NovelToon NovelToon
Hati Yang Terbagi

Hati Yang Terbagi

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:190.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: AFI_18

"Bukankah poligami itu sunnah, kamu orang yang taat agama kan pasti juga tahu, apa kamu tidak ingin menjalankan sunnah yang satu ini?" ujar Ita pada sang suami

Ammar awalnya hanya ingin menolong seorang wanita namun sebuah kejadian yang tak terduga membuat orang lain salah paham dan bahkan istrinya sendiri tak mempercayainya

Bukan, bukan karena sepenuhnya kejadian itu yang membuat Ammar menikah lagi, tapi juga karena rumitnya rumah tangga yang saat ini ia jalankan bersama istri pertamanya karena sang istri masih terbelenggu oleh masa lalunya

"Kalian hanya ingin bermain rumah-rumahan kan, ok saya akan temani kalian bermain" ujar Zofa lantang

Namun ketika Zofa telah memasuki rumah tangga Ammar dan Ita maka saat itu pula hati Ita berubah, terombang-ambing mengikuti arus permainan. Dan kini Ita baru menyadari bahwa ia telah menaruh hati pada suaminya sendiri

____

Hay semua Jan lupa mampir ke novel saya ya, jika sudah mampir tolong tinggalkan jejak kalian baik berupa like, comment maupun vote, thanks a lot guys, ala kuli sukri askuruki

follow ig 👉 habr_zayf

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AFI_18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Poliandri Itu Haram

Zofa berjalan-jalan di area pesantren, sesekali ia menendang botol plastik yang berserakan di sana, mungkin karena hari ini banyak angin kencang  maka banyak pula sampah berserakan

Para santri sedang belajar di dalam kelas masing-masing, hanya ada beberapa orang berlalu lalang, mungkin mereka guru atau petugas lainnya

Cuaca sedang mendung, seperti hatinya yang kian meredup, ia harus menerima fakta bahwa kini ia sedang bermain rumah-rumahan di rumah tangga orang lain, sesekali ia menghela nafas berat

"Assalamualaikum mbak" sapa Azril yang merupakan adik iparnya, adik kandung dari suaminya siapa lagi kalau bukan Ammar Athallah

"Waalaikumsalam" ujarnya ketus

"Aku bahkan lebih muda dari kamu empat tahun kenapa manggil mbak" ujar Zofa tak terima dirinya dianggap tua

"Saya tahu tapi ini sebagai bentuk penghormatan saya pada mbak yang merupakan istri dari abang saya" ujar Azril datar

"Oh, haruskah aku berterimakasih padamu atas penghormatan itu" ujar Zofa sinis, sepertinya ia dendam dengan keluarga Ammar

"Tak perlu mbak, kalau begitu saya permisi dulu, wassalamu'alaikum" pamit Azril

"Dasar nyebelin, kakak adik sama aja" gerutunya, ia menendang kuat botol yang kebetulan ia jumpai di bawah hingga mengenai punggung Azril

"Rasain tuh" teriak Zofa

Azril menoleh kebelakang sembari menggelengkan kepalanya "Ya Allah kuatkan abang hamba" batinnya berdoa memohon pada Allah

Cuaca semakin mendung, bahkan petir sudah saling bersahutan satu sama lain

Tes tes tes

Air mata langit mulai berjatuhan

Zofa yang sedari tadi kelilingi pondok untuk menghilangkan rasa jenuhnya segera berlari menuju rumah pimpinan pondok ini, untung ia masih hafal jalan meski tadi sempat kesasar

Baru saja melangkahkan kakinya memasuki rumah tersebut kini ia sudah melongos melihat dua orang yang sedang saling berpelukan

"Heem, bermesraan di depan orang jomblo itu gak baik lo" Zofa berdehem namun nampaknya mereka berdua tak merespon

"Heem"

"Heem"

Berkali-kali Zofa berdehem agar kedua sejoli itu menyadari keberadaannya

Azril menoleh ke arah kakak iparnya "Tenggorokan mbak sakit?" tanyanya

Zofa menghentakkan kakinya merasa kesal, akhirnya ia mendudukkan diri di sofa yang berhadapan dengan Azril dan istrinya

