NovelToon NovelToon
Harta Tahta dan Perjaka (Playboy Sejati Mencari Istri)

Harta Tahta dan Perjaka (Playboy Sejati Mencari Istri)

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Playboy / Tamat
Popularitas:354.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Merpati_Manis

Meski terlahir dan tumbuh dalam keluarga yang harmonis dan santun, tetapi Mirza tetaplah sosok anak muda yang butuh mengekspresikan diri dan ingin menikmati kebebasan masa mudanya.

Ia menjadi pemuda yang urakan dan sering gonta-ganti pacar dengan dalih penjajakan untuk menentukan sebuah pilihan yang tepat, gadis pilihan yang akan Ia jadikan sebagai istri.

Namun, dari banyaknya gadis yang Ia pacari, tak satupun yang bisa memenuhi kriteria Mirza. Kriteria istri idaman, yang membuat semua keluarga tercengang.

"Mereka semua adalah gadis yang tidak bisa menjaga dirinya dengan baik, masak baru pacaran sudah minta cium?" gerutu Mirza.

Akankah Mirza, dapat menemukan gadis seperti yang Ia idam-idamkan?

Simak terus kisah Mirza dan Iqbal, hanya di ;
Harta Tahta dan Perjaka (Playboy Sejati Mencari Istri)

Sebelum baca cerita ini, mampir dulu dimari bestie ;
* Ketulusan Cinta Nabila
* All About KEVIN
* Om DONI I Love You
Agar kalian tidak ketinggalan kisah masa kecil Mirza & Iqbal

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Merpati_Manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Don't Touch Me!

Malam ini, keluarga besar Om Devan disibukkan dengan menyambut kehadiran teman lama yang kini menetap di Australia.

Sang kepala keluarga nampak tengah memberikan ceramah pada sang putri, yang akan diperkenalkan dengan putra dari teman lamanya tersebut.

"Kak, kakak nanti harus bersikap baik ya, sama Ronald." peringat sang papa pada Lila, di dalam kamar gadis cantik jelita tersebut.

Lila mengangguk patuh. Gadis itu teringat perkataan Mirza bakda shubuh tadi, bahwa tak baik melawan orang tua. "Iya, Pa. Lila tahu bagaimana harus bersikap pada tamu," balas Lila.

Om Devan tersenyum pada putrinya. "Papa selalu menginginkan yang terbaik untuk putri papa, Sayang," tutur Om Devan sambil merengkuh putrinya dan membawa Lila dalam pelukan hangatnya.

Netra Lila nampak mengembun. Entahlah, ia seperti merasa tidak rela jika hatinya dimiliki oleh laki-laki yang sama sekali belum ia kenal. Meski Lila belum tahu, hatinya berlabuh pada siapa.

Om Devan melepaskan pelukan, kala sang istri memanggil bahwa tamu yang ia tunggu sudah datang. "Papa turun dulu ya, Nak," pamit Om Devan, yang kemudian bergegas keluar dari kamar salah satu putri kembarnya tersebut.

Kembali Lila hanya bisa mengangguk pasrah.

Putri Om Devan itu kemudian merapikan kembali hijab dan memoles sedikit bibirnya dengan pewarna bibir, agar tidak terlihat pucat.

Sambil menunggu dipanggil untuk keluar, Lila menyibukkan diri dengan membuka-buka ponsel. Ia buka folder galeri, yang hanya dipenuhi oleh foto-foto dirinya bersama para sahabat.

Netra Lila terpaku pada salah satu sosok di dalam foto yang ia buka, pemuda tengil dalam foto tersebut tengah tersenyum seraya menatapnya dengan dalam.

Lila meraba wajah dalam ponsel tersebut dan sebuah senyuman manis terulas di sudut bibir tipisnya.

"Za, apakah benar yang dikatakan mereka kalau kamu cenderung lebih menyayangiku dibanding yang lain?" gumam Lila bertanya pada foto tersebut.

Ya, Lila memang merasakan sejak lama bahwa sikap Mirza terhadap dirinya berbeda dibanding terhadap yang lain. Mirza selalu berbicara lembut kepada Lila, jarang menjahili Lila dan selalu penuh perhatian dan kejutan.

