NovelToon NovelToon
KALKULASI CINTA TUAN MUDA ELVANO

KALKULASI CINTA TUAN MUDA ELVANO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:20.6k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Bagi Elvano Diwantara, hidup adalah tentang Return on Investment (ROI).

​Mewarisi ketampanan Kairo dan otak jenius Elena, Elvano tumbuh menjadi "Hiu Muda" yang lebih kejam dari ayahnya. Di usia 27 tahun, dia sudah melipatgandakan aset Diwantara Group. Motonya sederhana: "Kalau tidak menghasilkan uang, buang."

​Satu-satunya makhluk di bumi yang bisa membuat Elvano rugi bandar hanyalah Elora, adik perempuannya yang manja dan boros. Elvano rela membakar satu kota demi melindungi sang adik, tapi dia juga akan menagih utang jajan adiknya dengan bunga majemuk.

​Namun, kalkulasi Elvano mendadak error ketika dia bertemu wanita itu. Seorang wanita yang berani menawar harga dirinya, mengacaukan neraca keuangannya, dan membuat detak jantungnya berfluktuasi seperti saham gorengan.

​"Menikahimu adalah investasi risiko tinggi dengan probabilitas kerugian 90%," kata Elvano dingin.

Wanita itu tersenyum miring, "Kalau begitu, kenapa Tuan Muda tidak berani cut loss dan melepaskan saya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Restu Jalur Saham

​​"Ibu mau jawaban ala buku kuliah atau jawaban ala orang pasar?" balas Aluna cepat. Matanya tidak berkedip menatap wanita berkuasa di depannya.

​Sora menaikkan sebelah alisnya, semakin tertarik. "Dua-duanya. Jangan coba-coba mengelabui aku. Jawab sekarang."

​"Kalau ala buku teks, obligasi pemerintah jelas lebih masuk akal. Bunganya biasanya sedikit di atas angka inflasi dan pajaknya jauh lebih rendah dari deposito bank. Deposito itu cuma ilusi, Bu. Bunga kecil, dipotong pajak dua puluh persen pula. Kalau inflasi lagi gila, taruh uang di bank itu sama saja merelakan uang kita dimakan rayap tak kasat mata pelan-pelan."

​Aluna mengambil napas sejenak, lalu mencondongkan tubuhnya ke depan. Jari telunjuknya mengetuk meja perlahan, mencoba memberikan penekanan.

​"Tapi, kalau Ibu tanya jawaban ala orang jalanan kayak aku? Dua-duanya itu buang-buang waktu," lanjut Aluna mantap dengan suara lantang. "Ngapain kita nunggu uang cair tahunan kalau tiap hari kita butuh makan? Mending uangnya dibelikan emas fisik saat harganya turun, atau diputar buat modal borong sembako dari agen. Inflasi naik, harga beras sama minyak goreng pasti ikut meroket gila-gilaan. Kita jual lagi dengan harga baru yang sudah disesuaikan. Putarannya harian, untungnya langsung masuk kantong hari itu juga. Kas nyata, bukan cuma deretan angka di layar komputer bank."

​Hening merayap di ruangan besar nan dingin itu. Kairo mengerutkan kening, mencoba mencerna keberanian luar biasa dari gadis ini. Di sudut lain, Elvano sudah memijat pelipisnya kuat-kuat, bersiap melihat ibunya melempar vas bunga antik karena ada bawahan rendahan yang berani menceramahinya soal investasi.

​Namun, yang terjadi justru di luar nalar Elvano.

​Sora tertawa lepas. Suara tawanya terdengar sangat elegan tapi penuh kepuasan yang mendalam. Matanya berbinar terang menatap Aluna. Jiwa Elena, mantan Ratu Saham yang dulu pernah membolak-balikkan pasar modal dunia, merasa seperti menemukan harta karun terpendam. Logika efisien, pragmatis, dan sangat brutal dalam menghitung untung rugi. Gadis ini bukan cuma sekadar kalkulator berjalan, tapi bandar sejati yang tahu cara bertahan hidup.

​Sora berdiri, merapikan setelan mahalnya, lalu menoleh ke arah suaminya yang masih berdiri kebingungan menatap dua wanita itu. Sora mendekat ke telinga Kairo, membisikkan sesuatu dengan senyum misterius.

​"Kai, siapkan dana pernikahan dari sekarang," bisik Sora pelan tapi penuh penekanan. "Kalkulator anakmu akhirnya ketemu pawangnya. Cuma anak ini yang bisa ngerem pelitnya Elvano sekaligus ngatur borosnya Elora."

​Mata Kairo membulat lebar. Dia menatap istrinya, lalu menatap Aluna, dan terakhir menatap Elvano yang masih mematung memegang dada kirinya yang kembali bergemuruh. Sebagai suami yang sangat penurut pada insting tajam istrinya, Kairo hanya bisa mengangguk pasrah. "Kalau itu maumu, Sayang. Apapun buat keselamatan masa depan keluarga kita."

​Elvano yang telinganya setajam kelelawar mendengar jelas bisikan ibunya. Wajah putih pucatnya mendadak berubah merah padam sampai ke daun telinga. Jantungnya yang tadi sudah sedikit tenang kini kembali berdisko ria di dalam dada, memukul tulang rusuknya tanpa ampun.

​"Ma! Jangan bicara yang aneh-aneh!" protes Elvano keras, suaranya sedikit panik dan kehilangan wibawa CEO-nya. "Aluna ini karyawan kantoran, bukan calon istri! Mama dan Papa ke sini cuma mau ganggu jam kerjaku, kan? Laporan evaluasi perusahaan masih banyak yang harus aku periksa hari ini. Silakan kalian pulang sekarang. Supir sudah menunggu di lobi bawah."

