NovelToon NovelToon
Shan Luo

Shan Luo

Status: tamat
Genre:Action / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

“Demi ibu, apa pun akan kulakukan!”

Dianggap sampah oleh ayahnya sendiri karena tak memiliki bakat kultivasi, Shan Luo hidup dalam hinaan. Demi melindungi ibunya, ia memilih pergi meninggalkan segalanya.

Takdirnya berubah saat ia menemukan sebuah gua misterius yang menyimpan warisan terlarang: Sabit Jiwa Kegelapan.

Dengan kekuatan itu, Shan Luo bersumpah
“Aku akan membalas semua yang menghina aku dan ibuku!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Menyerap jiwa

​Malam di pinggiran Kota Linyi tidak pernah benar-benar sunyi. Di balik nyanyian jangkrik dan embusan angin yang menggoyang dahan pohon, terdapat kegelapan yang lebih pekat, kegelapan yang kini menjadi kawan karib bagi Shan Luo.

​Begitu napas Xue Ling terdengar teratur dalam tidurnya, Shan Luo berdiri dari kursi kayu di sudut kamar.

Wajahnya yang hangat saat menatap ibunya memudar dalam sekejap, digantikan oleh ekspresi datar yang sedingin es.

Ia mengenakan jubah hitam kusam, menutupi helaian rambut putihnya dengan tudung, lalu melompat keluar jendela paviliun tanpa suara sedikit pun.

​Ia berlari menuju hutan lebat yang berbatasan dengan penginapan. Setiap langkahnya tidak lagi berat seperti saat ia menggendong ibunya; kini, gerakannya efisien, tajam, dan penuh perhitungan.

​Di jantung hutan, Shan Luo berhenti. Aura di sekitarnya mendadak mendingin hingga embun di daun-daun berubah menjadi kristal es.

​Sring!

​Tato di lengan bawahnya berpendar ungu gelap, dan dari udara kosong, Sabit Jiwa Kegelapan muncul dalam genggamannya. Bilah raksasanya seolah berdenyut, haus akan esensi kehidupan.

​"Malam ini ... aku butuh lebih banyak," desis Shan Luo.

​Seekor Kera Lengan Besi, makhluk buas yang dikenal karena kekuatannya yang mampu menghancurkan batu melompat dari dahan pohon dengan raungan yang memekakkan telinga. Namun, bagi Shan Luo, gerakan kera itu tampak lambat.

​Ia tidak menghindar. Ia justru menerjang maju.

​SLASH!

​Dengan satu ayunan horizontal yang presisi, bilah sabit itu membelah dada kera tersebut. Tidak ada teriakan kesakitan yang panjang.

Begitu logam hitam itu menyentuh daging, energi kehidupan kera itu langsung tersedot.

Kera itu jatuh membeku, matanya memutih, sementara jiwanya ditarik masuk ke dalam permata di gagang sabit.

​Shan Luo tidak berhenti. Ia bergerak seperti bayangan di antara pepohonan.

​Seekor Ular Sanca Sisik Baja, sekelompok Serigala Hutan, hingga Burung Hantu Mata Iblis menjadi korban keganasannya.

Ia tidak membunuh untuk bertahan hidup; ia membantai untuk menelan.

Setiap kali satu nyawa melayang, sebuah untaian energi ungu mengalir masuk ke dalam tubuhnya, memaksa kotoran terakhir di otot dan tulangnya keluar.

​"Argh ...!" Shan Luo mengerang pelan saat ia merasakan tulang punggungnya berderak hebat.

​Ini adalah puncak dari Tahap Pembersihan Tubuh. Rasa sakitnya seperti ditikam ribuan jarum dari dalam, namun ia justru menikmatinya. Kebencian di hatinya bertindak sebagai anestesi yang lebih kuat dari obat mana pun.

​Tiba-tiba, dari kegelapan yang lebih dalam, muncul seekor Beruang Cakar Guntur. Makhluk ini adalah penguasa area luar hutan ini, setara dengan kultivator Pengumpulan Qi tingkat menengah.

​"Bagus ... kau adalah kunci untuk tingkatan selanjutnya," ucap Shan Luo dengan senyum miring yang mengerikan.

​Beruang itu menerjang, cakar-cakarnya memancarkan percikan listrik yang menghanguskan rumput.

Shan Luo memutar sabitnya, rantai di gagangnya bergemerincing ganas. Ia melompat tinggi, menggunakan batang pohon sebagai pijakan, dan menebas dari atas.

​BOOM!

​Bentrokan antara energi guntur dan kegelapan menciptakan ledakan yang meratakan pepohonan di sekitarnya.

Shan Luo terlempar, namun ia segera bangkit, wajahnya kini berlumuran darah.

Darah makhluk buas dan darahnya sendiri yang merembes dari sudut mata akibat tekanan energi yang terlalu besar.

​“Berikan aku jiwanya, Nak! Dan aku akan memberikanmu kekuatan untuk menghancurkan langit!” suara Sabit Jiwa tertawa girang di kepalanya.

​Shan Luo menusukkan gagang sabit ke tanah. "Ambil ... separuh dari sisa kesadaranku malam ini, tapi pastikan beruang ini mati!"

