Rayya kemala putri, Wanita yang selama ini selalu di anggap menjadi beban suaminya. Menjelma sebagai wanita karir yang sukses setelah mengetahui perselingkuhan sang suami, apalagi kenyataan yang ia terima bahwa ternyata kakak iparnya sendiri mendukung perselingkuhan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rana putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
“Ngapain kalian disini?”
Raisa dan reino yang sedang menggeledah kamar rayya terlonjak kaget ketika mendengar suara rayya, mereka pun segera menyembunyikan apa yang mereka ambil dari kamar rayya. Raya memicingkan matanya, Mengamati gerak gerik mereka yang sangat mencurigakan. Pasti ada sesuatu hal yang mereka cari, sampai berani masuk ke dalam kamarnya.
Apalagi melihat keadaan kamarnya berantakan seperti ini, Rayya yakin. Mereka telah menggeledah lemari rayya, entah apa yang mereka cari rayya pun tak mengerti.
“Oh jadi ada maling dirumahku.” Ucap rayya, Sebelum memergoki mereka , rayya lebih dulu menyuruh arra untuk masuk ke dalam kamarnya. Supaya gadis kecil itu tak kembali merasa trauma karna mendengarkan perdebatan orang tuanya.
“Sembarangan ya kamu kalau ngomong, Rumah ini juga rumah reino. Bisa bisanya kamu nuduh kami ini maling..” sanggah Raisa
“Trus apa kalau bukan maling? lihat kamarku berantakan, aku yakin kalian pasti habis mengobrak abrik isi lemariku. Apa yang kalian ambil, cepat kembalikan atau aku akan berteriak memanggil warga supaya kalian di hakimi karna sudah lancang mengambil barang ku.” Ancam rayya
“Rayya cukup ya, Jangan keterlaluan kamu. Ini masih rumahku, dan aku berhak kapan aja masuk kesini tanpa ijinmu. Lagian aku kesini cuman mau ngambil baju bajuku, karna untuk sementara waktu aku akan tinggal dirumah mbak raisa. Sampai kamu minta maaf sama aku, dan Menjemputku untuk pulang.”
Ucapan reino tentu saja membuat rayya tertawa terbahak bahak, “Apa mas? Aku ? Menjemput mu?”
“Gak salah? Memang nya kamu siapa mas? Sampai kapan pun aku gak akan sudi mengemis kamu kembali kerumah ini, kalaupun kamu mau tinggal sama mbak raisa, silahkan. Tanpa mu , hidupku jauh lebih tenang.” Sahut rayya , Reino terpaku mendengar ucapan rayya . Mengapa istrinya sangat berubah drastis?
“Tapi sebelum kalian pergi dari rumahku, Kembalikan apapun yang sudah kalian ambil dari kamarku. Sekarang!” Titah rayya, Suaranya tegas tak terbantahkan.
“Heh, jangan asal nuduh ya kamu. Udah aku bilang, kita gak ngambil apa apa. Lagian wanita miskin kaya kamu punya apasih, orang hidup aja masih bergantung sama adikku.” Hina raisa
Rayya tak percaya, Ia lansung mendekati raisa. Lalu memutar tubuhnya, Hingga apa yang ia sembunyikan di belakang terlihat. “Dasar maling! Kembalikan semua itu.” Rayya lansung merebut apa yang sedang di pegang raisa, Raisa sempat memberontak tapi rayya mendorongnya hingga membuat raisa hampir terjungkal ke belakang.
“Rayya! Berani sekali kamu kasar sama mbak raisa!”
“Bahkan kalau aku mau, aku bisa aja menjarain kalian karna sudah maling dirumahku! sekarang pergi dari sini, atau aku ga segan segan nglaporin kalian kepolisi.”
Reino menyunggingkan senyum sinis, ia sama sekali tak takut dengan ancaman istrinya “Rayya rayya. Segala hal mau kamu laporkan ke polisi, memang nya kamu punya apa hah! Kamu itu cuman wanita miskin yatim piatu yang dengan baik hati. Aku pungut dan aku biayain..” Reino meremehkan rayya.
Rayya sama sekali tak sakit hati, Ia bersedekap dada lalu menatap reino dengan tatapan yang sulit di artikan “Ohya? Kamu itu hanya tau kisah hidupku tak sampai seperempat ceritanya, Tapi dengan pongah kamu merendahkan ku. Bahkan jika aku mau, aku bisa membuat mu hancur dengan Waktu sesingkat mungkin.”
