NovelToon NovelToon
Pacaran Setelah Menikah (HALAL)

Pacaran Setelah Menikah (HALAL)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:489.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Tingkerbell

Seorang wanita yang tidak pernah merasakan yang namanya pacaran telah mencintai seorang pria sampai bertahun-tahun. Pria itu adalah cinta pertamanya sampai sekarang. Dia berharap suatu hari nanti cinta pertamanya itu akan menjadi ayah dari anak-anaknya.

Pria yang dicintai oleh wanita itu adalah pria yang berwajah dingin tetapi memiliki tubuh yang atletis, sehingga siapapun yang melihat pria itu akan terpesona pada pandangan pertama. Dan pria berwajah dingin itu sangat kesal setelah mengetahui perempuan yang menyukainya.

Didalam kehidupannya sudah ada sebuah 'PRINSIP' yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapa pun. Apakah ia dapat bertahan terhadap prinsip yang dipegang sampai saat ini.

Prinsip yang berbeda. Bagaimana kisah mereka berdua setelah dijadikan menjadi pasangan hidup. Apakah mereka menerima atau malah sebaliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tingkerbell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merujak Jambu

Ara menatap teman-temannya serius. "Jadi gini, semalam Tommy datang ke kampus terus tawarin dia gue buat pulang bareng," ucap Ara.

"What?" heboh Jel berdiri sambil menggebrak meja.

Seketika mereka malu akan kekonyolan teman pecicilannya yang satu ini.

"Malunya," kata Ara dan Liz melihat sekelilingnya yang memperhatikan mereka.

Matanya masih melihat ke kanan ke kiri. "Loe yang duduk, atau kita yang pergi?" Ancam Liz langsung menarik tangan Jel untuk kembali duduk.

"Kenapa langsung emosi?" kesal Ara masih memperhatikan sekeliling.

Menghela nafas pela menatap kedua temannya dengan mengerucutkan bibir. "Kesal gue, enak aja dia nawarin loe pulang. Gue juga kan pengen hahahahahah," tawa Jel.

"Dasar......" Liz menoyor kepala Jel.

"Gemas gue." Ara menyentil jidat Jel karena gemas.

"Kapan ini anak bisa di ajak serius." Liz mecebikkan bibirnya melihat kelakuan Jel.

***

Kediaman Dirgantara

"Sebentar," teriak mama Tommy dari dalam setelah mendengar orang menekan bel rumah nya dan segera membuka pintu.

"Kalian? masuk, nak. sudah lama tidak main kesini." ujar mama Tommy tersenyum.

"Iya tante, soalnya lagi sibuk cari duit untuk modal nikah," ungkap Ryan asal sembari cium punggung tangan diikuti Alex.

Ketika bertemu dengan orang tua Tommy mereka tidak lagi canggung, karena mereka sudah dianggap anak di rumah nya sendiri. mulai SMA tidak jarang mereka berkunjung dan sekarang mereka berkunjung kembali semenjak kepulangan Tommy ke tanah air.

"Jadi siapa diantara kalian yang akan menikah duluan?" Tanya mama Tommy penasaran, karena teman-teman anaknya tidak pernah memperkenalkan seorang wanita atau membawa wanita berkunjung kerumah mereka.

"Rencana nya Alex tan, soalnya hanya dia yang sudah punya calon yang jelas," jawab Ryan sengaja menggoda temannya.

"Bukan tan. Kayaknya Tommy deh, soalnya dia lagi dekat sama adik aku," seru Alex.

"Mantap tuh." mama Tommy mengacungkan jempol ke arah Alex.

Alex dan Ryan tertawa, memang ibu dari temannya ini walaupun sudah tua tetapi jiwanya masih mengikuti anak muda.

"Ya sudah, sebentar ya, nak. Tante panggilkan Tommy. Diminum dulu teh nya." ujar mama Tommy karena sedari tadi pembantu rumah tangganya sudah membawa minuman beserta cemilan kepada tamu majikannya.

"Iya tante," jawab mereka serempak.

Sesampai nya Tommy dihadapan teman-teman nya, dia langsung menajamkan mata ke arah Ryan, sedangkan Ryan yang melihat itu langsung bergedik ngeri menelan ludahnya dengan kasar.

"Ngomong apa lo sama mama? pake acara bilang gue iparan sama Alex lagi," tuding Tommy merasa kesal kepada temannya.

"bicara apa sih! gak jelas lo." Ryan pura-pura tidak mengerti dengan perkataan Tommy.

Mendaratkan tubuhnya disofa yang ada di ruang tamu. "Mulut lo bocor bangat, pake acara bilang gue akan nikah lagi," kesal Tommy masih menatap tajam ke arah Ryan.