Selama ini, Lila menganggap bahwa sikap Mirza yang berlebihan terhadapnya itu hanya biasa saja dan tak lebih dari sekadar sahabat. Hal itu karena Mirza, selalu menceritakan tentang gadis-gadis yang pemuda itu pacari kepada Lila.

Lila selalu menjadi pendengar setia, meski tak jarang ia protes dan tidak setuju jika Mirza jalan dengan seseorang yang Lila anggap tidak baik untuk Mirza. Mirza pun akan menurut saja dengan apa yang Lila katakan.

Lila tiba-tiba teringat, kala dirinya menentang keras ketika Mirza akan mendekati cewek paling seksi di kampus. "Jangan, Za! Nanti kamu enggak bisa kontrol diri dan itu bahaya!" larang Lila.

Mirza tersenyum. "Kamu cemburu, ya? Kamu takut, nanti keperjakaanku akan aku berikan pada Yolanda? Jangan khawatir, Lila Sayang. Aku akan menjaga diri dan hatiku dengan baik, hanya untuk istriku nanti,' balas Mirza sambil menatap dalam netra Lila.

'Apa benar, aku cemburu?' bisik Lila dalam hati.

Terdengar suara pintu yang dibuka dari luar, yang membuyarkan Lila dari lamunannya.

"Udah siap belum?" tanya Lili yang langsung masuk tanpa mengucapkan salam.

"Hai cantik, keponakan aunty," sapa Lila pada Kanaya, putri dari Lili dan Doni. Lila mengabaikan pertanyaan saudari kembarnya.

"Sini, sama aunty," pinta Lila yang ingin menggendong sang keponakan.

"Eh jangan, La! Nanti baju kamu kusut," tolak Lili.

"Ayo, turun! Udah ditungguin sama mama di bawah," ajak Lili.

Lila kemudian mengekori langkah Lili keluar dari kamar. "La," panggil Lili yang tiba-tiba menghentikan langkahnya tepat di depan pintu kamar Lila.

"Hem?" balas Lila yang bertanya hanya dengan gumaman.

"Aku hanya bisa berpesan, ikuti aja apa kata hatimu," ucap Lili. "Kami tunggu di bawah," lanjut Lili yang memberikan ruang pada saudari kembarnya untuk berpikir.

Lila menghela napas panjang. Ia teringat dengan lagu yang tadi siang dinyanyikan oleh Mirza. 'Apakah benar kamu menyukaiku, Za? Kenapa kamu tidak berterus terang? Apakah perhatianmu selama ini yang lebih besar kepadaku, bukan hanya sebatas perhatian terhadap sahabat?' Lila bermonolog.

Kembali Lila menghela napas panjang. 'Aku tidak tahu siapa jodohku, biarlah waktu yang akan menjawab. Yang bisa aku lakukan saat ini hanyalah menuruti kehendak papa,' batin Lila.

'Tak masalah aku berkenalan dengan Ronald, pun meski nantinya laki-laki itu mengajak aku untuk jalan. Yang penting aku bisa menjaga diri dan hatiku, hanya untuk suamiku nanti.' Lila tersenyum, teringat kata-kata yang pernah diucapkan oleh sahabatnya itu dan kini ia katakan pada dirinya sendiri.

"Dik, kok malah bengong di situ?" sapa Damian yang baru saja keluar dari kamar beserta sang istri yang tengah mengandung. "Ayo, turun!" ajak Damian.

Lila patuh, ia kemudian berjalan bergandengan tangan dengan kakak iparnya.

"Jalani aja dulu, Dik," bisik sang kakak ipar. "Jika di tengah perjalanan kamu merasa tidak cocok, kamu tinggal bilang aja sama papa. Kakak yakin, papa bisa ngerti kok," lanjutnya dengan bijak.

Lila mengangguk. "Iya, Kak. Lila juga berpikiran seperti itu," balas Lila.

"Putri mama cantik sekali," puji sang mama, begitu melihat Lila yang malam ini mengenakan 𝘥𝘳𝘦𝘴𝘴 panjang berwarna soft yang semakin menegaskan sisi lembutnya.

"Mama, kenapa baru sadar kalau putrinya memang cantik? Kemana saja selama ini, Ma?" canda Lila, yang membuat semua tertawa.

