NovelToon NovelToon
Pembalasan Istri SAH

Pembalasan Istri SAH

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Pelakor / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.6
Nama Author: syila hasna

Riana adalah seorang wanita yang merasa sangat beruntung karena bisa menikah dengan pria pujaan hatinya.

Riana yang telah menikah selama hampir sepuluh tahun merasa sangat bahagia karena memiliki suami yang sangat penyayang dan sepasang anak yang sehat dan cerdas.

Namun ternyata kebahagiaan itu hanyalah ilusi yang dibuat oleh suaminya.

Riana yang baru mengetahui tentang perselingkuhan suaminya dengan teman kantornya merasa sangat hancur dan terpuruk.

Riana yang tak ingin hancur sendirian pun memutuskan untuk bangkit demi kedua buah hatinya hingga akhirnya membuat Riana membuat keputusan berat yaitu Pembalasan.

Apa yang sedang direncanakan Riana sebenarnya? Apakah Pembalasan Riana akan berhasil? Apakah Riana dan kedua anaknya bisa menemukan kebahagiaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syila hasna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8. Mengumpulkan Bukti

Riana yang telah menjual semua yang tidak terpakai untuk dijadikan uang lalu menyimpannya untuk masa depannya dan anak-anak.

Riana yang telah berdamai dengan hatinya memutuskan untuk bertahan dan perlahan mengumpulkan aset.

Namun beberapa hari berlalu hingga dua minggu terakhir Riana menyadari bahwa ada perubahan pada suaminya.

"Kenapa Mas Kamal selalu telat pulang ke rumah dan Mas Kamal juga sekarang sangat sulit jika diminta untuk mengantar atau menjemputku?" gumam Riana dalam hati dengan ekspresi wajah yang sedih.

"Apakah Mbak Yonna memaksa Mas Kamal untuk terus bersamanya dan membuat Mas Kamal melupakanku dan anak-anaknya?" tanya Riana dalam hati dengan tangan terkepal erat.

"Aku tidak bisa diam saja. Aku harus berbuat sesuatu. Aku harus mengetahui yang terjadi pada Mas Kamal!" ucap Riana dalam hati.

Riana yang tidak memiliki jadwal mengajar lagi pun memutuskan untuk meminjam mobil salah satu temannya untuk memata-m 99atai Kamal.

"Yun, aku boleh pinjam mobilmu ngak? Aku mau jemput dan anak-anak. Nanti aku isiin bensinnya ya." ucap Riana dengan ekspresi wajah yang memelas.

"Ngak masalah. Ini kuncinya dan STNK-nya!" ucap Yuni dengan senyum yang lembut sambil menyerahkan semuanya kepada Riana.

Riana yang telah belajar menyetir mobil dan memiliki sim A dapat membawa mobil di rumah saat Kamal sedang tidak bisa mengantarnya pergi.

Riana yang pergi membawa tasnya pun memasuki mobil Yuni lalu pergi menuju kantor Kamal.

Namun saat dirinya tak terlalu jauh dari kantor Kamal, Riana melihat Yonna sedang berdiri di tengah jalan yang berjarak tak terlalu jauh dari kantor.

"Kenapa Mbak Yonna berdiri di sana sendirian? Apakah dia sedang menunggu suaminya? Hmmm, atau mungkin menunggu ojek online?" tanya Riana denga suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan tatapan mata yang curiga.

Riana yang membuat mobilnya berjalan sangat pelan akhirnya menepikan mobilnya sebentar hingga akhirnya Riana melihat mobil yang sangat dikenalinya menjemput Yonna.

"Mas Kamal? Mas Kamal datang menjemput Mbak Yonna?" gumam Riana dengan ekspresi wajah yang tidak percaya.

"Mau kemana mereka berdua?" tanya Riana dengan ekspresi wajah yang bingung dengan alis yang mengkerut.

Riana yang penasaran dengan arah tujuan keduanya pun terus mengikuti mobil Kamal dengan jarak yang aman agar tidak dicurigai.

Riana yang tiba-tiba meliha mobil Kamal berjalan perlahan lalu memberikan tanda akan menepi pun akhirnya mengetahui tujuan kepergian keduanya.

