NovelToon NovelToon
Nona Jutek Eks Tuan Bandal

Nona Jutek Eks Tuan Bandal

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Cintapertama / Karir / Persahabatan / Romansa
Popularitas:55.6k
Nilai: 5
Nama Author: R_picisan03

Bercerita tentang seorang wanita bernama Anita Sheila, seorang gadis yang memiliki sifat cuek terhadap hal yang menurutnya tak penting. Fokus terhadap nilai dan prestasinya semasa sekolah, justru membuatnya tak memiliki teman dan susah bergaul.

Namun pandangan Anita berubah ketika suatu hari ia bertemu Zain Azriel. Zain yang memiliki sifat berkebalikan dengan Anita memberi kisah baru dalam romansa tersebut.

Zain merupakan lelaki yang ceria, suka bermain, nakal dan bahkan dihari pertama sekolah ia bertengkar dengan seniornya, walau sebenarnya ia lelaki jenius dalam mata pelajaran.

Hubungan keduanya terbentuk ketika pertama kali Anita mengunjungi Zain untuk mengantarkan sebuah catatan. Namun saat itu juga Anita melihat sisi berbeda Zain dari rumor yang selama ini ia dengar. Dari situlah pertemanan keduanya dimulai.

Saat ini hubungan mereka semakin dekat, namun keduanya bingung dengan ikatan tersebut karena belum pernah memiliki pengalaman sebelumnya.

bagaiman kisah selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R_picisan03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Umbi-umbian

Setibanya di toko sebelah, Aku dan Azi berpisah untuk mencari sesuatu yang kami perlukan.

"Emas...emas...coklat," batinku menunjuk memilih sebuah cat.

Tanpa sadar tubuhku menabrak ringan seseorang yang berada si sampingku.

Bruk....!!!

Ketika aku menoleh dan menyadari wajah tersebut, membuatku sedikit panik, "Me-mereka kan yang waktu itu?"

Mereka ialah teman lama yang selalu memanfaatkan Zain. Selalu bertiga kemanapun itu dimanapun mereka berada.

"Pas banget, ada yang mau kami bicarakan padamu," jelas salah seorang seperti pemimpin di kelompok mereka.

"Anita, berapa ukuran buat kerangka...," sahut Azi berhenti berucap ketika melihatku bersama ketiga pemuda.

"Azi," jawabku melirik Azi.

"A-aku menganggu ya?" balas Azi mulai memundurkan langkah perlahan.

"Siapa cebol itu?" sahut salah satu pemuda kelompok tersebut.

Menekuk wajah memasang aura marah, seketika Azi mempercepat laju kaki bersiap melemparkan isi keranjang yang ia bawa, "Memangnya kalian siapa!"

Lemparan Azi yang cukup akurat, mengingat dirinya memiliki basic pelempar sekaligus pemukul bola bisbol, hal yang cukup mudah baginya menumbangkan salah seorang tersebut setelah mengenai tepat di bagian wajah.

"Anita, lari," bisik Azi menarik tanganku.

"Mengagetkan saja, kupikir kamu bakalan berkelahi" balasku berlari bersamanya.

"Mana mungkin, seumur hidup aku gak pernah berkelahi, lebih baik kita cepat pergi dari sini."

"Woi tunggu," teriak ku melihat Azi berlari secepat mungkin sedang kawanan kelompok tersebut mengejarku kian mendekat.

Azi berhenti menoleh kearah belakang," buset lama banget."

Ntah angin apa yang sedang berhembus, Zain berjalan bingung melihat area dalam toko muncul menghadap Azi membelakangiku.

"Zain, dibelakangmu! Anita sedang dalam bahaya!" Teriak Azi.

Zain berbalik arah, membiarkanku melewati dirinya dan dengan sigap menarik kera baju salah seorang pemuda yang mengejarku.

"Za-za-zain?"

Zain mengangkat pemuda tersebut bersiap melemparkan membanting tubuh sang pemuda.

"Wo-woi Zain, zain tunggu za..."

Bruuakkkk!!!

Lemaparan Zain tersebut sontak membuat kedua pemuda yang berdiri diam menyaksikan rekanya terkapar terlihat panik sejadi jadinya.

"Yang benar saja," hela Azi juga menatap heran.

"Oh kalian rupanya," ucap tipis Zain saat dirinya baru menyadari siapa orang yang telah membuat Anita dalam bahaya.

"Gawat ini, bahaya sekali ini," sambut Azi.

"Sudalah, ayo kita pergi dari sini," ucapku menarik lengan Zain.

