Richard Alexander, anak pertama pasangan Rayyan Alexander dan Nabila Ihnaz.
Dengan segala kerumitan kisah cintanya.
Tidak seperti apa yang dulu pernah dilakukan oleh Rayyan. Meski profesi mereka berdua sama, ialah seorang photographer. Tapi sifat dan perilaku mereka berdua jauh berbeda.
Jika dulu Rayyan dikenal sebagai mantan playboy, tapi tidak dengan Rich. Lelaki itu justru terkesan dingin dan anti perempuan.
Akan tetapi, disaat Rich merasakan jatuh cinta, tidak pada perempuan yang tepat. Karena perempuan yang Rich sukai sudah memiliki calon suami.
Demi kebaikan bersama, terpaksa Nabila memaksa putranya agar mau dia jodohkan dengan putri salah satu sahabatnya.
Bagaimana perjalanan selanjutnya kisah percintaan seorang Richard Alexander , juga kisah asmara kedua adiknya yang tak lain adalah Zayn dan Zoey Alexander ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heni Heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9
Rayyan sudah beralih posisi, merangkak naik dan membungkuk di atas tubuh Nabila. Kedua tangan Nabila menangkup kedua pipi Rayyan. Memastikan jika memang Rayyan lah yang berada di hadapan nya sekarang.
" Kau masih meragukan jika ini aku, sayang?" tutur Rayyan lalu memirngkan kepalanya dan mendaratkan bibir nya di atas bibir istri nya. Mereka berciuman penuh kerinduan, saling mencecap dan *******. Rayyan melepaskan tautan bibir mereka kala dirasa Nabila mulai kehabisan nafas. Mereka berdua saling tatap, dan senyum tersungging di bibir keduanya. Selanjutnya Rayyan kembali mencium Nabila.
Mereka berdua melepas kerinduan setelah sepuluh hari lamanya tidak bersua.
" Aku merindukan mu, Nabila," ucap Rayyan di tengah cumbuan pada istri nya.
Nabila tak menjawabnya dan hanya menikmati setiap inci sentuhan Rayyan di kulit tubuhnya.
Rayyan yang selalu sanggup menaklukkan Nabila dengan sentuhan nya. Dan mereka menghabiskan malam berdua saling melepas kerinduan setelah sekian lama nya tak bersua.
***
Keesokan harinya, Rayyan sedang sibuk berkutat dengan pekerjaan di kantornya. Bahkan Derry yang hari ini datang terlambat sempat terkejut melihat keberadaan Rayyan yang sudah berada di dalan ruangan kerjanya.
Saat tadi Raisa, yang tak lain adalah sekretaris Rayyan, mengatakan pada Derry jika Rayyan sudah berada di dalam ruangan, Derry tak bisa percaya begitu saja dan sekarang dengan mata nya sendiri Derry melihat Rayyan yang fokus pada laptop nya.
" Der...! Kau sudah datang?"
Derry nyengir lalu menggaruk belakang telinganya.
" Sorry Bos. Aku telat."
Rayyan menghela nafas lalu menatap Derry.
" Kamu cek semua email yang masuk. Dan jangan lupa info ke Raisa untuk segera mengirimkan proposal ke beberapa klien kita. Aku sudah cek beberapa permintaan dari calon pengantin yang ingin memakai jasa kita. Aku tidak mau ada klien kita yang mundur karena hal-hal sepele. Kau paham kan apa maksudku? "
Derry tak mampu berkata-kata dan lelaki itu hanya mengangguk lalu kekuar dari ruangan Rayyan.
Duduk di kursi kerja nya dengan tangan menopang dagu. Derry berpikir, apa yang sebenarnya sedang merasuki seorang Rayyan Alexander sehingga bos nya itu menjadi gila kerja seperti ini.
Kebiasaan seorang Rayyan yang Derry sangat hafal betul adalah yang pertama, setelah bertugas keluar kota atau bahkan luar negeri, Rayyan tidak akan pernah pergi ke kantor sehari setelahnya. Pasti lelaki itu akan menghabiskan waktu dengan tidur tengkurap di atas ranjang nya.
Dan sekarang, mendapati Rayyan yang sudah duduk manis di dalam ruangan nya tentu saja membuat Derry bingung juga bertanya - tanya.
Yang kedua, Rayyan Alexander, biasanya akan banyak mempercayakan semua urusan pekerjaan kepadanya juga Raisa. Rayyan hanya tau semua beres. Atau bahkan Rayyan hanya minta jadwalnya apa saja tanpa mau repot repot mengecek atau meneliti semua proyek atau bahkan email dari klien nya.
Yang Rayyan lakukan hanya berkutat pada kamera dan mengikuti Derry kemanapun asisten nya itu akan membawanya.
