Maureen Raynza Gabriela, gadis cantik yang sudah lama menutup hatinya kepada semua lelaki. Karena penghianat yang dilakukan mantan pacarnya beberapa tahun lalu.
Sampai akhirnya orang tua gadis itu memberitahukan tentang perjodohan dengan anak sahabatnya dulu yang sudah pindah ke luar negri.
Karena tidak dapat menolak perjodohan itu membuat gadis cantik yang sering disapa Maureen memberikan persyaratan konyol kepada calon suami nya.
****
Rafael Demian Smith. Pria yang dijodohkan dengan Maureen yang ternyata diam diam sudah menyukainya dari kecil.
Tetapi cintanya bertepuk sebelah tangan setelah mengetahui wanita yang ia cintai sudah memiliki pria lain disampingnya.
Membuat Rafael pergi meninggalkan gadis impiannya sejak kecil ke luar negeri untuk menghilangkan perasaannya.
bagaimana cerita perjodohan Maureen dan perjalanan cinta Rafael terhadap gadis impiannya. .....???
ikuti ceritanya guyssss..??
ingat cerita ini hanya haluan author aja 🤭🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mella Flowers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maureen Kesal
Semua karyawan yang ada disana menunduk takut.
"Maaf tuan.. wanita ini menerobos masuk tanpa izin". adu resepsionis ada atasannya yang baru turun dari lift.
ya dia adalah Rafael. Setelah Maureen mematikan telponnya bersamaan dengan sekertaris Rafael masuk membicarakan tentang keributan di lantai bawah membuat dirinya penasaran. Apalagi Gibran tidak muncul muncul dari tadi.
Rafael melirik pada wanita yang di tujuk resepsionis di perusahaannya dan langsung kaget ternyata dia adalah calon istrinya Maureen. Yang membuat kaget yaitu rambutnya berantakan dan ada lembab di pipi sama tangan Maureen.
Resepsionis itu ingin bicara lagi dan segera dihentikan oleh Rafael dengan mengangkat tangannya.
"Gibran urus semuanya.. usir wanita itu". ucap Rafael pada sahabatnya, semua karyawan mengira akan mengusir wanita yang baru mereka liat ternyata sebaliknya malah mereka melihat wanita cantik itu dibawa oleh atasannya memasuki lift khusus petinggi.
Hal itu membuat semua karyawan kaget siapa wanita itu sebenarnya dan ada hubungan apa antara dia dengan atasannya.
Maureen mendengar resepsionis itu memanggil tuannya berkali kali.
Didalam lift Maureen hanya diam dengan wajah datar mengacuhkan Rafael yang ada di sampingnya.
Maureen dibawa ke ruangan Rafael dan mendudukkannya di sofa.
Dengan segera Rafael mengobati luka Maureen dengan teliti. Maureen hanya diam tidak menunjukan ekspresi apapun. membuat Rafael bingung dan juga takut.
"kenapa dengan dia. . dari tadi diam gak bersuara atau ngomel seperti biasanya". batin Rafael heran dengan sikap Maureen saat ini.
"kenapa mau kesini tidak hubungi saya dulu". ujar Rafael duduk berhadapan sama maureen.
"kagak salah Lo ngomong.. cek sendiri aja tuh di handphone". ujar Maureen kesal.
"hmm....". sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal." Sorry tadi gue lagi meeting jadi gak denger".
"dah lah gue mau pulang lagian kuenya juga udah hancur". ujar Maureen sambil berdiri berniat meninggalkan ruangan.
"ethh tunggu dulu".
Rafael segera memegang tangan Maureen biar tidak pergi tetapi Maureen menolak alhasil Rafael mengunci pintu dengan remote kontrol.
klik....
Maureen melirik ke belakang melihat ke arah Rafael yang sedang duduk santai melipatkan kedua tangannya di dada.
"hmm.. apa mau Lo". tanya Maureen ketus.
Rafael menjawab dengan tangan menepuk sopa pertanda Maureen harus duduk disana.
hufhhh... hembusan nafas pasrah dari Maureen, ia menuruti apa pun yang Rafael omongin karena malas untuk berdebat.
saat Rafael mau bicara telpon maureen berdering.. Naura yang menelpon. melihat itu Rafael dengan segera merebut ponsel Maureen tapi tidak berhasil.
"diem...". ujar Maureen sambil menunjuk ke arah Rafael. membuat Rafael diam sambil cemberut.
"hello Ra.. ada apa??". sapa Maureen setelah mengangkat panggilan Naura.
"Minggu depan Lo nonton konser". tanya Naura diseberang telpon.
"gue nonton v berangkatnya kayanya mepet hari konsernya deh kenapa emangnya??".
"bagus deh kalau Lo nonton soalnya gue sama Feli bakal berangkat dari sini Minggu depan".
"Lo betah banget di London.. Feli juga".
"gue ada kerjaan disini sedangkan Feli nyokap nya kemarin datang ke sini sekalian liburan".
"oh begitu.. ya sudah nanti gue berangkat sama Shintia".
"ah . Shintia gak ngabarin Lo dia katanya berangkat dari Singapure".
"Belum ngabarin gue.. ya udah nanti gue berangkat sendiri aja.. kita ketemu di sana".
"baiklah happen reen.. see you".
"see you to".
Selesai menelpon mereka hanya diam mendengar Rafael meminta maaf berkali kali sampai Maureen jengah.
Maureen melihat jam tangan menunjukan pukul 12.00 dia sangat lapar sebelum berangkat dia tidak makan apa apa hanya sarapan aja tadi pagi.
melirik ke arah Rafael yang sedang bekerja di sampingnya ia bingung mau ngomong apa soalnya pintunya masih ke kunci.
