NovelToon NovelToon
Yogyakarta Dan Ararya

Yogyakarta Dan Ararya

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:540.1k
Nilai: 5
Nama Author: margaretha.chi

Yogyakarta selalu menjadi saksi hubungan percintaan seorang gadis bernama Clara Audra.

Perbedaan keyakinan, restu orangtua, dan perselingkuhan mewarnai perjalanan cintanya.

Kini hatinya tertambat pada sahabatnya sendiri, seorang arsitek tampan bernama Daniel Ararya.

Namun, masa lalu Ararya yang selalu hadir di tengah hubungan mereka, membuat Clara menaruh keraguan dengan apa yang telah ia jalani selama ini.

Gagalnya rencana pernikahan Ayu (sahabat perempuannya) karena sebuah perselingkuhan, juga menjadikan Clara semakin ragu untuk melangkah maju di detik-detik menuju pernikahannya dengan Ararya.

Akankah Ararya mampu meyakinkan hati Clara untuk sepenuhnya menerima dirinya menjadi pasangan hidup?

Ataukah Ararya akan kembali kepada masa lalunya dan menorehkan luka yang sama pada hati seorang Clara Audra?

Kisah ini diangkat berdasarkan dari beberapa kisah nyata serta dari beberapa sudut pandang yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon margaretha.chi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hore Fam's Reunion

Rumah Ayu

Cuaca Jogja kali ini sangat cerah, bahkan siang ini boleh dikatakan panas. Tapi, kediaman Bapak Andreas yang asri dan luas, cukup mampu mengalahkan panasnya Jogja saat ini.

"Monggo mas mbak, ini cemilannya dulu, ada jadah, tempe bacem, sama wajik. Terus ini minumnya es teh. Kalau mau air putih tinggal ambil di dispenser nggih. Mbok nani mau lanjut masak dulu buat makan siang nanti." ucap Mbok Nani, asisten rumah tangga di rumah Ayu.

"Matur nuwun (Terimakasih) mbok.. Oia mbok,.." ucap Arya sambil mencomot tempe bacem.

"Nggih mas, ada apa?" tanya mbok Nani, sambil membawa nampan kosong dengan posisi badan agak membungkuk di depan Arya.

"Ini tetap jadi tempe bacem terenak buat aku, makasih ya mbok.."ucap Arya sambil tersenyum dengan mengangkat satu alisnya.

"Halahlaahh..mas Arya ini mesti gitu, simbok kan jadi seneng.." sahut Mbok Nani sambil kembali berjalan ke dapur. Tempe bacem buatan mbok nani memang the best, bukan cuma Arya yang memuji, tapi semua anggota gank-nya itu.

"Panasnya ya Tuhan..untung aku bawa baju ganti.."ucap Clara yang saat ini sudah mengenakan celana kulot panjang berbahan jatuh,berwarna broken white yang dipadu dengan tank top hitam, dan rambut yang dicepol ke atas.

"Ya emang, tiap mau ngumpul, mesti kan bawa baju ganti." sahut Rendra yang saat ini juga sudah berganti pakaian dengan celana pendek dan kaos.

"Ini buat kamu Ra! Terus buat yang cowok-cowok ntar sewa aja ya beskapnya. Oiya, summer suit kalian yang warna navy itu masih pada cukup nggak sih?" tanya Ayu kepada para lelaki di hadapannya, sambil menyerahkan seragam bridesmaid berwarna biru muda dan peach untuk Clara.

"Kalau aku sih masih, terakhir aku pakai pas acara nikahan temen aku," jawab Rendra.

"Kalau kamu Ya? tanya Ayu ke Arya yang sedari tadi menikmati makanan yang ada di meja itu, nampaknya ia sangat merindukan makanan Indonesia.

"Siang semua..sorry ya telat, habis selesai operasi.." sapa Ardhana, sambil langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa.

"Nggak tau deh kalau aku.., ntar aku lihat dulu. Tapi intinya mau pake itu buat pemberkatan kan? Kalau udah nggak cukup, ya aku bikin lagi aja." jawab Arya sambil mengacung-ngacungkan tempe bacemnya ke udara.

"Ngomongin apaan sih?" sahut Ardhana, sambil menuang es teh ke gelasnya.

"Summer suit navy mas, masih cukup nggak? Tapi kelihatannya nggak deh.." cibir Clara. Secara perubahan badan Ardhana yang lebih kekar dari tahun ke tahun.