"Warung Makan? Apakah keduanya mau makan siang bersama? Tapi tempat ini terlalu jauh dari kantor mereka!" gumam Riana dengan suara yang rendah.

Riana yang melihat Kamal dan Yonna turun dari mobil dengan senyum yang lebar lalu memilih duduk di luar membuat Riana merasa sangat kesal.

"Hah, tidak disangka keduanya benar-benar melakukan ini!" ucap Riana dengan ekspresi wajah yang tidak percaya dengan tawa kecil.

Riana yang memilih memarkirkan mobilnya di sebuah kantor tak jauh dari tempat Kamal dan Yonna makan siang pun memutuskan untuk terus membuntuti keduanya.

Riana yang melihat Kamal dan Yonna makan bersama tanpa ada ekspresi wajah yang bersalah dengan tawa yang lepas membuat Riana menjadi sangat marah.

"Aku tidak bisa diam saja. Aku harus menghubungi Mas Kamal dan melakukan sesuatu untuk membuat Mas Kamal pergi dari sana daripada menambah banyak dosa dengan istri orang yang tidak punya akhlak!" sindir Riana dengan ekspresi wajah yang kesal.

Riana yang tidak ingin melampiaskan kemarahannya saat itu juga pun menarik nafas perlahan lalu memencet nomor Kamal dan menghubunginya.

Riana yang melihat gerakan kamal yang tiba-tiba berhenti tertawa saat melihat handphonenya berbunyi dari dalam kantong celananya.

Kamal yang mengubah ekspresi wajahnya menjadi tidak senang membuat Riana merasakan sakit di sudut hatinya.

"Mas! Kenapa kau memasang wajah seperti itu saat menerima teleponku?" tanya Riana dalam hati dengan tatapan mata yang sayu.

Riana yang menyadari bahwa Kamal mengabaikan teleponnya pun mencoba menghubungi Kamal lagi dan melihat sikap Yonna yang cuek.

"Hah! Mbak Yonna kau sungguh wanita tidak tau malu. Kau pasti tau jika itu aku yang menelpon dan kau berpura-pura tidak tau agar Mas Kamal mengabaikan teleponku! Kau benar-benar wanita ular!" ucap Riana dengan suara yang rendah saat mematikan teleponnya yang tidak terangkat kembali.

Riana yang tidak mendapatkan balasan dari Kamal pun mencoba mengirimkan pesan teks dan menjadi sangat terkejut dengan balasannya.

**Mas ada dimana? Mas bisa jemput aku ngak? (Riana)

Mas sedang di kantor. Maaf, Mas ngak bisa angkat teleponmu. Mas sedang sibuk lagi banyak kerjaan. Adek pulang naek ojek online atau ikut teman saja. (Kamal**)

Riana yang menerima balasan pesan teks dari Kamal pun merasa tangannya terasa sangat lemas dan air mata pun perlahan turun ke pipinya.

"Banyak kerjaan? Kerjaan apa Mas? Sibuk apa Mas? Sibuk dengan kerjaan makan siang dengan Mbak Yonna?" tanya Riana dengan suara yang rendah dengan air mata yang terus mengalir.

"Kamu berubah Mas. Kamu telah berubah sekarang Mas. Kamu biasanya akan selalu ada saat aku butuh kamu tapi sekarang kamu justru selalu ada untuk wanita lain, Mas!" ucap Riana dengan suara yang meninggi dengan ekspresi wajah yang sedih.

"Kamu kejam Mas. Kamu kejam sekali, Mas!" ucap Riana yang memukul-mukul stir mobil sedikit keras melampiaskan kemarahannya.

Riana yang telah menangis cukup lama pun akhirnya merasa lebih baik pun menghapus air matanya dan menguatkan tekadnya.

"Aku tidak akan hancur sendiri. Kalian berdua pun harus ikut hancur bersamaan dengan hatiku ini!" ucap Riana dengan tatapan mata yang tajam saat melihat Kamal dan Yonna terus tertawa dan tersenyum lepas layaknya orang yang sedang dimabuk asmara.

