NovelToon NovelToon
Overprotective Asyifa Family

Overprotective Asyifa Family

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis
Popularitas:193.1k
Nilai: 5
Nama Author: Chnslai

ASYIFA PUTRI WINATA
Kehidupan Asyifa yang dikelilingi 3 kakak yang sangat Posesif. Keluarga yang Overprotektif membuat semua pergerakannya terbatas.

Termasuk teman yang terbatas. Karena tidak semua orang bisa berteman dengan Syifa. Tentu saja karena keposesifan ketiga kakaknya.

Kehidupan yang awalnya di Panti Asuhan, kini dia hidup dikeluarga berada, rumah mewah yang bisa disebut Mansion.

Dengan kemewahan dan keharmonisan keluarga, lengkap sudah keinginan Syifa untuk memiliki keluarga yang harmonis, walaupun dengan keposesifan ketiga kakaknya.

Posesif yang sudah di level atas.

Akankah alur hidup Syifa selalu berjalan mulus?

Jika tidak, rintangan seperti apakah nantinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chnslai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8

"Permisi keluarga pasien?"

Seorang Dokter laki-laki berucap setelah ia membuka pintu UGD. Dokter Ferdi namanya.

Dokter Ferdi merupakan Dokter Pribadi keluarga Winata.

"Bagaimana keadaan Putri saya?" sela Vina cepat.

"Nyonya tenang saja, Nona Syifa keadaanya sudah membaik"

"Bisa saya bicara sebentar dengan Orang tua pasien?"

"Baiklah-"

"Saya ikut" potong Adnan.

Ia juga ingin tahu detail tentang kondisi Ifa.

Aditya mengangguk, memperbolehkan Adnan putra sulungnya untuk ikut dengannya.

"Dok! Apa Syifa udah boleh dijenguk?" tanya Bara menatap penuh pada Dokter Ferdi.

Ia tadi melihat Princess sudah di pindahkan ke ruang rawat. VVIP lebih tepatnya.

"Iya, sudah bisa dijenguk. Tapi dimohon untuk tidak mengganggu istirahat pasien" Bara mengangguk menyetujui.

"Mari ikut ke ruangan Saya"

Dokter Ferdi berucap sebelum berjalan mendahului, diikuti Adnan di belakang.

"Ya udah aku ke ruangan Dokter dulu ya Sayang"

Aditya mengelus rambut istrinya lembut disertai senyuman. Yang malah mendapatkan dengusan dari kedua putranya.

Vina terkekeh geli mendengar dengusan Revan dan Bara, lalu mengangguk pada suaminya.

Setelah Aditya berjalan menjauh untuk menemui Dokter, Vina mengajak putranya dan sahabat putranya untuk masuk ruang rawat Syifa.

Mereka melihat Syifa yang masih terlelap diatas ranjang Rumah Sakit. Dengan infus ditangannya dan wajah pucat yang terpampang jelas.

Membuat mereka semua yang melihat itu tambah khawatir.

"Sayang"

Vina mendekat pada ranjang yang di tempati Syifa. Lalu duduk di kursi samping ranjang.

Mengambil tangan Syifa yang tidak di infus, mengelusnya pelan.

Disini yang paling sedih adalah Revan.

Lihat, dia sekarang hanya berdiri menatap ranjang Syifa dengan tatapan kosong. Ia benar-benar merasa bersalah.

"Sudahlah, ini bukan salahmu. Jangan salahkan diri sendiri"

Bara menepuk pundak Revan, berusaha menenangkan.

Vina yang melihat itu, menghampiri Bara dan Revan, lalu memeluk Revan erat, menyalurkan rasa hangat sebagai bentuk kasih sayang.

Revan membalas pelukan Vina tak kalah erat.

"Revan Sayang... dengar Mommy. Ini sama sekali bukan salah Kamu Sayang. Lebih baik hari ini sebagai pelajaran untuk kita semua. Itu artinya, kita harus extra lagi untuk menjaga Princess"

"Iya Mom. Thanks Mommy."

"Princess akan baik-baik saja kan?"

Lanjutnya melepaskan pelukan, lalu menatap Vina dengan pandangan sayu.

"Tentu, Sayang. Princess pasti akan baik-baik saja. Kamu siap kan menjaga Princess?"

"Always Ready Mom" ucapnya antusias.

Kini Revan telah kembali ceria.

Engghh

Suara itu.

Suara yang familiar di telinga mereka.

Ya itu adalah suara Syifa.

"K-kak Revan.." panggil Syifa lirih.

Yang dipanggil berjalan mendekat lalu tanpa aba-aba langsung memeluk Syifa erat.

Saking eratnya pelukan Revan membuat Syifa sesak nafas. Ia menggeliat tak nyaman karena kekurangan Oksigen.

Sandi yang berdiri di dekat Revan melihat Syifa seperti orang Asma membuatnya panik.

