Lin adalah gadis yang bijaksana dan patuh. Meskipun ditindas oleh keluarganya, dia tetap merawat neneknya dengan sepenuh hati.
Tetapi harapan Lin pada keluarga itu telah kandas, ketika nenek memaksa untuk menjodohkannya.
Karena tak ingin dikontrol oleh neneknya, Lin dibantu pelayan kabur dari rumah. Dia bekerja di sebuah hotel mewah.
Suatu hari, Lin tak sengaja masuk ke kamar seorang pria bangsawa dan terpaksa berhutang banyak padanya!
Sekarang, dia hanya punya dua pilihan: menikah dengan pria itu, atau melunasi hutangnya.
Lin tidak pernah berpikir bahwa perselingkuhannya akan membuatnya terjerat dengan orang lain.
Apakah pernikahan benar-benar takdirnya?
Jika tidak menikah dengan pria ini, apa yang harus dia lakukan untuk melunasi hutang setinggi langit itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haslina83, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MEMILIH KABUR DAR RUMAH NENEK
Lin, menunggu go online yang sudah di pesan beberapa menit sebelum keluar restoran tadi.
Akhirnya gojek online yang ditunggu tunggu sampai juga.
" Neng, maaf bapak telat. Jalanan macet banget ucap driver go online.
Tidak apa-apa Pak ucap Lin dengan sopan.
Motor go online melaju dengan kecepatan sedang di kemacetan jam pulang kerja.
Pak berhenti di situ ya pak, ucap Lin.
Oke siap Neng, Lin mengeluarkan beberapa lembar uang untuk membayar driver go online.
Kembalian buat bapak saja.
Terima kasih ya Neng, ucap driver go online.
Sama-sama Pak.
Seperti biasanya Lin harus melewat pinggiran rumah untuk ke halaman belakang, untuk menuju pintu belakang.
Sore, Bu..Sapa Lin pada bu Lestari yang sedang buang sampah di belakang rumah.
Sore..jawab Bu Lestari.
Lin masuk kamar dulu ya Bu..ucap Lin
i-ya Non,,."jawab Bu Lestari.
Lin masuk ke kamarnya, lalu mengambil handuk untuk mandi. Badannya terasa lengket kerna seharian bekerja.
Selesai mandi Lin mengeringkan rambut dengan handuk kecil di tangannya. Membuka lemari plastik dan mengambil kaos berwarna putih dan setelan celana pendek.
setelah itu Lin menuju ke arah kasur.
Aduh, capek banget hari ini, ucap Lin yang langsung merebahkan badannya ke kasur.
Belum sampe beberapa detik, Lin langsung tidur dengan pules.
Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan jam 8 pagi
Tiba-tiba Lin terjaga dari tidurnya karena ada yang mengetuk pintu kamarnya.
Non maaf, nyonya mau ketemu Non sekarang. ucap Bu Lestari.
" Hennmm, Sekarang sudah jam berapa bu, Ucap Lin meregangkan tangannya sambil mengucek ngucek matanya,
" Sudah jam 8 pagi non,,.. "jawab Bu Lestari.
Lin langsung buru buru masuk kamar mandi untuk mencuci muka, setelah itu langsung menyisir rambutnya.
Lin keluar dari kamarnya menuju ruang tamu. Lin melihat neneknya sedang berbicara di telepon dengan seseorang sambil tersenyum.
Lin Berdiri di sebelah nenek dan neneknya langsung mengakhiri telefonya.
" Selamat pagi Nek, tadi Bu Lestari bilang nenek Panggil Lin, Ada apa ya Nek ? ucap Lin dengan sopan.
Lin kamu siap-siap saja dua hari lagi kamu akan di lamar, setelah itu seminggu kemudian akan langsung menikah dengan anak Bu rita. Kamu mengerti, tanya nenek dengan nada membentak.
Seperti petir di siang bolong Lin kaget, tanpa di sadari butiran air membasahi wajahnya yang putih itu.
Lin memberanikan diri untuk menjawab neneknya.
" Nenek, aku belum mau menikah, ucap Lin sambil menangis.
Nenek dan ibumu sudah sepakat untuk menikahkan kamu sama anak Bu Rita.
ibumu akan pulang, ucap nenek.
Belum selesai neneknya bicara Lin sudah berlari ke kamar sambil menangis.
Cucu kurang ajar, orangtua belum selesai bicara sudah tinggal pergi, dasar cucu tidak ada sopan santunnya kamu ! ucap neneknya dengan nada marah.
Bu Lestari masuk ke kamar Lim dan langsung memeluk Lin.
Sabar Non, Jangan menangis ucap bu Lestari.
" Lin mau pergi saja Bu, Lin belum mau menikah. "
Di sisi lain lin tidak mau menikah karena tidak mau menyakiti sahabatnya kayla..
Lin tahu kayla amat sangat mencintai Hermawan.
Non mau ke mana ? ucap Bu Lestari kaget.
"Kemana saja Bu, Yang penting Lin tidak di nikahkam jawab Lin sambil menangis.
Bu Lestari menjadi khawatir, kalau Lin benar benar pergi. Takut terjadi apa-apa pada Lin di luar sana.
Akhirnya bu Lestari tau pada siapa, dia harus minta bantuan.
Lin sebentar, ibu telefon ponakan ibu dulu. Ke betulan dia bekerja di hotel. Mudah mudahan ponakan ibu bisa bantu Lin. Lin tunggu sini ya, Ibu telepon ponakan Ibu dulu.
iyaa bu, jawab Lin
Lin bangun dari kasur, menuju ke arah lemari plastik. Lin mengambil sebuah koper di atas lemari.
Lalu memasukan semua pakaiannya yang ada di lemari ke dalam koper.
dilanjutkan.
miss you more kk author smoga bisa sukses dan sehat selalu kk author
trus knp gak bilang aja kecelakaan yg kmrn itu