NovelToon NovelToon
Sebenarnya Cinta Musim Kedua

Sebenarnya Cinta Musim Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 5
Nama Author: F.A queen

Musim telah berganti dengan begitu cepat. Denting waktu membawa kita pada detik ini. Musim pertama telah usai meninggalkan bait-bait kenangan yang begitu indah.

Mereka telah bersama setelah melewati rintik sendu. Kini saatnya berbahagia. Namun adakah waktu yang tidak terbatas untuk merasa bahagia?
Bagaimana cinta akan menjawabnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F.A queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7_Cerita Hari Ini 5

Saat Yuna masuk kedalam kamar, Leo sudah selesai mandi dan duduk diatas ranjang sambil membaca buku. Ia segera meletakkan bukunya begitu Yuna datang.

Yuna melangkah kearahnya dan duduk di sisi ranjang. Memberikan segelas air hangat untuk Leo.

“Terima kasih,” ujar Leo dengan senyum. Kemudian menyesap minumannya hingga setengah lalu memberikannya pada Yuna. Yuna tidak langsung meletakkannya di atas meja tetapi ia menghabiskan separo dari yang Leo sisakan. Itu membuat Leo tersenyum lebar dan tidak tahan untuk berkomentar.

“Kenapa tidak mengambil dua gelas.” Katanya.

“Bekas bibirmu lebih manis,” jawab Yuna dengan meneguk setetes air terakhir dari dalam gelas. Senyum Leo semakin lebar. Ia menatap Yuna dengan kekaguman dalam hatinya. Hingga saat ini, rasa cintanya tidak pernah berkurang. Yuna selalu mampu membuatnya tersenyum ketika gelisah. Dan satu lagi, si Nyonya cerewet semakin berani untuk menunjukkan godaan mautnya pada Tuan tampan. Sebenarnya, mereka mengisi satu sama lain, mencoba memahami dan sabar dengan segala yang dilewati.

“Kemari.” Leo merentangkan tangan kanannya setelah Yuna meletakkan gelas kosong di atas nakas. Yuna segera naik ke atas kasur dan menempatkan diri dalam pelukan Leo.

“Tadi aku bertemu dengan gadis kecil cantik,” ujarnya mulai bercerita tentang gadis kecil itu.

“Jangan berfikir untuk menjadikan dia menantu. Putramu masih kecil,” jawab Leo. Tangannya mengusap rambut Yuna.

Yuna tertawa mendengar jawaban Leo. Dia memiringkan tubuhnya dan memeluk Leo.

“Aku tidak akan mencampuri urusan itu. Putra kita akan menemukan belahan jiwanya sendiri. Seperti kau yang menemukanku, hahahaa,” Yuna malu dengan ucapannya sendiri. Ia menyembunyikan kepalanya di ketiak Leo.

Leo terseyum lebar melihat tingkah lucu Yuna.

“Gadis cerewet di minimarket. Gadis nakal di malam pergantian tahun,” ujar Leo. Sosok gadis cerewet dan pemberani yang membuatnya penasaran.

“Cerewet dan nakal … tapi kau suka kaan!!! Hmm.” Yuna tidak bersembunyi lagi. Dia menatap Leo dan langsung mencium pipinya.

“Ya. Sangat suka,” jawab Leo tak memungkiri. Yuna semakin menekan bibirnya di pipi Leo. “Yuna,” Leo memanggilnya pelan.

“Ya?”

“Apa kau tahu alasan kenapa hari ini dia bolos lagi?” Leo bertanya tentang putranya.

Yuna mengangguk, “Bosan,” jawabnya.

“Kita awasi perkembangannya, sebulan ini.”

“Dia akan betah kalau nanti tertarik dengan seorang gadis kecil. Bukankah dulu kau begitu, Tuan suami? Kau masih kecil dan kau sudah terpikat dengan gadis di kelasmu,” canda Yuna. Dia mencubit kedua pipi Leo. Kemudian menarik selimut dan menutup seluruh tubuh mereka.

“Kenapa ditutup semua?” tanya Leo. Dia ikut memegang ujung selimut agar tidak terbuka. Mereka berdua bersembunyi dibalik selimut.