​Elvano berdiri, setengah mendorong punggung tegap papanya ke arah pintu keluar. Dia harus menyingkirkan kedua orang tuanya secepat mungkin sebelum ibunya mengeluarkan ide-ide gila yang lebih tidak masuk akal.

​"Anak ini, baru ditengok sebentar sudah berani mengusir orang tua," gerutu Sora, tapi senyumnya tidak luntur sama sekali. Dia menoleh ke arah Aluna sambil melambaikan tangan dengan gaya sangat anggun. "Sampai ketemu lagi, Calon mena... eh, Maksudku, Auditor Aluna. Pertahankan kinerja kerjamu."

​Pintu akhirnya tertutup rapat, mengunci Kairo dan Sora di luar ruangan.

​Elvano menyandarkan punggungnya ke pintu kayu jati itu, menghela napas panjang layaknya orang yang baru lolos dari kejaran harimau buas. Ruangan kembali sunyi, hanya menyisakan aroma bumbu rendang sisa makan siang dan ketegangan aneh di udara.

​Aluna menatap bosnya dengan dahi berkerut curiga. "Bapak kenapa panik banget begitu? Ibu tadi bisik-bisik apa ke Bapak? Mau motong gajiku ya gara-gara aku jawab pertanyaannya terlalu ngegas?"

​"Bukan urusanmu," jawab Elvano ketus, sangat menghindari tatapan mata Aluna. Dia berjalan cepat menuju meja kerjanya, meraih tabletnya dengan gerakan kaku dan canggung. "Jangan banyak tanya hal di luar pekerjaan. Bereskan sisa makan siang itu. Terus siapkan barang-barang pribadimu sekarang juga."

​Aluna memiringkan kepalanya. "Siapkan barang? Kita mau ke mana? Terus Nona Elora gimana?! Kalau aku tinggal pergi, dia bisa kabur lagi dari rumah dan cari pinjaman uang ke teman-temannya!"

​"Kartu debitnya ada di sakumu. Selama akses keuangannya mati, dia tidak akan berkutik," jawab Elvano tenang, menekan layar tabletnya dengan sentuhan agresif. "Lagipula Papa dan Mama sudah pulang. Elora otomatis jadi tahanan kota di bawah pengawasan mereka. Tugasmu sekarang fokus ke jadwal operasional. Pagi-pagi sekali besok kita harus berangkat dinas ke luar kota. Ada negosiasi alot dengan penyuplai bahan baku di daerah. Kita pergi berdua saja."

​Mata Aluna seketika melotot horor. Dinas luar kota? Berdua saja dengan bos kulkas ini? Sinyal bahaya di kepala Aluna langsung berdering kencang. Otaknya langsung membayangkan skenario terburuk ala sinetron murahan di televisi.

​Aluna melangkah maju satu langkah, menunjuk hidung Elvano dengan tatapan mengintimidasi bak preman pasar. "Tunggu dulu, Pak Bos! Dinas luar kota berdua? Terus hotel tempat menginapnya gimana? Hotelnya pisah kan, Pak?!"

​Elvano menghentikan gerakan jarinya di atas layar tablet. Dia mendongak, menatap gadis yang sedang memasang kuda-kuda siaga itu dengan wajah datar tanpa dosa.

​"Tergantung budget," jawab Elvano pelan.

1
Yeni Puspitasari
baru kali ini aku baca novel berasa banget capeknya
Muft Smoker
baru bangun yx bos ,,
makany baru bisa liat Dunia yg nyata ,,
🤭🤭🤭🤭🤭
kutukan sedang berjalan pak bos ,,
kutukan adik mu🤣🤣🤣🤣🤣
Pa Muhsid
ye baru sadar lo
nanti cinbu dan bucin mas kalkulator
Yeni Puspitasari
🤣🤣 cocok lu bedus
Nana Colen
Allohuakbar keluarga medit keked mengkene cap jahe
Nana Colen
ampuuun deh El 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️.. kalau beneran ada di dunia nyata manusia seperti El 🤣🤣🤣🤣
Nana Colen
naaaah tahu rasa jan lhoooooo... satu kata MAMPUS 👎👎👎👎
Nana Colen
adik kakak sebelas duabelas.. cuman bertolak belakang
Nana Colen
ya jelas lah suka.... karena sesama orang perhitungan ya gitu 🤣🤣🤣🤣


pinter bener nih yang nulis skenario 😍😍😍😍
Nana Colen
🤣🤣🤣🤣🤣 jawaban yang mantap
Hary Nengsih
akhirnya kelar jg nego nya🤣🤣
Murni Binti sulaiman
tuh kan baru sadar ya El... Aluna tuh paket lengkap 😁
Eli Rahma
jgn ditatap lama² nanti ada love merah jambu yg nyangkut..😂
Muft Smoker: udh nyangkut kak tp si pak bos pelit bin medit belum sadar🤭🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
Meliandriyani Sumardi
baru sadar dia🤣🤣 kutukan elora jadi kenyataan ternyata🤣🤣 lanjut kak
Mineaa
weeeehhh.....
Tersepona...... akuhh.....tersepona.....
asyik.... asyiiiikk.....joossss......😁
Murni Binti sulaiman
lama" darah tinggi ya luna😁, boss modelan gitu😂
K4RL4
motel onyo-onyo....luarrrr biasa medit pak boss ni. bsk sarapan nasi uduk hrg goceng y... murmer tp bikin kenyang.
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
kyknya klo udah kinerja, ga perlu lg pake kata kerja tor
Pa Muhsid
kelas paud mungkin hotel nya 0kecil
Muft Smoker
pak bos mending nginep di kandang ayam aj gratis pling harus gelut dlu sama ayam ny ,, 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭😁😁😁😁😁😁
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!