"Gue yang bilang. Bukan Ryan," celetuk Alex karena tidak tega melihat wajah kesal Ryan yang di tuduh.

"Apa? mau marah? berani lo marah sama kakak ipar lo?" ledek Ryan menunjuk dagu ke arah Alex.

Tommy hanya berdehem kemudian ia meminum jus yang ada di atas meja.

"Untung sayang," goda Ryan

"Kenapa kesini? biasanya ngajak ngumpul di tempat biasa."

"Gak senang lo kita numpang makan sama minum dirumah lo?" ketus Alex sembari melempar kulit kacang yang ada di depannya.

Tommy hanya memutar bola mata jengah.

"Tujuan kita sampai disini untuk membicarakan proyek kita yang di kota A. Cafe yang kita kelola mengalami kebakaran tadi sore, karena kebocoran tabung gas dan para petugas yang sedang bekerja tidak menyadari itu karena, mereka sibuk melayani konsumen apalagi ini kan malam minggu jadi banyak anak-anak muda yang nongkrong. Selaku lo jadi owner, kita minta solusi. Gimana mengatasi musibah ini! atau lo bisa langsung ke tkp." Jika sudah menyangkut pekerjaan Ryan akan serius berbicara dengan teman-temannya.

"Tumben nih anak benar," seru Alex melihat sahabatnya yang selalu bercanda tidak bisa di ajak serius.

"Jadi?" tanya Tommy santai.

"Si Bambang, gue capek ngomong sampe nih tenggorokan kering jawabannya sesingkat itu doang," ucap Ryan kesal.

"Santai itu perlu biar kuat menghadapi kenyataan." Alex memakan kacang yang baru saja diambil dari atas meja.

"Santai didalam pembawaan, serius didalam pemikiran. Ya itu sangat baik," sambung Tommy berkata bijak.

Bisa dilihat muka kesal menahan Amarah, memang temannya ini ketika mengahadapi musibah tidak akan menampilkan wajah gugup atau pun takut karena menurut mereka masalah itu tidak ada gunanya menggunakan emosi melainkan memikirkan solusi dengan keadaan santai.

"Lo berdua memang sejoli yang tak terpisahkan," Ryan menggerutu kepada sahabatnya itu karena setiap membahas sesuatu begini para sahabatnya selalu santai seperti sekarang ini.

"Hahahahah," tawa mereka serempak seperti mendapatkan hiburan dari Ryan.

Tiba-tiba suara dering telfon Tommy berbunyi beberapa kali tetapi langsung di reject.

"Kenapa gak diangkat?" tanya Alex.

"Malas." mengabaikan ponsel nya yang terus berdering.

"Siapa yang nelfon?" jiwa ke kepo an nya pun langsung meronta-ronta.

"Mantan," jawab Tommy singkat.

"Lo masih save nomor mantan-mantan lo?" tanya Alex menahan kesal kepada sahabatnya.

"Lupa," singkat Tommy.

"Apa?" tanya Ryan.

"Lo jangan begini Tom, lo udah janji bakalan memperjuangkan Ara." Alex mengingatkan temannya.

Tommy hanya berdehem malam untuk membahas para mantannya. "Hm."

"Benar-benar nih anak, gimana mau mengejar serigala betina. Muka lo aja gak bisa dikondisikan, muka lo sama es batu masih lebih dingin muka lo," canda Ryan.

"Loe kata adek gue Bina**** ?" ujar Alex emosi sambil menoyor kepala Ryan.

Tommy hanya terdiam geli melihat Ryan menciut karena dia paling takut kalau melihat Alex marah karena Alex kalau marah suka main tangan sedangkan Tommy ketika marah dia akan memilih diam dan memasang muka triplek.

"Bercanda bro." mengangkat kedua tangan nya ke udara.

"Udah sampe tahap mana lo dekatin adek gue." Alex melirik Tommy.

"Jangan lambat, soalnya Rio juga dekatin Ara," sambung Ryan.

"Kelamaan di negara super power jadi ketinggalan berita kan lo," sindir Alex.

"Hahahaha," tawa Ryan pecah.

"Ya sudah, kasih gue nomor Ara," Tommy yang santai mengadahkan tangannya kepada Alex.

"Gila.... Lo mau dekatin anak orang! tapi nomornya aja gak punya. Lo niat gak sih Tom?" tanya Ryan kesal.

"Asal lo tahu, Ara gak mau pacaran Tom semenjak dibuat kecewa sama orang yang dulu buat dia patah hati sebelum pacaran, gue harap lo gak main-main sama adek gue dan jangan pernah samain adek gue dengan mantan-mantan lo diluar sana karena dia itu limited edition walaupun otaknya geser tapi itu menjadi bonus untuk dirinya," tutur Alex.