“Aku akan menceritakan sebuah cerita seram untukmu,” ucap Yuna serius. Dia mengambil ponsel yang ia sembunyikan di bawah bantal dan menyalakannya begitu saja tepat didepan wajahnya. Matanya terbuka lebar seolah ingin lepas dari tempatnya.

Bukan menjadi terkejut tapi Leo tertawa melihat itu. Dia ingat pernah mengambil pena berbentuk burung hantu milik karyawannya karena merasa jika mata burung hantu mirip dengan mata Yuna saat melotot.

“Hei, menyebalkan. Kenapa kau malah tertawa?” Yuna mematikan ponselnya dan memukul dada Leo pelan.

“Saat melotot, matamu sangat lucu,” ujar Leo dengan masih tertawa. Yuna merapatkan dirinya dan membuat kecupan singkat di bibir Leo. Membuat laki-laki itu menghentikan tawanya. Ya, Yuna hanya ingin Leo tertawa dan membuat hatinya tenang. Leo sudah bekerja seharian, rumah adalah tempatnya kembali. Disini ia akan menemukan milyaran kasih dan senyum untuknya. Yuna tidak ingin Leo memikirkan tentang putra mereka yang sering bolos. Yuna berjanji dalam hati, akan memperbaiki semuanya. Ia akan mencari solusi untuk itu.

“Menurutmu, apa yang paling horror di dunia ini?” tanya Yuna.

“Saat kau tanggal merah,” jawab Leo cepat.

“Astagaa ….” Yuna semakin melotot. Dia mencubit pinggang Leo gemas.

***@***

Setelah seharian menghabiskan waktu di rumah Mama Nugraha, kini Vano dan Neva mengunjungi Mama dan Papa Mahaeawara.

Mama Mahaeswara menyambut mereka dengan hangat. Meskipun hampir semiggu sekali mereka berkunjung tapi rasanya begitu lama.

“Vano sudah mengabari Mama jika kalian akan kemari. Mama sengaja menyuruh bibi untuk masak yang banyak. Sebentar lagi Papa pulang,” ujar Mama Mahaeswara sambil menggandeng lengan Neva. Beliau sudah merencanakan shoping cantik besok bersama menatunya.

Di ruang keluarga setelah mereka selesai makan malam. Mama Mahaeswara berbincang dan membicarakan apapun pada Neva. Mereka bahkan selfie dan membagikannya di akun sosial media masing-masing. Mereka sangat kompak dalam hal apapun. Mama Mahaeswara sangat kekinian. Beliau mengunggah foto dengan memberikan caption ‘Putri cantik Mama, muach.’ Tak lama foto itu langsung mendapat like dan komentar dari followrs mama cantik ini.

“Bagaimana kabar kalian? Apa perut Neva sudah membawa kabar bahagia untuk kami?” tanya Papa Mahaeswara pelan.

Semuanya terdiam. Neva menunduk, sesuatu yag menusuk hatinya terasa kembali.

Mama Mahaeswara membaca sebuah komentar dari rekannya yang menanyakan hal yang sama dengan apa yang suaminya tanyakan barusan. Beliau langsung mengunci kolom komentar setelah itu. Mama Mahaeswara tidak ingin putra dan menantunya mendapat cibiran karena pada pernikahan ke empat tahun mereka belum juga memiliki momongan.

Disisi lain, vano tersenyum mendengar pertanyaan Papanya. Ia mengulurkan tangan untuk meraih tangan Neva dan menggenggamnya. Sebelah tangannya bahkan sudah merangkul pundak Neva dan membuat usapan halus disana. Ia mencoba untuk menenangkan perasaan istrinya.

“Kita sudah berusaha, Pa. Papa do’akan saja semoga Tuhan segera mempercayakan malaikat kecil pada kehidupan kita,” tutur Vano sopan. Neva menatapnya dari samping dan mengangguk tapi senyum tak lagi menghiasi bibirnya. Ia masih bisa menahan saat pertanyaan itu keluar dari mulut orang lain tapi ia menjadi teramat sedih saat pertanyaan itu dipertanyaan oleh keluarganya, terlebih itu adalah mertuanya. Ia merasa gagal menjadi seorang istri dan perempuan.

