Kisah cinta seorang wanita yang berlumuran dosa yang dipertemukan dengan lelaki sholeh
Thara dijodohkan dengan Ayaz lantaran tidak tahan dengan sikap anaknya yang liar dan diluar kendali. Surya yang merupakan ayah dari Thara memilih Ayaz, yang merupakan murid teladannya dulu. Dia yakin bersama Ayaz, Thara akan berubah menjadi wanita baik-baik. Mengingat reputasi Ayaz yang gemilang dan juga ke shalehannya.
Namun keluarga Ayaz tidak setuju anaknya dinikahkan dengan wanita liar seperti Thara. Ibunya takut hal itu akan membuat malu nama baik keluarga. Namun karena Surya banyak berjasa pada Ayaz. Membuat pria itu mau tidak mau menyetujui perjodohan itu.
Lalu bagaimana rumah tangga mereka, mengingat sifat mereka yang sangat jauh bertentangan.
Apakah Ayaz mampu mendidik istrinya? membuat Thara jatuh cinta atau malah menyerah karena tidak tahan dengan wanita itu.
"Tidak ada yang menginginkan pernikahan ini! untuk apa ditanggapi dengan serius. Urus, urusanmu sendiri. Jangan ikut campur dengan urusanku!!"
"Memang kita tidak menginginkan pernikahan ini, tapi ketahuilah bahwa segala sesuatu yang terjadi atas kehendak ALLAH. Kau adalah amanah dari ayahmu untukku, Thara. Dan tanggung jawabku begitu besar terhadapmu."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aff18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8-
"Mama sendiri nggak ngerti sama anak satu itu. Bisa-bisanya dia menikah dengan seorang jalang. Mama malu Fat, tiap kali berlintasan sama tetangga. Mereka pada menggunjing keluarga kita."
Gina mengeluarkan semua keluh kesahnya. Menceritakan pada Fatma tentang Ayaz yang tiba-tiba menikah dengan Thara. Fatma sendiri tidak bisa menerima akan hal itu. Bagaimana pun juga, dia jauh lebih pantas bersanding dengan Ayaz dari pada Thara.
"Fatma benar-benar kaget, dengar berita ini dari Mama. Sebab itulah Fatma langsung pulang ke Jakarta. Fatma masih berharap semua yang terjadi ini tidaklah benar, Ma... " Fatma meneteskan air matanya. Gina segera memeluknya. Dia tahu bahwa sejak lama Fatma menyukai Ayaz. Gina juga setuju dengan hubungan mereka. Sayangnya Ayaz tidak seperti itu.
"Kamu yang sabar ya sayang... Mama yakin pernikahan mereka nggak akan bertahan lama. Wanita itu secara perlahan akan membuat Ayaz jengah. Dan Ayaz pasti akan segera menceraikannya."
Gina membawa Fatma kedalam pelukkannya. Meski begitu, Fatma tidak juga merasa tenang. Wanita itu masih belum bisa mengikhlaskan Ayaz bersama wanita lain.
***
"Assalamualaikum, apa Anda tahu dimana Thara?"
Bukannya menjawab. Wanita yang bekerja dibagian receptionis itu malah terkagum melihat pesona Ayaz. Siapa yang tidak mengenalnya? pemimpin Ceo yang terkenal baik dan tampan itu membuat kalangan kaum hawa menjadikannya sosok pria idaman.
"Mbak?"
"Eh, iya Mas. Maaf, maksudnya Pak. Thara sudah pulang sejam yang lalu." wanita itu tergagap. Jantungnya berdetak kencang. Matanya berbinar bahagia melihat pemandangan yang indah itu.
"Pulang?"
"Iya Pak."
"Baiklah, kalau begitu terimakasih."
"Sama-sama Pak ganteng," cicitnya tersenyum malu.
Setelah kepergian Ayaz. Wanita itu memegangi dadanya. "Astaga... demi apa coba! gue barusan ngobrol sama Pak Ayaz. Uh... masa depanku... "
****
Ayaz yang tadinya ingin menjemput Thara. Akhirnya memutuskan pulang. Karena dia pikir Thara juga sudah pulang kerumah. Namun saat dia masuk kedalam rumahnya. Pemandangan pertama kali dia lihat bukanlah istrinya, melainkan Fatma.