"Malang sekali nasib mu, Ra." Ryan memasang wajah menyedihkan.

Tommy hanya diam saja dengan tidak bisa terbaca.

tiba-tiba Hp milik Alex bergetar tanda pesan masuk segera dibuka nya ternyata pesan dari adik tercintanya. Dia tidak membalas pesan sang adik melainkan langsung melakukan panggilan video. Saat itu Ara sedang duduk dikursi balkon sambil memainkan alat musik yang terbuat dari kayu.

📱 "Kenapa bang?" tanya Ara.

📱"Ada yang kirim salam." goda Alex mengarahkan kamera belakang ke arah Tommy.

📱"Bang," kesal Ara

📱"Mau bicara?" goda Alex.

Ryan dengan tangan nya yang gatal mengambil alih Hp Alex mengatur kamera depan dan menghadapkan ponsel ke wajah Tommy.

📱 "Hai Ra." sapa Tommy tersenyum.

Setelah melihat wajah Tommy, Ara langsung mengakhiri sambung video call.

"Hahahaha kasihan bangat lo," seru Ryan menepuk pundak Tommy.

Getar Hp Alex kembali berbunyi menanandakan sebuah pesan, ternyata pesan itu dari Ara.

"Selama seminggu jangan ajak adek bicara." pesan Ara.

Alex langsung kalang kabut dan segera pamit pulang duluan. Sesampai nya di rumah dia langsung menghampiri sang adik setelah menyapa dan sungkem kedua orang tua nya.

"Dek, abang minta maaf jangan marah dong. Abang gak tahan diam-diam an," bujuk Alex.

Ara hanya diam saja fokus memakan salad yang baru saja dibuat nya. Sedangkan kedua orang tua nya hanya geleng-geleng kepala saja melihat tingkah kedua anak nya setiap diam-diam an pasti ada saja drama bujuk membujuk.

"Sudah bang, tunggu saja dimana waktu nya adek mau berbicara lagi dengan abang. Adek marah nya hanya sebentar kok mana tahan dia marahan kan nanti asupan kantong gak bertambah." papa Ara tertawa melihat kelakuan anak-anaknya.

"Papa." Ara langsung bergelayut manja dilengan sang papa.

Alhasil mereka berbaikan karena asupan kantong "Dasar anaknya papa." ucap mama gemas akan tingkah anak-anak nya dan gelak tawa pun terdengar dari ruang santai keluarga itu.

1
Ros 🌷🦋
mampir Thor 💪🏼
alvika cahyawati
waah sudah tamat padahal ceritanya bagus....
alvika cahyawati
akhirnya tamat jg ya
alvika cahyawati
siapa suruh nolak lamaran dr seseorang cowok kata org tua dulu y aku tau klu cewe d lamar cowok terus cewek nya nolak bakal susah dpt suaminya loh...
alvika cahyawati
lah klu aku kg Alex mending cari cewe lain y mau d ajak nikah dr pd sama cewe nya d ajak nikah ngk mau cari y lain.....
alvika cahyawati
o...saya kirain agama nya islam ngk tau kristen toh tp ceritanya bagus menarik emg bagusan gitu pacaran setelah udah halal bebas mau ngelakuin apa sj aku jg gitu ngk pacaran dulu langsung nikah
Dona Naiborhu
terlalu lebay menurut aku perannya arah masa ga ada basa basinya da jelas ada cake di atas meja hrsnya penasaran donk siapa yg ulta, jd masa bodohnya itu sangat tinggi
Fa Rel
ara egoisss bgt heran
Arga Brimansyah
ceritanya bagus ayo lanjut thor
shesya
mampir ah kayanya seru
Dania
Like 👍👍👍👍👍👍👍
Dania
Favorit ♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Dania
Rate pertama ⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Valentina Pasaribu
oh.... no.....
gue kok jd baper ya.............
Zulfa Ali
Happy Eid mubarrok Author...
Fitriyani
ooh,,pantesan lah jd gt sikap Ara ke Tommy....
Della Saputri
emang ada yg manjanya kelewatan kayak gitu...kayak d buat2 dah manjanya..udah punya misua tp masih gelendotan bapak..gak wajar dehhh...lw menurut gua ya
Della Saputri
huwaaaa...sedih gue..gagal sarjana..
ᴇʀɪʜᴜɴʏʜᴀᴇ
Selamatt ya kalian berdua Tomy&Ara udah dapat momongan😍
Lanjut kak semangat...✊🏻🔥
zsarul_
hai thorr aku mampir lagi nihh 🤗
semangatt
yuk baca lagi cerita aku yang judulnya CONVERGE!!
ada part baru lohh 😍
mari tetap saling support thorr ❤️❤️
thanks
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!