NovelToon NovelToon
Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU

Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Anak Genius / Tamat
Popularitas:9.2M
Nilai: 5
Nama Author: Rozmine

Halo readers, author ucapkan terima kasih karena sudah berkenan membaca karya author. Semoga kalian suka😊

Cerita ini hanyalah karya fiksi semata. Kalaupun ada kesamaan nama dan jalan cerita, itu hanyalah sebuah kebetulan yang tidak disangka. Semoga kalian suka.

Rosaline Ariana Hadinata, seorang anak hasil perselingkuhan yang terpaksa menumpang hidup pada ayah kandung dan saudara tirinya. Hidup Aline yang kacau karena terus dicaci dan dihina, menjadikan wanita itu kuat, mandiri dan sulit ditindas. Penderitaannya semakin memuncak saat dia dijebak dan harus terenggut kesuciannya oleh lelaki asing yang tidak dia kenal. Kekasihnya membatalkan pertunangannya dan menyebabkan ayahnya mengalami serangan jantung. Ibu tirinya mengusirnya dari rumah sebab ia dianggap sebagai aib bagi keluarga.

Seketika hidupnya hancur. Dua bulan kemudian ia dinyatakan hamil. Axello adalah putranya yang cerdas menjadi penyemangatnya. Bagaimana kisah Aline selanjutnya?

Apakah Axel bisa bertemu ayah kandungnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rozmine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7

Masuk Perangkap

Keesokan paginya, setelah bangun tidur dan menyelesaikan aktivitas pagi, memasak dan sarapan bersama Dea, Aline mengambil ponsel di atas nakas dekat ranjangnya. Aline menghubungi nomor Rio.

"Pagi sayangku. Pagi-pagi sudah telpon, kangen ya?" sapa Rio dengan suara serak khas bangun tidur di seberang telpon.

"Kamu masih tidur? Apa kamu hari ini tidak berangkat ke kantor?" tanya Aline.

"Hari ini aku berangkat ke kantor, tapi nanti agak siang sayang untuk mengadiri rapat. Sepertinya hari ini aku sangat sibuk, banyak rapat yang harus aku hadiri. Maafkan aku tidak bisa mengantarmu ke hotel hari ini," lanjut Rio menjelaskan.

"It's OK. Aku nanti bisa berangkat sama Dea. Kamu fokus saja dengan pekerjaan kamu. Tapi nanti makan kamu bisa kan ikut makan malam bersama keluargaku?" tanya Aline. Rio mengerutkan dahinya.

Aline menghela nafas sebelum melanjutkan.

"Kemarin Mama datang ke apartemen." Aline mulai bercerita tentang kedatangan ibu tirinya ke apartemen. Rio hanya diam saja mendengarkan tanpa menyahut. Setelah Aline selesai bercerita, barulah dia mulai berbicara.

"Apa kamu yakin jika ibu dan kakak tiri kamu itu sudah berubah?" tanya Rio tak percaya.

"Hmmm... Awalnya aku juga tidak yakin, tapi saat melihat Mama meminta maaf kemarin dengan tulus bahkan sampai menangis, aku merasa mereka sudah menyesal. Dan mereka layak untuk diberi kesempatan. Setiap manusia pasti pernah berbuat salah, dan pasti ada kesempatan juga untuk memperbaikinya," ujar Aline berusaha meyakinkan Rio.

Rio mendengus mendengar penjelasan kekasihnya.

"Calon istriku ini memang terlalu baik hatinya. Selalu merasa tidak tega. Tapi kamu benar, setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk berubah," tutur Rio.

"Mama akan mengadakan makan malam keluarga nanti malam. Kamu juga diundang. Mama ingin kami memulai lembaran baru agar hubungan dalam keluarga bisa lebih baik lagi," jelas Aline. "Kamu bisa datang tidak?" tambahnya.

"Aku bisa datang untuk bergabung, tapi mungkin sedikit terlambat. Kemungkinan aku baru selesai rapat pukul delapan malam. Tidak apa-apa kan?" jawab Rio.

