NovelToon NovelToon
Embun Dari Surga

Embun Dari Surga

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:109.3k
Nilai: 5
Nama Author: MonSop

Talia arifin, anak satu-satunya dari pasangan Bramanto Arifin dan Lusiana Arifin. Talia arifin yang berarti embun dari surga. Gadis cantik dan baik hati. Talia memiliki kekasih yang mencintainya, tetapi terhalang restu kedua orang tuanya yang menganggap bahwa kekasih talia bukanlah pria yang baik.

Kedua orang tuanya berencana akan menjodohkannya dengan pria pilihan mereka.
Siapakah pria yang akan menjadi pasangan hidupnya kelak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MonSop, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia andin 3

"Ini kita langsung ke rumah bima ya din?" tanya talia kepada andin.

"Gue, takut lia"

"Apa yang loe takutin? bikinnya aja loe seneng"

"Bukan gitu lia, dia sudah punya bini" andin beralasan. Memang dia sedari tadi terlihat gusar

"Biar aja, biar sekalian tu bininya tau. Kalo lakinya ga bener, ini perempatan arah ke mana?"

"Belok kiri lia, tapi gimana kalo mereka malah ngamuk ke gue?"

"Udah loe tenang aja, kita tinggal teriak aja kalo mereka macam-macam. Lagian gak mungkin juga din. Yang ada paling tuh bima di gorok bininya. Loe kenal sama bininya?"

"Gak, gue ga kenal, dan gak pernah liat juga"

"Paling juga bininya emak-emak tua berdaster. Makanya bima jadi serong sana sini cari yang muda" kata talia mencoba menenangkan andin yang terlihat gugup.

Tak lama mobil yang mereka kendarai sampai di depan rumah bima. Rumah yang terlihat bak kastil menjulang tinggi. Ternyata bima kaya sekali, pikir andin.

Talia turun dari mobil, tapi tidak dengan andin. Ia masih saja betah di dalam mobil.

"Din, ayoo.. kok malah bengong?" ajak talia.

"Gue gugup lia, gue takut" Itu lagi kalimat yang terlontar dari mulut andin.

"Udah gak papa, loe pikirin anak yang loe kandung. Masa loe tega bapaknya aja gak tau anak itu ada. Ayoo din.. yakin sama diri loe, gak bakal kenapa-kenapa" kata talia meyakinkan andin lagi.

Akhirnya andin mau keluar dan berjalan bersama talia menuju rumah itu.

"Maaf non, cari siapa ya?" tanya seorang satpam ketika melihat talia dan andin.

"Maaf pak, ini bener rumah bima?" tanya talia

"Iya benar non, ini rumah den bima. Tapi sepertinya tadi pagi den bima pergi dan belum kembali non" satpam itu menjelaskan

"Uda lama ya pak perginya?"

"Uda dari tadi pagi jam 7 non, kalau ada perlu itu nyonya ririn di rumah"

Talia dan andin terlihat berpikir, saling memandang.

Apa tidak papa menemui istrinya, sedangkan orang yang berurusan sama mereka malah tidak ada di tempat.

"Eemmmm boleh deh pak ketemu istrinya saja" kata talia yakin

Andin menyenggol tangan talia "loe yakin?"

Talia hanya mengangguk pasti

"Baik non, mari saya antar" kata satpam tadi.

Sesampainya di pintu depan, sang satpam membukkan pintu.

Terlihat wanita paruh baya di sana. "Kunaon pak?" tanyanya

"Ini non berdua ini mencari den bima, tapi karena den bima tidak ada, mau ketemu nyonya ririn saja katanya"

"Ayo masuk atu non, silahkan duduk. Saya panggilkan nyonya ririn dulu" Ujar wanita paruh baya itu.

Talia dan andin mengangguk dan melangkah kaki mereka masuk ke rumah besar itu. Di sana terlihat sofa hitam yang mewah, hiasan rumah yang elegant berpadu cat rumah berwarna cream.

Tak lama menunggu wanita yang katanya bernama ririn itu datang.

Wanita itu cantik, rambut panjangnya di ikat rapi membuat kesan lebih dewasa.

"Maaf siapa? ada perlu apa?" tanya ririn bingung tak mengenali talia dan andin

Talia menoleh ke andin, andin hanya terpaku melihat wanita bernama ririn itu.

"Tunggu.., ini andin? bener andin kan?" tanya ririn lagi.

Talia bingung, ririn mengenal andin?

Andin mengangguk, Ririn beranjak memeluk andin, seperti sudah lama tak jumpa.

"Ya ampun andin, gak nyangka kita ketemu lagi. Apa kabar?" sepertinya ririn sangat mengenal andin.

"Cukup baik rin, loe sendiri?"

"Gue baik, ayo duduk-duduk. Bi.. bi.." ujar ririn memanggil seseorang

"Iya nyonya, ada apa?" tanya wanita yang tadi mempersilahkan talia dan andin duduk.

"Bikinkan minum ya, sama camilannya jangan lupa"

"Baik nyonya" wanita itu beranjak ke dapur.

