Sofia Angelista, gadis sederhana, periang dan cantik yang merupakan primadona di sekolahnya dulu, memiliki seorang sahabat kaya raya namun sering dibully karena fisiknya yang gemuk dan dijuluki "kutu buku" bernama Vernon Bramaputra.
Bagaimana jadinya bila sahabat yang sering dibully berubah menjadi tampan?
Penasaran kisah selengkapnya seperti apa? yuk simak kisahnya😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firchim04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EP8 Keraguan
Flashback on
Joshua yang baru selesai meeting memutuskan untuk pulang ke rumah. Ia lelah dengan pekerjaan yang begitu banyak di kantor.
Ia memutuskan singgah membeli es krim sebelum pulang ke rumah, karena merasa stres dengan pekerjaan di kantornya.
Selesai membeli, seorang gadis muda berjalan dengan menatap hp dan tidak melihat Joshua yang berjalan di hadapannya. Mereka pun bertabrakan dan es krim yang dipegang Joshua mengenai baju gadis tersebut, sehingga gadis itu begitu marah. Ya gadis itu bernama Angelia Putri.
"Eh kalau jalan hati-hati dong, ini baju saya jadi kotor semua gara-gara es krim kamu" geram Angel.
"Kamu yang harusnya liat-liat, kalo jalan tuh mata dipake jangan cuma jadi pajangan doang" kesal Joshua dengan bersungut-sungut. Rencana awal ingin menghilangkan stres ternyata membuat dia menjadi tambah stres.
Angel yang kesal melihat Joshua memarahinya di depan umum akhirnya memulai dramanya "Kok kamu jahat banget sih, kok kamu marah-marah ke aku? aku kan lagi hamil anak kamu. Nggak seharusnya kamu marah gini sayang" ucap Angel sambil berakting menangis.
Mendengar itu, tentu saja membuat Joshua kaget. Dia tidak percaya bahwa gadis di depannya berani berbicara aneh seperti itu. "Kamu gila ya? kenapa bicara nggak jelas sih?" Joshua panik, karena Angel semakin menangis histeris sehingga menarik perhatian orang.
"kasian ya cewek itu, padahal masih muda tapi udah dihamilin aja. Emang laki-laki nggak bertanggung jawab" begitulah kata-kata yang didengar Joshua. Karena sudah tidak tahan mendengar orang-orang bergosip tentangnya akhirnya ia menarik tangan Angel dan membawanya ke mobilnya.
Joshua mengendarai mobilnya dengan kencang, membuat Angel takut. "Kamu mau bawa aku ke mana? kamu nggak culik aku kan?" tanya Angel ketakutan.
"Cih setelah kamu berteriak seperti itu kamu masih berani bertanya kalau aku mau culik kamu?" ucap Joshua dengan kesal.
Ia akhirnya memberhentikan mobilnya di sebuah taman. "Kenapa kamu teriak seperti tadi?" tanya Joshua.
"Aku nggak sengaja, soalnya kamu bentak aku di depan umum kan aku malu jadi aku akting kayak gitu. Sorry ya" jawab Angel dengan wajah memelas.
Mendengar itu, Joshua pun memaafkan Angel dan mengantarnya pulang. Ya memang Joshua orang yang sangat tidak sampai hati untuk marah terlebih lagi pada perempuan, beda dengan adiknya Vernon yang tidak segan-segan marah dan menghukum siapa pun sekalipun itu perempuan.
Flashback off
"Kamu kan yang ngaku hamil anak aku kemarin" tunjuk Joshua pada Angel.
Sofia yang mendengar itu begitu terkejut. "Benar lo gitu Angel?" tanya Sofia tidak percaya.
"Gue cuma bercanda kok Fi" jawab Angel pelan.
"Kita pulang aja yuk, sakit banget perut gue nih" ucap Angel lagi berbohong.
"Hati-hati Sofia, dia cuma boongin kamu doang tuh" sahut Joshua menatap sinis Angel.
"Ih apaan sih nggak percayaan banget. Ayolah Fi kita pergi dari sini" Angel berkata sambil menarik lengan Sofia.
"Kak Joshua kami pulang duluan ya, salam sama keluarga kak" ucap Sofia sambil tersenyum dan melambaikan tangan.
Joshua mengangguk dan mereka pun berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing.
Sesampainya di rumah, Joshua yang melihat Vernon sedang menonton TV di ruang keluarga duduk di sebelah Vernon. "Tadi aku ketemu Sofia loh, katanya dia belum pernah ketemu sama kamu. Bukannya kalian satu kampus ya?" tanya Joshua heran, karena dia sudah mengetahui adiknya yang menjadi dosen di universitas tempat Sofia kuliah itu.
"Dia nggak kenal aku" jawab Vernon cuek.
"Iya sih kamu udah berubah banget emang. Mending ngomong aja lah kalo kamu sahabatnya dulu" Joshua mencoba membujuk Vernon agar mengatakannya pada Sofia.
"Nggak deh, biar nanti dia sadar sendiri. Udah lah aku mau tidur dulu. Selamat malam kak" jawab Vernon sambil berlalu ke kamarnya.
Joshua hanya bisa geleng kepala melihat adiknya yang sangat keras kepala itu.