Dengan semangat Aline menjawab,"Iya tidak apa-apa. Oh ya, aku lupa belum cerita. Surat pengunduran diriku sudah diterima. Hari ini adalah hari terakhir aku bekerja di hotel."

"Wah bagus sekali. Aku juga punya kabar gembira untukmu. Papa dan Mama sudah memberikan kita restu, dan bersedia untuk melamarmu," cerita Rio dengan wajah bahagianya.

"Aku bahagia sekali sayang. Aku bersyukur akhirnya tidak ada lagi yang menjadi penghalang bagi hubungan kita," ucap Aline dengan penuh syukur.

"Baiklah, kamu hati-hati nanti berangkat dan pulang kerjanya. Maaf aku tidak bisa mengantarmu. Nanti setelah pekerjaanku selesai, aku akan segera pergi ke rumah papamu," ujar Rio.

"Baiklah aku tutup dulu telponnya, kamu juga hati-hati nanti di jalan. Sampai jumpa nanti malam. Bye...!" jawab Aline, kemudian memutuskan panggilan telpon mereka.

Sebelum berangkat kerja, Aline memberikan password baru pintu apartemennya, sehingga Dea bisa langsung masuk jika dia kembali setelah keluar apartemen. Sudah menjadi kebiasaan Aline yang sering menggantinya demi keamanan. Dea sudah sangat memahami kebiasaan temannya itu.

...***...

Aline mennyelesaikan pekerjaannya dengan baik hari ini meskipun di luar dugaan ternyata ia harus kerja sampai lebih dari pukul tujuh malam bahkan sekarang sudah hampir pukul delapan malam. Meskipun hari ini adalah hari terakhir dia bekerja, dia tetap bekerja dengan profesional. Aline mengirim pesan kepada papanya meminta maaf datang sedikit terlambat di acara makan malam keluarga.

Bu Marta memanggilnya untuk datang ke ruangannya. Karena Aline sudah menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, Bu Marta segera memberikan gaji terakhirnya dan mengijinkannya untuk pulang. Aline sangat senang dan mengucapkan banyak terima kasih. Setelah keluar dari ruang Bu Marta, dia segera menuju loker dan ingin mengambil baju ganti agar bisa segera pulang.

Sebelum Aline berganti pakaian, Aline mengambil botol minumnya, dia merasa haus sekali. Saat Aline sedang minum, tiba-tiba ada seseorang menepuk pundaknya. Aline terkejut dan air minumnya sedikit tumpah.

"Maaf Lin. Aku tidak tahu kalau kamu sedang minum," ucap Melly merasa bersalah.

Melly adalah teman dekat Aline selama bekerja di hotel. Melly adalah teman yang baik dan suka menolong saat Aline dalam kesulitan saat bekerja.

"Ti-tidak apa-apa Mel," jawab Aline sambil mengatur nafasnya.

"Jadi sekarang kita akan berpisah Lin. Kamu benar-benar mau meninggalkan aku," ucap Melly sedih.

"Iya hari ini terakhir kalinya aku bekerja di sini. Kamu jangan bersedih, kita masih bisa bertemu dan berkomunikasi nantinya. Sampai kapanpun kamu adalah teman baikku," Aline tersenyum menenangkan agar temannya tidak bersedih.

Saat keduanya sedang asyik berbincang, seseorang memanggil Aline.

"Aline! Bu Marta minta kamu untuk mengantarkan pesanan untuk tamu di kamar no. 1123 di lantai 3!" perintahnya. Dia adalah Neny yang juga pegawai hotel yang memiliki pekerjaan yang sama dengan Aline dan Melly. Tetapi Neny adalah orang yang sombong dan selalu memakai seragam yang ketat yang menampilkan lekuk tubuhnya untuk menarik perhatian tamu pria, terutama pria kaya. Dia benci dengan Aline karena iri dengan kecantikan Aline, dan Aline selalu dipuji sebagai pegawai teladan.

