Satu malam yang dia habiskan bersama seorang pria yang baru dikenalnya setelah dia memergoki tunangannya berselingkuh.
Setelah kejadian itu, dia mempunyai dua anak kembar yang lucu bernama Langit dan Bulan. Bertahun tahun hidupnya tenang dan bahagia bersama anak anaknya hingga datanglah Zen Abraham Malik ayah biologis dari si kembar.
Lovely sangat takut jika rahasia yang dia pendam diketahui oleh CEO atau bosnya sendiri Zen. Zen yang tahu pasti akan mengambil anak dari tangannya. Apa yang tidak bisa dilakukan dengan kekuasaan dan uang ditangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Hutabarat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8 Cerita tentang hidup
Seperti biasa Lovely pulang dijemput oleh Rudi. Zen berjalan dengan tenang dan muka datarnya melewati pasangan ini. Dia masuk ke dalam mobilnya. Dia menurunkan kaca mobilnya.
" Rud... aku harap kau mau datang ke anniversary pernikahan orang tua kita. Setidaknya jadilah orang yang berguna bagi ibumu "
Lovely melihat ke arah Rudi. "Dia...anak pemilik perusahaan ini, saudara Zen oh... my god..? "
Sepanjang perjalanan Lovely hanya terdiam menatap keluar melalui kaca mobil.
" Kau marah.... "
" Tidak... untuk apa aku marah itu adalah hakmu untuk menutupinya. " Jawab Lovely dengan ketus.
" Aku tak punya ikatan darah dengan Zen tapi ayahnya dan ibuku menikah, jadi kami menjadi saudara tiri. Aku tak suka tinggal bersama keluarga itu jadi aku tinggal di rumah nenek. Kau tahu bahkan keempat adikku tak tahu kalau aku adalah kakak mereka. Aku seperti anak yang dibuang oleh ibuku. Aku dan Zen dulu adalah teman tapi semenjak menikah ibu lebih memerhatikannya dan aku benci melihatnya. Suatu ketika kami berkelahi hingga Zen mendapat luka di dahinya. Ayah Zen saat itu sangat marah dan hal itu mendorong ibu untuk menyerahkan aku pada nenek, ibu dari ayahku. Setelah itu ibu tak pernah lagi mencariku. "
" Lalu Roy apa hubunganmu dengannya. "
" Dia anak dari adik ibuku "
" Kehidupan yang rumit. "
" Yah benar... Untuk pertama kalinya setelah sekian lama ibuku kemarin datang dan memberikan undangan anniversary pernikahan ibuku dan ayah Zen. Dia sangat berharap aku untuk hadir kesana. Aku minta tolong padamu untuk menemaniku kesana . Aku sendirian disana alangkah baiknya jika aku pergi berdua bersamamu. "
" Aku akan ikut, tapi aku punya syarat. "
" Apa itu? "
" Belikanlah aku gaun terlebih dahulu. Setelah melahirkan si kembar aku tak pernah membeli gaun pesta lagi. "
" Itu soal gampang, kau hanya perlu datang semua sudah kuatur. "
" Lalu bagaimana dengan si kembar.. mbok na libur jika akhir pekan. "
" Kau bisa minta anak anak lain untuk menjaganya. Mereka itu anak anak kita semua bukan begitu? "
" Aku beruntung mempunyai teman seperti kalian. Walau kita tidak satu angkatan tapi kita selalu bersama dari jaman kuliah. "
" Kalian bertiga adalah pusatnya dari mahasiswa baru, terutama kau Love, kau selalu menjadi target para pria. Hanya tunanganmu saja yang bodoh meninggalkanmu, aku kalau jadi dia takkan pernah menghianatimu. " tanpa sadar Rudi mengatakan isi hatinya. Dia lalu tersadar akan ucapannya dan menyesalinya.
...🌸🌸🌸🌸🌸
Lovely terkejut tatkala melihat langit sedang bermain dengan jek listrik.
" My baby jangan lakukan itu nak berbahaya. " Dia lalu berlari dan merengkuh tubuh bulat itu. Muka Zen itu benar benar mirip ayahnya, warna mata mereka sama sama hijau. Zen memang keturunan dari turkey, ibunya asli orang sana.
Lalu dilihatnya bulan yang sedang bermain main dengan irisan buah dimangkuk. Mukanya berlumur warna merah tua, warna dari buah naga kesukaan anak itu. Ini adalah hari sabtu tapi hari ini dan minggu adalah hari tersibuk sekaligus hari yang menyenangkan buat Lovely.
Sembari membopong tubuh gempal Langit Lovely memgambil tissu untuk membersihkan wajah Bulan dan membersihkan kekacauan yang dibuatnya. Langit meronta ronta minta diturunkan dari gendongan Lovely.
" Okey... tapi janji duduk disini saja dengan Bulan, okey mommie akan membuat susu kita bisa tidur siang bersama. "
Kini tubuh dua bayi kembarnya sudah tertidur pulas di atas kasur busa tanpa dipan. Lovely takut memakai dipan, anak anaknya bisa saja terjatuh ketika tidur. Lovely berbaring terlentang diantara anak anaknya. Mereka berdua tertidur dilengan Lovely dengan posisi meringkuk. Pantatnya yang bulat terlihat menggemaskan. Dan tanpa sadar Lovely ikut tertidur.
Lovely terkejut ketika Langit merangkak naik ke dada Lovely mencari posisi yang nyaman. Yah kalau dia mempunyai suami pasti bisa membagi pekerjaan mengurus mereka berdua bersamaan. Meruntuki nasib itu bukanlah diri Lovely, dia sudah terbiasa hidup sendiri semenjak ibunya meninggal dunia. Sedangkan ayahnya hidup tenang dan berkecukupan bahkan berlebihan dengan istri mudanya dan anak mereka. Mereka akan bertemu tatkala Lovely menjenguk ayahnya, nampaknya pria itu tak pernah merindukan anaknya.
ceritanya bagus, keren banget 👍
semoga sukses selalu