Violensia Robertson gadis berusia 23 tahun berparas cantik, karena cintanya yang mendalam dia rela mengubah wajah demi ingin memiliki pria tampan pemilik nama Alvarendra.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8
Setelah 1 minggu terbaring lemah di kediaman keluarga Maherson. Alvarendra di rawat dengan baik oleh Anatasia.
"Abi, tidak setuju pria itu ada di rumah ini!"
"Tapi Abi, kasihan dia sepertinya tidak memilik Keluarga, ijin kan Nata merawat nya sampai dia benar-benar sehat." ucap Natasya memohon kepada Abi nya.
"Baik. Kalau seperti itu, tapi! nanti kalau dia sudah benar benar pulih Abi ingin dia segera keluar dari rumah ini"
Keluarga Maherson keluarga yang taat dalam agama, di dalam agama islam memang tidak di perbolehkan ada orang asing di dalam rumah karena. Maherson memiliki putri yang harus di jaga.
"Baik Abi"
Alhamdulillah. gumam dalam hati Natasya.
Sepertinya Alvarendra mendengar semua perdebatan antara anak dan bapak. Alva pun merasa tidak enak akan merepotkan keluarga yang merawatnya saat ini. Alva berusaha bangun dari tempat tidur melangkah keluar kamar.
"Kamu mau kemana?"
"Aku harus pergi, aku tidak ingin menyusahkan keluarga disini"
"Tapi kamu belum Pulih betul istirahat lah beberapa hari lagi nanti kalau kamu benar-benar pulih aku pasti ijinkan kamu pergi.., tapi ada yang ingin aku tanyakan dimana kelurga mu? dan siapa nama nama kamu?"
Pertanyaan Nata membuat Alva teringat kembali atas perlakuan Shakila.
"Anggap saja aku tidak memiliki keluarga"
Natasya membawa makanan di nampan yang masih ia pegang dengan kedua tangannya.
"Makan lah dulu dan minum obat mu agar lekas pulih, tapi maaf..., aku tak bisa menyuapi mu"
"Aku tidak lapar"
"Kalau kamu tidak makan bagaimana kamu bisa mencari keluarga mu"
"Aku tidak ingin mencari keluarga ku, aku hanya ingin mencari sahabatku"
Auw.....!, kepalaku sakit sekali.."
"Istirahat lah dulu" Nata membantu Alva membaringkan tubuh nya.
Dengan sangat terpaksa Nata pun menyuapi Alva agar mau makan dan meminum obatnya.
"Buka mulut mu"
Alva pun menuruti permintaan nya dan ia mau makan walau hanya beberapa suap saja. Kemudian Nata memberikan obat.
KANTOR. Vio sedang menyibukkan diri agar bisa melupakan Alva dengan cara ia bekerja di perusahaan dady nya.
"Tolong kamu urus semua sementara saya ingin keluar untuk menemui teman ku, kalau ada yang menanyakan ku bilang aku sedang keluar."
"Baik Non."
Vio pun melangkah kan kakinya untuk keluar dari kantor menggunakan mobil nya dengan cepat.
Disana sudah ada Andrew yang sudah menunggu di sebuah kafe.
Mobil yang di kendarai Vio memasuki area parkir kafe yang sudah di sediakan. Vio keluar dari Mobil melangkah masuk, melihat Andrew sudah duduk di meja, Vio pun tersenyum menatap wajah Andrew.
"Hai...!, apa kabar?" Vio pun duduk berhadapan dengan Vio.
"Kabar ku baik..., wow sempurna!" Andrew memuji kecantikan Vio yang di ubah oleh nya.
"Vio.., jangan lupa besok waktunya kamu cek."
"Ok, hampir saja aku lupa, untung kamu selalu mengingatkan aku"
Setelah lama bercakap-cakap Vio dan Andrew meninggal kan kafe tersebut.
