cinta satu malamnya dengan seorang pria yang tidak ia kenali meninggalkan benih di dalam perutnya, Sierra diusir dari rumahnya karena dianggap bertindak seperti pelacur tidur bersama seorang pria di luar,
Bertahun tahun kemudian dia kembali dengan kedua putra kembarnya,
Dia bertemu dengan pria itu lagi, yang kini mengklaim bahwa dirinya adalah ayah dari anak anaknya,
"Mereka adalah anak-anakku"
Dia melemparkan surat hasil Tes DNA ke atas meja
Bahkan jika itu kebenaran Sierra sendiri tidak akan bisa mempercayainya, dia mengajukan pernikahan untuknya sebuah kisa cinta seorang presedir dingin mengejar istrinya yang bar bar dimulai dengan manis
"Kau adalah miliku dan aku akan melindungi apa yang menjadi miliku" Lagi lagi Dia menggigit Sierra membuat tubuh sierra tersentak dan memanas
'Apakah pria ini seekor anjing, dia selalu menggigitku jika kami bertemu'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CIELCLYDE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tangkapan yang bagus
Vinter membanting pintu ruang rawat, ketika menyadari bahwa, Sierra dan anak anaknya telah meninggalkan rumah sakit itu tanpa sepengetahuan nya
Leon yang berdiri tepat di belakangnya tiba tiba mundur dan bersembunyi di balik tubuh Rei menggunakannya sebagai perisainya
Sementara Rei hanya menyeringai seperti iblis, dengan tatapan yang mengatakan nikmatilah hasil dari perbuatanmu.
, tubuhnya berkeringat dingin bagaimana tidak sedari tadi dia sudah berusaha mencoba untuk mengatakan kepada bosnya itu namun beberapa kali itupun dia di abaikan,
terlebih lagi di bawah tekanan dan aura mematikan presdir yang arogan itu.
Ingin rasanya ia menangis namun sayangnya dia tidak memiliki air mata,
Ketika Vinter melirik ke arahnya dengan sorot mata tajam dan tekanan yang mengintimidasinya, Leon merasa seolah-olah kini nyawanya sudah hampir keluar dari raganya.
Leon bisa merasakan bagaimana tatapan dari pria itu seakan menggorok lehernya,
'Aku akan mati.. "
Sementara Rei berusaha menahan tawanya ketika melihat Leon yang kini menciut di belakangnya, tubuh Rei gemetar tidak kuat,
Leon seorang pria yang bertingkah seperti anjing gila ketika di depannya tiba tiba menjadi seekor tikus yang bersembunyi mencoba berlindung di balik tubuhnya,
baginya itu cukup lucu untuk ukuran orang yang tidak pernah menunjukkan sisinya yang seperti itu, terlebih pada Leon yang tidak pernah patuh, dan akan menggigitnya jika dia sedikit mengganggunya.
"Aku akan mendengar alasanmu nanti...? "
Kata kata singkat namun menusuk.
Leon memeluk Rei berusaha untuk meminta dia membelanya, ia tidak ingin jika harus dikirim ke luar negri oleh bosnya
Lagi lagi Rei berusaha menahan tawanya ketika melihat ekspresi memelas yang di tunjukan Leon
Matanya seolah olah berbicara
'tolong selamatkan aku'
Rei hanya membalas tatapan memelas Leon dengan Seringaian menakutkan,seraya mendorong Leon untuk mendekati Vinter yang kini berjalan menjauh dari sana.
'Aku lupa jika pria ini adalah iblis'
Vinter kesal karena dia tidak bisa melihat sosok wajah Sierra yang selama ini ingin dia lihat, dia benar-benar merindukannya. Dia ingin melihatnya untuk mengobati rasa rindu yang telah menyerangnya selama bertahun-tahun terakhir ini.
