NovelToon NovelToon
Inikah Cinta? (tahap revisi, semua bab)

Inikah Cinta? (tahap revisi, semua bab)

Status: tamat
Genre:Dosen / Tamat
Popularitas:180k
Nilai: 4.5
Nama Author: Secarik rindu di senja hari

Perjodohan yang dilakukan orang tua ku dan teman mereka membuatku terjebak dengan seorang Dosen killer. Dia meninggalkan aku di sebuah rumah besar miliknya, namun dia terus menafkahiku. Pria itu berjanji akan menceraikan aku setelah ia kembali.

Setelah 5 tahun, dia kembali dan meminta diriku untuk tetap bersamanya. Setelah aku menyanggupinya, tiba-tiba saja ada wanita yang datang dalam kehidupan kami dan mengaku sebagai istrinya.

Siapa wanita itu sebenarnya? Dapatkah kami mempertahankan rumah tangga ini hingga akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Secarik rindu di senja hari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Perasaan Reza

Sesuai janji Nathaline beberapa hari yang lalu kepada Reza, hari ini ia akan menemani sahabatnya itu pergi jalan-jalan.

Kakinya juga sudah mulai membaik meskipun masih sedikit membengkak. Rasa sakitnya juga sudah mulai berkurang.

 

"Yuk berangkat," ajak Nathaline kepada Reza yang tengah duduk santai di ruang tamunya.

Nathaline berdandan sangat cantik hari ini, tentu saja karena ia akan pergi bersama pria pujaannya.

"Baiklah, ayo." Reza dengan santai menggenggam tangan Nathaline dan langsung mengajaknya pergi.

Setibanya mereka di salah satu pusat perbelanjaan, Reza meminta Nathaline untuk memilihkan beberapa baju wanita yang bagus menurut Nathaline.

"Apakah semua ini untuk pacarmu?" Nathaline bertanya karena merasa heran ketika melihat begitu banyak barang-barang wanita yang dibeli oleh Reza.

"Bukan begitu, ini semua untuk seseorang yang aku sayangi," jawab Reza dengan santainya.

Sebenarnya, Nathaline merasa sangat kecewa ketika mendengar hal itu barusan. Namun, mau bagaimana lagi? Mereka juga tidak akan mungkin untuk bersama.

Cukup lama berbelanja, mereka akhirnya kembali melanjutkan perjalanan, Reza dan Nathaline sudah menenteng begitu banyak tas belanjaan.

Hari juga sudah mulai larut, mereka juga sudah merasa puas jalan-jalan mengitari pusat kota seharian dan sesekali mereka juga membeli jika ada barang yang menarik.

Akhirnya, pemberhentian terakhir mereka sebelum kembali ke rumah, adalah sebuah taman yang berada di tengah pusat kota.

Malam bertabur bintang, lampu warna-warni menghiasi taman dan ada juga beberapa pasangan yang sedang bercumbu mesra di bawah sinar rembulan.

"Nathaline," panggil Reza, sembari menggenggam erat tangan gadis itu. Nathaline tersentak dan langsung menatap mata pria itu.

Reza perlahan menundukkan badannya hingga setengah berjongkok menghadap Nathaline, gadis itu semakin keheranan atas sikap Reza.

Nathaline hanya menatap tajam ke arah Reza, ia tidak mengerti apa yang sedang di lakukan oleh sahabatnya itu

Pria itu tiba-tiba mengeluarkan sebuah kotak kecil dari balik jaketnya, dia kemudian membuka kotak itu.

"Apa yang sedang kau lakukan Reza? Apa maksudnya ini?" tanya Nathaline, yang terlihat sangat panik karena tidak mengerti maksud dari sahabatnya itu.

Gadis itu sontak melepaskan genggaman tangan Reza dan menarik kembali tangannya yang tengah di genggam oleh Reza.

Reza mengeluarkan sebuah cincin berlian yang sangat indah nan berkilau karena pantulan cahaya rembulan, Nathaline semakin heran di buatnya.

"Nathaline, kita sudah sangat lama saling mengenal, bahkan kita sering menghabiskan waktu bersama, dan entah kapan dan bagaimana perasaanku mulai berubah terhadapmu. Aku mencintaimu, aku mohon jangan membenciku karna mengatakan hal ini. Namun, maukah kau menikah denganku?" ucap Reza panjang lebar dan di akhiri dengan kalimat lamaran.

Nathaline masih tidak menggubris sahabatnya itu, dia hanya mengira Reza sedang bercanda. Namun, Reza kembali menarik tangan Nathaline untuk memasangakan cincin itu di jari manis Nathaline.

"Apa yang sedang kau lakukan?" secara Refleks Nathaline menarik tangannya kembali, hingga membuat cincin itu terjatuh.

