NovelToon NovelToon
Kau Curi Suamiku, Ku Curi Suamimu

Kau Curi Suamiku, Ku Curi Suamimu

Status: tamat
Genre:Mafia / Balas Dendam / Selingkuh / Tante / Saling selingkuh / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Hany Honey

Niken menyaksikan perselingkuhan suaminya dengan perempuan yang lebih dewasa, istri orang, dan tetangga dari suaminya. Bukan Niken saja yang melihat adegan panas Reyfan, sang suami bersama Zahra, selingkuhannya. Melainkan ada seseorang lagi yang melihat adegan panas mereka. Hans, suami dari Zahra ternyata menyaksikan semua itu di belakang Niken yang sedang memergoki Reyfan bercinta dengan Zahra di Bengkel milik suaminya.

Hans menangkap tubuh Niken yang lemas karena melihat pergulatan panas Reyfan dan Zahra.
"Jangan menangis, manusia laknat seperti mereka jangan ditangisi!"
"Om Hans?"
"Kita balas perbuatan mereka!"
"Caranya?"
"Kita selingkuh!"

Niken setuju dengan Hans, mereka membuat suatu perjanjian perselingkuhan. Bagaimana kisah Niken dan Hans? Apa mereka terjebak perasaan saat membalas perlakuan pasangan mereka? Apalagi Hans yang sudah lama jatuh hati pada Niken, sejak Hans melihat Niken pertama kalinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hany Honey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Niken menata sarapannya di meja makan. Setelah Salat Subuh, ia menyiapkan sarapan untuk suami dan dirinya. Seperti itu kegiatan Niken sehari-hari saat di rumah, dan setelah suaminya pergi ke Bengkel dia hanya di rumah saja, bermain dengan gawai dan komputer lipatnya untuk berdialog dengan karya-karyanya. Kali ini Niken akan benar-benar menemui Hans. Ia tidak tahu lagi harus bagaimana, karena satu-satunya orang yang bisa membalaskan dendamnya pada suami adalah Hans.

Rey baru saja selesai mandi, langsung menemui Niken yang baru saja menata sarapan. “Nik, hari ini aku ada acara dengan Doni, dan lainnya. Biasalah mumpung libur hari Jum’at,” pamit Reyfan.

“Hmm ... gak masalah, memang kalau libur mas selalu punya acara sendiri, kan? Gak mau gitu sesekali ajak aku ke mana?” ucap Niken basa-basi.

“Mau apa sih pergi-pergi, Nik?” ucap Rey.

“Ya sesekali ajak istri refreshing lah?” jawab Niken.

“Gak usah lah!” ucap nya ketus.

“Aku hari ini mau ketemu teman, dia editor. Dia nawarin aku kerja di kantornya. Ada lowongan sih, katanya pas buat aku yang suka nulis. Aku coba deh,” ucap Niken.

“Terserah kau saja, Nik!” jawabnya.

“Oke, kalau terserah, aku ambil pekerjaan itu, lumayan lah buat tambah-tambah pemasukan,” ucap Niken.

Niken semakin tahu, kalau keberadaannya sudah tidak lagi diinginkan suaminya. Dulu saat dia bilang ingin kerja, boro-boro suaminya bilang terserah. Yang ada belum selesai bicara langsung dipotong, dan dijawab di rumah saja, gak usah kerja di luar! Sekarang Rey berdeda sekali setelah mengenal Zahra. Tidak lagi peduli dengan Niken, uang belanja kalau tak Niken minta saja Rey enggan memberinya. Kalau diminta dia malah seakan jengkel dan menuduh Niken itu boros. Bulan ini saja Rey memberi jatah uang bulanan Niken terlambat, sampai pembantu di rumah Niken yang menggajinya, dengan uang hasil menulis Niken.

“Mas, bulan ini masa belum nga_”

“Ngasih uang bulanan, kan? Sudah habis? Boros sekali!” tukasnya.

“Mas? Kamu bilang boros? Sebulan lho kamu gak ngasih, dan ini juga sudah lebih sepuluh harian kamu telat ngasihnya? Gak mikir kamu ada pembantu di rumah? Dua bulan ini aku yang ngeluarin gaji untuknya?” ucap Niken.

“Kamu sukanya membesarkan masalah ya, Nik? Perkara uang saja kamu bahas ngotot gini?” ucap Rey ketus.

Lagi-lagi Niken hanya bisa mengelus dada karena ucapan ketus Rey. Sudah tidak ada lembut-lembutnya lagi Rey bicara dengan Niken, benar-benar sudah tidak menginginkan Niken lagi sekarang.

“Sudah aku transfer cek saja!” ucap Rey.

Niken mengambil gawainya, lalu mengecek uang di rekening Niken. Niken tidak menyangka Rey mengirimkan uang dengan jumlah tidak seperti biasanya. Kali ini jumlahnya jauh lebih sedikit dari biasnya.

“Kenapa diam? Gak terima aku kasih segitu? Bengkel lagi sepi!” ketus Rey.

“Terima kasih, cukup untuk sebulan. Apalagi aku akan kerja lagi,” jawab Niken.