"Saya permisi ke kamar mbak, istri saya takut petir, saya mau menenangkan ia dulu"

"Ayo sayang ke kamar" ujar Azril lembut, ia malah menggendong istrinya menuju kamar di hadapan Zofa

Zofa melongo memandangi pemandangan yang ada di hadapannya ini "Beruntung banget istrinya bisa dapetin suami kayak dia" gumam Zofa pelan, lagi dan lagi ia meratapi nasibnya

***

"Kita pulang besok" ujar Ammar yang membuka pembicaraan

"Eemmm"

"Mau kemana?" tanya Ammr kala melihat istrinya memegang engsel pintu

"Cari angin" ujarnya yang langsung menghilang dari balik pintu

"Hallo mbak" sapa Rara yang tengah asyik menonton tv sembari memakan popcorn

Zofa menoleh ke sana kemari seperti sedang mencari sesuatu

"Semua sibuk mbak, ada pengajian bapak-bapak rutin malam ini" ujar Rara tanpa mengalihkan pandangannya

"Pantes sepi" ujarnya

"Lah kamu gak ikut?" tanyanya kemudian

"Maunya ikut mbak, tapi harus transgender dulu" ujar Rara yang membuat Zofa terkekeh, ia baru sadar pengajiannya untuk bapak-bapak

"Zofa saya pamit ke masjid dulu ya" ujar Ammar yang sudah siap dengan pakaian islami, baju koko, sarung, serta peci

Zofa hanya mengangguk

"Ra, titip Zofa" ujar Ammar kemudian

"Siap kak"

"Emang aku anak kecil apa pakek di titip titipin segala" gerutu Zofa yang menjatuhkan tubuhnya di samping Rara

"Assalamualaikum" pamit Ammar

"Waalaikumsalam" ujar mereka berdua kompak

"Udah kayak di bioskop aja nonton di temani popcorn" ujar Zofa yang melirik ke arah Rara

"Iya tadi maunya nonton film horor"

"Terus kenapa gak jadi?"

"Takut tapi penasaran"

"Ayo nonton aku suka film horor" ujar Zofa antusias

"Ya udah yuk, tapi... takut" ujar Rara bergidik ngeri

"Kan nontonnya berdua"

Akhirnya Rara menyetujui permintaan Zofa, kini mereka menonton film horor dengan lampu di matikan, kata Zofa biar suasananya persis di bioskop

"Akkkhhh" sesekali Rara menjerit-jerit, sedangkan Zofa hanya memasang wajah terkejut dengan jeritan yang tertahan

"Mbak udah datang belum hantunya?" tanya Rara yang menyembunyikan wajahnya di balik bantal yang ia peluk

"Kayaknya bentar lagi deh ra"

"Mbak"

"Sabar ra aku juga deh deg an"

"Akkhhhhhhhh setannnnnnn" kedua orang itu berteriak dengan keras kala ada sesuatu yang menyentuk pundak mereka

Sontak membuat kedua pelaku penyentuhan pundak tersebut berjalan ke depan menghampiri istri mereka masing-masing

"Suuuut sayang ini mas" ujar Azril, ia membawa Rara dalam dekapannya

Begitupula Ammar, setelah mendapat kode dari Azril untuk mengikuti pergerakannya akhirnya ia membawa Zofa kedalam pelukannya, ini pertama kali ia memeluk tubuh Zofa

Namun

Rara dan Zofa sama-sama mendorong tubuh suaminya

"Mas apa-apaan sih bikin kaget aja"

"Kamu apa-apaan sih bikin kaget aja"

Rara dan Zofa kompak memarahi suaminya, bukannya senang mendapat pelukan mereka malah mendengus kesal, bagi mereka jantung mereka lebih berharga dari sebuah pelukan yang katanya itu suasana romantisme

"Ya lagian kamu ngapain nonton film horor gini, awas nanti ke kamar mandi minta temenin mas" ujar Azril

"Ya namanya orang penasaran" Rara menggerutu mendengar omelan suaminya

"Ini makan nasi kotaknya, mas sama bang Ammar mau balik ke masjid lagi" ujar Azril yang menaruh dua kotak nasi di hadapan Rara dan Zofa