"nomer kantin bawah berapa??". tanya Maureen karena gak kuat banget nahan lapar. (emang orang nya suka makan ya gak akan bisa lama lama nahan).
Melihat jam tangan." kita makan siang di luar aja. . ayok". ajak Rafael menutup laptop.
Tanpa menjawab Maureen bangun dan menuju pintu. dengan segera Rafael membuka kuncinya dengan remote.
Berjalan beriringan menuju lift. sampai di lantai bawah maureen bertanya kepada karyawan yang ia temui.
"mas Kantin sebelah mana??". tanya Maureen.
"Sebelah sana nona". dengan menunjuk ke arah kantin.
Maureen berjalan ke arah kantin dengan diikuti Rafael tanpa bertanya apapun.
"Bu saya pesan cap cake Sama capuccino ice".
"baik nona ditunggu sebentar".
Gak lama pesanan datang Maureen berjalan lagi ke arah pintu keluar. Semua karyawan memperhatikan atasannya yang mengikuti gadis cantik di belakang tanpa melakukan apapun.
Diluar sudah ada mobil sport Maureen menebak bahwa itu mobil Rafael yang udah disiapkan asistennya buat Rafael pergi keluar.
Sebelum masuk mobil Maureen memberikan kunci mobilnya pada Rafael dan Rafael pun mengerti.
"Antar mobil ini ke alamat yang nanti saya kirim". ucap Rafael pada asisten pribadi nya setelah mengambil kunci dari Maureen.
"baik tuan".
Didalam mobil perjalanan ke restoran untuk makan siang Maureen makan cemilan yang tadi ia beli untuk mengganjal perut. Dia masih cuek banget sama Rafael bahkan dari tadi mereka gak saling ngobrol, Maureen hanya menjawab seperlunya saja.
Setelah makan siang Rafael mengantarkan Maureen pulang. Rafael tidak mampir dulu karena ia ada meeting di kantornya.
"Assalamualaikum".
"waalaikumsalam.. gimana sayang". jawab mami Ella di ruang keluarga.
"maaf mami kuenya hancur.. tadi ditarik sama ondel ondel magang". celetuk Maureen.
"ondel ondel magang??". tanya mami Ella heran.
"ia mami di kantor Rafael.. dah lah mi males reen ngomongnya..reen ke atas dulu". ucap Maureen bangun dari duduknya.
"kamu berantem". tanya mami Ella dijawab anggukan oleh Maureen.
Maureen pergi ke kamar dan santai santai sambil nonton film.
malam harinya Rafael datang ke rumah untuk ngajakin makan malam. Maureen belum juga berbaikan sama Rafael itu juga alasan kenapa rafael datang ke rumah.
Sedang asik di kamar sambil nonton film tiba tiba mami masuk.
"Sayang ada Rafael dibawah". ucap mami Ella yang berada di sebelah Maureen.
"ngapain dia kesini". jawab Maureen acuh.
"udah kamu turun aja sana".
Dengan segera Maureen turun ke bawah untuk menemui Rafael. Dia tidak mau mendapatkan Omelan dari maminya itu yang akan berlangsung lama.
"ngapain Lo kesini". tanya Maureen pada Rafael sinis.
"Maureennnn....".
"Nggak papa Tante.. oh ya aku kesini mau minta izin buat ngajakin Maureen jalan keluar Tan". ucap Rafael meminta izin pada mami Ella.
"oh boleh.. Reen sana siap siap dulu.. dandan yang cantik".
Dengan memalingkan wajahnya Maureen segera pergi ke kamar untuk siap siap. Datang lagi ke bawah dengan pakaian berbeda dengan sebelumnya lalu segera berangkat setelah pamitan dan mencium tangan mami Ella.
Diperjalanan Maureen hanya diam saja sambil memainkan ponselnya. mereka akan jalan jalan di mall. tetapi sebelum keliling mall Rafael mengajak Maureen untuk dinner di restoran bintang lima.
Rafael udah bisa menebak apa kesukaan Maureen. ia mengajak Maureen untuk keliling memasuki toko yang menjual merch atau barang barang yang berbau K-Pop alhasil membuat Maureen senang dan gak cuek lagi sama Rafael.
beberapa jam kemudian Rafael mengantar Maureen pulang karena sudah larut malam.
Sampai di rumah dengan membawa banyak belanjaan Maureen menyuruh Rafael untuk tunggu di ruang tamu dulu, ia akan memanggil maminya.
"bi mami mana??". tanya Maureen pada asisten rumah tangganya.
"nyonya dikamar nona".
Maureen berjalan ke kamar lalu mengetuk pintu tetapi gak dibuka sama maminya. alhasil ia turun lagi nyamperin Rafael.
"mami kayanya udah tidur". ucap Maureen.
"oh ya udah gak papa.. kalau begitu aku pulang dulu ya". pamit Rafael.
"ia hati hati".
Maureen mengantar Rafael ke depan. sebelum pergi Rafael melambaikan tangannya kepada Maureen dan dibalas lambaian oleh maureen.
Dengan ceria Maureen masuk ke kamar sambil membawa semua belanjaannya. ia langsung membuka belanjaan itu dan mengirimnya di grup buat pamer pada 3 sahabatnya. Membuat semua sahabatnya heboh, yang tambah heboh mereka tau Maureen jalan sama cowok malam ini dan menebak itu semua belanjaan yang cowok itu belikan untuk maureen.
...****************...
...****************...
Happy reading guys 😊☺️☺️....
masyaa allah karya nya luar biasa kak.. semoga Kka sehat selalu dan di berikan kelancaran dalam berkarya.. semoga bisa menjadi penulis terkenal di kemudian hari..
tetap semangat Kka..
baarakallahu fii kum..
salam kenal author 💜💜💜