"Mas Ayaz udah pulang." Fatma tersenyum ramah padanya. Sementara Ayaz hanya mengangguk pelan.
"Ma, apa Thara udah pulang?" Ayaz bertanya sembari mencium punggung tangan Gina.
"Belum. Paling juga keluyuran gak jelas."
"Ayaz akan coba telpon."
Ayaz segera kekamarnya. Membersihkan diri sampai akhirnya memutuskan untuk menghubungi Thara. Namun tidak sekalipun wanita itu mengangkat ponselnya.
Ayaz mencobanya lagi sampai berkali-kali. Namun tetap saja, Thara tidak mengangkatnya. Sementara waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam.
'Dimana kamu Thara?'
Ayaz mengutak-atik ponselnya. Mencari tahu tentang wanita itu. Namun dia tidak menemukan petunjuk apapun.
****
Sementara itu....
"Ayo tambah lagi minumannya... " Viky menuangkan alkohol kedalam gelas Thara yang kosong. Dan langsung dihabiskan oleh wanita itu dengan sekali tegukan.
"Kamu lebih cantik seperti ini, sayang." Viky berbisik ditelinga Thara. Membuat wanita itu tersenyum senang. Karena pakaian yang diberikan Viky sesuai dengan keinginan Thara. Sementara gamis pemberian Ayaz dia simpan untuk dia pakai lagi saat pulang nanti.
"Woy Thara... nggak takut dicariin laki lo, apa?! hahaha," ucap salah satu temannya yang bernama Clara.
"Berisik lo! persetan sama tu laki. Mending aku seneng-seneng dulu disini."
"Wah, istri durhaka emang lo!" Clara menyahuti dengan tawa sinisnnya.
"I don't care."
Thara berjoget ria ditengah keramaian itu. Suara hingar bingar musik begitu nikmat terdengar ditelinganya. Tiba-tiba saja gerakkannya terhenti, mana kala seseorang tiba-tiba menyenggol tubuhnya hingga sedikit terhuyung kesamping.
Thara menatap wanita kurus itu dengan tajam. "Lo nggak punya mata, apa?! gak liat ada orang disini!" Thara berteriak kesal.
"Apasih, gue nggak sengaja. Nggak usah lebay deh, disenggol dikit doang sensi amat!!"
"Sial! bukannya minta maaf, malah nyolot. Badan udah tinggal tulang gitu, sok-sok an mau joget lo. Gak nyadar apa?!" ucapan Thara membuat wanita itu murka. Hingga secara reflek langsung melayangkan tamparan ke wajahnya.
Plakk
"Sialan! beraninya lo nampar gue!" emosi Thara ikut tersulut. Hingga akhirnya mereka berdua terlibat perkelahian.
Thara memukul, menendang hingga mencakar wajah wanita itu. Sementara wanita itu menarik rambutnya dengan kasar dan membuat pakaian Thara robek dimana-mana.
Viky yang melihat Thara berkelahi pun segera mendekatinya. Melerai mereka agar berhenti berbuat keributan.
"Thara udah, lepasin dia... " Viky menarik Thara agar menjauhi wanita itu. Penampilan keduanya sudah sangat berantakan.
"Nggak! lepasin... biar aku bunuh aja tuh orang!" Thara memberontak seperti orang kesetanan. Namun Viky menahannya.
"Thara udah, jangan bikin keributan disini."
"Tapi dia yang mulai duluan!!"
Hal yang membuat Thara kecewa adalah. Viky malah meminta maaf pada wanita itu. Wajahnya memelas seakan memang Thara satu-satunya yang bersalah disana.
Viky menariknya keluar dari sana. Saat mereka sudah sampai didepan mobil. Thara melepaskan tangan Viky dengan kasar.
"Kamu tuh bego, apa tolol sih?! jelas-jelas dia duluan yang salah...!"
"Kamu tuh yang tolol! kamu tau nggak dia itu siapa? pacarnya itu klien di perusahaan kita, Thara. Kamu bisa dipecat karena berurusan sama orang macam mereka."