Ia hanya masih tidak menyangka bahwa Reza benar-benar serius akan perkataannya barusan, ternyata cintanya selama ini berbalas

"Aku juga mencintaimu, tapi maaf kau terlalu lama baru mengatakannya, kau terlambat Reza," ucapnya lirih, gadis itu berusaha memaksakan senyum ke arah Reza.

Tampak butiran-butiran bening mulai menetes secara perlahan dari sela-sela matanya, di selingi oleh senyumnya yang perlahan semakin memudar.

"Apa maksudmu Nathaline, bukankah kau bilang kau juga mencintai diriku, barusan?" Reza seketika berdiri dan menyeka air mata Nathaline.

"Bukankah sudah aku katakan, minggu lalu? Kau juga sudah membaca pesanku. Namun, tidak kunjung kau balas. Aku sudah di jodohkan, Reza! Tepatnya besok kami akan menikah." Tangis Nathaline semakin menjadi saat mengatakan hal itu.

Reza masih mematung di tempatnya berdiri, ia masih tampak tidak percaya bahwa yang di katakan oleh Nathaline itu benar, ia hanya mengira bahwa Nathaline sedang bercanda.

Cukup lama terdiam, Reza kemudian berjalan secara perlahan dan semakin mendekat ke arah Nathaline, kemudian memeluk erat tubuh mungil gadis itu. Hingga membuat Nathaline tersentak dan langsung tersadar dari lamunan kosongnya.

"Aku sangat mencintai dirimu, Nathaline. Mungkin pepatah cinta tidak harus memiliki memanglah benar adanya, dan kau tidak bisa melarangku untuk tetap mencintai dirimu." Suara Pria itu sedikit bergetar saat memeluk wanita kesayangannya.

"Semoga kalian selalu hidup bahagia dan jagalah dirimu baik-baik, aku menyayangi dirimu Nathaline," ucap pria itu lirih dan semakin mengeratkan dekapannya.

Mereka berdua menangis dalam pelukan, di selingi ucapan perpisahan seakan tidak akan pernah bertemu lagi, nantinya. Malam ini, benar-benar menjadi malam yang menyakitkan bagi keduanya.

"Sudahlah, ayo kita pulang! Besok adalah hari pernikahanmu. Jangan menangis lagi, lihatlah! matamu mulai bengkak," ucap Reza, berusaha untuk menghibur Nathaline. Reza segera melonggarkan pelukannya dari tubuh Nathaline, kemudian menyeka air mata gadis itu.

Sepanjang perjalanan Nathaline terus bersandar di bahu kiri Reza dan menggenggam erat jari-jemari pria itu, seolah sangat berat untuk berpisah.

"Andaikan saja, kita bisa lebih lama seperti ini." Nathaline membatin. Ia makin mempererat genggaman tangan mereka.

"Reza, maafkan aku, bukannya aku tidak mau mengundangmu. Namun, aku rasa ini adalah yang terbaik bagi kita, aku tidak ingin kita saling terluka nantinya," ucapnya, lirih.

Nathaline memaksakan senyumnya di selingi air mata yang kembali mengalir tanpa kehendaknya, sembari memeluk erat tubuh pria itu.

"Baiklah Nathaline, aku harap kalian selalu di berikan kebahagiaan. Jika pria itu menyakitimu, jangan ragu untuk memberitahu aku," ucap Reza berusaha untuk menenangkan Nathaline.

Reza menyeka sisa-sisa air mata yang masih tertahan di pipi Nathaline.

Nathaline kembali mendekat dan memeluk tubuh Reza. Tubuhnya bergetar, sepertinya gadis itu menangis lagi.

Reza melepaskan pelukan erat gadis itu, ia kemudian mengecup puncak kepala Nathaline, dan langsung berbalik badan untuk masuk ke dalam mobilnya.

Tampak laki-laki itu menyeka kasar wajahnya, ia tidak mau menangis karena Nathaline bisa terluka, jika melihatnya lemah.

Reza dengan segera melajukan mobilnya. Di sepanjang perjalanan, air mata pria itu terus mengalir hingga membuatnya risih. Lagi-lagi pria itu tampak menyeka kasar wajahnya.

Sementara itu, di kediaman Reyhans,

"Apakah semua persiapan sudah siap? Aku akan berangat lusa, siapkan juga segala keperluanku di sana." Pria itu tampak gusar, saat sedang menelpon.

Ia lalu mematikan panggilan telepon yang entah dari siapa itu, kemudian langsung membanting kasar tubuhnya di atas sebuah sofa.

"Mungkin ini, keputusan yang benar," batinnya, berusaha untuk meyakinkan hatinya.

Namun, sepertinya pria itu masih tampak sangat ragu akan perkataan yang ia katakan sendiri, barusan.

"Sudahlah, memang ini jalan yang terbaik bagi kami." Ia lagi-lagi bicara kepada dirinya sendiri.

Pria itu kemudian menyandarkan tubuhnya di atas sebuah sofa panjang di dalam kantor miliknya.