"Aku tidak bisa diam saja disini dan melihat keduanya sedang bermesraan. Aku harus mengambil gambar keduanya dengan jarak yang dekar!" ucap Riana dengan ekspresi wajah yang serius.

Riana yang melihat tiga orang anak muda berpakaian pelajar yang sedang berjalan pun memanggil keduanya untuk mendekat.

"Dek, mau uang ngak?" tanya Riana secara langsung dengan ekspresi wajah yang serius dengan senyum yang lembut.

"Ada apa mbak?" tanya salah satu anak dengan ekspresi wajah yang bingung dengan sikap yang berhati-hati.

"Mbak mau minta tolong kepada kalian. Bisakah kalian kesana? Kalian pergi ke tempat makan itu lalu memesan makanan dan mengambil foto kedua orang itu yang sedang berpakaian putih di dekat pagar." ucap Riana sambil menunjuk ke arah Kamal dan Yonna.

"Tolong ambil foto dan beberapa video keduanya yang sedang bermesraan dan kirimkan foto dan video tersebut padaku!" ucap Riana dengan ekspresi wajah yang serius.

"Mbak, mohon tolong Mbak. Pria yang ada disana adalah suami Mbak dan wanitanya adalah selingkuhannya. Mbak ingin mengambil bukti perselingkuhan mereka untuk dibawa kepengadilan agar Mbak bisa mendapatkan hak asuh anak-anak mbak!" ucap Riana yang mencoba meneteskan air matanya.

Ketiga anak tersebut pun merasa iba dan kasihan kepada Riana sehingga memutuskan untuk membantu Riana.

"Jangan khawatir, Mbak. Kami akan menolongmu jadi sekarang bagaimana cara kami menolong?" tanya salah satu anak dengan semangat yang membara.

Riana yang telah memikirkan caranya pun meminta dua dari tiga anak untuk datang ke tempat makan tersebut untuk memesan makanan sambil memainkan handphone saat makanan belum datang untuk mengambil bukti yang dibutuhkan Riana.

Sementara satu anak sisanya akan berdiri di samping Riana untuk mengambil upah dari pekerjaan mereka saat kedua temannya yang lain telah mengirimkan beberapa foto dan video ke wh**sh**p Riana.

Kedua anak yang dimintai tolong Riana pun menjalankan tugas yang diberikan Riana dan dengan cepat mengambil foto saat Kamal dan Yonna sedang memegang tangan dan pipi.

Riana yang melihat Kamal telah selesai makan dan berniat membayar pun mulai bersiap untuk pergi.

Riana yang tak melepaskan satu detikpun padangannya dari Kamal pun melihat Kamal tanpa rasa canggung merangkul Yonna dengan senyum yang lembut menuju mobil.

Riana yang melihat kedua anak yang diberinya tugas telah mengirimkan semua foto dan video bahkan beberapa voice note pun memberikan uang sebesar dua ratus ribus.

"Ambillah ini! Terima kasih sudah menolong, Mbak! Tolong jangan sebarkan semua yang telah kalian rekam ya." ucap Riana dengan senyum pahit.

"Ini terlalu banyak Mbak. Kami hanya menolong sedikit. Mbak ambil lagi sisa uangnya." ucap anak tersebut dengan ekspresi wajah yang merasa tidak nyaman.

"Tidak apa. Mbak ikhlas. Terima kasih ya." ucap Riana denga nada suara yang ramah dan senyum yang lembut.

"Sama-sama Mbak. Semoga Mbak dan anak-anak mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya dan semoga suami dan selingkuhan Mbak mendapatkan hukuman dari yang di atas!" ucap anak tersebut dengan senyum yang penuh harap.

"Amin. Semoga!" gumam Riana yang mendengar doa anak tersebut sambil tersenyum kecut.

