NovelToon NovelToon
Sisi Gelap Seorang Hakim

Sisi Gelap Seorang Hakim

Status: tamat
Genre:Mafia / Kriminal / Dokter Genius / Tamat
Popularitas:151.8k
Nilai: 5
Nama Author: Chika Ssi

"Setiap orang memiliki sebuah tujuan hidup yang berbeda. Dan aku memilih jalanku ini, untuk sebuah dendam di masa lalu. Bisa saja aku membunuh mereka satu per satu dengan tanganku sendiri. Tapi, bukankah aku akan sama saja seperti mereka?" -Hakim Makutha.

"Jangan terlalu lama berkubang dalam rasa dendam, Utha. Semua justru akan membuatmu lebih menderita. Terkadang melepaskan sesuatu jauh akan lebih melegakan daripada menyimpan dendam yang tidak berkesudahan." -Dokter Hasna.

Sebuah perjalanan mencari keadilan untuk seorang teman yang sudah tiada justru membuat Makutha terbelenggu dalam luka masa lalunya. Dia berjuang mati-matian menumbangkan pemerintahan hingga mengancam keselamatan diri dan juga orang-orang yang ia sayangi.

Apakah Makutha berhasil melakukan aksi balas dendamnya? Atau dia justru gagal dan berakhir dengan kehilangan banyak orang terkasihnya demi membalas dendam di masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chika Ssi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Miki

"Orang yang mengunjungi Surya kemarin adalah Miki. Salah satu anggota Geng Macan Tutul," bisik Arjun.

Mendengar ucapan dari sang Kapolsek membuat Makutha seketika terbelalak. Dia tak menyangka bisa kembali mengurus kasus Geng Macan Tutul secepat ini. Terlebih lagi kali ini kasusnya masih berhubungan dengan penyerangan yang ia alami.

"Segera selidiki dan beritahukan semua perkembangannya kepadaku!" seru Makutha dengan mata berapi-api.

"Berani sekali kamu memerintah seorang Kepolsek?" Arjun menatap tajam Makutha sambil bersidekap.

"Ah, sepertinya aku salah bicara!" Makutha berdeham dua kali kemudian memasang sikap tegap dan kembali bicara.

"Tolong beritahu saya jika ada perkembangan mengenai penyelidikan kasus Miki," ucap Makutha sembari menundukkan kepala sekilas.

Melihat sikap Makutha membuat Arjun terkekeh. Lelaki itu kembali menepuk bahu Makutha. Setelah tawanya reda, lelaki itu memasukkan tangannya ke dalam saku celana.

"Pasti akan kuberitahu semua informasinya. Ayo, kuantar pulang!"

"Baik, Pak."

Keduanya berjalan beriringan menuju parkiran. Ketika Makutha hendak masuk ke mobil Arjun, sebuah mobil Pajero berhenti tepat di depannya. Lelaki itu berdecak kesal karena tahu siapa yang mengendarai mobil tersebut.

"Ngapain dia ke sini! Pak Arjun ya, yang kasih tahu dia kalau aku di sini?" tanya Makutha sambil menatap sinis ke arah perempuan berjilbab itu.

"Ehm, iya."

Hasna turun dari mobil dan berjalan santai ke arah Makutha serta Arjun. Dokter cantik itu tersenyum sambil mengangguk ketika menatap Arjun. Namun, ketika dia melihat Makutha senyumnya seketika lenyap.

"Ayo, pulang!" seru Hasna.

"Nggak! Aku mau pulang sama Pak Arjun!" tolak Makutha sambil bersidekap dan membuang muka.

"Dih, keras kepala! Pak Arjun banyak kerjaan! Iya kan, Pak?" tanya Hasna sambil melotot ke arah Pak Arjun.

Pak Arjun tersenyum kecut sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "I-iya, kamu pulanglah bersama Hasna. Aku harus segera menyelidiki Miki!"

"Miki siapa?" Hasna menyipitkan mata karena merasa pernah mendengar nama itu.

"Bukan siapa-siapa! Ayo pulang, sebelum aku berubah pikiran!" Makutha berjalan ke arah mobil milik Hasna kemudian masuk ke dalamnya.

