Syela tak ingat apapun yang terjadi malam itu, berawal dari pesta di sebuah klub membuatnya harus kehilangan kegadisannya.
Apa yang harus dilakukannya pun ia tak tahu...
Apakah harus????.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.A.Hanifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep.8
"Kamu tau nggak apa yang terjadi malam itu?" tanya Syela menatap Catherine penuh harap.
Catherine menérawang seperti mengingat apa yang terjadi malam itu.
"Malam itu kamu mabuk Sel terus ada cowok nyamperin kita aku nggak tau dia siapa, tapi katanya kalian saling kenal" jawab Catherine dan Syela mendengarkan.
"Kamu ikut sama cowok itu kemejanya, kalian minum bareng terus pergi tanpa kasih tau aku, aku pikir kamu udah pulang duluan jadi aku pulang sendiri naik taxi karena udah malam banget" tambahnya.
Mendengar jawaban itu Syela kembali mencoba mengingat tapi sepertinya tidak masuk dalam logikanya. "Tapi perasaan aku nggak suka minum Cat, ngerasain aja aku ogah, kok bisa aku mabok sih?".
"Kamu kan ditawarin Stefy, lupa ya?"
"Masa sih???" Syela kembali menerawang. "Terus cowok yang katamu nyamperin kita itu siapa yah?" tambahnya.
"Ya mana aku tau, kata dia kalian saling kenal kamu juga asal ngikut aja sama dia".
"Tapi waktu aku tanya Hendra dia bilang liat kita masuk kedalam mobil hitam bareng".
Catherine terdiam sesaat. "Hendra kamu percaya, tu Anak pasti mabok, tau sendiri dia anak klub".
Syela sejenak berpikir ada benarnya juga Catherine tidak mungkin membohonginya. "Apa jangan jangan cowok itu yang...., kamu ingat wajah cowok itu Cat?".
"Sory Sel, aku lupa apalagi wajahnya emang kurang jelas waktu itu".
Syela yang awalnya sedikit bersemangat tampan lemas seketika tubuhnya lunglai tak berdaya, pupus susah harapannya. Kali ini dia benar benar kehilangan tanda untuk tau siapa ayah dari bayi yang dikandungnya.
"Udah lupain aja malam buruk itu, sekarang kamu harus fokus menjaga bayi dalam kandunganmu ini" hibur Catherine. Hanya gadis itu sepertinya yang menerima kehadiran bayi Syela.
Syela beralih mengelus perutnya. "Aku nggak mau dia, Cat.... Aku nggak mau" jawabnya pelan.
Catherine terbelalak. "Terus gimana bentar lagi kamu lahiran Sel, kamu nggak kasian, walau gimanapun juga dia anakmu darah dagingmu".
"Entahlah, aku sudah berjanji sama Papa kalau anak ini lahir dia yang akan membawa, dan apapun itu aku cuman minta semoga dia mengampuni nyawa bayi ini".
"Wahh gila kamu Sel".
Syela berdecih mendengar ucapan sahabatnya. "Untungnya aku belum ada ditahap itu, dari awal aku memang nggak mau dia ada, hidupku sudah hancur karena ulah Ayahnya, aku nggak mau anakknya juga ikut buat aku menderita, cukup 9 bulan saja selebihnya aku ingin kembali bahagia".
****
Sisa liburan diindonesia dihabiskan Catherine datang dan pergi kerumah Syela, entah untuk menjenguk juga menemani sang sahabat atau hanya sekedar melepas rasa bosan.
Gadis itu juga kadang sedikit membantu pekerjaan yang dilakukan Syela dirumahnya, iya hanya sedikit selebihnya dia lebih banyak mengobrol dengan Mama Susi sampai sedikit terbesit rasa iri dihati Syela melihat kedekatan sahabat dan Mamanya itu.
"Kamu mau dibawain apa?" tanya Catherine lewat panggilan ponselnya.
"Aku pengen banget chesee cake, boleh?" jawab Syela disebrangnya.
"Boleh dong, Apasih yang nggak boleh buat sahabatku" terang Catherine tertawa kecil.
Setelah mematikan sambungan telpon gadis itupun berjalan memasuki satu outlet kue dalam mall tersebut. "Chesee cakenya 2, Brownies nya 2 mba take away ya" pesannya.
Saat menunggu pesanan tiba tiba Catherine dikejutkan oleh seseorang yang menepuk pundaknya. "Kamu disini" ujarnya.
Catherine menoleh memperhatikan dengan seksama sosok pria didepannya, sempat terdiam kemudian "Miko, apa kabar?? " tanyanya balik sumringah.
Usai keduanya berjabat tangan Miko menjawab. "Capek, banyak banget tugas kuliah sama tugas dari Papa" jawabnya sedikit dengan nada bercanda membuat keduanya tertawa.
Setelah pesan minum akhirnya mereka pun mengobrol sembari menunggu pesanan keduanya selesai, kebetulan Miko juga membelikan kue pesanan Kakaknya. Catherine mengatakan dia sedang liburan untuk beberapa minggu disini, Miko pun menceritakan kesehariannya.
"Kamu udah ketemu Syela, dia sedih tuh karena kamu pergi tiba tiba" ucap Miko.
Catherine beralih dari minumannya. "U.., udah kok" jawabnya terbata.
"Oia kalian kan sama sama di Ausi yah, lupa aku" ujar Miko lagi menepuk jidatnya pelan. "Ekh tapi kalau kamu liburan, dia juga dong yah, kok nggak ngasih kabar ya?" tambahnya sedikit bingung.
"Mana ada, anak itu sibuk sama tugasnya, kita emang satu kota tapi nggak tau kampus" jawab Catherine mengarang.
Yah pasal alasan Syela kuliah diluar negeri Handoko memang menceritakan padanya, Catherine juga harus menyembunyikan kenyataan tentang Syela pada siapapun juga termasuk Miko.
"Dia bingung tuh katanya kamu belum ada kasih kabar berapa hari ini" ujar Catherine jujur karena memang tempo hari Syela mengadukan sikap sang tunangan.
Miko menghela napas kasar. "Aku sebenernya kangen banget sama dia, tapi aku sibuk banget apalagi Papa ngasih beberapa tugas bisnisnya ke aku, belum lagi tugas kuliah" terangnya. Catherine mengangguk memahami.
Setelah mengobrol beberapa kalimat lagi dan Catherine yang mendapat amanat pesan dari Miko untuk Syela, keduanya pun berpisah dengan membawa kue ditangan masing masing.
Pasti bakal muncul kok, cuman belum waktunya
sesuai sama judul sih aku buat ceritanya, kalau cepet ketemunya bakal pendek ceritanya