Niken benar-benar sudah diambang kemarahan, tapi dia hanya bisa diam karena tidak mau ada perdebatan lagi dengan suaminya. Biar saja, dikasih uang sedikit, mulai hari ini Niken akan menerima lebih dari Hans. Niken tahu bengkel selalu rame, karena ada sepupu Rey yang bekerja di sana. Kadang Niken iseng cek keadaan Bengkel lewat Rio, adik sepupu Rey. Kaatanya bengkel selalu ramai,  pemasukan dari sparepart juga sangat naik. Entah di mana uangnya Niken gak tahu, yang jelas pasti buat selingkuh dengan Zahra.

Padahal bengkel itu jerih payah Niken juga. Mereka mendirikan bengkel itu sama-sama, dari nol, dari Rey yang punya sepetak tanah untuk usaha bengkelnya, sampai bengkel segede itu dan di bengkel itu sekaligus ada rumahnya. Sebelum pindah ke rumah yang sekarang, dulu Niken memang tinggal di bengkel, karena di sana ada kamar, kamar mandi, dapur, pokoknya lengkap. Sejak pendapatan bengkel semakin tinggi, Niken dan Rey bisa membeli rumah yang cukup besar. Memiliki mobil pribadi, tapi mobil itu dipakai Rey, padahal atas nama Niken. Niken ke mana-mana hanya pakai sepeda motor.

“Aku berangkat, Nik!” pamit Rey.

Niken mencium tangan Rey. Niken berdiri di depan Rey dan sudah membungkukkan tubuhnya, mendekatkan kepalanya untuk dicium Rey, tapi nyatannya malah Rey berlalu begitu saja. Dia tidak mencium Niken sama sekali. Sekarang Niken tidak akan lagi meminta dan mengemis untuk dicium Rey.

Niken langsung bersiap-siap karena ia sudah menghubungi Hans, agar anak buahnya menjemput dirinya.

“Mbak Sari, aku mau pergi, mungkin seharian, Mbak. Mbak nanti masakin Mas Rey, ya? Kayaknya aku sampai mau menjelang petang soalnya. Oh iya, ini uang belanja hari ini ya, Mbak? Beli saja yang habis apa,” ucap Niken pada Sari pembantunya.

“Iya, Bu. Nanti Sari masakin deh. Bapak memang Jumat gak libur, Bu?” tanya Sari.

“Lagi keluar sama Danu dan lainnya. Biasalah mereka kan suka kumpul-kumpul, Mbak?” jawab Niken.

“Danu?”

“Iya  kenapa, Mbak?”

“Danu anaknya Bu Suci, kan?” tanya Sari lagi.

“Iyalah, Danu siapa lagi? Ya Danu itu teman Mas Rey?” jawab Niken.

“Bu, Danu hari ini keluar kota sama anak dan istrinya, biasa jalan-jalan keluarga, Bu. Piknik, masa mau keluar sama Pak Rey?” ujar Sari.

“Ya aku gak tahu, Mbak? Pamitanya begitu kok? Sudah, Mbak aku pergi kerja, ya? Sebentar lagi taksi online datang kayaknya. Aku gak pakai motor, kali saja mau pulang sampai malam,” pamit Niken.

“Bu Niken kerja?” tanya Sari.

“Iya, kerja di temanku, jadi editor,” jawab Niken.

“Sudah, tuh sepertinya taksinya datang, aku berangkat, Mbak,” pamit Niken.

Niken masuk ke dalam mobil orang suruhan Hans. Ia langsung dibawa ke rumah Hans. Rey bohong dengan dirinya. Sari bilang Danu katanya sedang piknik dengan keluarganya, tapi Rey pamit pergi dengan Danu dan teman lainnya.

“Oke, kita mulai perang ini, Mas! Aku gak peduli jika kamu tahu aku selingkuh dan menceraikan aku. Yang terpenting bukan aku yang menggugat cerai!” batin Niken.

Sesampainya di rumah Hans, mobil masuk ke dalam halaman rumah Hans yang begitu luas. Niken diantarkan sampai di depan teras rumah Hans. Ia disambut ramah oleh asisten Hans. Hans pun keluar ikut menyambutnya.

“Akhirnya kamu mau ke sini, Nik,” ucap Hans. “Ayo, Sayang. Masuklah,” ajak Hans.

“Sayang?” batin Niken.

Panggilan Hans membuat hati  Niken menghangat, apalagi dengan senyum yang menampakkan ketamampanan Hans, dan sambutan hangat membuat darah Niken makin berdesir. “Kalian kerja lagi. Silakan kembali ke gudang belakang!” perintah Hans pada semua asisten di rumah. Ia menyuruh semuanya keluar, dan yang ada hanya Hans dengan Niken, juga juru masak di rumah yang sedang menyiapkan menu makan siang untuk Hans dan Niken.

“Ayo aku tunjukkan ruangan yang mungkin akan membuatmu suka,” ajak Hans.