"Kalian berdua saling kenal?" tanya talia yang dari tadi hanya memperhatikan

"Iya, andin teman lama gue waktu di kota Y, lama banget sejak waktu itu baru ketemu lagi sekarang" ririn menjelaskan dengan nada gembira.

Ririn tak tau kedatangan talia dan andin kemari membawa kabar tak mengenakan.

Andin jadi merasa sangat bersalah terhadap ririn. Jujur dia saat ini tertekan sekali. Bingung antara tetap mengutarakan niatnya, atau pulang begitu saja. Tapi bagaimana dengan bayi yang ada dikandungannya bila ia tidak mengutarakannya.

"Din.. bengong aja loe" ririn berkata karena sedari tadi andin diam saja dengan tatapan kosong.

"Ach.. gak papa rin, suami loe mana?" tanya andin basa basi

"Ohh, suami gue lagi ada urusan bisnis. Oohh iya kalian kenal sama suami gue bima?"

Talia dan andin saling menatap dan mengangguk bersama.

"Waahhh kebetulan sekali ini" kata ririn

"Maaf rin, maksud kedatangan kami kesini sebenarnya mencari suami loe bima" kali ini talia yang berbicara

"Ohh kalian ada perlu sama bima? tunggu aja sebentar. Tadi sebelum kalian kemari bima sempat kabari gue kalau dia lagi di perjalanan pulang"

Talia dan andin saling tatap lagi, seakan mereka bisa berkomunikasi dari tatapan itu.

"Eeemmm... rin.. begini.. sebetulnya.. ach gimana ngomongnya ya" Talia bingung sendiri

"Ada apa? Ngomong aja gak usa sungkan gitu"

"Sebelumnya perkenalkan gue talia sahabatnya andin"

"Ohh iya sampai lupa kenalan tadi saking surprisenya gue ketemu andin" ririn menjabat tangan talia.

"Begini rin, kami kemari mau menyampaikan kabar yang tidak menyenangkan" tambah talia

"Ohh ya? apa itu talia?"

"Gimana ngomongnya ya? maaf rin gue sendiri juga bingung harus bagaimana menyampaikannya ke loe. Jujur gue gak enak, karena loe teman andin. Tapi ini tetap harus gue sampaikan ke loe dan suami loe bima" jelas talia panjang lebar.

"Iya gak papa talia cerita aja, gue siap kok dengarin" jawab ririn.

"Andin sekarang lagi hamil rin"

"Wahhh.. benarkah? selamat ya din !!" ririn berseru seraya memegang kedua tangan andin

Andin semakin merasa bersalah dan tak enak, ia hanya tersenyum kecut.

"Terus apa hubungannya dengan gue dan suami gue?" tanya ririn

"Anak yang ada di kandungan andin itu anaknya bima rin"

Bagai di sambar petir, ririn terdiam. Tak ada kata-kata dan kecerian lagi yang nampak di mukanya.

"Yang... yang benar din? bilang kalo ini gak benar din?" ririn berkata sudah dengan nada paniknya, air matanya mulai keluar.

"Iya yang di katakan talia benar rin, maafkan gue" jawab andin sambil terunduk.

Ririn menangis sejadi-jadinya, dia tidak menyangka suaminya ada main di belakangnya selama ini, dan yang lebih parahnya lagi dengan temannya sendiri.

"Rin.. maaf.. maafin gue, gue betul-betul nyesal, gue gak tau kalo bima sudah nikah. Dia ngaku ke gue kalau dia masih lajang" andin mencoba menjelaskan.

Ririn menutup mukanya dengan ke dua tangan, seakan tak percaya, bagaimana bisa suaminya mengaku lajang. Bima anggap ia apa selama ini.

Derap langkah kaki terdengar dari arah luar menuju tempat mereka berkumpul.

Orang itu tepaku, melihat siapa yang sedang bersama istrinya "Andin...??"

1
Sri Peni
aq suka ceritanya
Nika Istanawati
critanya bagus
Sylva Sylva
iya..selalu kita dukung,karena ceritanya seru2..
🌷💚SITI.R💚🌷
nyimak dulu ah..
Gopecel
Andin loyal sekali.
Gopecel
aku mampir kak
~🌹eveliniq🌹~
semangat lanjut Thor
Indah Nihayati
nama yang bagus
Nulis terus✍️💪
sukses selalu Thor.. semangat berkarya 😻😻😻
~🌹eveliniq🌹~
hadir lagi nih support selalu
~🌹eveliniq🌹~
mampir lg semangat selalu
~🌹eveliniq🌹~
salam hangat dari find the Perfect Love dan cinta online
~🌹eveliniq🌹~
semangat lanjut Thor salam dari find the Perfect Love
~🌹eveliniq🌹~
mampir lg semangat selalu
~🌹eveliniq🌹~
support selalu kk semangat lanjut dari find the Perfect Love dan cinta online eveliniq
~🌹eveliniq🌹~
support selalu
~🌹eveliniq🌹~
next ditunggu ya
~🌹eveliniq🌹~
next ditunggu
~🌹eveliniq🌹~
semangat terus ditunggu
~🌹eveliniq🌹~
tinggalkan jejak lagi nih support selalu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!