"Permisi, tuan." Seorang wanita cantik mengetuk pintu ruangannya.

"Masuklah," ucap Reyhans, ia kemudian kembali menegakkan tubuhnya yang bersandar di atas sofa.

"Tuan, apakah anda yakin ingin membawaku juga? Lalu bagaimana dengan istrimu, aku dengar kalian akan menikah besok," ucap wanita cantik itu.

"Itu urusanku, nanti akan aku bicarakan kepadanya. Kau tidak perlu ikut campur masalahku!" Reyhans menjawab semua pertanyaan Gadis itu hanya dengan sekali tarikan nafas.

"Tapi apakah kau yakin tetap ingin membawaku ikut bersamamu? Aku takut ada yang salah paham," tanya wanita itu, lagi. Reyhans hanya mengangguk pelan menanggapi pertanyaan dari wanita itu.

Rumah Nathaline,

Gadis malang itu membenamkan wajahnya kedalam bantal untuk meredam suara tangisnya. Namun, kali ini dadanya terasa lebih sesak dari yang sebelumnya.

"Mengapa takdir selalu mempermainkan aku seperti ini, tuhan? Apakah aku tidak berhak untuk bahagia?" batinnya, lirih.

Gadis itu sudah tampak kelelahan karena terus menangis, air matanya bahkan tidak mau keluar lagi.

Tubuh mungilnya berbaring di samping boneka tedy bear pemberian Reyhans.

Gadis itu memeluk erat boneka itu sepanjang malam, bahu boneka bahkan sampai basah akibat tangisnya.

...Next......

...Mohon kritik dan sarannya, Author baru belajar nulis😅...

1
ana kristianti123
kok sedih lho aku😭
Ndi Inkong
sedihx,,,
you_are_nana1485
Hai para readers, terima kasih sudah mampir dan baca novel ini sebelumnya. Author sudah selesai revisi dan alunya banyak berubah, jika alur sebelumnya Reyhans mempertahankan dua istrinya, sekarang author bikin cerai aja deh😅
Terima kasih atas kritik dan sarannya.
Ekasri.
Authour tega banget sih sm kita pembaca, yg bener2 tertarik dengan kisahnya, kenapa ujung2nya ada unsur poligami bgini, trs mana letak tegas para org tua dan menrtua yg mendukung Nathalien sebgai korban ke egoisan laki2 dlm cerita ini.😭
you_are_nana1485: sip kk, di tunggu saja ya. Author belum sempat revisi ulang, baru sampai BAB 30. jadi di mohon bersabar ya
total 3 replies
Ekasri.
😭😭😭Rehayan jahat banget...Lo bagusnya author tolong donk percapat bpknya tau kelakuan rehyan yg bejat itu.😭
Ekasri.
kurang ajar banget tuh Dosen, istrinya ditinggalin, malah terayu sm sekeretaris gila bin pelakor., Authour paling nyesek deh aku baca novel klu udah ada cwo yg mempermainkan perasaan cwe. ,😭
Niken Hapsari
ceritanya kok aneh ya
you_are_nana1485: lagi dalam tahap revisi kak. ada perubhn dri tahap alur
total 1 replies
Bee
nathalin kapan bahagianya thorr,bpk nya aja udh benci dia kasian sekali dia
Fitri Sri Dewi
kok ceritanya mengenai poligami.. hal yg paling aku benci seumur umur..
Heni Yuhaeni
tinggalin aja rayhan nya, biar dia rasa nya gimana, kasian nathalin, rayhan tega banget suh... ternyata kelakuan nya lebih parah dari wanita nakal.
Heni Yuhaeni
aqu berdoa, semoga yg membuli nathalin dapet bulian jga dari orang lain..
Heni Yuhaeni
aqu baca nya nyesek ya, nathalin di buli, di acuhkan sama ayah nya, ayah nya cuma ingin nathalin nikah sama rayhan, bukan karna kasih sayang.. heran ko ada ayah seperti ayah nathaline
Heni Yuhaeni
semiga yg membuli nathalin dapet buliyan jga nantinya, biar dia gimana rasanya di buly
Heni Yuhaeni
reyhan g sadar klo dia yg gila, udah tau si nathaline mabuk, masih di anggap gila, dia sendiri yg normal, masih ngatain orang mabuk..
Heni Yuhaeni
ko ada ya.. ayah seperti ayah nathaline, kasian nathaline, semoga bahagia di akhirnya ya..
Zaida Cantik
ya ampunn... sederhana sekali penyelesainya,omgggg ini pengalaman pribadi ato gmn thor😂
Zaida Cantik
ya iyalahhh,5 tahunn laki2 mana tahann
Putry Centil
dasar laki" egois, maunya menang sendiri,
benci aku sama Reyhans
Putry Centil
minta cerai saja ,
ko jdi gini si, uda ngga seruh lgi
Putry Centil
aku bencih sama Reyhans , dasar laki " pleyboy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!