Keesokan harinya di kampus, Sofia memutuskan akan ke ruangan Vernon untuk mengambil dompetnya sekaligus menjalankan hukuman tentunya.
Sofia mengetuk pintu dan segera masuk ke dalam ruangan Vernon. Ya dia sudah tidak takut lagi dengan aura menyeramkan Vernon. Karena tiap hari dia selalu di suguhkan dengan hal yang menurutmu horor itu.
"Selamat siang pak, saya datang ingin mengambil dompet saya pak" ucap Sofia.
"Cuma ambil dompet saja?" Vernon menaikkan alisnya sebelah, merasa heran.
"Nggak kok, maksudnya ambil dompet dan nulis pak" jawab Sofia gelagapan. Dia takut salah bicara lagi kepada dosen killernya ini.
"Kamu tulis dulu nanti habis itu baru saya kasih dompet kamu" jawab Vernon tanpa menatap Sofia.
Sofia pun segera menulis, setelah di rasanya sudah cukup menulis untuk hari ini, Sofia pun segera menghadap kepada Vernon.
"Pak saya selesai hari ini, besok saya lanjut lagi ya. Dompet saya pak, bisa saya ambil kan?" tanya Sofia.
"Baiklah. Tapi sebelumnya saya mau tanya, siapa foto yang ada di dompet kamu itu?" tanya Vernon yang penasaran karena fotonya masih terpajang di dompet Sofia.
"Kenapa bapak mau tau? maaf pak itu hal pribadi saya tidak bisa memberitahukannya" Sofia merasa heran kenapa dosennya ini mau ikut campur hal pribadinya.
Saat Sofia ingin mengambil dompetnya, tubuh Sofia tidak seimbang sehingga dia jatuh tepat di pangkuan Vernon. Kemudian mereka bertatapan sangat lama. Sofia merasa jantungnya sangat berdegup kencang begitupum dengan Vernon. Tanpa disadari mereka berciuman sangat lama, entah siapa yang duluan memulainya. Kali ini Sofia tidak berusaha mendorong Vernon, mungkin dia juga menginginkan ciuman itu. Setelah merasa Sofia mulai kehabisan napas barulah Vernon berhenti dengan aktivitasnya di bibir Sofia.
Manis. Begitulah yang dipikir Vernon. Sofia yang merasa malu segera berdiri, tetapi pinggangnya ditarik Vernon sehingga Sofia kembali duduk di pangkuannya.
"Pak jangan begini, ini di kampus pak" ucap Sofia terus menunduk. Ia merasa mukanya sudah sangat merah sekarang.
Melihat hal itu Vernon tersenyum "Kenapa? bukannya kamu juga menyukai ciuman itu?" bisik Vernon dengan nada menggoda.
Sofia terkejut mendengar itu dan segera berdiri keluar dari ruangan Vernon, setelah dia mengambil dompetnya.
Wajahnya jangan di tanya lagi, sudah sangat merah seperti kepiting.
Di dalam ruangan, Vernon hanya bisa tersenyum samar. Dia tidak mengetahui hatinya seperti apa. Di satu sisi dia membenci Sofia yang hanya memanfaatkannya, tapi di sisi lain dia sangat merindukan Sofia.
Sofia langsung pulang ke rumah setelah kejadian di kampus tadi. Ia langsung membungkus seluruh tubuhnya dengan selimut karena malu. Kenapa dia bisa cium aku lagi sih, dan bodohnya aku tidak menolaknya. Apa aku sudah menyukainya? Ah tidak mungkin bodoh. Kenapa juga harus menyukai dosen killer itu" batin Sofia. Dia merutuki dirinya yang begitu bodoh tergoda dengan ciuman tadi.
Saat sedang merutuki dirinya, tiba-tiba hp Sofia berdering. Sofia melihat nama bunda Anya di layar hp nya. Segera ia mengangkat telfonnya.
"Assalamualaikum sayang, kamu lagi ngapain?" tanya bunda Anya, segera setelah Sofia mengangkat telfon.
"Waalaikumsalam bunda. Sofia baru pulang dari kampus bunda. Maaf bunda Sofia belum menghubungi bunda selama ini" jawab Sofia menyesal. Dia memang belum pernah menghubungi bunda Anya setelah pertemuannya di mall dulu.
"Nggak apa-apa sayang. Bunda hanya mau bilang, kalau sebentar malam kamu ke rumah ya? untuk makan malam. ucap bunda Anya.
"Baik bunda, nanti Sofia usahakan untuk datang" jawab Sofia dengan ragu. Dia masih ragu untuk datang atau tidak, karena pastinya akan ada Vernon di sana.
"Harus datang dong, pokoknya bunda tunggu jam 7 malam ya sayang" segera setelah mengatakan itu, bunda Anya memutuskan teleponnya.
Di kamar, Sofia berjalan kesana kemari. Dia bingung harus datang atau tidak. Dia sadar tidak bisa menghindar terus menerus dari Vernon. Dia harus tau apa alasan Vernon meninggalkannya selama ini.
mampir yaa
" Hessel Steven"
ternyata mama cantik Ira Wibowo dan satu lagi yang pernah jadi mamanya Steven William di sinetron apa gitu lupa....udah lama gak nonton sinetron tv Indonesia...FTV di SCTV sudah lama gak nonton padahal durasinya sebentar 2 jam selesai.