Hans menuju ke sebuah ruangan, lalu ia membukakan pintu kamar tersebut. “Kamu pasti betah lama-lama di dalam, Nik,” ucap Hans dengan membuka pintunya dan memperlihatkan ruangan tersebut.

“Wow ... ini aku suka, Om,” ucapnya dengan sumringah.

Niken langsung masuk, netranya begitu jernih menatap buku-buku yang tertata rapi di rak. Semerbak aroma Vanilla yang menenangkan Niken hirup perlahan. Hans menyalakan AC di ruangan itu. “Om, aku betah di sini kalau seperti ini,” ucap Niken.

“Apa pun yang kamu mau akan aku turuti, asal kamu mau menjadi pacarku,” ucap Hans lalu memeluk Niken dari belakang, melingkarkan tangannya ke peru Niken, dan menaruh kepalanya di pundak Niken. “Apa kau terima aku sebagai pacarmu, Han?” tanya Hans.

“Kayak ABG saja pacaran?”

“Karena aku anggap kamu pacarku, bukan selingkuhanku. I love you.” Bisik Hans, lalu mengecup lembut pipi Niken, yang membuat darah Niken semakin berdesir diperlakukan Hans seperti itu.

1
Marina Tarigan
gitu dong kedepannya hati2 dong cinta dan rindu bolh tapi jgn seperti banteng normal 2 saja
Marina Tarigan
pak bos balas dendam karena 2 tjm puasa ya kedepannya tata hasrat bapak ada batas kemampuan istrinya dia bukan mesin bisa dipacu terus
Marina Tarigan
lavi pula pak bos gempur Niken seperti kuda terus perdarahanlah
Anonim
kesimpulan singkat...curi curian suami🤣
Marina Tarigan
kan betul kata Hans kalau wsnita jd janda lebih 1 x nilainya berkurang pasti laki2 ada yg menganggu tapi kalau laki2 yg seperti Hans 10 wanita simpanan diluar sana dumia tutp mats mkmya harus jsga martabat supaya jgn xilecehkan orang lain dan terima kasih Niken kamu sdh berusaha menata rmh tgga mu kembali utk anakmu ber 5 yg sangat menyayanhi kamu
Marina Tarigan
gitu dong iken tekan sedikit egomu Hans kena sakit jantung 2 thn tdk terurus gara2 mencari kamu soang menangis stres bertahun mkn tidur tdk teratur saling maafan saling belajar menekan emosi
Marina Tarigan
sm kek kucing grasak grusuk
Marina Tarigan
kalau menurut aku lebih baik tinggalkan dulu Niken sm anak2nya lebih baik Hans pergi jauh dan mengelola perusahaan diluar negeri rmh dan perusahaan yg telah kalian bangun bersama serahkan sm angkasa dan mega juga Niken perjuangan pak Hans sdh kewat batas terus minta ampun sampai berlutut didepan niken ber kali 2 manuzia tak ada sempurna nikennya terlampau hati batu kamu punya segala Hans jgn terlampau merendahkan diro dihsdapan niken pergilah jauh tinggalkan semua kamu dibuat seperti sampah dibuat Niken kamu sdh beftanghung jawab sm anak istrimu tinggalkan semua
Marina Tarigan
lanjut semoga Niken dpt pertolongan orang baik
Marina Tarigan
semoga pak bos hancur dgn sendirinya dan akan dimarahi anak2mu mampus lo
Marina Tarigan
kesalahanmu fatal Dewa masak nyimpan foto ibu sambungmu di laci mu keluargamu akan berantakan nantinya
Marina Tarigan
Hans adalah pria yg luar biasa yg mengurus anak2nya tanpa zahra menghidupi dan merawat anak2 nya walaupun istri terus berselingkuh rmh tgga tetap dijaga demi anak2nya
Marina Tarigan
sdhlah pak Reyhan takdirmu memang utk jalang keparat kau sakiti bukan tanggung2 Niken menghina dia gendut tdk ada manis2nya tapi Niken wanita pintar tangguh mengjormati pernikahan tapi kamu kecantol tante girang yg fokus maksiat terus
Marina Tarigan
kamu dekati setan Rey akhirnya kamu kesetanan
Marina Tarigan
biadap juga kamu Niken kamu pancing Hans berbuat zina pdmu kamu juga sama gatalnya dgn zahra jgn sok baik kamu juga bayangan pelacur
Marina Tarigan
sebagai wanita baik jgn dibalas sepeperti kelakuan mereka kalau kamu selingkuh dgn Hans berarti kamu juga bejat dan brengsel dan hina bivara baik2 dan minta cera
i saja dgn baik2 kalau tdk bisa berubah cerai saja
Marina Tarigan
manusia memang tdk ada puasnya .pd yg dia miliki sendiri efan
fsf
lama lama Niken bikin emosi aja sikapnya terlalu kekanak-kanakan egois dan keras kepala bikin sebel
fsf
waduh bisa salah faham tuh
fsf
lah kalau ngak disentuh Hans kok bisa anak sampai 3 apa itu anak hasil perselingkuhan 🤔
Zahra memang gendut BB 90 itu dah over banget mungkin kalau BB 70an gitu bisa dibilang montok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!