan cepat. "Bagus, bertugas menjadi istri ku tanpa menggoda ku. Mengerti?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PBMM SEMBILAN
Mellan mencengkeram erat punggung Ellard yang memberinya begitu banyak serangan telak lewat pinggul kokohnya.
Meski di awal Ellard melakukannya dengan lembut, nyatanya setelah memanas, Ellard tak bisa berlaku lembut.
Mellan mencoba menahan suara teriakan yang ingin dia lepas ke udara. Ellard sampai harus mendekati bibir Mellan hanya untuk menikmati desah lenguh tertahan wanita itu.
Ada Casey yang bisa saja terbangun karena berisik dan mendengar meja kayu itu berderit berkali-kali dalam waktu yang lama.
Beruntunglah kamar ini begitu gelap, setidaknya Casey takkan melihat mereka jikalau pun terbangun nantinya.
Sesekali Ellard menge'rang kecil tanda dia cukup terpuaskan rasa nikmatnya. Sesekali juga ia melahap rakus bibir Mellan dengan geramnya.
Ellard mengumpat akan sempitnya wanita cantik nan seksi itu. Ellard saksinya, liang Mellan benar-benar masih rapat tersegel, dan dia sendiri tak percaya masih ada wanita dua puluh empat tahun yang masih perawan di kota ini.
"Kau tak pernah berkencan?" Ellard sedikit memperdengarkan tawa seringai di sela hujaman hujaman-nya.
"Aku hanya dibolehkan keluar ke ladang. Siapa yang mau aku kencani?" sahut Mellan.
Saking geramnya, Ellard meremas rambut di tengkuk Mellan. "Kalau begitu, jadilah wanita ku," bisiknya parau.
Bisa dirasakan napas Ellard yang tercampur dengan napas wanita itu. Ellard gila, sangat gila, dan ini kali pertama dia berkhianat dari istrinya yang entah di mana.
"Kau sudah berjanji akan melepas ku setelah putra mu sembuh. Aku tidak bisa menjadi wanita mu selamanya Ellard."
"Kenapa?" Ellard memperlambat tempo, untuk menyimak kata-kata Mellan berikutnya.
"Aku ingin menikah. Dan memiliki keluarga yang bahagia. Aku mau punya anak yang tampan seperti Casey," jawab Mellan.
Ellard meremas tengkuk Mellan lebih kuat dari sebelumnya. "Apa kau berharap aku memperistri mu?" .
"Mana berani aku begitu?" Mellan tertawa samar, dan tersengal sengal karena Ellard mulai mempercepat ritme permainannya.
"Argh!" desah Ellard mencelos.
Mellan tertawa. "Apa kau membayangkan Carol sekarang?" tanyanya.
Lagi, Ellard menarik rambut kecoklatan Mellan dengan gemas. "Kau terlalu dominan, Mellan. Bagaimana aku bisa membayangkan wanita lain yang tidak ada di sini."
Mellan meraba dada Ellard. "Anggap aku Carol. Dan saat dia kembali. Berikan aku uang yang banyak untuk bekal pergi darimu."
"Kau wanita bayaran?" Ellard kesal entah kenapa dia menjadi kesal.
"Kalau mau. Aku tidak perlu kabur dari pria tua yang ingin meniduri ku. Aku hanya ingin meminta uang sebagai sahabat saja."
"Kau bukan sahabat ku! Kau lebih pantas menjadi wanita ku, Mellan!" tukas Ellard.
"Kau tidak pernah berubah rupanya." Mellan merengkuh punggung Ellard. Dia pasrah meski lelaki itu terus memberikannya rasa nyeri karena terlalu keras menyentaknya.
Di gelapnya kamar itu, Ellard masih candu menyisir lekukan wajah Mellan. Sampai di suatu ketika ia merasai asin di pipi wanita itu, Ellard terkejut. "Kau sedang menangis?"
"Kau terlalu kasar."
Sontak Ellard memelankan gerakan brutal yang tak dia sadari sedari tadi. Ellard lupa, yang dinikmati masih belum berpengalaman.
"Kau punya mulut kan? Kenapa tidak bilang?" ketusnya.
"Aku tidak tega. Sepertinya kau sangat menikmatinya." Mellan tertawa pelan.
Seketika, Ellard mengingat kembali ucapan Carolline sebelas tahun lalu. -Aku tidak tega. Sepertinya rusa ini sangat kesakitan...
