NovelToon NovelToon
Mencintai Gadis Indigo

Mencintai Gadis Indigo

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Berondong / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:26.8k
Nilai: 5
Nama Author: La-Rayya

Kehidupan ala Barat ++


Bagaimana jadinya jika kau jatuh cinta pada seorang gadis yang bisa melihat masa depan?

Bertemu dengannya pertama kali langsung merubah hidup Ryuga. Ia begitu tertarik dengan penampilan Yumi, gadis yang sering membawa payung berwarna hitam kemanapun ia pergi meski hari terlihat begitu cerah.

Amanda Yumi, seorang gadis yang bisa melihat masa depan. Namun, ia sendiri tak bisa melihat masa depan akan berapa kali ia jatuh cinta. Termasuk dengan hadirnya cinta yang diberikan Ryuga Oliver kepadanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Apartemen Yumi

Kediaman Yumi ternyata adalah sebuah apartemen dan lokasinya berada di lantai 18 dari gedung itu.

Mereka hampir tiba, itulah yang ada dipikirkan Ryu tapi ternyata tidak. Ryu berterima kasih kepada ketidak beruntungan nya malam ini, karena semua lift yang ada di sana sedang dilakukan perawatan dan harus menunggu selama 3 jam untuk melihat sistem yang sedang dalam perbaikan.

Dan satu hal yang Ryu inginkan saat ini adalah berbaring di tempat tidurnya dan memeluk bantalnya. Tapi dia tidak bisa meninggalkan Yumi di saat seperti ini. Dimana Yumi sendiri sudah terlihat setengah tertidur seraya menangis di punggungnya. Jadi Ryu hanya punya dua pilihan, memilih untuk menunggu 3 jam setelah lift bisa berfungsi dengan baik lagi atau naik menuju apartemen Yumi menggunakan tangga.

Ryu ingin mempercayai kekuatan dan stamina yang dia miliki selama beberapa tahun ini, sama seperti saat dia bekerja. Akhirnya dia memutuskan untuk menggunakan tangga untuk bisa sampai ke lantai 18. Setidaknya Ryu mempunyai kepercayaan diri yang tinggi bahwa dia bisa melakukannya.

Lantai 3, 7, 9, 14 , tinggal sedikit lagi....

Napas Ryu mulai terasa berat, karena setiap langkah yang diambil saat dirinya harus menggendong berat badan dari orang lain. Tiba di lantai 16, lutut Ryu terasa begitu lemas dan semua kepercayaan dirinya mulai hilang begitu saja.

Lantai 17 dan satu tangga lagi yang harus dilewati...

Membutuhkan setidaknya 30 menit untuk mencapai langkah terakhir menuju lantai 18 dan rasa pusing mulai kembali mendera Ryu.

Setelah beberapa detik, Ryu akhirnya bisa menemukan pintu tempat tinggal Yumi, setelah beberapa saat melihat sekeliling. Dan saat Ryu hendak menggunakan kunci untuk membuka pintu, tidak ada lubang kunci disana. Dan ternyata, untuk membuka pintu apartemen Yumi adalah dengan menggunakan kata sandi sebagai pengamanan.

"Hahahaha, Ryu. Apa yang kau lakukan dengan kunci mobil ku?"

Yumi sudah sepenuhnya bangun sekarang, dan mulai berbicara lagi. Tapi suaranya terdengar berbeda, hampir seperti suara anak kecil.

"Maaf, aku pikir ini adalah kunci untuk membuka pintu apartemen mu."

Ryu mengembalikan kunci itu, tapi Yumi kembali mengembalikannya pada Ryu.

"Kau boleh menyimpannya, tapi berhati-hatilah untuk membuka rahasia ku sekarang hahaha."

Yumi berjalan melewati Ryu dan mulai menekan pin untuk membuka pintu apartemennya kemudian mendorong Ryu masuk ke dalam rumahnya.

"Ayo minum lagi." Ajak Yumi seraya berlalu menuju dapur dan mengambil sebotol wine dari dalam lemari.

"Maaf, tapi aku harus pergi sekarang. Kau juga seharusnya istirahat sekarang." Ryu mulai berjalan melewati pintu, tapi Yumi langsung berlari dan menghalangi jalannya.

"Tidak, aku tidak akan membiarkan mu meninggalkanku. Kecuali, kau minum denganku lagi." Ucap Yumi dengan wajah yang cemberut dan itu terlihat menggemaskan dimata Ryu.

"Eh, tapi kita sudah minum bersama tadi. Disamping itu aku pikir, aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Kepalaku sudah begitu pusing."

"Tapi.... Tapi aku pikir kita adalah teman." Ucap Yumi melihat kearah Ryu dengan tatapan mata yang penuh harap dan terlihat sangat menggemaskan.