"Aku nggak peduli mereka siapa! yang aku tahu, dia udah kurang ajar sama aku, ya aku kasih pelajaran buat dia. Salah aku dimana!! masa iya, aku dijahatin orang malah diem aja. Kamu pikir aku bego' apa?!"
Viky mengusap kasar wajahnya. "Ya tapi liat, liat dulu orangnya itu siapa, Thara... bisa rugi kita kehilangan klien seperti mereka."
Thara mendengus mendengarnya. "Aku nggak habis pikir sama kamu. Bisa-bisanya kamu masih mikirin pekerjaan, sementara pacar kamu sendiri dianiaya sama orang itu! dan kamu masih ngebela mereka. Otak kamu ditaro dimana, Vik."
"Terserah kamu mau mikir aku ini apa. Aku capek ngeladenin kamu yang keras kepala kayak gini!"
Viky segera masuk kedalam mobilnya. Meningalkan Thara seorang diri disana. Dengan penampilan carut marut dimana-mana.
Air matanya menetes. Rasa sesak didadanya kembali terasa saat lagi-lagi Viky meninggalkannya begitu saja. Hari yang tadinya mereka pikir akan menyenangkan, kini berubah kacau berantakan. Viky selalu seperti ini setiap kali mereka bertengkar. Memilih pergi, tanpa peduli bagaimana Thara akan pulang dengan keadaannya yang seperti ini.
Thara menghapus kasar air matanya. Membuka tas lalu kemudian mengambil ponselnya. Saat dia akan memesan taxi online. Puluhan panggilan tak terjawab sudah terpampang dilayar ponselnya.
Dan itu panggilan dari Ayaz.
Thara terdiam. Berpikir apakah jika dia meminta Ayaz untuk menjemputnya, pria itu akan segera datang?
Sayangnya Thara tidak yakin. Dia hanya menggenggam ponselnya. Namun tiba-tiba saja panggilan masuk. Dan lagi-lagi itu dari Ayaz.
Thara ragu, apakah dia harus mengangkatnya atau tidak.
Namun keraguan itu segera hilang. Dan digantikan dengan perasaan gugup, saat tiba-tiba saja dia tidak sengaja mengangkatnya.
"Thara? kamu dimana?!"
thara menag banyak juga, masah bersenang2, sex bebas, hura2, poyah2, dan akhiratnya dapat lelaki yang mencintanya, dan menerima dia apa adanya, bahkan berjuang untuknua
atas lelaki sejati,
fatma miris, berjuang mendapatkan hati lelaki pujaanya tapi miris pujaannya malah nikah dengan wanita lain, dan dia dihujat karena mencinta suami orang, dan miris sekali hidupnya author hukum dia dengan diperkosa dan diperlakukan sangat hina dan kasar
satu kesalahan besar fatma bukan mencintai suami orang tapi fatma mencinta suami pemeran utama wanita karena dasarnya author dan readernya wanita jadi mereka ngehalu diposisi pemeran utama wanita jadi pelakor mereka laknat habis tapi pebinor mereka jaga
*saat fatma melakukan kesalahan mereka beramai menhujat, melaknat dan memaki fatma
tapi
*saat viky melakukan kesalahan meraka diam, tidak mempermasalahkan itu
inilah sikap egois wanita yang dibawa reader dalam berkomentar
*mereka akan melaknat wanita yang menyukai suami alias pelakor
*tapi memaklumi dan terkesan baper dengan lelaki lain yang menyukai mereka, jadi semua kelakuan lelaki itu mereka maklumi bahkan mbenarkan
aku tunggu ucapan thara "maafkan karena tidak sempurna dan Terima kasih suamiku karena ikhlas menerima aku apa adanya" ucapan ini simple tapi sangat banyak maknanya
*membuat suami merasa dihargai dan dianggap
*membuat thara merasa bersukur dan berterima kasih
*membuat thara naik derajatnya karena peka terhadap perasaan suami
*membuat thara naik derajat karena sadar akan kesalahannya
tapi sayang sekali thara tidak pernah mengucapkan kalimat itu