Awal kisah cinta yang tak terbalas, dan tetap berusaha mencari cinta sejati untuk mengobati luka cinta yang membekas di hati.
Tetap berdiri tegak, tetap menjadi diri sendiri untuk mencari hati yang bisa menerima segala kekurangan yang ada pada pasangan.
Belajar ikhlas menerima kenyataan walau sakit di hati, namun mempunyai tekad yang kuat untuk tetap bangkit lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.09.Sindrom Raka
"Iya, aku juga suka baca komik!" balas Kayla.
"Suka Bohong maksudnya." ucap Kayla di dalam hati.
Padahal Kayla sama sekali tidak suka membaca komik, tapi demi pedekate sama Raka, Kayla mengiyakan saja meskipun dia tidak tau bisa suka apa tidak membaca komik.
"Pasti banyak dong koleksi komik kamu, aku boleh pinjam komik kamu tidak?" tanya Kayla memberanikan diri untuk meminjam komik Raka.
"Tentu boleh! Memang kamu mau komik apa?" tanya Raka kepada Kayla, komik apa yang ingin Kayla pinjam.
"Apa aja, terserah!! Komik yang baru-baru saja deh kalau boleh, soalnya aku juga sudah lama tidak membaca komik." balas Kayla kepada Raka.
"Ya sudah besok aku bawakan ke kampus saja ya komiknya. Mau ketemu dimana?" ucap Raka menanyakan tempat ketemuannya besok.
"Kantin, kita ketemu di kantin saja." sahut Kayla cepat.
"La!!" panggil Desi kepada kayla sambil me'ngguncang-guncangkan lengan Kayla.
Sementara Kayla masih senyum-senyum sendiri membayangkan ketika bertelepon pada waktu malam itu dengan Raka.
Akhirnya Desi pun nekat berteriak pas di depan kuping Kayla yang tengah membayangkan ketika bertelepon sama Raka.
"kayla..! Kamu lagi halusinasi ya!" teriak Desi di depan kuping Kayla.
Kayla pun kaget karena teriakan Desi dan langsung tersadar dari lamunannya saat bertelepon dengan Raka.
"Kamu pasti lagi membayangkan yang ngeres-ngeres ya!!" ucap Desi sedikit asal ngomongnya.
"Kamu dapat buku komik ini dari mana?" tanya Desi mengulang pertanyaannya tadi yang belum sempat di jawab Kayla.
Kayla pun mengangguk mantap sekaligus bangga.
"Jadi pedekate lu sama Raka sekarang sudah sampai pinjam-pinjaman komik ."
"Meski kamu 'ENGGAK' suka membaca komik?" tanya Desi kepada Kayla sekaligus menekankan kata 'ENGGAK' pada pertanyaan yang ia lontarkan kepada Kayla.
Lagi-lagi Kayla hanya mengangguk saja dan sama sekali tidak peduli dengan penekanan ucapan Desi barusan.
Desi hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat ke arah Kayla.
Sekarang Desi sedikit mengerti, kenapa secara tiba-tiba banyak yang berbeda dan juga berubah dengan Kayla akhir-akhir ini.
Jadi,kemungkinan besar Kayla berubah gara-gara lagi kasmaran sama Raka.
Dan Kayla kini tengah terkena sindrom orang yang tengah jatuh cinta dengan seseorang (Raka), di mana dia akan ikut menyukai yang seseorang (Raka) itu sukai.
Yang terlihat sekarang, dari baju hitam-putih dan sekarang komik, besok-besok apa lagi?" pikir Desi menebak pikiran Kayla.
Kayla dan juga Desi pun kemudian kembali pulang karena sudah tidak ada jam kuliah lagi.
Tanpa sadar Kayla dan Desi mengobrol cukup lama hingga sampai tak sadar waktu sudah sore.
Desi dan Kayla pun berpisah untuk pulang.
Ketika Kayla akan beranjak pulang tiba-tiba saja ada suara yang tengah memanggil Kayla.
"Kayla!! Kamu belum pulang?" suara Raka yang memanggil dan menghampiri Kayla.
Kayla benar-benar tidak menyangka bisa bertemu Raka lagi kayak begini.
"Tuhan, inikah yang namanya jodoh." ucap Kayla di dalam hati.
"Mau pulang bareng?" tanya Raka menawarkan pulang bareng.
Kayla kaget sekaligus tidak percaya kalau Raka mengajak dia pulang bareng.
"Mimpi apaan ya, aku semalam." ucap Kayla kembali melamun.
"Hallo....Kayla....!!" panggil Raka kepada Kayla yang melamun.
"Iya..iya ada apa!" balas Kayla sedikit gugup, karena tengah melamun.
"Kamu mau pulang bareng apa tidak? Aku antar deh!!" tanya Raka kembali kepada Kayla.
"Boleh, pas banget aku juga baru mau pulang nih!!" balas Kayla menyetujui ajakan Raka.
"Ya sudah kalau begitu, ayuk aku anterin." ucap Raka untuk mengantar Kayla pulang.