Aku, Zain dan Azi bergegas pergi secepat mungkin meninggalkan toko tersebut. Setibanya di tempat yang aman, disekitaran area terbuka tempat bersantai, Zain justru menceramahiku.

"Kau ini lambat sekali Anita."

"Ya begitulah."

"Maaf, tapi bisa tolong kau yang beli dulu semuanya? Takutnya, mereka masih ada disitu," ucap Azi berbicara dengan Alea melalui telepon.

Azi menutup panggilan teleponnya menoleh menatapku juga Zain," Kalau begitu aku mau bantu dia bawa barang belanjaan. Kalian jangan pergi kemana mana, tunggu disini ya."

"Beres," balas Zain mengacungkan jempol.

Setelah Azi pergi...

"Minumlah." Zain memberikan minuman kaleng penyegar pelipur haus padaku.

"Makasih. Apa kau baik-baik saja Zain?"

"Ya." Zain perlahan duduk di sampingku.

"Tapi mau berapa kalipun, aku tetap masih heran samamu," lanjutku melirik Zain.

"Kenapa?" balas Zain meneguk minuman kaleng soda.

"Kamu bisa dengan mudah melempar dia pakai satu tangan," lanjutku melirik Zain kemudian meminum minuman dalam genggamanku.

"Oh itu."

Setelah pembicaraan singkat tersebut, hampir 30 menit lamanya kami saling diam tak berbicara apapun, mungkin Zain sulit mencari topik bahasan, begitupun denganku.

"Aku harus ngobrol apa sama cowok yang udah nolak aku?" batinku menunduk.

"Belakangan ini kau aneh," pekik Zain.

"Hah?"

"Biasanya kau pasti nolak kalau disuruh ikut pelihara ayam. Kau juga pasti menolak pergi di hari minggu. Aneh banget, apa terjadi sesuatu?" gumam Zain.

"Enggak ada kok...."

"Jangan bohong!" pungkas Zain menatap wajahku cukup dekat.

"A-aku gak bohong kok." Memalingkan pandangan wajah Zain.

"Masa sih?" Zain semakin mendekatkan wajahnya begitu tipis mengenai leherku.

Tak menjawab, hanya memalingkan pandangku dari Zain.

"Yasudah kalau memang begitu," jelas Zain kemudian bangkit berdiri.

"Mereka lama banget sih," lanjut Zain masih berdiri membelakangiku.

"Apa dia khawatir denganku?" batinku singkat memikirkan Zain.

Tak lama setelahnya...

"Woi..." sapa Azi melambaikan tangan berjalan bersama Alea.

"Semuanya beres!" sahut Alea juga ikut menyapa menjulurkan lidah memicingkan sebelah mata.

"Oh...ahaha..." Tawa ringan Zain terlihat bahagia.

Melanjutkan kembali perjalanan, setibanya dirumah langsung mengolah bahan yang ada di halaman rumah agar proyek rumah baru rahul segera selesai.

"Ternyata menggergaji kayu merepotkan banget," gumam Zain melihat tutorial video di laptop cara membuat kandang ayam dan langsung mempraktekannya.

"Makanya, sudah ku katakan lebih baik menggergaji di tokonya langsung," sahutku mulai lesu memikirkan jika semuanya sia-sia.

"Lagian apa masuk akal kalau kita berempat buat kandang ayam?" jelas Azi.

"Padahal udah kucari petunjuk yang paling gampang lo," sambut Alea.

"Kan aku dah cakap tadi, tinggal beli aja kandang ayam yang keren dah siap pakai, udah kelar beres gak perlu repot," balas Zain.

"Oh...ada apa ini? Kalian sudah menyerah?" ucap Rio sedikit keras menyengirkan senyuman melihat kami sedang kesulitan dari balkon lantai 2.

"Berisik lah, ganggu aja,"balas Zain.

"Kayunya harus di gergaji ya? Wah pasti merepotkan sekali," lanjut Rio meledek sembari menghisap santai rokok di tangan.

"Gimana gak repot gergajinya kecil begini," sahut Alea.

"Oh iya, kalau butuh gergaji besar, tuh ada di belakang rumah," lanjut Rio.

"BILANG DARI TADI LAH BIAWAK!!" umpat Zain sedikit kesal.

Zain bangkit berdiri langsung berjalan sembari menggerutu, "Dasar, tunggu bentar biar kuambil."

"Kalau begitu aku mau beli ice cream, kalian mau rasa apa?" ucap Alea.

"Aku mau coklat vanila aja," balas Azi.

"Sama dengan Azi, bedanya aku mau yang jumbo," balasku.

"Ok, laksanakan."