#Bersambung#

1
murni l.toruan
bodoh kau Laki-laki Kamal, tunggu saja karma yang buat kau stres
Jamayah Tambi
Ada CCTV kan.Polisi segera bertindak.Ini kes langgar lari.Macam sengaja
Jamayah Tambi
Jahat juga Pak Koncoro, menutup rezeki orang.Mereka kan dah dihukum.Klu mereka tak kisah biarkan merekavterus bekerja.Manusia ni ramai sangat yg berhati busuk.Ini masa mereka yg buat silap.Manavtau kemudian hari kamu dan keluargamu yg buat silap juga.
Jamayah Tambi
Dasar anak muda,panas baran .Tak guna otak.Kan dah jadi kemalangan.Siapa yg rugi.Ayah mu senang menginap di hotel dgn Yona
Jamayah Tambi
Ambik cuti CRK ke Riana.CRK(cuti tanpa rekord)
Jamayah Tambi
Dengan anak bini nak kedekut.Dengan gundik dan anak orang lain sanggup.Itu bukan tanggungjawab mu.Yona juga kan ierja.Mesti gajinya lumayan juga kan.Dasar lintah darat
Jamayah Tambi
Esok rusak lagi
Maria Mebanua
teman rekan
Dewi Dama
dalam hati melulu
Siwi nur Asih
korupsi uang kantor
Sayekti 0519
bagus ceritanya, makasih author
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
masak pernikahan yg baru 10th, anak2nya otomaris yg paling bsr katakanlah 10th juga yg kecil 9th, apa mungkin anak seumuran itu bisa berfikir sedewasa itu, novel in bner2 konyol dan aneh, ceritanya datar, aneh, bertele2, biasanya anak seusia it bisanya cm main in smp berfikir spt itu
Jamayah Tambi: Xall Keo dan Hana san.Jgn call Kamal kerana dia masih tengah seronok.Klu perlu kau bawa org utk serkap mereka di hotel.
total 1 replies
Anonim
Terlalu bertele2 kapan terbongkarnya masih kurang bukti masih nunggu duit ngumpil segunung
Yuni Ngsih
Autjooor penyakitmu tuh ko ceritranya blm tuntas kan Anaknya Riana blm sampai ke pelaminan ya.....ko ngga ada BONCAP ya...
tapi....mksh Thor ceritramu bgs banget banyak contoh" buat kehidupan nyata bg pembaca semua termasuk ku....tetap semangat
Yuni Ngsih
Bgs Riana kebutuhan hidup kamu & Anakmu prioritaskan ,biarkan si Kamal bakal kena karmanya sendiri ,yg sabar ya...Rians Allah mengujimu smg ujian itu jd berkah untukmu dengan lulusnya ASN....semangat ....lanjut Thor
Jamayah Tambi: Tak faham sistem guru di sana.
total 1 replies
Yuni Ngsih
Authoooor ceritramu baru nongol ku dah ngenes sm si Kamal ,yg sabar Riana setelah badai pasti muncul pelangi ...ok lanjut Thooor tetap semangat
Indira Mr
betul
Leni Martina
sebenarnya cerita nya bagus,cuma ada alur cerita yg author kurang teliti atau lupa,awal cerita ,anak Riana dan kemal masih kecil,tp di pertengahan cerita jadi remaja saja yg bisa mengendarai motor,mrk saja baru menikah 10 Thn, otomatis KLO punya anak ya paling umur 9 Thn,masak anak 9 Thn da bisa bawa motor dan pergi ke restoran sendiri,awalnya bos baru yg datang nm nya Farhan,duda anak satu,tiba2 jadi Herman masih muda dan singel,Dion suami yoana pengangguran,tp saat orang tua yoana datang malah sedang megang laptop,typo bnyk,nm Riana sering di ganti jadi Laura,nm maknya yoana JD nm ibunya Kamal,dan di akhir part/bab,ngk perlu lah bikin quotes contoh
" apa yang akan terjadi pada Kamal,akan kah Riana bersedia memaafkan Kamal" gmn ya thor agak menganggu,lain kali lebih di perhatikan,
tp apapun itu terima kasih buat novelnya,🙏🙏🙏
Penulis🇰🇷🇲🇨Chani: Halo kak. Aku penulis pemula di NT, salam kenal ya 😊 Aku nulis novel seleb chef ala Korsel, judulnya Chef Do. Boleh mampir utk baca" ya kak, siapa tahu suka. 땡큐요~💜
total 1 replies
Suci Dava
kata pengganti nama Tuhan itu hrs huruf kapital/huruf besar 🙏
Ati Kurniati
cape ah ngomong di hati terus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!