“Semua sudah diatur oleh Tuhan, Pa.” Mama Mahaeswara menyambung. Beliau kemudian menempatkan diri disamping suaminya. “Tidak perduli berapa kali Papa bertanya, jika Tuhan belum menitipkan ruh pada Rahim Neva maka itu tidak akan terjadi.” Mama Mahaeswara mengusap lengan suaminya. Sejujurnya beliau juga ingin segera

menimang cucu, sangat ingin tapi mau bagaimana lagi jika Tuhan belum mempercayakan itu pada putranya. Mereka telah berusaha, itu sudah cukup.

“Mama yakin, Tuhan telah mengatur semuanya dengan indah.” Mama Mahaeswara menatap Vano dan Neva secara bergantian. Mencoba menenangkan mereka berdua. Mama tahu bagaimana rasanya mendapatkan pertanyaan itu. Pasti lebih sakit dari pada yang Mama rasakan dulu. Beliau yang tidak bisa memberikan adik bagi Vano menjadi pertanyaan setiap bertemu keluarga dan teman-temannya. Mereka tidak pernah tahu bagaimana sekeping hati langsung hancur berkeping-keping oleh pertanyaan itu.

“Hmmm barang kali Tuhan telah menyiapkan baby twins nanti,” Mama tersenyum lebar saat mengucapkan ini.

“Aamiin.” Vano, Neva dan Papa mengamini dengan serempak.

“Jika kembar nanti, biarkan yang satu buat Mama,” lanjut Mama Mahaeswara dengan senyum lebar.

“Sepertinya kau akan melupakanku saat merawat bayi nanti,” sahut Papa Mahaeswara bercanda.

Suasana kembali mencair. Mereka saling berbincang dengan tawa.

____

Catatan Penulis 🥰🙏

Up Bonuss buat sahabat yang luar biasa.

Kan kan kan bonus lagi. 😉

Pokoknya jangan lupa sun manja jempolnya. Like komentar biar Nanas semangaaaaattt buat Up Up. 😘

Terima kasih semuanya. Luv luv. Kuyy bajiirrri lagiiii 😁😁

1
Mmh dew
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Mmh dew
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Mmh dew
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Mmh dew
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Mmh dew
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Mmh dew
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Mmh dew
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Mmh dew
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Mmh dew
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
Mavvar
jauh sekali kim di negara matahari terbitt, tapi syukurlah klo kim disana baik baik sajaa🤍, Terima kasih Tor sudah apdettt, wkwk, aku bnr¹ banyak belajar bgt dri setiap kata yg km susun di novel SC ini, mau di SC 1 ataupun SC 2, bnr¹ always amaze with you're karya, loveee forr you torr, sehat sehat🤍🤍
Author.N.: 🥰🥰 makasih banyak sudah hadir di kisah ini Kak
total 1 replies
Ayu Putri
meluncurr kk
Author.N.: 🥰🙏 luv luv
total 1 replies
Normahasrul
Siap meluncur , tapi udh cari berulang2 nggak dapat Perfect husband 🤦🏻‍♂️
Author.N.: Klik profilku, Kak. Nanti langsung ketemu 🥰🙏
total 1 replies
Wilda Rahma
siap meluncurrr
Author.N.: 🥰🙏 luv luv
total 1 replies
Mavvar
aaa, tuan muda Daniel, akhirnya km bebas jg dr tempat terkutuk ituu, WWKWK, semoga jd pembelajaran untuk mu yaa, hhuhuu, terimakasih torrr udh apdet, sehat sekaluy🤍
Diana
cuss ke judul baruuu😍😍
Author.N.: Ayooo 😘😘
total 1 replies
Diana
part akhir meresahkannn🤭
Ayu Putri
semangat neva & vano💪💪
Author.N.: 🥰Cuss ke Perfect Husband ya, Kak.
total 1 replies
Wilda Rahma
wow crazy up ya thor
Author.N.: Cuss ke perfect husband ya, Kak 🥰
total 1 replies
Wilda Rahma
semoga + ya tanteee
Wilda Rahma
waduhhh dadyyy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!