Dia sendiri tidak percaya bagaimana dia bisa menghabiskan sisa hidupnya selama bertahun-tahun untuk mencarinya, namun ketika dia memiliki kesempatan, itu menghilang membuat amarahnya menjadi menggebu,
***
Oscar menyeringai ketika mengetahui umpan yang dia siapkan telah di makan, awalnya dia tidak berniat untuk bertanya pada Vinter tentang kemiripan mereka. Namun melihat dari reaksi Vinter dia ingin lebih membuat pria itu semakin di hantui dengan rasa penasarannya, dan dia ingin melihat usaha pria itu sebagai ayahnya, apakah dia akan peduli pada mereka.
Atau dia akan berpura-pura tidak tahu..?
"Akh s*al, kau curang..! Kau tidak memberi tahu ku jika ayah akan datang ke sana, pantas saja kau mengajak ku untuk mengunjungi ibu terlebih dahulu"
Hilde menggerutu sambil memakan beberapa cemilan sembari berbaring di atas ranjang nya.
Tak
Sebuah sentilan jari Oscar mendarat di dahinya
"Awww..., kau menyakitiku "
"Pada akhirnya kau membuat kesalahan"
"Maafkan aku lagipula bukannya aku lupa meminum obatku hanya saja aku lupa membawanya bersamaku"
Hilde menggerutu sembari memegang dahinya
Dia tersentak ketika tangan Oscar menyentuh pipinya dan refleks menutup matanya, dia mengira Oscar akan memukulnya kali ini
"Apakah begini cara seorang idol makan..? "
Dia membersihkan remahan-remahan makanan di pipi Hilde
"Yah lupakanlah berkatmu kita memiliki tangkapan yang bagus.. " Lagi-lagi Oscar menyeringai
seketika Hilde merinding 'hei berhentilah memasang ekspresi begitu kau lebih baik jika tanpa ekspresi seperti biasanya'
sangat menakutkan baginya melihat ketika Oscar menyeringai itu terlihat seperti smirk jahat seorang psikopat.
terlebih lagi dia memasang ekspresi seperti itu dengan wajahnya,
yah karena mereka adalah saudara kembar yang identik dan sangat mirip ketika melihat satu sama lain itu sama halnya dengan bercermin
perbedaan mereka hanya terletak pada warna rambut
Oscar memiliki rambut hitam pekat sementara Hilde memiliki rambut yang cerah.
"Dan berkatmu juga hari ini aku berhasil menghindari kelas membosankan itu"
Hilde tertawa ketika melihat ekspresi Oscar yang langsung berubah, itu terlihat sangat buruk.namun itu lebih baik dari pada ketika dia memasang tampang Psikopat nya
Karena Oscar dan Hilde adalah siswa pindahan dari luar mereka menjadi pusat perhatian di sekolahnya, terlebih lagi mereka adalah anak anak tampan ada begitu banyak anak anak perempuan yang mengagumi mereka, bahkan di hari pertama mereka masuk ke sekolah sudah mendapatkan surat cinta dari para anak anak gadis,
Itu sedikit membuat Oscar risih terutama baginya yang tidak menyukai keramaian dan sifat dinginnya membuatnya sedikit sulit bergaul, berbeda halnya dengan Hilde dia cukup menikmati suasana kelas barunya.
Yah apalagi ketika di Prancis Oscar memilih sekolah mandiri dan di ajar oleh beberapa guru pribadi dengan skill yang berbeda beda.
Menurutnya itu terasa lebih nyaman karena dia tidak harus berkumpul di tempat banyak orang dan tidak perlu melakukan hal hal yang membosankan seperti anak anak lainnya.
Namun ketika pindah ke Amerika mau tidak mau Oscar harus masuk ke sekolah,
Walaupun dia tidak mau meski Hilde membujuknya mengatakan jika berkumpul dengan banyak orang dan memiliki banyak teman itu menyenangkan dari pada berdiam diri,
awalnya dia menolak namun ketika dia menyadari tentang keberadaan ayahnya Oscar akhirnya memutuskan untuk membujuk ibunya untuk kembali ke Amerika.
