Karena melakukan " hubungan " sebelum keduanya resmi menjadi suami istri, akhirnya Aira menyerah dan menerima pinangan dari Rendra. Namun, karena restu yang belum juga di dapat dari keluarga Aira, akhirnya mereka memilih untuk menikah diam-diam.
Rendra memandangi wanitanya yang masih terlelap. Dilihatnya lekat-lekat, gadis yang baru saja berubah menjadi wanita karena perbuatannya. Cantik, selalu membuatnya hatinya sejuk ketika memandang wajahnya.
" Maaf sayang, hanya ini satu-satunya cara untuk membuatmu terikat padaku. Terlalu banyak orang diluar sana yang ingin merusak hubungan kita "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pp_poethree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan malam
Sebelum pergi meninggalkan salon, Aira menitipkan kunci mobil Ernest kepada Tika. Tika yang memang bawel dan cerewet, berbisik di telinga Aira .
" Mbak awas jangan jadi pelakor lho"
Mendengar bisikkan setan, eh bisikkan dari Tika, membuat Aira kesal , lalu sedikit mendorong kening Tika.
" Husstt, ngawur kalau ngomong, ada urusan"
Aira dan Tika memang seumuran,jadi mereka cepat sekali akrab, padahal baru 3x ini mereka bertemu.
" Hmmm, awas ya nanti kalau mbak Aira beneran suka sama mas Rendra, kita lihat nanti "
" Sudah lah tik, nggak usah ngomong aneh-aneh, nanti aku cerita sama kamu, okeh. Oh ya, kamu jangan cerita apa-apa sama mbak Nest, nanti aku sendiri yang cerita "
" Oke deh, selamat berkencan " Tika masih saja mengejek Aira.
Aira yang sudah pergi meninggalkan Tika , berbalik badan , sambil mengepalkan tangannya. Tika yang melihat reaksi Aira, membalas dengan melototkan mata sambil menjulurkan lidahnya.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Didalam mobil, selama perjalanan, Aira dan Rendra hanya diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Rendra sesekali melihat ke arah Aira yang memalingkan wajahnya kearah luar jendela.
30 menit jarak yang mereka tempuh dari salon menuju ke tempat makan. Setelah menghentikan mobilnya ditempat parkir, Rendra segera turun dan berjalan memutari mobilnya, dan membukakan pintu untuk Aira. Aira sedikit kaget dengan perlakuan Rendra.
POV Aira
Jika tahu suasana canggung seperti ini, demi apapun aku nggak akan menerima ajakan mas Rendra untuk makan malam bersama. Mungkin karena kami juga baru beberapa kaki bertemu, itupun tanpa percakapan yang lama. Aku merasa menjadi patung untuk beberapa saat, bayangkan saja, dalam perjalanan selama 30 menit, tidak ada sedikitpun kata yang keluar dari mulutnya. Aku yang biasanya cerewet juga malas untuk sekedar basa basi dengan laki-laki dingin seperti es di kutub utara. Dasar kanebo kering, kaku banget jadi laki-laki. Namun, penilaianku untuk Rendra, sepertinya salah. Sampai pada saat dia menghentikan mobilnya, dan membukakan pintu untukku. Hmmm, meskipun dia terlihat dingin tapi setidaknya dia memperlakukanku dengan begitu manis, Hehehe terima kasih. "
Pov Rendra
Sebenarnya aku sedikit ragu dengan keputusanku untuk mengajak Aira menemaniku untuk makan malam. Bukan hanya karena dia adalah saudara dari Ernest , Kekasihku, ah bukan....mungkin bisa dibilang mantan kekasihku. Tetapi juga karena aku ragu apakah gadis disampingku ini akan menerima ajakanku tadi. Sebenarnya, ajakanku bukan tanpa tujuan, tapi aku ingin bertanya pada Aira mengapa Ernest tiba-tiba meninggalkanku tanpa alasan. Selain itu, aku juga ingin mengenal dia lebih dekat, ya sebenarnya aku sedikit tertarik padanya.Tapi jika mengingat dia adalah saudara Ernest, seketika itu pula aku mengurungkan niatku agar tidak berbuat hal lebih. Dibalik diamku saat ini, aku juga menyimpan kegugupan yang nggak tahu apa sebabnya. Mungkinkah karena gadis cantik disampingku?
Back Pov Author
Aira mengekor dibelakang Rendra yang berjalan mencari tempat yang masih kosong, dia memilih meja dilantai 2 yang lebih sepi dibanding dengan meja dilantai 1 yang kebanyakan ditempati oleh pengunjung yang datang dengan keluarga. Pelayan datang langsung memberikan daftar menu makanan untuk Rendra dan Aira.
" Ra, kamu saja yang pilih makannya "
" Lah, mas Rendra mau makan apa? "
" Terserah kamu saja "
" Oke, Mbak yang ini 1, yang ini 2, yang ini 1, minumnya ini 2 ya" Aira menunjukkan makanan yang dipesannya kepada pelayan .
" Ra, kamu tau kenapa tiba-tiba Ernest pergi? tanya Rendra tanpa basa basi
Aira yang memang dari awal sudah menebak , akan pertanyaan yang diberikan oleh Rendra, menjawabnya dengan santai
"Nggak tahu mas, cuma cerita kalau mau ada acara keluarga saja, selebihnya nggak cerita lagi "
" Dia nggak pernah cerita masalah aku sama dia? "
Aira menggelengkan kepala , Ernest selama ini memang agak tertutup mengenai hubungannya dengan Rendra.
" Huhfffttt...." , Rendra menghela nafas panjang
" Sudah mas, nanti aku bantu sebisa ku, oke? sekarang kita makan dulu , lapar kan?"
Rendra tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Ketika melihat makanan yang dipesan Aira tadi, membuat nafsu makannya semakin bertambah. Makanan yang dipesan Aira tadi, sangat pas dengan seleranya.
🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵🏵
" ***Ra..boleh minta nomor ponselmu ? "
" Buat apa mas"
" Katanya mau bantu? "
" Oh iya " sambil menyodorkan ponselnya dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal***
masih tak ulang bacanya,,iseng buka komen",,
malah bow maylada udh ad boyfriend barunya.. padhl keren mik