Andrew menatap Vio dengan penuh Arti, sampai mobil yang di kendarai Vio tak nampak lagi oleh Andrew.
Di sisi lain Natasya gadis cantik berkerudung pasmina, berseteru dengan orang tuanya yang ingin Alva segera keluar dari kediamannya.
"Nggak baik Nak menampung pria yang bukan dari sodari kita Nak"
"Tapi Umi.., Nata kasihan sepertinya dia tidak memiliki keluarga." bantah Nata yang membela Alva.
"Baik.., kalau kamu ingin selalu dia berada disini kamu harus menikah dengan dia!"
"Tapi..Umi"
"Sudah Umi kasih pilihan. Umi dan Abi tidak mau di bantah lagi"
Alvarendra mendengar semua percakapan itu dan dia akan segera pergi tanpa ijin Nata.
Malam itu Nata sedang mengaji dan Alva diam-diam keluar dari kamar ingin segera pergi setelah mendengar akan di nikah kan.
Aku harus pergi aku tidak mau jika harus di nikahkan dengan gadis yang tak aku kenal. gerutu Alva sambil merayap di dinding karena kondisi yang masih lemah untuk berjalan.
Waktu subuh Natasya ingin membangunkan Alva untuk solat saat membuka pintu Alva tak ada lagi di kamar nya.
"Alva..., Alva.." Panggil Natasya.
Namun tak ada sautan dari Alva Nata pun membuka kamar mandi yang ada di kamar itu namun kosong tak ada Alva di dalam.
Kemana dia.batin Nata
"Umi..., Abi..." teriak Nata.
"Ada apa Nak pagi-pagi sudah teriak-teriak" kata si wanita paruh baya itu keluar dari kamar.
"Umi.., tamu kita sepertinya sudah pergi dari rumah kita" ucap Nata sedikit mencemaskan kepergian Alvarendra dari kediamannya.
"Ya sudah biarkan saja"
"Tidak sopan pergi tidak pamit" timpal pria yang tak lain adalah bapak Natasya.
"Dia belum pulih betul Abi"
Masya allah kemana kak Alva aku takut dia kenapa-kenapa disini seperti nya tidak punya siapa-siapa. gumam dalam hati Nata.
Lalu Nata pun coba tuk keluar rumah barang kali Alva belum jauh dari rumah. Nata celangak-chelinguk di teras namun sepertinya Alva sudah jauh dari rumah. Nata semakin panik.
"Nak sedang apa kamu disini?"
"Umi.., boleh kah Nata mencari kak Alva barang kali belum jauh dari sini" ucap Nata memohon.
"Umi tidak melarang ada satu hal yang ingin umi tanyakan?"
"Apa itu Umi..?"
"Apa kamu menyukai pria itu?"
Nata tak bisa menjawab pertanyaan Umi nya.
Oleh karena Natasya sendiri pun bingung entah rasa apa yang sedang di rasakan di sebab kan rasa khawatirnya dengan Alva begitu besar.
"Aku tidak tahu Umi."
"Baik lah Umi ijinkan kamu mencarinya Umi yakin dia belum jauh dari sini, kamu ajak supir untuk mencarinya"
"Alhamdulillah terimaksih Umi."
Dengan senang hati Nata pun segera mencari Alva. Menelusuri jalan celingak-chelinguk di setiap jalan melintas, di tepi jalan ada kerumunan sepertinya orang tertabrak. Mobil yang di kendarai nata pun segera menepi.
"Stop pak" kata Nata.
Mobil pun menepi Nata segera turun dari mobil.
"Permisi" Nata menerobos banyak orang barang kali Alva yang tertabrak, tapi ternyata bukan Alva, melainkan orang lain.
Alhamdulillah bukan kak Alva. batin Natasya kemudian nata pun melanjutkan perjalanan tuk mencari Alva.
...----------------...
Assalamu'alaikum terimaksih untuk like dan komentar nya