“hahaha, kamu halu ya. Reino sepertinya otak istri kamu udah mlenceng deh, Heh rayya. Berobat sana, Biar otakmu kembali waras.” Hina raisa.
“Kayaknya itu lebih tepat di berikan ke kamu deh, Kamu gih berobat mbak. Biar otakmu sehat, Supaya gak terus terusan iri ngeliat orang lain bahagia.”
“CUKUP RAYYAA!! Kamu sangat keterlaluan sekarang! Kamu ini masih istriku, Jadi hormati aku sebagai suamimu.” Bentak Reino
Rayya tertawa sumbang “Apa mas? Istri? Sejak kapan kamu menganggapku istri? Bukan nya kemarin kamu sendiri yang bilang ke aku, Kalau aku ini orang lain di mata mu.”
“Oh ya mbak, Jangan harap kamu bisa lepas dari aku. Bukti kekerasan mu sama arra sudah aku pegang, Aku bisa kapan saja membawa masalah ini ke jalur hukum. Aku tak akan membiarkan siapapun menyakiti anakku. Sekalipun itu ayah kandung nya sendiri.” Ucap rayya
“Dasar wanita gila!” Umpat raisa, ada ketakutan dari pancaran matanya. Mendengar ancaman rayya , Tidak. Dia tidak mau di penjara.. bagaimana nanti nasib anaknya,.
”Aku memang gila mbak. Mangkanya aku akan bertindak sesuka hatiku untuk menghadapi orang picik dan Licik seperti kalian..”
“Sekarang juga kalian pergi dari rumahku!!!” Teriak rayya
“Oke, aku akan pergi dari rumah ini. Tapi kasih tau aku dimana kamu nyimpen sertifikat rumah ini, aku akan membawa nya karna ini rumahku.” Ucap reino
Rayya mengerutkan kening nya “Rumahmu? Hahaha, Apa gak salah mas? Apa kamu lupa mas, setelah aku melunasi hutang hutang mu di bank dan menebus sertifikat rumah ini. Aku sudah mengganti kepemilikan rumah ini menjadi namaku.. dan kalian sudah menyetujui nya, Jadi rumah ini sekarang adalah milikku. Kalau ada yang pergi dari rumah ini, Itu berarti kamu mas. Karna kamu sudah gak berhak disini.” Ucap rayya
Reino dan raisa saling tatap, Mereka bahkan melupakan hal itu. Mereka kira masalah pemindahan nama tak akan menimbulkan problem serumit ini, Karna rayya adalah perempuan polos yang gampang di setir. Tapi ternyata dugaan mereka salah.
“Tapii .. Jika kalian memang ingin sertifikat rumah ini, berikan aku uang 500 juta cash. Maka aku akan dengan senang hati memberikan sertifikat rumah ini, Anggap saja aku menjual rumah ini pada kalian.” Ucap rayya lagi lagi membuat reino dan raisa terbengong mendengarnya.
“Jangan nglunjak kamu ya rayya,” ucap reino, Tangan nya mengepal keras di bawah. Menandakan ia sangat emosi mendengar permintaan wanita yang masih menyandang status sebagai istrinya itu.
“Yaudah kalau kalian gak mau , aku Juga gak maksa. Sekarang silahkan keluar dari rumahku, tanpa membawa barang apapun dari rumah ini, Jika ada barangku yang hilang .. satu saja, aku akan melaporkan kalian kepolisi.”
“Lihat, di pojok itu ada CCTV, semua kelakuan kalian dirumah ini sudah terekam cctv,”
Rayya menunjuk sebuah CCTV Yang ada di pojok ruangan, membuat raisa dan reino seketika menatap ke arah telunjuk rayya. Mereka sama sama membulatkan matanya melihat adanya CCTV itu..
“Sejak kapan kamu memang Cctv di kamarku hah! Siapa yang mengizinkan mu!!” Bentak reino
“Ini rumahku , Jadi aku bebas ngapain aja dirumahku. Dan aku juga gak perlu minta izin ke kamu, soalnya selama ini rumahku sering sekali kehilangan barang, mangkanya aku pasang cctv supaya tau siapa yang sudah dengan lancang masuk ke dalam rumahku dan mengambil barangku.” Ucap rayya sambil melirik ke arah raisa
“Keterlaluan kamu rayya.”
“Aku tak akan jadi seperti ini , Jika kalian bersikap baik padaku. Sudah cukup ya mas selama ini aku selalu sabar ngadepin kamu sama kakak mu yang benalu ini, Mulai detik ini aku tak akan membiarkan kamu sama kakak mu ini menganggu ketenangan ku dan anakku.” Ucap rayya dengan tegas