Setelah Alea pergi mencari ice cream....

"Apa bakal selesai hari ini?" lirihku menghela nafas menutup kedua mata.

"Ketemu lagi," sapa seorang pemuda merangkulku.

Membuka mata dan panik menjauh ketika aku mengetahui siapa seseorang itu.

"Buset, mereka muncul lagi?" pekik Azi.

"Sudah tenang dulu, kami beneran ingin membicarakan sesuatu kok. Benaran, suer dah."

"Membicarakan apa?"balas Azi.

Setelah memberitahukan semua hal tentang penyesalan mereka terhadap Zain...

"Jadi intinya kami juga beneran ngerasa gak enak dengannya, tapi sejak saat itu, dia mulai cuek sama kita," balas kelompok pemuda.

"Oh begitu, tinggal minta maaf aja sekarang, yakan Anita?" singkat Azi.

"Menurutku agak egois sih kalau kalian berharap dia mau berbicara dengan kalian setelah habis kalian sakiti perasaannya. Tapi kalau memang menyesal, kalian minta maaf saja, asal kalian gak menganggu kegiatan kami," jelasku.

"Cewek yang sedingin es balok..." umpat tipis salah seorang kawanan pemuda.

"Memangnya kau gak sadar kalau kami mau minta bantuan darimu?" lanjut rekan pemuda tersebut padaku.

"Bukan urusanku!" jelasku.

"Oh aku mengerti sekarang, kau menyukai Zain kan?" ucap kepala kelompok geng sebutlah umbi umbian.

"Wah serius?" saut kedua rekannya.

"Eng-eng-enggak kok!"

"Oh begitu ya."

"Sudah kubilang enggak!" balasku wajah memerah panik.

"HAH, KALIAN LAGI?" Teriak Zain dari arah belakangku.

****

Sampai disini dulu kak, cuaca agak mendung, jemuran kondisikan biar gak kebasahan, lanjut....

1
ˢ⍣⃟ₛ𝘊𝘰𝘦ˢ⚓
siiih anita songong..... ada orang pengin ikut belajar malah ga caya....
ˢ⍣⃟ₛ𝘊𝘰𝘦ˢ⚓
dasar genk ga ada ahlak bukannya dijagain kue nya mlh dimakan duluan hadeuuuh
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
masa cwe main ketmpt cwo sih zain
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
mungkin tidak semua cwo alea yg. begitu,,
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉: sip pak bozz,, 👍😀
total 2 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
zain overprotektif
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
aq kira zain sama alea tau nya sama anita
ˢ⍣⃟ₛ𝘊𝘰𝘦ˢ⚓
surat rahasia itu Saudara nya surat kaleng ya thor...... surat ancaman apa surat cinta ya.... 🤔🤔🤔🤔
ˢ⍣⃟ₛ𝘊𝘰𝘦ˢ⚓: juz amma dooong 🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
ㅤㅤ
waaah zain pecinta kucing,,,,
biasanya berhati lembut dan penyayang 🙄
sebenarnya kenapa zain bisa di cap pembuat onar😑
♋ᴹᴿ᭄ 𝐑𝐞𝐦𝐩𝐢𝐬_𝟎𝟑: lanjuttt....masih banyak alur di depan...ekekekke😂😂😂🙏
total 1 replies
ㅤㅤ
susah debat sama guru🤭
ㅤㅤ
dan mulai saat ini detik ini Anita tak bisa lepas dari zain🤣🤣🤣🤣🤣
ㅤㅤ
kesan pertama yang tak akan pernah terlupakan meski. sudah lewat 15 tahun 🤭
ㅤㅤ
nah zain mau ngapain nih mendadak jinak😁
ㅤㅤ
Astaga😳🙈🤣🤣🤣
hanya karna game nya kalah😤
ㅤㅤ
hmm... kan pasti zain membalas dendam😑
ㅤㅤ
zain kang Tawuran ya 🤔
pasti ada sebab akibat nya tak mungkin mencelakai orang tanpa alasan 🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️
ㅤㅤ
Bandung tempatku juga 🙄
peristiwa berdarah apa 😧
ㅤㅤ
selamat bercerita ku simak cerita nya🤭
ㅤㅤ: oalah 🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
geng umbi songong ya kue alea malah dimakan duluan
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
hmm kirain athour nya gak bakalan siuman kelamaan mendaki gunung melewati lembah
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉: sip semoga siuman nya berlanjut ya jgn pke jurus menghilang dri konoha, 😄😄
total 2 replies
RINDU ⭕
Ketika hati mulai terbuai cinta
Segala rasa membelenggu jiwa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!