​Seketika, aura hitam meledak dari tubuh Shan Luo, membentuk proyeksi sabit raksasa yang lebih besar dari aslinya.

Ia melesat secepat kilat, membelah pertahanan beruang itu dan menanamkan bilahnya tepat di jantung.

​Keheningan seketika menyelimuti tempat itu. Tubuh beruang besar itu menyusut dengan kecepatan yang mengerikan hingga hanya tersisa kulit dan tulang kering.

​Di saat yang sama, sebuah ledakan energi terjadi di dalam Dantian Shan Luo. Energi yang tadinya liar dan berbentuk uap mulai memadat, berputar-putar menciptakan pusat gravitasi baru di perut bawahnya.

​Tahap Pengumpulan Qi (Qi Gathering) – Tingkat awal.

​Shan Luo jatuh berlutut. Napasnya tersengal, tubuhnya gemetar hebat, dan beberapa helai rambut hitamnya kembali berubah menjadi putih perak.

Separuh jiwanya terasa semakin kosong, namun tangannya terasa jauh lebih ringan dan kuat.I

​Beberapa jam kemudian, fajar mulai menyingsing. Cahaya keemasan menembus kabut hutan, memberikan pemandangan indah yang menipu bagi siapa pun yang tidak melihat pembantaian di sana semalam.

​Shan Luo berdiri di tepi sungai kecil. Ia melepaskan jubah hitamnya yang compang-camping dan mencuci darah yang mengering di wajah dan tangannya.

Ia membersihkan jelaga di bawah kuku-kukunya dengan sangat teliti.

​Ia menatap pantulannya di air. Matanya yang baru saja berkilat penuh haus darah kini perlahan melunak, kembali menjadi mata seorang remaja yang polos.

​Ia kembali ke penginapan, masuk melalui jendela yang sama, dan segera mengganti pakaiannya dengan baju kain sederhana yang bersih.

Ia menyimpan sabitnya ke dalam tato di lengan, memastikan tidak ada sedikit pun hawa membunuh yang tersisa.

​Pintu kamar terbuka perlahan. Xue Ling keluar dengan wajah yang tampak sedikit lebih segar.

​"Shan’er? Kau sudah bangun, Nak?" tanya Xue Ling sambil tersenyum hangat.

​Shan Luo berbalik, memberikan senyum paling tulus yang ia miliki. "Iya, Bu. Aku tadi baru saja selesai melakukan peregangan di halaman. Udaranya sangat segar."

​Ia mendekati ibunya, membantu wanita itu duduk di kursi. Tangannya yang baru saja membelah jantung beruang raksasa kini dengan lembut memijat bahu ibunya.

​"Wajahmu tampak sedikit lelah, Nak. Apa kau kurang tidur?" Xue Ling menatap wajah anaknya dengan khawatir, jemarinya menyentuh helaian rambut putih Shan Luo yang tampak bertambah sedikit.

​Shan Luo terkekeh pelan, menutupi rasa sakit yang masih berdenyut di meridiannya. "Mungkin karena aku terlalu bersemangat memikirkan masakan apa yang akan kubuat untuk Ibu hari ini. Bagaimana kalau sup ikan? Aku dengar ikan di pasar Linyi sangat segar."

​"Boleh saja, asal kau tidak membuat dapur penginapan terbakar lagi," goda Xue Ling, membuat suasana menjadi riang.

​Shan Luo tertawa bersama ibunya. Tak ada yang tahu, bahkan ibunya sekalipun, bahwa di balik senyum ramah itu, pemuda ini baru saja menelan puluhan nyawa makhluk buas dan mendaki satu anak tangga menuju puncak kekuatan yang mengerikan.

​Baginya, menjadi monster di malam hari adalah harga kecil yang harus dibayar agar ia bisa tetap menjadi seorang anak yang berbakti di siang hari.

1
Ajipengestu
lanjut thor👍
Iwa Kakap
ribet amat thor
Beni: itu cuma penjelasan naik ranah sama kesulitannya aja. gak perlu di pikirin hehe. /Pray/
total 1 replies
angin kelana
ayooooo jdi juara💪💪💪
Beni
oke... 😐
Beni
😛
Beni
/Hunger//Sweat/
Beni
😐
Beni
oke... 😐
angin kelana
semangat bertarung💪💪💪
angin kelana
anak baik👍
angin kelana
semangaaat menjadi kuat..
angin kelana
ayo buktikan kekuatanmu💪💪💪
angin kelana
ayoooo lebih kuat lg
angin kelana
lanjuuuttt...
angin kelana
kalo untuk pengenalan bole lah pake english tpi ke depannya gak usah ajah ini kan fantasi timur bukan barat..lanjut👍
Beni: nanti di revisi ya, terima kasih/Pray/
total 1 replies
angin kelana
lanjuuuttt..
angin kelana
dunia yg kejam.😬
Beni
😐
Jade Meamoure
bagus 🤣🤣🤣
Jade Meamoure
Yan Bingchen bukankah itu patriarki sekte es ya
Beni: Pendekar es dan api
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!