Moren memiliki wajah yang cantik dan postur tubuh yang tinggi sempurna.
Moren bersahabat dengan Elsa dan juga Moza dan itu sebelum Moren mengetahui kebusukan Elsa, dan Elsa yang telah berhianat dengan Moren dengan iya menjalin hubungan dengan Papaku.
SAHABATKU ISTRIMUDA PAPAKU.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8
Perjalan Sandi mengantar Susi ke Boutique. Sandi banyak bercerita masa lalunya waktu terus berjalan tak terasa tiba di halaman boutique miliki Susi.
"Kamu tinggal di tempat ini?. Hemm, bersama suamimu disini?" tanya Sandi.
Perpisahan memang tidak pernah di inginkan tapi berjalannya waktu yang tidak pernah merasakan cinta lagi dari suaminya dia memilih pergi untuk selamanya dan menjalaninya hidup seorang singel parent.
"Gadis cantik itu siapa Susi?." tanya lagi Sandi setelah melihat gadis muncul dari boutique miliknya ya itu Morena Putri semata wayang Susu dari hasil pernikahannya dengan Hendrik.
"Dia putriku yang pernah aku ceritakan sama kamu"
Ooo. Sandi membulatkan bibirnya berbentuk lingkaran O. Cantik memiliki tubuh dan wajah hampir sama dengan mu"
"Pastinya lah San secara dia anak aku, nanti aku kenalkan sama kamu"
Morena menatap mobil mewah yang terpampang di halaman Boutique nya Morena pun mengerutkan keningnya.
Tak Sandi keluar lebih dulu memutari mobilnya dan membukakan nya pintu untuk Susi.
"Silahkan Nyonya, Apa aku tidak di persilahkan masuk?." tanya sandi
"Hampir saja aku lupa, mari silahkan masuk dulu akan aku buatkan kopi."
"Terima kasih, sepertinya lain waktu saja.
Hai cantik kemari lah." Sandi memanggil Morena dari kejauhan.
"Saya om..?." kata Morena menunjuk wajahnya setelah mendapat anggukan Morena pun menghampiri Sandi yang masih berdiri di samping mobilnya.
"Om boleh minta nomer telpon kamu cantik?"
"Untuk apa om?." tanya Morena yang menurut nya orang asing dengan tiba-tiba meminta nomer telpon.
"Untuk om sebarkan.., bercanda untuk di simpan, tidak usah takut Om teman mama kamu" ucap sandi meyakinkan Morena.
Sandi masih saja ia tidak berani meminta nomer telpon Susi, Sandi pun memberanikan diri meminta nomer Morena.
Susi memberikan anggukan kepala untuk Morena.
"Mana om ponsel nya." kata Morena sambil menadah tangan nya.
Sandi memberikan ponselnya Morena mulai memencet tombol angka yang tertera ada di layar ponselnya Kemudian Sandi menyimpan Nomor Morena di ponselnya
"Terima kasih anak cantik, kau sangat cantik seperti mama mu waktu muda dulu." Kata Sandi mencoba akrab dengan Morena
"Terima kasih mom." Ucap Morena singkat
Setelah itu Sandi pamit meninggalkan Boutique kembali kekantor nya.
KANTOR Hendrik Prakoso.
Saat waktu tiba jam makan siang. Elsa datang kekantor atas permintaan Hendrik. Elsa pun menurut segala perintah Hendrik, memakai pakaian seksi. Elsa yang memiliki tubuh yang tidak seperti anak sebayanya dia memiliki tubuh yang tinggi 168-cm tidak nampak kalau dia baru lulus SMA. Elsa berjalan Lenggak-lenggok menuju ruangan tertulis presdir, tanpa mengetuk Elsa mendorong pintu ruangan Hendrik.
Hendrik mengangkat kepala Menatap Elsa memasuki ruangan seperti harimau ingin memakan mangsa.
"Hai...sayang" sapa Hendrik.
Elsa pun mendekati kursi kebesaran Hendrik. Elsa duduk di atas pangkuannya mengalungkan tangannya ke leher Hendrik.
"Mas..,ingin sekali malam ini kita pergi ke puncak" Sambil bergelayut di tubuhnya
"Boleh, pasti mas temani kemana pun kamu mau?."
"Kalau aku ingin shoping ke Singapore atau kemana gitu?. apa mas juga akan memenuhi permintaan ku?"
"Minggu ini mas ada meeting di kanada kamu mau ikut?."
Seketika Elsa membelalakkan matanya.
"Serius! mas?." tanya Elsa dia merasa menang segala permintaan nya terpenuhi oleh Hendrik.
"Tapi ada saratnya." Kata Hendrik sambil mencubit hidung Elsa.
