NovelToon NovelToon
Cinta Si Anak Kepala Desa

Cinta Si Anak Kepala Desa

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Wanita Karir / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:161.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Vey Vii

Gwen, mendapatkan ujian dari sang ayah untuk tinggal di desa selama tiga puluh hari. Wanita itupun setuju demi mengembalikan kepercayaan sang ayah padanya.

Di desa, ia bertemu dengan Wira, anak kepala desa yang memiliki sifat menyebalkan. Gwen dan Wira sering kali bertengkar dan berdebat meski dalam hal-hal kecil. Namun setelah banyak waktu mereka lalui bersama, benih-benih cinta pun tumbuh secara diam-diam.

Keduanya belum sempat saling mengungkapkan sampai tiba saatnya Gwen harus segera kembali ke kota.

Bagaimana kisa mereka akan berlanjut? Akankah keduanya kembali bertemu dan mengungkapkan isi hati masing-masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vey Vii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyinggung Perasaan

Udara sejuk menembus masuk melalui celah dinding kayu rumah panggung sederhana ini. Suara kokok ayam membangunkan Gwen dari tidur lelapnya.

Wanita itu membuka mata, meregangkan otot-otot tubuhnya yang kaku sambil menguap. Gwen turun dari tempat tidur memakai sandal bulu yang lucu dan hangat, ia berjalan mendekati jendela lalu membuka tirainya.

"Wow, ini indah sekali," ucap Gwen kagum.

Bagaimana tidak, jendela kamarnya langsung menghadap ke hamparan sawah yang luas dan indah. Di ujung pandang, terlihat sebuah gunung dari kejauhan. Terdengar nyaring suara burung berkicau, bahkan daun-daun yang tumbuh di sekitar rumah ini pun tampak masih berembun.

"Papa benar, tempat ini sangat keren," gumam Gwen.

Wanita itu menguncir rambut pirangnya. Berjalan keluar kamar dan hendak membuat secangkir teh di dapur.

Saat hendak ke dapur, Gwen mendengar suara ketukan pintu dan beralih membukanya.

"Kau sudah bangun, Kak? Ayo sarapan pagi bersama," ajak Felix. Ia sudah mengenakan seragam putih abu-abu dan menata rambutnya dengan rapi.

"Hmm, aku akan cuci muka dan segera ke sana," jawab Gwen.

"Aku menunggumu di sini, Kak."

"Wah, terima kasih, Felix." Gwen mengangguk dan bergegas ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan menggosok gigi.

Hanya dalam waktu singkat, ia langsung keluar dan berjalan bersama Felix menuju rumah di sampingnya.

Saat tiba di ruang makan, semua orang sudah duduk dan menunggu. Astri mempersilahkan Gwen duduk di antara Felix dan Wira.

"Bagaimana tidurmu malam ini, Gwen? Apa kau merasa nyaman?" tanya Sam.

"Hmm, tempat ini sangat bagus, Paman. Sepertinya aku akan betah," jawab Gwen.

"Baguslah." Sam tersenyum. "Oh, ya. Apa kau sudah bertemu Wira? Dia anak sulung Paman, kakaknya Felix."

"Ah, sudah. Kami sudah bertemu," jawab Gwen. Ia tidak mengungkit apa yang terjadi kemarin.

Gwen menikmati sarapan pagi bersama keluarga Sam dengan senang hati meski dengan makanan sederhana. Ia bisa melihat kerukunan serta keharmonisan keluarga ini. Astri sangat menyayangi kedua anak laki-lakinya, Wira dan Felix saling berebut paham ayam, serta Sam yang selalu menjadi penengah. Gwen sangat bahagia, entah kapan terakhir kali ia merasakan suasana seperti ini di keluarganya.

"Paman ada di kantor kepala desa sampai siang, Gwen. Hari ini Wira akan mengajakmu berkeliling desa agar kau tidak bosan," ujar Sam.

"Pak, kenapa aku?" tanya Wira dengan wajah terkejut.

"Lalu siapa lagi?"

"Kan ada Felix," jawab Wira.

"Kak, kau rabun, ya? Apa kau tidak lihat kalau aku sudah mau berangkat sekolah?"