Ia memukul punggung Revan keras sampai menimbulkan suara pukulan yang cukup nyaring.

Plakk

Revan berjengit kaget juga meringis menahan sakit bekas pukulan Sandi yang gak main-main.

Jangan salah, Sandi merupakan Juara Taekwondo, sabuk hitam lagi.

Setelah Revan melepaskan pelukannya dengan Syifa, Syifa akhirnya bisa bernafas lega sekaligus mengatur nafasnya yang tidak teratur.

"Apasih!"

Sewot Revan tak terima, ia dipukul dengan keras tadi oleh sahabatnya.

"Itu lihat Syifa!!"

Membuat yang ada di sana menoleh serempak.

Mereka terkejut mendapati Syifa yang seperti habis lari Marathon. Ngos-ngosan.

"Loh sayang, kamu kenapa? Kok nafasnya ga teratur gitu"

Vina mendekat pada Princess dengan panik, lalu mengelus dada atas Syifa pelan dengan naik turun.

Mencoba membantu Syifa bernafas normal lagi.

...●●●...

Dr. Ferdi Room

"Jadi begini, keadaan Nona Syifa bisa di bilang cukup baik. Tapi ada hal penting yang perlu Saya sampaikan pada Tuan"

"Baiklah, sampaikan saja"

Aditya menatap serius pada Dokter di depannya.

Siapa lagi jika bukan Ferdi.

"Nona Syifa memiliki penyakit Magh yang cukup parah-"

Ferdi memberi jeda sebentar sebelum melanjutkan berbicara, ia menatap kedua laki-laki yang duduk di depannya.

Ia melihat tatapan penasaran, sekaligus menuntutnya untuk melanjutkan perkataannya yang tadi sengaja ia jeda.

"Apakah tadi pagi Nona tidak sarapan?"

"Ifa tadi pagi sarapan. Cuman Ifa hanya makan dua lembar roti" jawab Adnan dengan detail.

Dokter Ferdi menganggukan kepalanya.

"Baik. Bisa Saya simpulkan bahwa Nona Syifa memiliki imun dan daya tahan tubuh yang lemah. Walaupun Nona sudah sarapan roti tapi itu tidak menjamin perut benar-benar terisi"

"Saya anjurkan Nona Syifa wajib makan nasi saat sarapan, jangan sampai telat makan. Minimal makan 3 kali sehari. Jangan terlalu lelah dan banyak beraktifitas"

Aditya dan Adnan mengangguk mengerti.

Setelah berpamitan dengan Dokter Ferdi, Aditya berjalan menuju Apotek untuk menebus obat dan vitamin Syifa sesuai resep Dokter.

Sedangkan Adnan berpisah tadi dengan Aditya diujung lorong.

Ia akan menuju ruangan rawat Syifa. Ia sungguh merindukan Ifa.

Ingin cepat-cepat bertemu dengan Princess.

Ceklek

Suara pintu terbuka.

Lalu disusul Adnan masuk ruangan.

"Adnan, dimana Daddy"

Vina bertanya karena tidak melihat suaminya datang bersama Adnan.

Kemana dia, pikir Vani.

"Daddy sedang menebus obat dan vitamin Ifa"

"Ifa kenapa? Kok digendong sama Bara?" Tanya Adnan kebingungan.

"Itu kak, tadi saat Syifa siuman. Revan langsung peluk Syifa erat banget. Sampai Syifa sesak nafas kaya orang Asma dan ngos-ngosan habis lari Marathon"

Ceplos Doni terlalu jujur. Malah ditambahi dengan perumpamaan.

Adnan mendelik.

Menggeplak kepala Revan keras.

Plakk

Ia benar-benar jengkel dengan tingkah Revan.

"Sshh.."

Apes-apes. Gue udah dapet empat pukulan dalam beberapa jam. Tadi kena bogem kak Adnan, dipukul Sandi di punggung, lalu dijitak kak Bara juga. Dan sekarang gue dapat geplakan dari kak Adnan, lagi. Batin Revan menyedihkan.

Adnan mengambil alih Ifa dari gendongan Bara.

Bisa ia lihat, bahwa Ifa sedang tertidur pulas. Ia menaruh Ifa di pangkuannya, sedangkan dirinya duduk di atas ranjang dengan bersandar pada kepala ranjang.

Ia membetulkan posisi Syifa agar lebih nyaman, juga membenarkan selang infus yang terpasang pada punggung tangan Syifa.

Syifa sedikit terganggu, lalu mengerjapkan matanya lucu dengan bibir mengerucut.

Imut sekali.

Ia menatap seseorang yang ada didepannya juga sedang menatap pada dirinya.

"K-kak Anan.." ucapnya parau khas bangun tidur.