Ryu tidak dapat menahan dirinya karena Yumi terlihat begitu menggemaskan dengan wajahnya yang cemberut dan Ryu dapat merasakan hatinya mulai terpesona dan jantungnya berdegup begitu kencang.

"Baiklah, tapi hanya satu gelas saja."

Pada akhirnya, Ryu tidak dapat menolak karena begitu gemas melihat Yumi.

Yumi kemudian kembali berlari ke dapur seraya menarik Ryu kembali dan menuang dua gelas wine. Matanya berbinar saat dia memberikan segelas wine itu kepada Ryuga.

"Bersulang...." Yumi mengangkat gelas lainnya dan Ryu tidak punya pilihan lain selain mengikuti dirinya.

'Mungkin segelas lagi, tidak akan membuatku pusing lebih buruk lagi.'

"Satu gelas lagi." Yumi kembali menuangkan satu gelas wine lagi.

"Aku sudah memberitahumu bahwa aku hanya akan meminum satu gelas. Jadi, aku harus pergi sekarang."

Ryu akan mencoba untuk berdiri, tapi Yumi mulai menangis lagi seperti seorang anak yang tidak dibelikan mainan yang dia inginkan oleh orang tuanya.

"Oke, baiklah kalau begitu. Aku akan minum, tapi ini adalah yang terakhir. Berjanjilah padaku." Pinta Ryu.

"Aku janji." Balas Yumi yang langsung berhenti menangis dan tersenyum kearah Ryu.

Mereka minum secara bersamaan tapi Ryu menaruh gelasnya di meja, rasa pusing kembali lagi dan terasa semakin memburuk. Ryu ingin sekali memuntahkannya semua sekarang juga. Ryu berlari keluar melewati dapur dan menemukan kamar mandi di ujung ruangan lalu dia masuk kedalam kemudian semuanya keluar begitu saja. Lantai kamar mandi, wajahnya, pakaiannya, semuanya menjadi begitu berantakan. Ryu berlutut perlahan di lantai dan semuanya menghitam.

Semuanya begitu gelap, saat Ryu membuka matanya dan seluruh tubuhnya terasa sakit dan dirinya bahkan tidak dapat menggerakkan tubuhnya. Ryu melihat ke sekeliling dan akhirnya mendapat sedikit cahaya di ujung ruangan karena itu tertutupi oleh seseorang yang duduk di depannya.

Butuh beberapa menit untuk Ryu menyadari bahwa itu adalah sosok Yumi yang duduk di depan meja dengan sebuah lampu berada di sampingnya. Dan Yumi terlihat tengah menulis sesuatu di buku hariannya.

'Tunggu dulu. Apakah itu adalah buku diary nya? Bagaimana mungkin dia masih bisa menulis ketika dia sudah begitu mabuk seperti diriku?'

Perlahan Ryu tertidur kembali saat melihat Yumi dan mendengar suara pena saat dia menulis di buku itu.

Bersambung....

1
Yani Cuhayanih
Apakah thor indigo juga seperti aku
blush.and.ochre
thor up lgi dan kurangin typo yaaa
saltsanddanmoothies
Jangan lupa makan thooooor! Habis itu ketik bab-bab baruuuu
BeijingBand
Kelanjutan cerita author itu kayak hujan ditengah kemarau thor.. alias ditunggu-tunggu!
Pai Konyol
Rasanya kaya terombang ambing bacanya! Aku bener-bener merasa seperti nyata!
El
lanjut 👍
El
lanjut Thor, ceritanya bagus mski klihatannya sdkit pmbaca sih 🤦🏻‍♀️ pkoknya smangat thor jgn smpai gantung ya critanya 👍
virshere ads
masyaAllah suka banget novelnya padahal udah lama ga baca novel,tiba2 mau baca ini ternyata seru banget
booksand peonies
lh kok smpe sini,,,??? thor mna lanjutanx,,,kok kgk ad juga hari updatex,,,?
infinite soul
Lha aku digantung窶ヲ aku tunggu next chapnya kak!
junemoment
Maaf ya thor kalau kita teriakin buat up bab terus pdhl author yg mikir.. soalnya emg aku nunggu bgt lanjutannya
Wajah Boneka
Ah, lanjutannya gimana nih? Aku udah kepo pake banget huhu
Diambil Oleh Anggur
yah mana sambungannya thor :( rasanya kaya putus sama doi
Zizi Suartini
Biasanya sebelum tidur aku baca-baca dulu cerita di NT dan cek-cek karya favoritku udah up belum‾ seneng deh Thor! Makasih karena udah berkarya‾
El
beh nakal jg ya Yumi 😁
El
meweek 😭
El
menjadi indigo itu ada baik ada juga buruknya
El
bagus ceritanya thor 👍
El
waaah, cerita baru lagi. sepertunya bakal seru. aku mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!