"Tidak apa-apa jika Wira tidak mau, Paman. Aku akan di rumah dan membantu Bibi," sela Gwen. Ia merasa tidak enak.

"Eh, eh. Wira mau kok, Gwen. Iya kan, Wira?" Astri bertanya pada Wira dengan kedua mata membulat sempurna. Mau tidak mau, Wira pun mengangguk patuh meski dalam hati ia keberatan. Jika tidak, ia khawatir ujung sapu akan terbang ke tubuhnya.

Setelah menyelesaikan sarapan pagi, Sam bergegas pergi bersama Felix menggunakan sepeda motor, sementara Gwen membantu Astri membersikan meja makan.

"Wira harus mengurus sapi-sapi kami terlebih dahulu, setelah itu dia akan mengantarmu berkeliling desa, Gwen," ujar Astri.

"Baik, Bi. Apa aku boleh melihat-lihat ke belakang?" tanya Gwen.

"Hmm, silahkan."

Gwen pun melewati pintu samping dan berjalan ke halaman belakang rumah. Ia melihat beberapa sapi serta kambing dan ayam berada dalam kandang yang tertata dengan baik dan rapi.

Gwen melihat Wira tengah sibuk memberi makan sapi dan semua hewan ternaknya. Wanita itu tidak berani mendekat, aroma sapi serta kambing yang kuat membuat perutnya bergejolak. Sebelum hal buruk terjadi, ia bergegas kembali ke dalam rumah.

"Bi, aku akan kembali ke rumah. Aku lupa merapikan tempat tidurku," ucap Gwen.

Gwen kembali ke rumah dan bersih-bersih. Ia merapikan tempat tidur dan menyapu. Tiba-tiba, Wira datang dan menegurnya.

"Kenapa memakai sandal di dalam rumah?" tanya Wira.

"Memangnya kenapa? Ini sandal tidurku. Aku memakainya di kamar," jawab Gwen.

"Aku selalu menyapu rumah ini setiap hari dan mengepel lantai kayunya dua hari sekali. Jadi, lantai ini sangat bersih. Kau tidak perlu memakai sandal," ucap Wira.

"Aku memakai sandal bukan karena lantainya kotor, tapi ...."

"Sudahlah, aku menunggumu di luar. Cepat!" seru Wira.

"Hei, ada apa dengan laki-laki itu? Apa aku menyinggung perasaannya hanya karena aku memakai sandal di dalam rumah? Apa ini salah?"

Gwen tidak habis pikir. Mengapa Wira tampak sangat sensitif terhadapnya?

...****************...

1
Rita Juwita
selalu seruu thor...
SNN 💠
/Good//Heart/
Srianriani Jaya
aku sngt suka novel yg eps x sedkit sperti ini😍
Fitri Riyani
Luar biasa
لا تفوت أي رجل
🤣🤣🤣 cocak
Irma Dwi
cuzzzz meluncur
Irma Dwi
ngak terasa udah ending ajah,,,


kurang gereget Thor endingnya, gimna reaksi kemala melihat Wira dan Gwen menikah, gimna Hana dan Clara d penjara, dan terpenting malam pertama Wira dan Gwen,

tp apapun itu karya othor luar biasa, GK bertele tele kayak film ikan terbang,

sukses selalu buat othor , ,
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Irma Dwi
wanita gila
Irma Dwi
semangat Gwen
Irma Dwi
bagus Gwen, jangan ngalah terus
Irma Dwi
setelah kehilangan baru terasa
Irma Dwi
adegan apa lagi ini, Felix apakah kamu masih ada di situ
Irma Dwi
jadi obat nyamuk felix
Irma Dwi
nyesek banget jadi Gwen, cinta sendiri
Irma Dwi
sebelum janur kuning, boleh tikung2 dikit lahh
Irma Dwi
udah mulai nyaman mereka berdua,,,,,
mari kita kawal sampai halal 🤭
Irma Dwi
Felix selalu mencairkan suasana
Irma Dwi
ehem ehem , Meleng dikit udah jadian tuh dua orang,,,,
Irma Dwi
kayaknya Wira juga ada rasa deh sama Gwen tp gengsi aja
Irma Dwi
ternyata Gwen yg jatuh cinta pertama,,,,
semoga ngak bertepuk sebelah tangan y Gwen ,,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!