NovelToon NovelToon
My CEO

My CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Fantasi
Popularitas:19k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali lagi dalam kisah seru perjalanan hidup seorang wanita dari keluarga Nugraha, siapa dia?, yuk ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bahtera

Perkataan Graven begitu pelan namun tajam, dan bahkan sengaja menyebutkan nama depan lawan bicaranya seperti sebuah petasan yang sengaja di sulut kan.

"Tentu saja tidak, aku bukan orang yang suka dengan urusan orang" jawab Sera tak kalah tajamnya.

"Urusan orang?, aku rasa lebih pada monitoring kerja, sepertinya kamu butuh pelajaran tentang keamanan bisnis tingkat tinggi yang menghasilkan nilai milyaran rupiah Nona Sera"

"Aku rasa anda juga perlu mempelajari soal etika jangan sampai dikalahkan oleh logika, dan uang tidak bisa untuk mengukur segalanya"

Graven terdiam, hanya menghela nafas pelan, seperti sedang memaklumi sesuatu yang baru di dengar.

"Aku kira CEO Megatan Company sudah mempelajari isi kontrak sebelum ada tanda tangan kesepakatan disana"

"Aku sudah baca, dan masalahku yang tanda tangan disana bukan saya, tapi_Oma"

"So_, ada masalah?" tanya Graven dengan tatapan dinginnya.

"Jelas saja ada, emosi lansia tidak bisa di tebak arahnya, terkadang seperti air laut yang ada pasang surutnya, dan sial sekali, aku yang terpaksa harus menerima imbasnya, dan berakhir harus bekerja sama dengan laki-laki gila yang aku yakin berasal dari neraka"

"Kau kira aku sejenis _?"

"Setan!" sahut Sera cepat.

Graven tersenyum tipis, merubah posisi duduknya dan kini mencondongkan badan ke arah meja.

"Setan Hem?, sepertinya kau harus mengganti kata-kata mu, karena setan jelas jahat walau tanpa otak, sedangkan aku_, mungkin jahat, tapi semua terukur dengan otak jernih di kepala, tau kan bedanya?"

"Silahkan anda se sistematis apa, tapi satu yang pasti, jangan ikut campur urusan saya, ada batasan yang harus di hormati disini, dan aku harap bisa di mengerti" sahut Sera.

Bukannya diam atau setidaknya pura-pura berpartisipasi akan perkataan Sera, justru terdengar suara tawa dari Graven saat ini juga.

Tatapannya kini semakin fokus ke arah Sera, memperhatikan sandal dan juga pakaian yang di kenakan, bahkan rambut nya yang masih nampak berantakan walau tak se liar sebelumnya.

Dan yang paling tak bisa Graven hentikan adalah, melihat bibir Sera yang membuatnya tak bisa berpaling menatapnya walau ngoceh dari tadi tanpa henti.

"Dari semua rekaman yang aku dapat pagi ini, aku sangat tertarik dengan sesuatu tentang dirimu Nona Sera, mau tau apa itu?"

Sera seketika memasang ekspresi waspada, "Apa?"

Ada desa-han yang tak biasa dari Graven seketika, menatap lekat wanita yang didepannya, dan mengatakan pelan.

"Bibir mu, waktu menyebut namaku, mengganti panggilanku, dan bahkan saat mengumpat ku, semua begitu tajam, panas dan_SEKSI"

Sera nyaris oleng seketika, tangannya sampai tergelincir dari atas meja, mukanya merah bukan karena tersipu, lebih pada kekesalan tingkat dewa menghadapi mahluk bia-dab seperti Graven Rudolf yang Arogan, aneh dan BRENG-SEK!

"Jangan berpikiran kotor disini, profesional lah!" seketika Sera sedikit meninggikan intonasinya.

"Hei, tenanglah Nona Sera, jangan gegabah, itu hanya ungkapan, tidak ada yang kotor menurutku, dan mungkin cara mu menerima kata-kata ku saja yang tercemar"

"Aku?, tercemar?, maksudmu aku yang berpikiran kotor begitu?" Sera tak terima dong, enak saja ini setan bisa membolak balikkan kenyataan.

"Jangan terlalu drama Nona Sera"

Sera terkejut dengan perkataan Graven, mengumpat dalam hati dengan berkata,

"Drama kepala mu, jelas-jelas kamu menghinaku!" batinnya.

"Memang hidup saya sudah seperti drama, dan pemain antagonisnya adalah jelmaan Iblis yang berhasil kabur dari neraka"

Graven masih saja tenang, menunjukkan senyuman, walau sialnya lagi itu sangat menggangu otak Sera saat ini, karena diakui atau tidak, hal itu sangat _ SEKSI!

"Dan anehnya adalah, pemeran antagonisnya justru pemegang kesuksesan karir mu, sangat lucu" ucap Graven.

"Mau tau yang lebih lucu lagi Tuan Graven?" sahut Sera.

"Apa?"

"Aku harus terkena imbas dari keputusan Oma dan harus menjadi budak pekerjaan karena laki-laki dengan ego yang membuat ku sesak"

"Wow, sebaiknya kau berhati-hati nona Sera, mungkin egoku membuatmu sesak, tapi panik mu juga mulai membuatku menikmati permainan ini"

"Permainan?, jadi menurutmu menganggu waktu liburku dan membuat ngebul kepalaku saat ini adalah sebuah permainan?"

"Itu hanya sebuah perumpamaan" sahut Graven stay cool ditempatnya.