"Baiklah, kalau begitu saya pamit, Pak. Assalamualaikum," pamit Hasna sambil menundukkan kepala.

"Waalaikumsalam," jawab Arjun sembari tersenyum lebar.

Hasna langsung masuk ke dalam mobil dan mulai mengendarainya. Sepanjang perjalanan, Makutha berpura-pura tidur untuk menghindari cecaran pertanyaan dari Hasna. Dia terus menggerutu dalam hati karena Arjun sempat menyebut nama Miki di depan Hasna.

"Tha, aku tahu kamu sedang pura-pura tidur. Bangunlah!"

Makutha tetap bergeming. Dia masih menutup mata sambil melipat lengannya. Hasna yang kesal melirik ke arah Makutha sambil merapatkan gigi.

Tak lama kemudian Hasna mengerem mobil secara mendadak. Sontak tubuh Makutha terbanting ke depan dan membuat lelaki itu mau tidak mau membuka mata.

"Apa!" seru Hasna ketika mendapatkan tatapan tajam dari Makutha.

"Punya dendam apa sih kamu sama aku, Na!"

"Makanya jangan pernah pura-pura di depanku! Jangan pernah mengabaikan aku ketika mengajakmu bicara!"

"Memangnya apa yang mau kamu bicarakan?"

"Mmm ...." Hasna terlihat seperti sedang berpikir.

"Itu ... mengenai Miki. Aku seperti pernah mendengar namanya. Siapa dia?"

"Rahasia! Jalan lagi, gih!"

Hasna mengerucutkan bibirnya, dan kembali melajukan mobilnya. Lima belas menit kemudian, Hasna sampai di apartemen Makutha. Dia ikut masuk ke unit apartemen lelaki itu.

"Kamu mau makan apa?" tanya Hasna sambil membuka lemari pendingin makanan.

"Aku lama nggak makan tahu goreng sama sambal bawang buatanmu. Masakin, gih!"

"Yaelah, Pak! Di kulkasmu nggak ada tahu! Ayam goreng aja ya?"

"Bolehlah!"

Hasna mulai memakai celemek dan berjibaku dengan alat masak. Sedangkan Makutha sibuk mencari tahu tentang Miki. Dia menghubungi beberapa teman SMA untuk mengetahui kabar lelaki bertubuh gempal itu.

"Aneh," gumam Makutha ketika mengetahui fakta bahwa Miki dan semua anggota Geng Macan Tutul pindah ke Kota Metropolitan ketika Liam menjabat sebagai Walikota.

"Kenapa mereka seakan sekarang berteman, ya?" Makutha mengusap dagu. Dahinya sampai berkerut karena berpikir keras.

"Tha, makan!" teriak Hasna dari dapur.

"Hm, bentar lagi," jawab Makutha dengan suara pelan.

Tanpa Makutha sadari, kini Hasna sudah ada di hadapannya sambil berkacak pinggang. Ketika Makutha mendongak, dokter cantik di hadapannya itu sudah mencondongkan tumbuh ke arahnya.

Makutha bisa melihat jelas wajah cantik Hasna. Aroma parfumnya menyeruak memasuki rongga hidung Makutha. Geleyar aneh yang telah lama ia pendam kembali bangkit.

Makutha menarik lengan Hasna hingga kini mereka berpelukan. Seakan setan merasuki pikiran Hasna, dia tidak menghindar sedikit pun. Dia justru memejamkan mata, mencoba meresapi aroma Musk yang menguar dari tubuh Makutha.

"Hasna, aku ...."

...****************...

Tahan dulu! Hasna, Makutha sementara pelukan dulu samapai bab selanjutnya, ya! 🤣🤣🤣

Sambil nunggu kelanjutan cerita Pak Hakim Tamvan, mampir ke sini yukk!

