NovelToon NovelToon
Abang Iparku,..Dosen Killerku

Abang Iparku,..Dosen Killerku

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Slice of Life / Nikahmuda / Penyesalan Suami / Spiritual / Cintapertama
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Gurania Zee

Syahira tidak pernah membayangkan hidupnya akan berubah secepat ini. Dipaksa masuk sebuah Kampus yang menjurus segalanya tentang agama yang diyakininya. ia mengikuti satu keyakinan mengikuti ayahnya. Ia harus menghadapi dunia yang sama sekali asing baginya. Hafalan panjang, kitab tebal dan Dosen,..yang tidak memberi ruang untuk gagal. Masalahnya bukan itu,..melainkan yang menjadi faktor utama adalah ada pada sang Dosen itu sendiri yang mengajarnya yaitu Abang iparnya sendiri. Ditengah tekanan yang terus menumpuk, kedekatan yang tidak seharusnya,..justru malah tumbuh seiring berjalannya waktu. Mereka lupa ada seseorang yang sudah lebih dulu menyimpan luka.
Kakaknya yang bernama Feryal wanita tomboy satu ini yang terlihat kuat tapi sebenarnya ia begitu rapuh telah banyak menyimpan luka sejak dirinya masih kecil. dan ketika sebuah kebenaran akhirnya terkuak, pilihannya harus dibuat, bukan siapa yang paling dicintai melainkan siapa yang tetap dipilih, bahkan setelah semuanya hancur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 7

...Tidak semua rasa harus di perjuangkan,.....

...Tidak semua rasa harus dihentikan,.....

...Pada akhirnya semua kembali pada manusianya itu sendiri.....

...Mampukah mengontrol dirinya?.....

...Mampukah ia menjaga batasnya?.....

...Dari segala tipu dan nafsu.....

...Dari sesuatu yang samar menjadi sebuah pembenaran....

...Bukan karena mengatas namakan cinta.....

...Namun abai pada logika arti dari citra nama cinta.....

...Dan khianat pada citra nama cinta.....

...Karena sejatinya manusia begitu mudah lupa.....

...Menganggap sesuatu yang harusnya tidak terjadi.....

...Tapi abai akan sesuatu yang seharusnya tidak ada. Dan yang seharusnya dihentikan sejak awal....

...Bukan karena melihat suatu hal yang tidak indah didepan mata tapi terkadang ia tumbuh ditempat yang salah. (GuZee)...

Hari itu berjalan apa adanya, berjalan normal seperti biasanya. Akan tetapi tidak dengan isi kepalanya masing masing, yang segalanya tetap sama, adanya suara dosen, kelas, deritan kursi maupun halaman kitab yang dibalik satu persatu.

Namun ada sesuatu yang berubah, tapi cukup mengganggu. Syahira duduk di bangkunya, dengan punggung yangbtegak dan tangannya membuka lembar demi lembar kitab yang sejak tadi hanya ia tatap tanpa ia baca sama sekali.

Bibirnya komat kamit pelan, mengulang terus hafalan yang seharusnya sudah diluar kepala sejak semalam, tapi pikirannya tidak disana.

Berulangkali terpotong, lalu ia mengulang lagi danlagi dan endingnya malah buyar semua apa yang ia hafalkan.

"..yauma tarjufur rajifah.."

"Ya Alloh apalagi ya,..rasaan semalam udah hafal deh kenapa semuanya jadi blank gini" gumam syahira mencebik kesal sedikit frustasi karena namanya sebentar lagi dipanggil sesuai absen.

Ia menatap halaman itu lebih lama, seolah hurufnya akan pada berubah kalau ia cukup fokus,..tapi ternyata tidak. Justru wajah itulah yang muncul.

Reflek, syahira menepok pipinya dan memukul mukul kepalanya sendiri, "Fokus Ra,..fokus,..dia lakinya Abang Lo,.. istighfar" ucapnya mengingatkan pada dirinya sendiri.

Tangannya mencengkram ujung mejanya pelan. "Enggak,..enggak boleh" ucapnya lagi. Calysta hanya mengernyitkan dahinya heran.

"Kenapa Lo Sya?"

"Pusing gue, belom hafal juga sampe sekarang Cal,..mana bentar lagi gue dipanggil lagi" sahutnya menutupi.

Didepan kelas Bilal berdiri dengan kitab ditangannya, dengan suara tenang, seperti biasanya. Tidak ada yang berubah dari caranya mengajar tetap bersikap profesional. Akan tetapi hanya dialah yang tau bagaimana pertahanan hatinya saat ini.

Berulangkali ia membaca istighfar, tatkala melihat sosok itu terlihat di kedua netranya, dan ia langsung dengan cepat tanpa terlihat siapapun, dirinya berusaha menghindar dari kedua mata mereka yang bertemu.

Berusaha terus menghindar, namun matanya selalu saja jatuh ke satu arah, dan ia memaksakan untuk berpaling lagi dan lagi.

"Kita ulang dari ayat sebelumnya ya, pastikan tajwid cara pembacaan idghom, ikhfanya dengan benar, kalian mengerti?"

"Siap Ustadz"

"Oke langsung saja, surat berikutnya maju kedepan"

"Syahira Zahra"

Deg.

"Haiyaya mati gue,.." celetuknya pelan dan Calysta terkekeh mendengarnya.

"Mangat Ra,.." celetuk Calysta sambil terkekeh. Syahira mengangkat wajahnya perlahan.

"Iya, pak.."

"Maju,..lanjutkan"

"...yauma tarjufu rrojifah,..tatba'uhar rodifah.. Awal awal lancar,..tapi setelahnya malah buyar..