Sang mama meraih tangan Lila dan kemudian menepuk lembut punggung tangan putrinya itu. "Mama pikir, kakak akan menolak acara perkenalan ini dan merajuk, tapi ternyata putri mama yang satu ini benar-benar bisa bersikap dewasa," puji sang mama.

Lila tersenyum, sementara Lili yang duduk di samping sang suami nampak cemberut. "Jadi menurut mama, Lili enggak dewasa, nih!" protes Lili, yang kembali mengundang gelak tawa mereka semua.

"Memang enggak dewasa kamu, Dik. Tapi langsung tua," ejek Damian pada adik bungsunya.

"Langsung tua gimana, maksud Abang!" protes Lili.

"Ya langsung tua, 'kan udah dipanggil mami sama Naya," balas Damian.

Lili masih cemberut, sedangkan Doni semakin tertawa. Doni membenarkan perkataan abang iparnya karena sang istri sampai saat ini memang belum bisa bersikap dewasa.

"Sudah, sudah. Ayo, kita keluar!" ajak sang mama sambil menuntun Lila, yang diikuti oleh putra-putri dan kedua menantunya.

Tiba di ruang keluarga, putra-putri dan menantu Om Devan kemudian menyalami tamu yang merupakan teman lama sang papa tersebut.

"Mereka ini, anak dan menantuku Rus," ucap Om Deva yang memperkenalkan putra-putri dan menantunya.

Om Rusman nampak mengangguk-angguk dan melihat putra-putri Om Devan yang menyalaminya dan sang istri dengan takdzim, membuat laki-laki paruh baya tersebut berdecak kagum.

"Dev, anak-anakmu sopan sekali," puji Om Rusman dengan tulus.

"Alhamdulillah, Rus. Berkat didikan istriku," puji Om Devan pada sang istri.

Om Devan kemudian terdengar mengenalkan putra-putri dan menantunya satu-persatu, kepada Om Rusman dan keluarga kecilnya.

Ya, Om Rusman hanya memiliki satu putra yaitu Ronald, yang kini mulai belajar meneruskan bisnis sang ayah.

"Dan ini, Lila. Putriku yang belum menikah," lanjut Om Devan seraya menunjuk Lila yang saat ini tengah menunduk karena sedari tadi, tatapan Ronald tertuju ke arah Lila seakan hendak menerkam gadis cantik tersebut.

"Lila," panggil Om Devan lembut.

Lila mendongak, menengok ke arah sang papa yang memanggil. "Iya, Pa," jawab Lila.

"Ajak Nak Ronald ke taman samping, kalian bisa ngobrol di sana," titah Om Devan.

"Iya benar, Nak Lila. Kalian bisa lebih mengenal satu sama lain, mulai dari sekarang," timpal Om Rusman.

Mendengar dirinya dipersilahkan untuk mendekati gadis cantik yang sedari tadi mengganggu pikirannya, Ronald langsung berdiri dan nampak tidak sabar.

"Hahaha, lihatlah Mom putra kita. Rupanya dia sudah tidak sabar untuk mengenal calon istrinya," ucap Om Rusman pada sang istri yang berwajah bule tersebut.

Sang istri yang merupakan warga negara Australia itu hanya tersenyum dan kemudian mengangguk ramah pada Lila.

Lila menatap sang mama dan mama cantik itu mengangguk seraya tersenyum hangat pada putrinya, "tidak apa-apa," tutur tante Lusi tanpa bersuara.

"Mari," ajak Lila dengan sopan, menuntun Ronald menuju taman samping.

"Silahkan duduk," ucap Lila mempersilahkan tamunya untuk duduk di bangku panjang yang berada di taman samping tersebut.

Ronald tersenyum dan kemudian duduk di bangku yang ditunjuk Lila.

Lila juga hendak duduk tetapi di bangku yang yang lain, ketika tiba-tiba Ronald mencegahnya.

"Hai, kenapa duduk di sana?" tanya Ronald, "duduklah disini bersamaku, cantik," pintanya seraya mengerling menggoda Lila, hingga membuat Lila bergidik.

Ronald kemudian berdiri dan hendak merengkuh tubuh dan memapah Lila agar duduk bersamanya, dengan sigap Lila menepis tangan Ronald.

