NovelToon NovelToon
Rich People In A Parallel World

Rich People In A Parallel World

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Romansa Fantasi / Time Travel / Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Identitas Tersembunyi
Popularitas:99.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Skyligh

Ali, seorang pemuda berusia 23 tahun, terjebak dalam kebuntuan hidup—menganggur dan bermimpi membangun bisnis, tetapi tak memiliki modal. Namun, segalanya berubah ketika tanpa sengaja ia membangkitkan kekuatan untuk menjelajahi dunia paralel. Di sana, ia menemukan teknologi canggih, harta tanpa batas, serta buku-buku seni bela diri yang dapat ia bawa kembali ke dunia nyata. Dengan kecerdasan dan tekadnya, Ali memanfaatkan semua yang ia peroleh untuk menaklukkan dunia. Uang, teknologi, dan keterampilan bertarung kini ada di tangannya. Inilah kisah seorang pemuda yang melangkah dari nol menuju kejayaan—mengubah takdir dan menapaki jalan menuju puncak dunia!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Skyligh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8 BERKENALAN

 

Malam di Tengah Jalanan Mencekam

Suasana di jalan yang gelap itu begitu mencekam. Tiga mayat tergeletak di aspal, darah mereka mulai mengering di bawah cahaya lampu jalan yang temaram. Udara dingin malam menusuk, membawa keheningan yang menyeramkan.

Alana berdiri kaku di samping mobilnya, matanya membelalak memandangi tubuh-tubuh yang tak lagi bernyawa itu.

Dengan suara bergetar, ia bertanya, "Ba-bagaimana dengan mereka? Kenapa… kenapa mereka tidak bergerak?"

Ali, yang masih berlumuran darah, melirik sekilas ke arah tiga begal yang terkapar di tanah.

"Tidak usah takut," katanya datar. "Mereka sudah mati. Orang-orang seperti itu tidak layak diberi belas kasihan."

Alana menelan ludah. Meski hatinya lega karena selamat, rasa ngeri tetap menggumpal di dadanya.

"Tapi… gimana kalau polisi tahu kamu yang membunuh mereka?" tanyanya ragu.

Ali hanya mengangkat bahu, ekspresinya tetap tenang.

"Kalau polisi tahu? Ya, saya tinggal bilang kalau saya hanya membela diri. Lagipula, lebih baik mereka yang mati daripada saya."

Ia menghela napas pelan, lalu menatap Alana.

"Ayo pergi. Ini sudah larut malam."

Alana masih tertegun, tetapi akhirnya mengangguk. Ia menyalakan mesin mobil, meninggalkan lokasi dengan mayat-mayat berserakan seperti korban pembantaian.

 

Perjalanan di Malam Hari

Suasana di dalam mobil hening. Alana masih sibuk mencerna kejadian tadi, sementara Ali duduk santai di kursi penumpang, menatap keluar jendela.

Setelah beberapa menit, Alana akhirnya memberanikan diri untuk berbicara.

"Ma… maaf, Kak. Kita belum kenalan. Nama Kakak siapa?" tanyanya dengan suara sedikit grogi.

Ali menoleh sebentar, lalu tersenyum tipis.

"Tidak sopan menanyakan nama seseorang kalau kamu belum memperkenalkan diri dulu," katanya santai.

Alana tersipu. "Oh, maaf! Namaku Alana. Kalau Kakak?"

Ali terkekeh, mencoba mencairkan suasana. "Santai aja, gak usah gugup gitu. Nama saya Alinasr. Panggil aja Ali atau Al."

Alana mengangguk pelan. Suasana di antara mereka mulai sedikit lebih ringan.

"Oh iya, Kak. Rumah Kakak di mana? Dari tadi kita jalan terus, tapi aku gak tahu tujuannya," tanya Alana heran.

Ali tertawa kecil sambil menggaruk kepalanya. "Oh, iya! Hampir lupa. Saya nginep di Hotel The Westin Jakarta."

Alana melirik sekilas. "Oh, Kakak tinggal di hotel? Kenapa gak di rumah sendiri? Sebelumnya Kakak tinggal di mana?"

"Saya dari Makassar, Sulawesi Selatan. Baru sampai Jakarta tadi siang. Kamu sendiri?"

"Aku tinggal di Bintaro," jawab Alana.

Percakapan mereka berlanjut dengan ringan, membahas hal-hal kecil sepanjang perjalanan.

 

Tiba di Hotel

Tak lama kemudian, mobil Alana berhenti di depan Hotel The Westin Jakarta.

Ali melepas sabuk pengamannya dan berbalik ke arah Alana.

"Besok kita keluar makan yuk, aku traktir sebagai tanda terima kasih karena Kakak sudah nolongin aku," kata Alana dengan senyum tulus.

