Legenda perjalanan dua pendekar yang mengarungi dunia persilatan. Mengguncang dunia persilatan dengan bakat dan kemampuan yang mereka miliki. Mendapatkan julukan dari para pendekar diseluruh penjuru dunia.
Perjalanan menuju keabadian yang penuh akan pengorbanan. Mengguncang langit dengan pedang di tangannya. Seluruh alam berseru, menunggu waktunya mereka mencapai puncak tertinggi dunia.
cover by: pinterest
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yogasurendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Orang Yang Sama
"Kalian sudah kembali?"
"Kami sudah kembali, ada beberapa kendala diperjalanan. Kami akan ceritakan nanti"
"Baik-baik. Kalian temui tetua pertama di aula"
Xiao Wei bersama Xiao Feng berjalan mengikuti salah satu anggota keluarga Xiao menuju aula untuk melapor kepada tetua pertama atas kedatangan mereka kembali.
"Salam hormat tetua,"ucapnya bersamaan.
"Duduklah,"perintah tetua pertama yang kerap dipanggil situa Hong."Ceritakan apa yang kalian alami diperjalanan setelah kalian pulang dari sekte awan putih"
Xiao Wei mewakili Xiao Feng untuk bercerita. "Kami bertemu tuan Hua bersama kekasihnya saat melewati lembah tersembunyi. Kami beristirahat dengan mereka. Saat kami melanjutkan perjalanan, kami diserang oleh seseorang yang menggunakan teknik pedang benang. Awalnya kami kesulitan dan hampir kalah sebelum sebuah kipas putih beraura merah muda menyelamatkan kami dan membunuh orang tersebut"
"Sangatlah sedikit orang yang menguasai teknik pedang benang. Aku penasaran dengan tuan Hua yang kau maksud,"ucap tetua pertama.
"Hormat tetua,"ucap penjaga.
"Ada apa?"tanya tetua pertama.
"Ada orang yang tengah mencari tuan muda Xiao Wei dan Xiao Feng,"ucapnya.
"Kami baru saja tiba, tidak mungkin kedatangan kami diketahui orang lain secepat ini,"ucap Xiao Feng.
"Ciri-ciri orangnya?"tanya Xiao Wei.
"Seorang laki-laki memakai pakaian putih dengan warna merah muda dan seorang perempuan disampingnya"
Xiao Wei berpikir dan kemudian teringat siapa orang yang tengah mencari dirinya.
"Bawa aku ke sana!"perintah Xiao Wei.
Xiao Wei, Xiao Feng dan tetua pertama pergi mengikuti penjaga yang datang melapor. Mereka telah sampai di gerbang kediaman keluarga Xiao akan tetapi tidak menemukan siapapun disana kecuali para prajurit yang berjaga.
"Dimana orang yang kau maksud?"tanya Xiao Wei.
Seorang prajurit mendekati Xiao Wei dan menyerahkan selembar kertas yang digulung dan diikat rapi.
"Orang yang tuan muda cari telah pergi dan meninggalkan surat ini untuk tuan,"ucap prajurit.
Xiao Wei membuka surat dari Hua Yan. Terdapat kalimat singkat yang tidak dimengerti oleh Xiao Wei.
"Dua garis sejajar layaknya bayangan yang mengikuti cahaya ataupun sebuah jembatan tanpa terlihat ujungnya,"ucap Xiao Wei membaca isi surat dari Hua Yan.
Tetua pertama mengambil surat dari tangan Xiao Wei dan menyuruh mereka untuk pergi beristirahat.
"Kalian pergilah beristirahat setelah melakukan perjalanan panjang,"ucap tetua pertama.
"Baik,"jawab Xiao Wei yang sedikit enggan.
Tetua pertama kembali keruangan dengan membawa surat dari Hua Yan.
"Selidiki orang yang membawa surat ini!"peringah tetua pertama pada salah satu pasukan elit miliknya.
"Baik!"
Hua Yan bersama Jiang Qing tengah menikmati makanan di restoran tengah kota. Hua Yan mengenakan caping berselimut kain putih. Sedangkan Jiang Qing berpakaian seperti pelayan dari Hua Yan atas inisiatifnya sendiri.
Orang-orang membicarakan tentang danau suci yang santer terdengar diberbagai pendekar maupun organisasi.
"Kompetisi besar-besaran digelar untuk mencari danau suci!"
"Ya benar! Aku mendengar berita itu dari para pendekar yang berminat untuk mengikutinya"
"Hadiahnya misterius. Konon akan menjadi rekan dari pemimpin asosiasi yang mengadakan kompetisi tersebut dan berkesempatan mendapatkan berkah dari danau suci"
Semua orang membicarakan tentang asosiasi misterius yang mengadakan kompetisi besar-besaran mencari danau suci.
Jiang Qing mendengarkan ucapan mereka membisikkan sesuatu di telinga Hua Yan.
"Seseorang mencoba memperkeruh situasi,"bisik Jiang Qing.
Prajurit elit milik tetua Xiao berada di atap restoran mengawasi Hua Yan. Memiliki bakat mengetahui aura seseorang setipis mungkin membuatnya tak lama menemukan keberadaan Hua Yan.
"Kita harus pergi,"ucap Hua Yan.
Hua Yan bersama Jiang Qing meninggalkan restoran setelah melakukan pembayaran. Hua Yan dengan lihai membawa Jiang Qing berbaur dengan masyarakat yang beraktivitas.
Prajurit elit yang kehilangan jejak Hua Yan segera pergi melapor setelah mengetahui bahwa targetnya bukan orang sembarangan.
"Lapor!"
"Apa kau mendapatkan sesuatu?"
"Hamba kehilangan jejaknya. Terakhir mereka berada di restoran tengah kota"
"Mereka?"
"Satu orang laki-laki menggunakan caping dan perempuan memakai pakaian pelayan"
"Kau boleh pergi!"perintah tetua.
"Sepertinya aku harus mengirimkan surat tersembunyi kepada Fang'er"ucap tetua Xiao.