Alasan pertama Oscar dan Hilde meminta ibunya untuk kembali ke Paris adalah keberadaan Ayah mereka.
Siring berkembangnya waktu kecerdasan Hilde semakin meningkat dan dengan IQ nya yang tinggi dia duduk di kursi CEO milik kakeknya, dan bertanggung jawab sebagai tuan muda,
Di saat itulah dia sempat bertemu dengan Vinter secara tidak sengaja walau hanya sekilas.
Oscar yang cenderung memiliki sikap tidak peduli merasa tertarik ketika bertemu dengan seseorang pria dewasa yang terlihat sangat mirip dengannya, dan mencari tentang Vinter dengan keahlian nya.
Bahkan dengan kecerdasaan ya di dunia komputer Oscar berhasil meretas situs situs terkunci dan berhasil mendapatkan rahasia dan data diri pribadi milik Vinter.
Dengan wajah mereka yang sama persis dan beberapa bukti itu Oscar cukup yakin jika dia adalah ayahnya,
Terlebih lagi dia adalah penduduk asli Amerika dimana itu adalah tempat ayahnya berada menurut keterangan ibunya.
***
Sierra memasuki mall pusat perbelanjaan dan tidak sengaja bertabrakan dengan seorang wanita
Membuat keduanya terjatuh,
Dan secara tidak sengaja membuat Sierra menimpa bagian gaun wanita itu dan membuatnya sedikit robek.
Sebagai seorang desainer Sierra cukup telaten dengan pandangannya.
Gaun yang dia kenakan cukup terlihat glamor dan berlebihan jika hanya di gunakan untuk membeli baju.
Itu adalah gaun yang di pakai untuk menghadiri pesta mewah dan tentu saja itu sangat tidak cocok di bawah ke pusat perbelanjaan
"Hei apa kau berjalan tidak pakai mata kau bahkan merusak gaun ku"
Wanita itu terbelalak ketika Sierra mengangkat wajahnya dan bertatapan muka dengan nya
'Si... Sierra...?? '
wanita itu tak lain adalah Shofia, orang yang sudah merebut tunangan , keluarganya dan juga haknya.
Sierra menyeringai ketika mengetahui wanita itu adalah adik tirinya yang berhati malaikat itu
Yah benar, dia memiliki hati seperti malaikat, ketika dia sedang bersandiwara,
namun nyata nya dia adalah seekor ular yang sedang menyembunyikan taringnya, dan bersiap siap melilitkan ekornya
"Sepertinya terjadi kesalahpahaman disini..!! "
"Nona bukannya kau yang menabrak ku lebih dulu" Sierra berbicara tepat di telinganya membuat Shofia tersentak
"Sierra kau kembali...? Bagaimana bisa? "
Itu hanya gumaman kecil namun telinga Sierra masih berfungsi dengan baik dan mendengarkan nya dengan jelas
Dia mengeluarkan smirk menakutkan dari wajahnya, Sierra tidak menyangka jika wanita itu akan mengingatnya meskipun ini sudah 7tahun lamanya mereka tidak bertemu.
Padahal selama ini Sierra berpikir bahwa bahkan ketika Sierra berada di hadapan nya wanita itu tidak akan peduli dengan seperti wajah Sierra,
sehingga dia tidak pernah melihat ketulusan yang Sierra berikan padanya selama ini
"Apa kita pernah bertemu? Nona? "
Shofia semakin tersentak dia tidak mungkin salah
Karena dia mengingat jelas wajah wanita yang memiliki segala hal yang tak dia miliki sehingga dia mencoba untuk merebut semuanya.
Seringaian di wajah Sierra membuat tubuhnya bergerak
Dia merasa merinding ketika melihat senyuman wanita itu
'Tidak mungkin jika dia adalah Sierra yang aku kenal kan?? '
to be continued
selalu nungguin up ny ya
#gkmutusopayam
#🤮🤮🤮🤮🤮🤮🤮🤮🤮🤮🤮🤮