Ali mengangguk. "Boleh, jam berapa?"

"Nanti aku kabari. Udah ada kontak Kakak di HP-ku, kan? Yaudah, sampai jumpa besok!" kata Alana, masih tersenyum.

Ali tersenyum tipis dan keluar dari mobil. Setelah memastikan Alana pergi, ia berjalan masuk ke dalam hotel.

Di meja resepsionis, seorang pegawai hotel langsung memperhatikan baju Ali yang berlumuran darah.

"Pak, Anda tidak apa-apa? Kenapa baju Anda ada darahnya?" tanya resepsionis itu dengan ekspresi khawatir.

Ali tetap berjalan santai dan menjawab ringan, "Gak apa-apa, Kak. Cuma tadi jatuh dari motor."

Resepsionis tampak ragu, tetapi tidak bertanya lebih lanjut. Ali melangkah ke lift dan menuju kamarnya.

 

Malam yang Tenang

Setelah sampai di kamar, Ali segera melepas bajunya dan masuk ke kamar mandi. Air dingin mengalir membasuh darah yang menempel di kulitnya.

Saat ia selesai dan keluar dari kamar mandi, tiba-tiba terdengar ketukan di pintu.

"Tok, tok, tok."

Ali berjalan mendekat dan membuka pintu. Di depan pintu berdiri resepsionis tadi, membawa kotak P3K.

"Pak, ini untuk mengobati luka Anda," kata resepsionis dengan ramah.

Ali mengernyit. "Oh, terima kasih. Tapi kenapa repot-repot sih, Kak?"

"Di hotel ini, keselamatan dan kenyamanan tamu adalah prioritas kami," jawab resepsionis dengan senyum sopan.

Ali menerima kotak P3K itu dan mengangguk. "Terima kasih, ya."

Setelah resepsionis pergi, Ali menutup pintu, meletakkan kotak itu di meja, dan duduk di tempat tidur.

Matanya menatap langit-langit, pikirannya melayang.

"Bisnis apa ya yang bagus untuk saya bangun?" gumamnya.

Namun, rasa lelah mulai menguasai tubuhnya.

"Ah, sudahlah. Besok saja kupikirkan. Lebih baik tidur dulu, capek banget!"

Ia menguap, lalu mematikan lampu.

Dalam hitungan menit, Ali sudah terlelap, membiarkan malam menutup lembaran kisah yang baru saja ia lalui.

 

...Kalau sudah dibaca jangan lupa untuk like,komen dan berikan dukungan biar authornya rajin upload gaiss....

1
Hary
DONGOK...!!! PUNYA PELUANG JADI KUAT TIDAK DI MANFAATKAN...
BELEUNG BELENG....
Hary
BABI
Hary
BABI... TERLALU PENDEK u/ SATU BAB
Aulelie Aulelie
is the best kak ceriranya👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾
Blue
Jadi coba lebay amat, padahal udh bljr teknik beladiri tpi mental nya tempe amat
Aulelie Aulelie
emang gitu polisi di negara kanoha serba pulus klau kagak ada pulus gk di tagan tu masalah
Murdianto Murdoq
ditunggu cerita selanjutnya
Dhewa Shaied
ditunggu updatenya thor
Aditya Ramdhan22
mantap huu,wajib di lanjutkan sampai tamat thorr
skyligh: terimakasih sudah mensupport kami/Grimace/
total 1 replies
RidhoNaruto RidhoNaruto
👍
BEST VILLAIN IN THE WORLD
bagus bunuh. bantai semua keroco-keroco yang menggagu. jangan naif
BEST VILLAIN IN THE WORLD
apaan anj satu bab isinya cuma omong kosong doang.
skyligh
terimakasih sudah mensupport kami
Aditya Ramdhan22
mantap huu,lanjutkan
skyligh: di setiap komentar kamu, adalah sesuatu yang berharga bagi author, jadi terimakasih atas dukungannya
total 1 replies
Aditya Ramdhan22
wow mantap huu,lanjutkan hm
Fajar Fathur
lanjut update thor
Dean Adam
Akhirnya Update Author, Apakah Cuma Beberapa Chapter Doang
DPras
knp ga temen2 kampusnya aja atau teman2 1 kampung
DPras
thor carefour kan menyediakan segalanya kenapa nyari nya susah amat... kan tiap rak ada tulisan jenis2 produk... dan bs bertanya ke security... dan permata senayan CAREFOUR terdekat ada nya di Jl. Jend. Sudirman dan ITC Permata Hijau... di Melawai mah ga ada... 😁
DPras
the westin ke mampang kan deket thor... mahal amat smp 50rb... trus kenapa musti harus di hitung... kan di aplikasi sdh tertera ongkos nya... 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!