"𝘐'𝘮 𝘴𝘰𝘳𝘳𝘺, 𝘚𝘪𝘳. 𝘋𝘰𝘯'𝘵 𝘵𝘰𝘶𝘤𝘩 𝘮𝘦!"

tobe continue,,,

1
nobita
cari cari istri... di pilih di pilih
Merpati_Manis (Hind Hastry): silakan dipilih, Kak 🤭
total 2 replies
nobita
yuup aku mampir kak
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadirnya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
A83NZ
manntaaff...lanjutkanlh☺️
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadirnya, Kak 🥰
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Udah ku duga Devan gak bakalan setuju..Saat Ayahnya Devan mengusulkan perjodohan aja Devan langsung nolak, Sekarang baru Mirza tau rasanya di tolak mentah2..
Qaisaa Nazarudin
Masih nyimak..
Jangan sampai nanti Mirza kenak Karma, Sekarang dia yg mempermainkan cewek,Ntar saat dia suka seseorang dgn tulus,Malah Mirza yg di tolak tuh cewek..
Qaisaa Nazarudin
Berhijab mau pun gak berhijab,semuanya sama kelakuannya ternyata..
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadirnya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
zian al abasy
crta mom yng pling mnghibur dn mnginspirasi mnjdi kliarga bhgia mnjlin tali silaturahim dn prshbtan ttp lnggeng jaya selmnya smpai cicit"ny..sungguh indh d dengar .ad konflik smua lngsung trun tngan besst dech pkokny smua novel mom dr kluarga alamsya h dn antonio.ad kocak dn pnuh cnda tawa stu lg yng pling ak suka agamanya itu lho no wahid.
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadir dan apresiasinya, Kak 🥰 🙏🙏
total 1 replies
zian al abasy
kangen sllu sm bang kevin yng nikhny d grebek 🤣🤣🤣..pling best crta mom hind..stlh bca dr medina abs lri ksni trnyata blum abs ak bcanya .mknya bingung pas dtang k pondok gus umar .ak pkir medina msih ank dad rehan hehe ..trnyata cucu dad gnteng .trus yng masuk k dlam k beks sumr yng trsesat itu crta siapa y mom lupa hehe.
Merpati_Manis (Hind Hastry): hai, Kak. maaf banget, baru kebaca komennya.
yang masuk ke sumur itu cerita anaknya Opa Alfian kayaknya. aku juga lupa 😁
total 1 replies
Supry Atun
halo kak thor ketemu lagi tapi aku bingung kadang mau cari novel yv kak thor kasih kadang blm ketemu hehehe
Merpati_Manis (Hind Hastry): klik profilku, nanti muncul semua novel yg udah aku rilis, Kak 😊
mksh udah hadir di sini 🥰🙏
total 1 replies
Muhammad Jain
Kecewa
Debbie Teguh
ni baca dr mana dulu ya, bingung jg banyak nama gini
Merpati_Manis (Hind Hastry): ketulusan cinta nabila, Kak...
kemudian All about Kevin
total 1 replies
Chaerinsya Azzahra
bagus ceritanya
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
Ita rahmawati
masih adakah extra partny lg 🤗🤗🤗
Merpati_Manis (Hind Hastry): tidak ada, Kakak... 😊🙏
lanjut baca kisah saudaranya, yah 🥰🤗
total 1 replies
Ita rahmawati
sebel sm cwe yg baikny tuh lebaiiiiiiii 😏😏😏🙄🙄🙄
Ita rahmawati
si lila lebai..klo dh gk ad perasaan ny hrusny gk segituny duonk..untung mirzany gk esmosian 😏😏🙄🙄
Ita rahmawati
wah bang mirza mulai nyicil nih 🤭🤭
Ita rahmawati
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Ita rahmawati
si lila udh selama in sok² gk boleh nyentuh² eh malan tau² nyium pipi mirza 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️😔😔
Merpati_Manis (Hind Hastry): khilaf, Kak 😁😁🤭
total 1 replies
Ita rahmawati
terhura sm kasih syg mom bila ke ank² ny dn juga bang kevin bner² tlus dn gk dibedakan 😭😭
Ita rahmawati
suka bcany jd ikut snyum² 🤗🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!