Ellard menyentaknya beberapa kali dengan keras dan segera mengeluarkannya meski masih ingin menikmatinya. "Kau mengacau kan mood bercinta ku!"
"Apa aku salah berucap?" Mellan masih ingin melanjutkannya. Tapi Ellard sudah keluar dari kamarnya sambil membetulkan pakaiannya.
Mellan turun dari meja, lantas duduk di kursi kayunya sembari menyentuh letak jantung yang berdetak. Ada debar lain yang bukan pertama kalinya Mellan rasakan, dan ini sama seperti sebelas tahun yang lalu.
Segera Mellan mengenakan kembali pakaiannya, mungkin sebentar lagi Casey terbangun dan ayah ibunya juga akan pulang dari tempat kerjanya masing-masing.
David akan marah jika tahu putrinya sudah tidak lagi virgin. Tapi, Mellan tersenyum ketika mengingat bagaimana Ellard memperlakukan dirinya dengan lembut di awal-awal mereka melakukannya.
...*/*/*/*/*/*...
"Apa?! Mellan?!" Wanita berbusana formal itu memekik dengan teleponnya.
Mantan asisten kepercayaan yang dia pecat dua tahun lalu memberitahunya soal apa yang terjadi pada suami dan putra semata wayangnya.
"Casey memanggilnya Mommy?!" tanyanya memastikan.
📞 "Benar, baru saja mereka berjalan jalan di ladang gandum. Mereka terlihat sangat akrab dan seperti keluarga bahagia."
Carolline nama wanita yang kini mengepal kuat-kuat tangannya. Panggilan telepon dari mantan asistennya dia akhiri, lantas mengirim sejumlah uang sebagai imbalan informasi yang barusan dia dengar.
"Ada apa, Sayang?" Lelaki berewok tipis masuk untuk memeluk Carolline dari belakang. "Apa Ellard sudah punya wanita lain?" tanyanya berbisik di telinga.
Wanita itu bergegas meraih korek apinya, menyulut gugup rokok yang dia sumpal ke mulutnya. "Brengsek!" umpatnya kesal.
"Dan akhirnya hanya Jordan yang setia padamu, Sayang." Lelaki itu tertawa seperti puas akan kekalutan Carolline.
"Aku harus ke Inggris!" kata Carolline.
Jordan mengerut kening. "Untuk apa? Kau tahu ayah mu tidak akan pernah membiarkan mu."
Carolline gusar saat mengembuskan asap rokoknya tinggi-tinggi. "Aku harus merebut kembali Ellard dan Casey dari Mellan! Dulu Mellan merebut posisi ku. Sekarang, tidak akan pernah aku biarkan dia merebut apa pun yang menjadi milikku!" dekritnya.
"Slow down, Baby." Jordan mengusap lembut pipi Carolline. "Relax..."
Carolline terduduk gusar. "Aku masih mencintai Ellard. Kamu tahu kan Jordan. Aku selalu mencintai Ellard. Bahkan aku hanya membayangkannya saat tidur bersama mu!"
Jordan terkikik geli. "Aku tidak peduli. Aku cukup diuntungkan karena kau hebat jika membayangkan suami mu yang bodoh."
"Aku serius, Jordan!" tukas Carolline.
"Apa mau mu?" tanya Jordan kemudian.
Carolline menghiba. "Carikan aku alasan. Kau bisa bantu aku keluar dari antek-antek Daddy bukan? Aku mau bertemu putra dan suamiku."
Jordan merebut rokok Carolline dan menyesapnya kuat-kuat. "Bagaimana nantinya saja," ucapnya seraya mengudarakan asap di mulutnya. "Aku bisa bantu asal kau berjanji tidak akan pernah tidur bersamanya."
"Aku janji. Aku hanya mau memastikan Mellan tidak merebut milikku lagi," pungkas Carolline.
...📌 Oya Gaiss, ini cerita berlatar di luar negeri. Tentu akan aku sesuai kan dengan kisah percintaan yang umumnya di sana. Malah aneh kalau aku tanamkan tradisi dan budaya yg ada di sini. Dan nanti ada jawaban kenapa David melarang Mellan pacaran. Ikuti terus yaa... Thanks komentarnya......
trm kasih thor, semangat & teruslah berkarya..
Lacak & segera temukan mommy mellan..