"Stt.. tidur lagi Sayang. Nanti kalau sudah waktunya makan dan minum obat akan Kakak bangunkan" ucapnya lembut sembari mengelus punggung Syifa naik turun.

Tak butuh waktu lama untuk Syifa kembali terlelap, menjelajahi alam mimpi.

Sekarang Aditya dan Vani izin pulang untuk mengambil keperluan Princess. Termasuk baju-baju ketiga putranya yang berniat untuk menginap di Rumah Sakit.

Sandi, Ana, dan Doni sudah pamit pulang tadi setelah beberapa saat Syifa siuman. Karena mereka harus kembali ke Sekolah untuk melanjutkan Pembelajaran.

Tadi memang mereka bertiga izin hanya beberapa jam saja untuk menjenguk Syifa.

Kini Revan terlelap disofa, sedangkan Bara sedang mengerjakan tugas Kuliahnya.

Tadi pagi saat ia bertemu dengan Adnan, ia berencana untuk Nugas bersama teman sekelompoknya di Cafe.

Tapi malah batal karena keadaan Syifa yang membuatnya sangat khawatir.

Tapi syukurlah sekarang Syifa keadaannya sudah lebih baik. Ia bertekad akan menjaga Princess dengan extra lagi.

...■■♡■■...

1164 Karakter.

Hai teman teman.

Aku Up lagi. Maaf ya kalo Up nya terlambat.

Aku Up malam karena aku benar benar sibuk. Ini ga bohong ya.

Dari jam 07.30 sampai 15.00 aku ada PTS. Meskipun ada jeda, aku ga bisa leluasa buat nulis Cerita ini.

Jadi sorenya sampai malam ini aku fokusin buat nulis ini👌

Semoga suka sama ceritanya😍

Vote✔

Comment✔

Bye bye 👋

Sampai jumpa lagi😊

Tungguin aku Up lagi ya hari Minggu👌👍✌

Luv you All💜💜💜

^^^Kamis, 17 September 2020.^^^

1
Rizka Agustina
agak gimna ya syifanya. dikit2 nangis dikit2 dipangku.. agak tegas dikit gpp kali thor
Hypper©®Queen•L°A™
karma selalu berlaku Revan 😌

makanya, jangan menistakan orang lain kalau nggak mau di nistakan juga 😂😂
Marchie putri ayu
hay kak,ceritanya bagus banget😁semangat terus buat berkarya yah kak
Rahmat Afandi
Thor kasi visualnya dong Thor biar makin seru kita bacanya 😃
~ Mie Goreng ~
revan sih, keliatan enjoy gitu org nya
Hulifah Hasanah
hahaha kek aku paling males bljr kimia ,kebanyakan larutan
Mia Azzura Kusmiati04545
lanjut up thor
Chantyka Dewanti
next lg?
qomariasiti
semangat Thor
@ndriani_04
smngt thorrr untk membuat klnjtn crt nya sya suka sma crtanya tapi klau boleh ksih sran karakter syifanya di buat tegas sdkit thor jan trlalu lmbuttt slbhnya trgantung sma thorr nya mau buat gmn
kupu-kupu biru
hallo ka, ceritanya sangat bagus🤗 jangan lupa mampir di my big bos is a big baby ya❤️
에이브릴 넬리~🩸
thorr..Aku ngak suka sifatnya mommynya syifa...dia mudah percaya orang lain
에이브릴 넬리~🩸
aku pun Tak suka kimia
Aya
jadi kepingin punya Abang.. punya Abang 2 kagak ada yang bener,,😑
Jilioni MD: KEPEMILIKAN adalah cerita dalam novelku, mampir ya terimakasih 😊
total 2 replies
cya
thor karakter syifa nya jan trlalu cengeng dong thorrr buat karakter syifany sedikit tegas dan tidak mudah nangis thorrr berasa karakter syifanya kyk anak kecil heheheheh maaf thor klau sya menyinggung author sya hanya ingin mmbri pendpt sya sja



dan smngt trs thorrrr untk lnjt crtny dan thor jan lam2 bnget dong up ny sya kan jdi greget nunggunya dan klau thor ad wktu crazy up dong thor
kya imut
lma bngt gx up" kk
Chnslai: Maafin aku, aku lg gk ada semangat buat nulis. Aku jg lg menggali ide biar enak dibacanya nanti, aku minta dukungannya yah
total 1 replies
Novita Sari
kok lama gk pernah up Thor,, kan jadi kangen & lama nunggu up nya thor😍
Chnslai: Iya maaf ya Novita, Aku habis PAT. Syukur deh aku ada stok bisa up 2 eps. Di sini lg kendala sinyal juga.

doain yah biar bisa up lebih dari 3 eps
total 1 replies
Linggar
terlalu melow syifanya.....
ふじょし
kirain TTDJ itu TiaTiDiJalan
Novita Sari
yang pertama aja Thor😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!