Tau apa yang terjadi saat ini?, bahkan asisten kedua orang yang sedang berseteru itu seperti takut walau hanya untuk bernafas saja.

"Kau memang keterlaluan, asal tau saja, aku orang yang tidak bisa bekerja di bawah tekanan, dan jika kamu melakukan hal itu, aku bisa menjadi bencana buat mu" Saatnya Sera mengeluarkan ancaman, rasanya sudah suntuk setengah mati menghadapi Graven saat ini.

Kalau berharap Graven akan takut atau setidaknya cemas, NO!, buktinya dia masih duduk santai bahkan menyandarkan punggungnya perlahan.

"Ngomong-ngomong, mungkin aku perlu memberi tahu, bahwa_, aku sangat suka berada di Zona bencana, itu sangat menantang Nona Sera"

Ya Tuhan, harus seperti apa menghadapi laki-laki didepannya ini, Sera benar-benar ingin sekali menerkam dan mencakar nya.

"Fix, sepertinya aku kena kutukan" ucap Sera dengan wajah kesalnya.

Graven tersenyum, memastikan sesuatu harus dimengerti.

"Aku tidak peduli dengan apa itu kutukan, kamu tetap tidak bisa kabur Nona Sera, Deal_ kita jalan dalam satu Bahtera"

"Kita tidak sendang membangun rumah tangga hingga harus ada bahtera, jadi perlu anda ingat Tuan Graven yang terhormat, Aku gak akan pernah bisa untuk di paksa!"

"Tidak ada yang memaksa, hanya ada kerja dengan total dan profesional, dan jika dua hal itu ada yang mengabaikan, dirasa sangat perlu untuk memberikan tekanan agar tersadar, bukan kah begitu?"

"Apa dengan kedatangan ku sekarang ini, di hari minggu, di waktu liburku, masih kurang menunjukkan keprofesionalan?, bahkan aku sudah totalitas tanpa batas!"

Lagi-lagi, Graven tersenyum tipis, memindai kembali Sera dari atas sampai bawah, seperti petugas keamanan Bandara yang ingin memastikan tidak ada Bom melekat pada tubuh Sera yang bisa saja akan di ledakkan kapan saja.

"Dengan pakaian tidur mirip taman hiburan penuh warna bunga, ditambah sepatu bulu persis seperti kelinci yang menggoda musang untuk di terkam, ini yang di sebut profesional?"

"Ck, ini hanya outfit, yang penting isi kepalaku bisa di gunakan untuk meeting hal penting tentang proyek besar yang akan menguntungkan banyak uang"

Graven menegakkan tubuhnya kembali, semakin ikut arus percekcokan yang hakiki, entah kenapa dia juga sulit berhenti, hingga bersiap mengeluarkan satu kalimat yang akhirnya menggantung di udara.

"STOP!, mohon maaf lady and gentleman_, Meeting bisa kita mulai?" ucap Mega pada akhirnya.

Graven dan Sera menoleh bersamaan, kemudian beralih saling pandang dengan tatapan tajam, tak menjawab namun cukup sebagai tanda Meeting akan segera di mulai.

Cerita makin seru nih, mana Komennya?, VOTE, LIKE dan Tonton iklannya jangan lupa.

Bersambung.

1
Mefri Yanti
rada bar²🤔
wanti astuti
Eeh... eeh... Graven stop ya mo ngapain itu tarik² tangan Sera ke kamar
Nandi Ni
waadddidawwww..jgn OT dulu kali...siapa tahu mo dinner di balkon kamarnya gitu.emang berharapnya apa Sera? mo makan atau kau yg dimakan? 🤣🤣
Suriyahlasminah Sari
masuk kekamar Singga ...mau makan nasi apah makan 🤣🤣🤣
Raden
puyeng dah🤭
Raden
🤭🤭🤭
Nurlaila Ikbal
bagus ceritanya
Titik Subekti
Tambah kacau aja 2 cucu oma tingkahnya
tp tdk lepas jg dr titisan gestrek omanya 🤭🤭
Mundri Astuti
masih setia thor...karya author bagus", sy suka...sy suka...❤️
Sastri Dalila
💪💪💪 Sera
Ayi Sahara
nunggu adegan gelutnya kpn thor? sama penasaran sera punya kekuatan apa? gk sabar nunggu perang²annya. bukan cm sekedar perang mulut aja 😊
Mundri Astuti
si graven mirip opa Edward dulu ga sih 😄
wanti astuti
Hadehhh... Kenapa lagi tuh Alen mna kampus nya minta di beli lg minta beli kampus kya minta bli kacang goreng /Facepalm//Facepalm/
wanti astuti
Wew... Ternyata si babang Graven menguasai teleportasi jg berabe nih takut nya nanti tau² ada di kamar Sera lg hhmm
Nandi Ni
Ale pikir tuh kampus garem kali,seenak dan segampang itu dibeli
Aghitsna Agis
haduh meni dgn.mudah srkolahan harus dibeli dgn menjentik jari langsung deh kebeli beda anak bilioner mah
Aghitsna Agis
aduh graven makin menjadi jadi menguji kesabaran sera graven dari klan mana yah ternyata bisa menghilang juga mantap lah thor kali2 biar afu kekuatan dong atau ajak sparibg durumah omanya
Nandi Ni
Resapi dan hadapi Sera,,ini mungkin cara Oma mendidik kamu untuk kuat,siapa tahu ada hikmah disebalik keresahan hatimu🤭
Laila Amalia
kayak nya agak Susah akur...
Laila Amalia
sera 😄😄😄😄😄😄🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!