1
Defi
Haha.. anggap aja bumbu2 dalam kehidupan kalian.. kalau berat anggap aja lagi masak rendang 😜
Bisa Pesan Cover di Saya: bentar lagi mabok rendang gak tuh 🤣🤣🤣
total 1 replies
Defi
kamu lupa Utha, kalau janji itu harus ditepati dan wanita itu selalu benar tak pernah salah 😜🤣
Bisa Pesan Cover di Saya: Apalagi perempuan yang lagi haid, selalu benar dan mutlak😍
total 1 replies
Defi
sepertinya memang dua2nya 😱
Bisa Pesan Cover di Saya: wkwkkek

terus pembacanya gimana nih? 🤣🤣🤣

btw makasih yaaa kak sudah meluangkan waktu buat baca novelku yg masih banyak kurangnya ini
total 1 replies
Defi
benar2 sadis cara mereka melemahkan lawannya 😱
Mailindawati danuarta
ceritanya bagus.
saya suka author
abdan syakura
Lanjuttttt Thor..
Ada bunga untuk Author-qu..
🌺🌹💪🤺
Bisa Pesan Cover di Saya: Makasih udah mampir Kakk🤗🤗🤗
total 1 replies
abdan syakura
Assalamu'alaikum
Salken,,Thor....
Aq mampir nih
Beda nih ceritanya dr sekian byk Novel di NT....
Semangat, Kak 🥰🥰💪🤺
Bisa Pesan Cover di Saya: Akkk makasih, Kakkk sudah meluangkan waktu buat mampir 🤗🤗🤗

Sehat-sehat, ya?😁😁😁
total 1 replies
Tebe'e
Good 👍
Semangat, Kak 🤗🤗
Bisa Pesan Cover di Saya: akkk makasih rate nya kaaaakkk😍
total 1 replies
Ayuk Noy
aku mampir kak..
beri pelajaran yg setimpal untuk mereka yg telah melimpahkan semua kesalahan kepadamu sehingga sahabatmu menjadi korbannya....
semangat makutha💪💪
Bisa Pesan Cover di Saya: Makasih yaaa 🤗🤗🤗
total 1 replies
AyuGi
😅😅😅😅makutha lama sih kasiannn...
Bisa Pesan Cover di Saya: wkwkwk hiyakkk
total 1 replies
Ainisha_Shanti
macam best jer
Ainisha_Shanti: Aamiin Allahumma Aamiin...
total 4 replies
Tiaga Raz aghastya
Weh perasaan makutha pernah deh liad Hasna ga pakai jilbab pas tinggal di rumah nya atau sama bibinya y, waktu Hasna buru2 buka pintu n lupa pakai jilbab krna baru bngun tdr
Bisa Pesan Cover di Saya: Wah, teliti kakak. ❤❤❤
total 1 replies
Ainisha_Shanti
Alhamdulillah... akhirnya bersatu juga cinta Makhuta dan Hasna.

Congratulation sis author kerana dah berjaya memula dan menyelesaikan novel SGSH sehingga happy ending.

keep it that 💪💪💪
Bisa Pesan Cover di Saya: Makasih jugaaa buat kakak, sudah mengikuti novel ini hingga selesai ❤❤❤
total 1 replies
Ainisha_Shanti
Alhamdulillah... akhirnya Liam tertangkap juga. semoga kali ini tak terlepas lagi
Ainisha_Shanti
semoga Hasna baik2 saja
Bisa Pesan Cover di Saya: Iyakkk dia baik-baik saja kok🤗🤗🤗
total 1 replies
Alifia Sakhina
ruwet spt bnang,trll bnyk konflik
Bisa Pesan Cover di Saya: makasih juga masukannya, semoga kedepannya saya bisa menulis dengan lebih baik lagi ❤
total 2 replies
Ainisha_Shanti
Astagjfirullah... apa lagi yang terjadi? semoga Hasna baik2 saja
Ainisha_Shanti
panasaran dengan masalah antara Tiara dan Andra sehingga menjadi musuh
Ayi
kok ayahnya Utha gak keliatan yaah? 🤔
Ayi: wah udah gak ada yaah 😢
total 3 replies
ambu inne
meleleh adek bank Albert 😂😂
lanjutkan Thor semangat
💪💪💪
ambu inne: gaskeun lah Thor
😁😁😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!