"Tapi tidak mungkin. Aku baru saja keluar dari ruangan Bu Marta. Beliau sudah mengijinkanku pulang, karena pekerjaanku sudah selesai. Beliau tidak bilang memintaku untuk mengantarkan pesanan tamu lagi tadi. Malah Bu Marta sudah memberikan gaji terakhirku," jawab Aline terheran.

"Kamu pikir aku bohong. Mungkin Bu Marta tadi lupa bilang sama kamu, dan menyampaikannya padaku. Bu Marta bilang yang ada di kamar itu salah satu orang penting. Dia mau kamu yang mengantarkan pesanan ini. Kamu kan pegawai teladan di sini, Bu Marta ingin tamu merasa puas dengan pelayanan hotel kita," ucapnya dengan ketus seraya mendorong troli makanan ke hadapan Aline. "Anggap saja ini tugas terakhir kamu sebelum kamu benar-benar keluar dari sini. Jadi lakukan pekerjaan kamu dengan baik ya. Sudah aku pergi dulu pekerjaanku masih banyak," ucapnya sambil melirik botol minum Aline. Dia tersenyum licik dan melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Aline dan Melly.

"Dasar wanita ular. Tidak ada hentinya selalu menyusahkan orang," umpat Melly melihat ke arah Neny yang menjauh.

"Sudahlah kamu tidak perlu marah. Aku antarkan saja pesanan ini. Mungkin memang ini tugas terakhirku," ucap Aline sambil mengedipkan mata kanannya agar Melly tidak marah lagi.

"Biar aku saja yang antarkan, kamu pulang saja Lin. Kamu sudah lembur hari ini. Seharusnya kamu sudah pulang satu jam yang lalu," ujar Melly melihat Aline iba.

"Sudah ini tugasku, biar aku yang selesaikan. Sebelumnya terima kasih ya. Lebih baik kami lanjutkan pekerjaan kamu, jangan sampai kamu mendapat teguran gara-gara aku," tutur Aline. Melly mengangguk.

Di dalam sebuah kamar, Tuan Bram sudah siap menunggu kedatangan Aline. Setelah mendapatkan pesan dari Alexa beberapa jam yang lalu, Tuan Bram segera menuju hotel dan masuk ke kamar yang sudah Alexa pesan. Tuan Bram sampai menyiapkan obat k*** karena dia ingin malam ini bersenang-senang sampai dia puas. Apalagi wanita yang akan melayaninya masih perawan.

Aline mendorong troli memasuki lift dan naik ke lantai 3. Begitu lift terbuka, Aline menuju kamar no. 1123. Sesampainya di depan kamar tersebut Aline mengetuk pintu. Beberapa kali Aline ketuk, tetapi tidak ada sahutan maupum tamu yang keluar membukakan pintu. Aline mencoba memegang gagang pintu dan membuka pintu, ternyata pintu itu tidak terkunci. Aline pun masuk dan mengucapkan permisi terlebih dahulu.

Sesampainya di dalam kamar, Aline sedikit heran karena lampu di kamar tidak dinyalakan, hanya lampu kamar mandi saja yang menyala.

"Permisi Tuan, saya mengantarkan pesanan Anda," ucap Aline dengan sopan.

"Taruh saja di sana. Biarkan tetap di atas troli dan segeralah keluar dari sini," sahut seorang pria dari dalam sedikit membentak. Aline terkejut mendengar bentakan dari pria tersebut. Dia tidak bisa melihat jelas wajah pria tersebut karena minimnya pencahayaan.

Setelah menaruh troli, Aline permisi untuk keluar kamar. Saat dia sampai di dekat pintu, tiba-tiba pria itu mengerang seperti sedang kesakitan.

"Aaarrrgghhh!" erang pria itu.

Aline menghentikan langkahnya dan melihat ke belakang. Dia memberanikan diri mendekati pria tersebut karena khawatir tamunya memang sedang sakit dan membutuhkan bantuan. Aline terus melangkah dan melihat pria itu duduk di lantai sambil menahan sakit.

"Tuan, Anda tidak apa-apa? Apakah Anda sedang sakit," tanya Aline dengan nada khawatir.