Kemudian Raka mengantarkan Kayla untuk pulang ke kosannya. Di sepanjang perjalanan menuju kosan Kayla, Raka dan Kayla pun banyak bercerita tentang apa yang belum mereka ketahui dari mereka masing-masing.
Mulai dari keluarga, hobi, hingga sampai ngobrolin masa SMU mereka dulu.
Kayla sangat menikmati sekali perjalan pulangnya bersama dengan Raka. Dimana dia bisa sampai sedekat ini dengan Raka.
Saking asiknya mereka berdua menikmati perjalan pulangnya, Kayla dan Raka pun telah sampai di depan pintu gerbang kosan Kayla tanpa mereka sadari. Langkah mereka pun kemudian terhenti di depan pintu gerbang kosan Kayla.
"Ka, mau masuk dulu tidak?" tanya Kayla kepada Raka sekaligus berharap Raka mau mampir dulu.
Raka menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kalau tidak mampir, tidak apa-apa kan? Sudah mau malam juga, tidak enak sama anak-anak kosan kamu yang lain." balas Raka.
Mendengar jawaban Raka, Kayla cukup merasa senang dan puas karana di balik sikapnya yang sok cuek itu, ternyata dia masih menghargai yang namanya tata krama.
"Iya, tidak apa-apa, nanti kamu juga malah kemalaman." balas Kayla.
"Nanti kamu malah jadi tidak dapat angkot juga untuk pulang." tambah Kayla lagi.
Raka pun tersenyum mengangguk kepada Kayla.
"Thanks ya, kamu sudah mau nganterin aku pulang." ucap Kayla berterima kasih kepada Raka yang masih sedikit berat untuk berpisah dengan Raka yang akhir-akhir ini telah memenuhi hati Kayla.
"Iya sama-sama." balas Raka ringan.
"Yakin tidak mau masuk dulu." ucap Kayla meyakinkan Raka sekali lagi.
Rasa grogi kini mendera Kayla karena Raka yang tengah menatap dirinya.
"Besok-besok saja mampir-nya."
"Ya sudah, kalau begitu aku pulang dulu ya!!"
"Daaaahh...."
"Ok...."
Kemudian Raka melangkah meninggalkan Kayla di depan gerbang kosannya untuk melanjutkan pulang.
Kayla pun kemudian langsung masuk ke dalam kosan setelah Raka berjalan pulang.
Kayla langsung merebahkan tubuhnya untuk melepaskan penat setelah seharian di kampus.
Belum sempat mandi, Kayla pun malah kebablasan tidur karena saking capeknya...
*
*
*
Setelah terbangun dari tidurnya, kemudian Kayla langsung pergi untuk mandi dan berkeramas karena hari ini udara terasa sangat panas.
Kemudian Kayla melanjutkan dengan belajar karena besok di kampus akan diadakan ujian.
Namun sayang,ketika sedang belajar, tidak ada apa pun yang masuk di kepala Kayla.
Setiap kali Kayla membuka halaman baru maka muka Raka selalu nampak di halaman itu karena pikiran Kayla ada di Raka terus.
"Payah, percuma belajar susah payah kayak gini, jika pikiran aku ada di Raka terus!! Tidak bakalan bisa masuk!!" ucap Kayla jengkel dengan dirinya sendiri.
"Kayla......" teriak Deni yang tiba-tiba menyembulkan mukanya di depan pintu kamar Kayla.
Kayla pun kaget, ketika Kayla menoleh ke arah sumber suara ternyata kepala Deni sudah menyembul di depan pintu kamar Kayla.
"Apaan sih kamu, bikin kaget saja." ucap Kayla kepada Deni.
Deni hanya tertawa....
"Bagaimana kabarnya Raka?" tanya Deni kepada Kayla.
"Baik, masih hidup dan masih tetap lucu." ucap Kayla sambil tersenyum membayangkan Raka.
"Sudah sampai dimana?" tanya Deni kepada Kayla.
"Maksudnya?" tanya Kayla pura-pura tidak mengerti.
"Iya, kamu sudah sampai dimana tahap pedekate-nya sama Raka?" tanya Deni lagi.
"Yah, yang aku rasa sekarang sih sudah lumayan dekat." balas Kayla.
"Kayaknya aku benar-benar jatuh cinta deh sama Raka. Sudah beberapa hari ini pikiran aku selalu ada di Raka terus." tambah Kayla.
"Terus kamu sudah tau apa belum, dia punya cewek apa belum?" tanya Deni kepada Kayla lagi.
"Nah itu dia yang sampai sekarang aku belum tau. Habis setiap kali aku tanya dia selalu ngeles terus, susah banget mencari tau tentang dia lagian aku juga baru saja dekat sama Raka." balas Kayla menjelaskan.
Jangan lupa dukungannya ya sobat.
Berikan like dan komentarnya.
mampir juga yuk di karyaku.
jangan lupa beri dukungan😊😊😊