Dan sekarang, betapa Derry tidak merasa heran jika Rayyan yang mulai serius dengan semua pekerjaan nya.
Huft, tidak salah memang jika Rayyan berusaha untuk menjadi lebih baik lagi. Seulas senyum di bibir Derry. Ikut senang dengan semangat Rayyan untuk mencoba berubah demi anak dan istri nya. Dan Derry pasti akan mendukung Rayyan sepenuhnya.
Sementara itu di dalam ruang kerjanya, Rayyan memang sedang fokus pada pekerjaan nya. Yang ada di dalam benak nya saat ini adalah dia harus bekerja dan belajar untuk bertanggung jawab. Sebentar lagi dia akan memiliki anak. Dan Rayyan tidak ingin anak nya mengetahui semua sikap brengsek nya selama ini. Ya, Rayyan akan sangat malu jika harus mengakui betapa sikap dan kelakuan nya selama ini jauh dari kata baik. Dan Rayyan tentu saja tidak ingin jika anak nya kelak mewarisi sikap tidak baik nya itu.
Sekalipun Rayyan sadar bahwa dirinya bukan lah orang baik dan sempurna, tapi Rayyan selalu berharap agar anak nya kelak menjadi anak yang baik dan tidak sepertinya. Yang bisanya hanya mengecewakan kedua orang tuanya.
Mungkin dulunya Rayyan tak pernah ambil pusing dengan semua sikap buruknya. Tapi sekarang dengan sendiri nya dia bisa merasakan dan menyadari betapa banyak nya kesalahan yang dia lakukan selama ini.
Rayyan mengusap wajahnya frustrasi. Semoga dia mampu bertahan untuk berusaha menjadi lebih baik lagi demi Nabila dan anak yang ada di dalam kandungan istri nya itu.
Ekor mata Rayyan tak sengaja menatap sebuah brosur perumahan dan apartmen yang tergeletak di atas meja. Itu adalah hasil dari kerjanya juga. Selain menjadi fotografer untuk model majalah, acara prewed dan pernikahan, dia juga sering menjadi fotografer untuk iklan sebuah perumahan, apartmen dan jenis tempat tinggal lain nya.
Segala macam job Rayyan ambil asalkan sesuai dengan budget nya. Diraih nya brosur tersebut. Terbesit di benak Rayyan untuk nya ingin membeli sebuah rumah yang akan ia tinggali bersama istri dan anak-anak nya. Pasti Nabila akan sangat senang jika dia bisa memberikan sebuah hunian yang nyaman untuk mereka tinggali.
Rayyan meraih ponselnya, menelpon marketing perumahan tersebut. Rayyan tahu dimana lokasi dan bentuk perumahan itu, karena dia sendiri yang menjadi fotografer nya.
Senyum Rayyan mengembang. Ini akan menjadi surprise terindah untuk Nabila.
"Bos....!" panggilan Derry membuat Rayyan mendongak.
"Ada apa?"
" Bos kenapa senyum-senyum sendiri begitu?" tanya Derry penuh selidik.
"Bukan urusanmu."
Derry berdecak. "Bos, jadi mengadakan janji temu tidak dengan klien kita yang prewed di korea kemarin." tanya Derry.
"Ya, jadilah."
"Memang nya bos sudah selesai mengedit nya."
"Sudah."
Derry sempat tak percaya, Rayyan bisa menyelesaikan pekerjaan nya dengan cepat. Padahal baru semalam mereka tiba dari korea.
Benar-benar luar biasa, Derry salut dengan kinerja Rayyan.
"Kenapa kau masih saja bengong disana?"
Derry nyengir lalu membalikkan badan meninggalkan ruangan Rayyan.
Rayya tersenyum simpul. Pasti Derry heran, dan Rayyan tau itu. Memang biasanya Rayyan akan membutuhkan waktu seminggu bahkan lebih untuk memperbaiki hasil jepretan nya termasuk di dalam nya adalah mengedit dan mengecek semua hasil kerjanya. Akan tetapi kali ini beda, selama di korea, Rayyan sudah mulai mengerjakan semua. Jadi saat dirinya kembali ke Indonesia, Rayyan hanya perlu sedikit mengoreksi sebelum ia serahkan pada klien nya.
Sekali lagi Rayyan menghela nafas. Merasa bangga akan pencapaian nya saat ini. Semua berkat Nabila. Ya, wanita yang perlahan mulai mengisi relung hati nya. Tak dapat Rayyan pungkiri jika ia sudah mulai jatuh cinta pada pesona seorang Nabila. Rasa yang ia miliki pada istri nya bukan lah nafsu semata. Tapi sudah menyangkut persoalan hati. Dan Rayyan akui jika ia telah mencintai istrinya dengan sepenuh hati.
tau g rasanya ??????
yg jomblo minggir dulu
koq gk up.. up..😔