"Cepat katakan, apa syaratnya, aku pasti penuhi."
Kemudian Hendrik membisikan telinga Elsa Entah apa yang di katakan oleh Hendrik Elsa pun tersipu malu.
"Mas.. Nakal nih."ucap Elsa manja. Hayo. Elsa pun bergegas dari pangkuan. Hendrik pun berdiri meraih jasnya dan memakainya sambil berjalan beriringan.
"Bilqis saya mau keluar, tolong kamu hendel semuanya kerjaan selama saya tidak ada di kantor kalau ada urusan penting hubungi saya langsung." Kata Hendrik perintah sekertaris nya.
"Baik pak"
Hendrik melangkahkan kakinya keluar kantor dengan boneka mainannya dan penampilan Elsa cukup buat mata pria yang hidung belang melotot bola matanya. Bagaimana tidak Elsa penampilan begitu seksi. Tapi Hendrik memiliki kepuasan sendiri dengan wanita yang di sampingnya yang menjadi pusat perhatian para pria.
Back, Susi.
"Mah.., om tadi teman mama?" tanya Morena penasaran dengan kehadiran Sandi.
"Iya sayang Om sandi itu orang paling suka sekali jahil sama Mama." Ucap Susi sambil menjahit pakaian.
"Wah..om sandi mungkin dulu mencintai Mama dan mama tidak peka saat itu." Kata Morena baru kali ini Morena melihat mama nya tertawa lebar Morena menatap wajah Susi yang sedang tertawa.
Morena bahagia mah melihat mama tertawa seperti ini, ya tuhan jangan biarkan hilang tawa dan senyum di bibir mama ku."dalam hati Morena.
Candaan itu terhenti saat kedatangan customer datang ke butiknya
"Hai jeng silahkan masuk,"
"Sudah lama loh jeng kita tidak jumpa,"
Susi mengiring customer memilih Pakaian yang menempel di berapa patung beragam model dari gaun batik gamis dan hijab yang memiliki harga fantastis dengan kualitas terbaik, pasti bagus karena Susi merancang nya dengan tangannya sendiri.
"Mei kamu membeli sebanyak ini?"
"Tidak boleh kah? saya sudah lama loh tidak membeli pakaian buatan tangan mu." kata Bunda Mei
"Saya sangat senang jika kamu masih menyukai rancangan aku"
"Tante, ini minum nya."
Mei melihat Morena dari bawah sampai atas.
"Tunggu sayang.., siapa nama mu?."
"Morena Tante" Morena mencium tangan mei
"Anak mu Susi?." Tanya mei
"Betul dia putri tunggal ku."
Cantik sekali gadis ini, andai aku tidak gugur dalam kandungan mungkin anak ku sudah sebesar dia.batin Mei
"Morena lain waktu mau kah main ke rumah Tante?. Tante ingin memberikan kamu sesuatu.
"Jika mama izinkan Morena mau Tante.
"Boleh kan Susi?." tanya meli.
"Boleh dong.
"Assalamualaikum" salam Moza sambil sedikit teriak
"Wa Alaikum salam." jawab serempak
"Oops.., maaf tante Moza tidak tau kalau sedang ada tamu" ucap Moza malu-malu.
"Tidak apa-apa sini masuk"
Siang itu Moza berkunjung ke butik untuk bertemu dengan Morena, setelah tahu Morena tak lagi tinggal di rumah Papa nya.
"Kita ke kamar aja yuk Moza." Tante, Morena tinggal dulu ya.
"Iya sayang silahkan."
Mei masih menatap wajah Morena yang seperti wajah gadis turki.
Morena cerita kalau dia tidak pernah sama sekali ketemu Elsa setelah lulus Morena dan Elsa putus komunikasi.
"Apa kabar Elsa? sejak lulus kita jarang ketemu bahkan tidak pernah sama sekali ponselnya pun sulit di hubungi"
"Iya sorry kita ke Mall saja yuk sudah lama kita tidak ke sana"
"Ok gue ijin izin nyokap dulu."
Moza pun menganggukkan kepalanya.
Morena setelah mengantongi izin dari susi
Ia berangkat ke sebuah Mall Jakarta.
...----------------...
...----------------...
Thanks guys sudah kasih aku like rate dan .
🙏🙏🙏
Sahabat Dheandra
Khusus episode paska penculikan.
Apakah tidak ada polisi dilibatkan?
Apakah tidak ada telpon? Kalau tidak ada, bisa kan Moren kirim surat untuk ibunya. Mengabarkan keadaannya dan dimana dan dengan siapa dia tinggal. Kasus penculikan harus diusut. Jangan pasrah
apik ceritane..
lanjuut thoor
pelakor mulai muncul
bakal ad yg jadian nih