Ryu Adam seorang pemuda miskin yang hidupnya benar-benar buruk. Dirinya meninggal dan dipindahkan ke tubuh yang sama dengan dirinya.
Ryu dipindahkan ke Dunia Paralel, dimana dia tetap menjadi gelandangan. Dirinya benar-benar mengutuk nasibnya, ia juga mulai memahami Dunia tempatnya berada.
Uang dan Fisik lebih berkuasa di Dunia tersebut, dibandingkan Bumi yang hanya fokus ke Uang saja, Dunia tempatnya berada sekarang jauh lebih mengerikan.
Ketika hujan lebat, Ryu tersambar petir tujuh kali. Dia beruntung karena fisik Dunia tempatnya berbeda dengan Dunia dulu. Ia hanya mengalami pingsan saja tanpa ada kerusakan apapun.
Ryu terbangun, di kala itulah suara elektronik muncul di kepalanya, panel sistem muncul tepat di depannya.
[Sistem Kekayaan : Pengembalian Berhasil terpasang.]
Ryu Adam kini bertekad akan menguasai Dunia, ia akan berdiri di puncak Dunia.
(Note : Update 2 kali tiap hari, Jam tidak menentu.)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusayni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 08 : Diskusi dengan Risa
[Chapter 08.]
[Diskusi dengan Risa.]
[Silahkan Dibaca.]
Rumah Ryu Adam.
Ruang makan, terlihat dua orang tengah makan bersama, duduk mereka saling berhadapan dan memakan makanan dengan senang dan bahagia, mereka berdua ialah Ryu dan Risa.
Tak butuh waktu lama, keduanya selesai makan. Kemudian, Risa membawa dua piring ke tempat dapur. Dirinya sedikit terkejut dengan dapurnya.
Ryu tersenyum, ia mengingat awal pertama Risa datang tadi. Perempuan itu gugup jika salah rumah. Namun, ketika dia keluar, Risa langsung memeluknya.
Alhasil, Ryu akan menjelaskan selepas makan bersama. Risa mengangguk dan sedikit ada rasa kurang percaya diri. Bagaimanapun juga, tinggal di rumah mewah belum terbiasa baginya.
Sekarang, Ryu menatap Risa yang telan keluar dari dapur. Dia tersenyum dan mengajak Risa untuk berkeliling. “Sayang, bagaimana kalau kita lihat-lihat rumah?”
Risa yang dipanggil dan diajak, segera menatap ke arah pemilik suara. Senyum kecilnya terlihat dan mengangguk. “Ya, kamu berhutang penjelasan tentang ini, Sayang.”
Ryu berdiri dan berjalan ke arah Risa, begitu juga sebaliknya. Tepat mereka saling bertemu, kecupan tepat di kening Risa diberikan oleh Ryu sebelum melakukan touring melihat-lihat rumah baru.
Keduanya mulai melihat dari lantai pertama, halaman, dapur, gudang, kolam renang, lantai dua, berbagai kamar.
***
Sekarang keduanya di kamar, touring tersebut benar-benar menguras tenaga dan waktu. Keduanya saling mandi bersama dan kali ini berbaring di tempat tidur.
“Ada yang ingin kubicarakan denganmu, Sayang.” Ryu berkata sambil berbaring menatap ke arah Risa.
Risa sendiri yang mendengar perkataan tersebut, ia menatap ke arah Ryu. Keduanya saling menatap, kemudian Risa bertanya, “Ada apa, Sayang?”
Ryu berpikir sebentar dan bertanya, “Menurutmu lebih baik membeli perusahaan atau sebuah kedai kecil?”
Risa paham maksud laki-lakinya tersebut. Dia tersenyum ketika memikirkan ide bisnis tersebut. “Kalau menurutku, lebih baik kedai kecil.”
Ryu menatap dengan penasaran, kemudian Risa melanjutkan ucapannya, “Kenapa kedai kecil? Itu karena di seluruh Dunia orang-orang lebih suka mencicipi makanan. Juga, seorang petarung terkenal pasti akan memiliki keinginan makan yang tinggi.”
Ryu mengangguk paham, sesuai dugaannya. Kemudian ia bertanya, “Bisakah, kamu mencarikanku kedai kecil?”
Risa mengangguk, ia beranjak pergi dan mengambil laptop miliknya. Ryu sedikit mengerutkan keningnya ketika melihat laptop Risa yang biasa, dia menghela nafas.
“Sayang, belilah laptop kembali. Laptop yang sangat bagus dan performa yang lebih.” Risa mendengar itu tersenyum kecil dan mengangguk.
“Baiklah,” ucap Risa tenang, bagaimanapun juga itu permintaan laki-lakinya. Keduanya saling menatap ke arah laptop, mereka memilih kedai, laptop, dan beberapa barang yang baru.
Ryu kali ini mengeluarkan banyak uang, ada sekitar 2.350 Rupiah. Risa sebenarnya sedikit terkejut, tetapi Ryu memberitahu bahwa ia mendapatkan warisan.
Risa seketika menegur Ryu, dia benar-benar tidak senang ketika Ryu membuang-buang banyak uang. Namun, dirinya segera tenang ketika Ryu menjelaskan bahwa itu untuk modal.
“Baiklah, aku terima alasanmu tersebut. Selanjutnya, jangan membuang uang jika belum ada cara mengembalikan uangnya kembali, mengerti!” Risa benar-benar memasuki mode ibu-ibu yang menegur putranya.
Ryu mengangguk, dia dalam hati senang. Kemudian Hp Risa bergetar sebentar tanda ada pesan masuk.
Risa mengambil Hpnya dan melihat pesan tersebut, ia tersenyum dan menunjukkannya ke Ryu.
Ryu yang ditunjukkan isi pesan tersebut, ia membaca dan melebarkan matanya. “Jadi, kita sudah dianggap menikah?”
Risa mengangguk, kemudian berkata, “Ini tanda bahwa kita sudah bersama. Setiap perempuan yang sudah di buka segelnya, ia akan mengurus ini agar Negara tahu.”
Ryu mengangguk paham, baginya simple. Intinya, ia hanya mencintai satu orang. Bagaimanapun juga, bukan keinginannya untuk banyak istri, melukai hati seorang perempuan bukan ciri khasnya.
Ryu sedikit terkejut ketika ada panel muncul di depannya, ia melihat teks tersebut.
[Selamat, Tuan sudah menghabiskan pengembalian hari ini.]
[Hadiah di dapatkan.]
[Selamat, Tuan mendapatkan keterampilan memasak (pemula.)]
[To be Continued.]
Note : Guys, aku mencoba buat 600-1200 kata tapi 3 chapter, Intinya ga tentu 1000.
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.