Cerita ini mengkisahkan seorang wanita cantik yang bekerja di sebuah perusahaan besar milik seorang pria terhormat,sesuatu terjadi pada kedua nya dan memaksa mereka untuk menikah dan mengikat sebuah status di antara mereka,namun keterpaksaan menikah di antara kedua nya membuat mereka yang dekat tinggal satu atap tapi berasa berjarak.
pernikahan ini, hanya mereka dan keluarga yang tahu,tak ada satu orang pun yang di perusahaan yang mengira mereka adalah suami istri,kira - kira seperti apa kisah Rara dan Rehan menjalani status suami istri mereka,Yuk di simak.
Selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
08 - Pulang Bersama Dion
Sore hari.
Rara sedang bersiap untuk pulang bekerja.
"Ra,kamu pulang pake apa?." Tanya Rini.
"Naik Taxi seperti biasa." Jawab Rara berbohong,tak ingin sahabat nya mengetahui ia pulang dengan Pak Dion karena nanti Rini akan meledek nya.
"Oh gitu,aku duluan ya Ra,soal nya pacar ku udah di bawah nungguin." Balas Rini.
"Oke,hati - hati Rin." Saut Rara.
"Bye Ra." sahabat nya berlalu keluar dari ruangan kerja mereka.
Satu demi satu teman kantor nya sudah pulang lebih dulu,tiba - tiba Dion datang.
"Apa sudah siap?."Tanya Dion.
"Iya Pak."Jawab Rara dan mengambil tas nya berdiri dan berjalan keluar bersama Pria itu untuk pulang bersama.
Sisil yang masih berada di dalam kantor melihat Dion dan Rara berjalan bersama. Sisil pun dengan kesal menghentakkan kaki nya lalu berjalan mendekati Dion dan Rara.
"Pak Dion." Sapa Sisil dengan senyum lebar dan tersenyum.
"Ada apa?." Tanya Dion menghentikan langkah nya.
"Saya hari ini gak bawa mobil ke kantor,apa boleh saya pulang dengan bapak,rumah kita kan searah?." Tanya Sisil tanpa rasa canggung .
"Kamu pikir mobil ku taxi dan aku supir mu,kamu bisa naik Taxi,atau naik bus." Tolak Dion.
Rara yang mendengar pun tersenyum menahan tawa mendengar jawaban Dion pada Sisil,selain Sisil tidak suka pada Rara,Rara juga tidak menyukai sosok Sisil yang selalu mengosipi nya dengan karyawan lain.
"Ayo Rara." Ajak Dion kembali berjalan.
"Jalan dulu ya Sisil." Pamit Rara,meski itu hanya ledekan.
Sisil dengan wajah kesal menatap Rara yang tersenyum berjalan pergi dengan pria yang ia sukai itu.
"Awas kamu Rara,nanti kamu gak akan bisa tersenyum begitu." Gumam Sisil dengan kesal dan marah.
•••
Di dalam mobil.
Rara duduk diam di samping Dion yang menyetir kan mobil nya.
"Rara,boleh kita singgah makan dulu?." Tanya Dion.
"Em,ia pak." Jawab Rara.
"Panggil saja Dion,kalau di luar kantor." Ucap Dion menoleh ke arah Rara.
"Iya ,Baik Pak,em... maksud saya Dion." Ucap Rara canggung.
Dion tersenyum mendengar Rara agak canggung menyebut nama nya.
Dion pun menepikan mobil nya ke tepi jalan,membuat Rara heran,bukan nya di restoran,tapi Dion mengajak nya makan di tepi jalan.
"Nih orang pelit apa gimana sih?,Aku pikir dia akan ajak makan di restoran." Gumam Rara. tapi meski gumaman nya menyindir, Rara sebenarnya merasa senang,karena ia pun tak mau makan di restoran yang ia rasa tidak cocok dengan lidah nya.
"Kita makan disini saja ya." Ajak Dion dan Rara mengangguk.
Dion turun dari mobil bersama Rara dan lansung di sambut oleh bapak pemilik kedai kecil itu.
"Mas Dion,seperti biasa ya?." Sapa bapak itu.
"Iya Pak,2 ya." Jawab Dion.
"Siap mas." jawab Bapak itu tersenyum.
Rara tersenyum,merasa heran karena pemilik kedai itu bahkan mengenal nama Manager nya itu.
•••
"Bapak sering makan di sini?." Tanya Rara sembari menikmati makanan nya.
"Em maksud saya kamu." Lanjut Rara memperbaiki pertanyaan nya.
"Iya,setiap Minggu saya selalu makan disini." Jawab Dion.
"Pantesan bapak itu sampai kenal kamu."Saut Rara.
"Makanan disini sangat enak dan juga murah,aku lebih suka makan disini dari pada restoran,kamu tak apa kan saya ajak kesini?." Jelas Pak Dion.
"Gak apa - apa kok,aku juga senang makan di tempat seperti ini dari pada di restoran,dulu waktu nenek saya masih sehat,kami selalu makan bersama di luar ,ditempat seperti ini di dekat rumah."jawab Rara dengan semangat.
"Nenek kamu sedang sakit?." Tanya Dion.
"Iya pak,tapi sekarang sudah sehat,hanya harus banyak banyak istirahat dan rutin minum obat saja." Jelas Rara.
"Maaf ya Dion,aku jadi cerita soal keluarga ku."Lanjut Rara.
"Tidak apa." Jawab Dion.
"Kamu tinggal sama siapa saja?." Tanya Dion.
"Sama Nenek dan Adik laki - laki ku." Jawab Rara.
"Kalau begitu,bungkus juga ya untuk mereka juga ya." Ujar Dion.
"Jangan pak,gak perlu repot - repot,saya jadi tidak enak." Saut Rara.
"Tidak apa,aku yang ingin membelikan." Jawab Dion.
"Makasih ya Pak,aku jadi gak enak." ucap Rara tertunduk.
Dion membalas ucapan Rara dengan senyuman,duduk berhadapan membuat Dion sangat bisa melihat dengan jelas wajah Rara yang menurut nya sangat manis dan cantik.
Setelah Selesai makan.
Dion pun mengantar Rara kembali ke rumah.
"Makasih ya Dion,untuk malam ini." Ucap Rara saat akan turun dari mobil.
"Sama - sama." Jawab Dion tersenyum.
Rara turun dari mobil dan melambaikan tangan nya saat mobil Dion berjalan pulang.