Dan itu cukup membuat Bilal menyadarinya, bukan karena salah melainkan ragu. Matanya sempat terangkat, bertemu sepersekian detik lamanya, kemudian keduanya sama sama menunduk.

"Cukup." ucap Bilal pelan. "Diperbaiki lagi, dan selanjutnya surah At Takwir hafalkan sampai selesai"

Deg.

"Hafalan lagi" bisiknya mendengus, namun hanya bisa menarik nafas pasrah, ia bangkit berdiri lalu melangkah menghentakkan kakinya ke bangkunya, sambil kedua matanya melotot ke arah Calysta sahabatnya yang terus saja menggodanya. Di bangku belakang, seseorang memperhatikan semuanya tanpa suara.

Dibangku belakang, seseorang memperhatikan semuanya tanpa suara. Kaizan bersandar santai, dengan satu tangannya menopang kepala, sementara matanya hanya fokus ke depan. Melihat bagaimana cara Syahira menatap Bilal dalam melangkah maupun cara Bilal memanggil nama itu.

Mengamati dengan detail ekspresi wajah keduanya, sepertinya kaizan ini memang cocok jadi pengamat sejati,..hehe..

Cara suara itu sempat goyah ditengah ayat dan cara mereka sama sama menunduk setelahnya. Semua kaizan perhatikan secara seksama, sampai sudut bibirnya terangkat tipis bukan mengejek maupun iseng.

Lebih tepatnya mulai memahami sesuatu yang sebelumnya hanya sekedar menulis curiga.

"Menarik nih kayaknya,.." gumamnya pelan.

"Kenapa Zan?" tanya teman sebangkunya.

"Enggak hmm maksud gue materinya menarik,.iya gitu maksudnya"

"Owh kirain apa" sahut temannya yang geleng kepala dan langsung menatap fokus lurus kedepan melanjutkan mulutnya yang komat Kamit tidak berhenti menghafal.

Bel berbunyi, memecah ketegangan suasana kelas yang sejak tadi bikin para mahasiswa dan mahasiswi dibuat keringan dingin oleh seabreg materi.

Suara kursi bergeser, buku ditutup dan mereka mulai beranjak satu persatu keluar ruangan. Syahira termasuk yang paling cepat membereskan barangnya.

Tangannya seperti buru buru memasukkan kitab dan bukunke dalam tas. Seolah ingin segera keluar ruangan itu sebelum sesuatu kembalinyerjadi.

Namun langkahnya terhenti seketika. "Syahira." suara itu lagi, ia memejamkan kedua netranya beberapa detik sebelum berbalik mencoba menata ekspresi senormal mungkin.

"Iya pak?" Bilal berdiri tidak jauh darinya, jarak yang cukup aman, tapi entah kenapa teras begitu dekat. "Tugas kamu belum maksimal tadi, tumben?"

"Iya..Nani saya perbaiki pak," jawabnya cepat.

"Bukan nanti."

"Besok." Syahira mengangguk pelan, tidak ada yang aneh dari percakapan itu seolah terdengar biasa.

Deg.

Tapi justru itu yang bikin membuatnya terasa tidak biasa. Syahira berbalik cepat, dan melangkah keluar tanpa menunggu lebih lama.

Ia berjalan cepat menyusuri koridor hingga akhirnya berhenti disalah satu sudut yang cukup sepi. Punggungnya bersandar ke dinding, dengan tangannya naik menekan dadanya sendiri.

"Astaghfirullah, kenapa jadi kayak gini sih" Syahira berdiri dengan kepala yang menunduk, debaran yang tiba tiba saja berdetak begitu cepatnya yang harusnya tidak boleh ia rasakan.

Langkah kaki terdengar mendekat ke arahnya, Syahira belum sempat menoleh saat suara itu kembali muncul.

"Lo tuh ya, kalo lagi panik keliatan banget tau."

"Syahira langsung menoleh cepat, "Elo lagi" Kasian berdiri santai seperti biasa, seolah kemunculannya selalu tanpa beban, akan tetapi selalu diwaktu yang tidak tepat.

"Kenapa lagi sih, ada urusan apa sih elo tuh sama gue sebenarnya, datang tak diundang pergi tiba tiba kek jelangkung aja" Syahira mendengus kesal.

Kasian mengangkat bahu ringan. "Enggak ada"

"Terus kenapa ngomong gitu terus tiap kali liat aku, kita kenal aja enggak"

Kasian menatapnya lebih lama, tidak ada lagi wajah iseng kali ini. Kaizan diam sejenak, setelahnya ia menoleh ke arah Syahira lagi.

"Soalnya keliatan banget"

"Apanya yang keliatan?" tanya Syahira mengernyit heran. Kaizan tidak menjawabnya langsung, ada jeda beberapa detik lamanya. Ia mendekat dan membisikkan sesuatu namun masih jarak aman antara keduanya.

"Lo tuh kayak ngindarin sesuatu"

Deg. Syahira langsung membeku, seolah apa yang dikatakan Kaizan tepat. Namun ia berusaha menyangkalnya. Meskipun ekspresinya tidak bisa berbohong.

Syahira berusaha memalingkan wajahnya, "Enggak."

"Yaudah kalo enggak, biasa aja enggak usah kaku gitu"

1
Sri Jumiati
Nikah beda agamanya
Sri Jumiati
Bagus ceritanya.semangat Thor
Gurania Zee: terimakasih ya😊 support nya 💪jangan lupa baca cerita ku lainnya ya😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!