Setelah kedua orang itu pergi mereka mematikan tv, sudah hilang moodnya dalam menonton film horor karena ulah suami mereka

"Ra" panggil Zofa

"Mmmm"

"Kenapa ya nasib ku gini amat" ujar Zofa, ada pancaran kesedihan yang Rara tangkap dari mata tersebut

"Sabar ya mbak, sabar itu pasti berbuah manis, nanti kalau buahnya banyak bagi-bagi ya"

"Issss aku serius, kenapa sih kita gak boleh melakukan poliandri kan gak adil kalau cuma kaum pria doang" gerutu Zofa

"Dulu aku juga berpikir gitu mbak, tapi aku sudah mendapatkan jawabannya" ujar Rara

"Kenapa?"

"Karena ditakutkan adanya masalah dalam menentukan ayah dari anak yang dikandung istrinya"

"Kan bisa melakukan tes DNA"

"Nah dulu aku juga berpikir kayak gitu zaman sekarang bisa melakukan tes DNA, tapi ternyata kita juga harus menjaga kemurnian keturunan agar tidak bercampur aduk, lagipula fisik dan psikologis wanita tuh lebih lemah dari kaum pria, bayangkan aja mbak punya suami 4, nah tiap malam mbak di gilir melakukan hubungan itu satu suami belum tentu lo satu kali puas bisa jadi minta beberapa kali, bisa kebayangkan betapa lelahnya"

"Issss ngeri juga ya" Zofa bergidik ngeri meski ia tak tahu rasanya karena memang belum pernah sama sekali

"Terus juga katanya wanita tuh lebih rentan terkena virus kela*** makanya Islam menentangnya, terus masih banyak juga alasan lainnya"

Zofa mencerna perkataan Rara, ya pasti ada alasan di balik larangan dalam suatu hal

"Udah yuk makan, biar punya tenaga menghadapi banyak beban yang sedang menunggu" ujar Rara yang membuka kotak makan

"Kamu gak akan pernah tahu apa yang aku alami ra, makanya kamu gampang dalam menasehati orang" ujar Zofa yang mulai berdiri dan berjalan ke kamar

"Iya mbak, aku memang tidak pernah mengalami apa yang mbak alami, tapi jangan lupa mbak juga gak pernah mengalami apa yang aku alami" teriak Rara agar Zofa dapat mendengarnya

Beberapa menit kemudian Zofa berjalan dan duduk di samping Rara

Rara melirik ke arah Zofa "Laper ra" ujar Zofa yang membuka kotak makanannya, dan ikut melahap makanan bersama Rara

***

Selamat membaca semuanya Jan lupa tinggalkan jejak, like comment and vote thanks all, see you next episode, Ilal iqo' 👋

1
Berlyan Syana
zofa selalu bahagia,sekolah ngak punya suami
Berlyan Syana
apa yang terjadi di kamar
Surati
semangat thor
Surati
bagus
Sri Wahyuni
s zopa emng ga mau ya punya rumah tangga yg baik klau gue mah ga mau jd janda
Gechabella
lucu and konyol padahal bertema poligami lho ini😁😁
Poppy Stellany
yg minta rumah sapa kok yg milih istri pertama
Hera sasuwe
sedihnya zofa buka kado dari iki n ternyataaa
Hanipah Fitri
kasihan Caca, merindukan kasih sayang ayah nya
Hanipah Fitri
Thor, jodohin Ita dgn laki laki yg baik, tapi jangan balikan lagi sama Amar
Hanipah Fitri
lama thor, baru up lagi hingga sdh lupa bahwa novelmu yg ini belum rampung
Wani Ikhwani
akhirnya up juga
Hera sasuwe
bener nyomplak nih si zofa
Hera sasuwe
ga dukung tuh perut zofa mo lanjutin debat 🤭😁
Hera sasuwe
panas kayaknya udah suasana gegara kekonyolan zofa
Hera sasuwe
lama2 bacanya senyum2 sendiri nih apalagi ama kelakuan zofa 🤭🤭😄
Suhartini Tien
Ada Apa Dengan Amar?
Hanipah Fitri
trims up nya thor 👃
Wani Ikhwani
kenapa tu Ammar?🤔🤔
Hanipah Fitri
thor, up lagi dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!