Aline mencari tombol untuk menyalakan lampu ruangan.

"Jangan nyalakan lampunya. Biarkan seperti ini. Sebaiknya kamu segera keluar dari sini!" tahan pria itu.

"Tapi Anda sepertinya sedang kesakitan, biarkan saya menolong Anda." Aline mencoba menawarkan bantuan.

"Saya bilang cepat kamu keluar!" bentak pria itu.

Aline tersentak dan agak takut. Tapi dia tetap ingin menolong. Tanpa berpikir panjang, Aline langsung mendekati pria itu dan menyentuhnya berusaha untuk membantu.

Pria itu terkejut dan belum sempat melarang, Aline sudah menyentuh tubuhnya. Dan seketika tubuhnya terasa terbakar dan hasrat dalam tubuhnya semakin besar.

"Ya ampun Tuan tubuh Anda panas sekali. Anda sedang deman," Aline menyentuh wajah pria itu.

"Aku mohon jangan lakukan ini. Segeralah pergi dari sini. Aku tidak ingin menyakitimu," mohon pria itu.

Tetapi Aline tidak bergeming. Dia berusaha membantu pria itu untuk berdiri dari duduknya dan memapahnya menuju ranjang. Dia khawatir pria itu semakin deman jika terlalu lama di lantai. Dan perlakuan Aline malah membuat hasrat pria itu tak terkendali. Tanpa berpikir panjang pria itu menarik Aline ke dalam pelukannya dan menempelkan bibirnya di bibir Aline. Aline sangat terkejut. Pria itu sudah mengambil ciuman pertamanya yang ia jaga untuk suaminya.

Aline berusaha memberontak agar lepas dari pelukan pria itu. Tapi pria itu semakin mengeratkan pelukannya dan m****** bibir Aline dengan rakus. Sekuat tenaga Aline mendorong pria itu sampai akhirnya dia bisa terlepas. Aline segera berlari ke arah pintu agar bisa keluar dari kamar ini.

Saat sampai di pintu, pria itu menarik Aline lagi ke dalam pelukannya dan menutup pintu serta menguncinya. Aline semakin ketakutan, badannya mulai gemetar.

"Aku tadi sudah menyuruhmu keluar, tapi kami keras kepala. Sekarang kamu harus menolongku. Kumohon aku sudah tidak tahan lagi," ucap pria itu. Aline terus memberontak.

Pria itu menatap Aline dan berkata, "Aku akan membayarmu mahal. Berapapun yang kamu inginkan akan aku berikan."

"Lepaskan, saya bukan wanita murahan!" bentak Aline sambil terus berusaha lepas dari pria itu.

TBC

Jangan lupa berikan coment, like, vote dan favourite supaya author lebih semangat lagi berkarya.

Terima kasih🤩

1
Hasna Nursyafah
alexa...alexa 🙄
Dandelion
wahhh bar2 si savira tp aku suka 😁
Hasna Nursyafah
cie cie aline 😂
Dandelion
...
Nitnot
Luar biasa
Astri
yuhu
Astri
adakah novel kusus rio thor??
Astri
rio kau pria yg baik semoga dsna nanti kau menemukan kembali cinta terakhirmu
Astri
woow suka sm keluarga yg tggal saling berdekatan
Astri
waduuww masalah apa it
Astri
wahh kira kira dendam apa yah😀
Astri
aku juga😆
Astri
akhirnya tiba jg d bab yg kutunggu2
Astri
🤣🤣🤣😀
Astri
alamak
Astri
zayn spertix kalian tdk akan mudah bertemu untuk beberapa tahun
Astri
yuhu the the best emang kamu dea
Astri
untung saja ayah robby mengerti posisi anakx
Astri
menurut ki klo ad di posisi ryo wajarlah dia marah bmnpun dia it kekasihnya dan smoga saja rio td jadian dgn alexa kedepanx.. rio adalah pria baik
Astri
omegott zayn sudah saling bertukar nama, mgkin dia audah trtarik sm aline walau tak jelas melihat wajah aline😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!