"Ohhh..tentu tidak dong..haha.. Tapi, ntar aku buat baru lagi aja kalau gitu.." jawab Ardhana.

"Oke dehh kalau gitu, yang penting warna dan modelnya sama yaa.."jelas Ayu.

Pernikahan Ayu tinggal dua bulan lagi, calonnya saat ini bekerja di Jakarta. Dan kemungkinan besar Ayu akan mengikuti suaminya nanti. Ia lebih memilih resign dari pekerjaannya, tapi ia tetap berbisnis, ia sudah membuka 2 gerai makanan di 2 kota.

Sekarang tugas Ayu membagikan tugas lagu apa saja yang akan dinyanyikan oleh sahabat-sahabatnya. Ia nggak mau rugi, mengingat suara emas dari sahabat-sahabatnya itu.

Persahabatan mereka memang dimulai dari voice choir di kampusnya. Sebenarnya masih banyak anggota choir yang lain, tapi saat pembagian ke dalam group kecil, mereka satu group. Hal itu membuat mereka sering bersama bahkan lomba di kota manapun atau negara manapun.

"Arya, kamu Beautiful in White ya.."

"Rendra, kamu Perfect - Ed Sheeran ya.."

"Mas, kamu nanti You Are The Reason - Calum Scott sama Clara ya.." titah Ayu kepada Ardhana. Memang pasalnya mereka dulu sering berduet.

"Terus kamu Ra.. tambah ya.. Sampai Jadi Debu.." cengir Ayu.

"Iyaaa...apa sihh yang nggak buat kamu. Terus ntar kalau aku nikah, pada mau nyanyiin aku nggak?" tanyanya santai sambil makan jadah buatan Mbok Nani.

"With my pleasure, aku nyanyiin yang banyak buat kamu." jawab Arya sambil mengedipkan salah satu matanya.

Ardhana tersenyum melihat tingkah Arya di hadapan Clara. Ia sadar betul, kalau Arya memiliki rasa untuk Clara, tapi di sudut lain ada juga sepasang mata yang memperhatikan Clara setiap saat.

Namun Ardhana paham kemana hati Clara sebenarnya tertuju.

................

*Ar**dhana*

"Sop nya enak lho dek.." ucapnya sambil duduk di samping Clara, yang sudah terlebih dahulu menikmati makanannya.

"Aku lagi kangen brongkos mas, brongkosnya mbok nani mah juaraa.." ucap Clara.

"Dek, nanti pulangnya pilih sama siapa?" tanyanya, sambil menyikut lengan Clara dan memandangi wajahnya sambil tersenyum jahil.

"Iiihhh..apaan sih mas?"

"Lhoohh..mas kan cuma tanya, kamu nanti pulangnya mau sama siapa ? kok sewot? hahaha" ledek Ardhana.

"Auu aahhh..kalau nggak ada yang mau nganterin pulang ya tinggal naik ojek.."

"Kalau dari 2 lelaki itu nggak ada yang mau tanggungjawab nganterin kamu pulang, mas kempesin semua ban mobilnya.." ucap Ardhana sambil berbisik dan melirik jahil ke arah Clara.

Clara hanya menanggapi dengan memanyunkan bibirnya.

"Bapak ibu kangen lho sama kamu dek, kamu sibuk banget akhir-akhir ini, sampai nggak ke rumah. Mereka kemarin mau ke rumahmu, tapi takutnya kamu sibuk." ucap Ardhana, sambil menyendok sop ayam kampung ke mulutnya.

"Ya ampun mas,maaf. Besok deh Clara ke rumah. Soalnya emang kemarin-kemarin kerjaanku banyak banget. Seharusnya tadi aku nyempetin ke rumah dulu ya sebentar kan nglewatin pas cari sarapan."

"Emang kamu sarapan ke mana? sama siapa?" selidiknya.

"Makan gudeg, sama tu yang ngakunya pria tampan dari antah berantah." jelas Clara, sambil menunjuk Arya dengan dagunya.

"Oalaahh..jadi juga dia ke tempat kamu. Tapi emang tampan kan? Iya kan? Jangan sewot-sewot ahh, ntar cinta beneran lho! Kan udah deket sekarang." ledek Arya.

Clara cuma menyunggingkan salah satu sudut bibirnya ke atas, sambil mendelik ke arah Ardhana.

Tapi mungkin memang ada benarnya sih kalimat Ardhana kepada dirinya. Hatinya selalu dag dig dug duuerrr kalau bersama Arya. Padahal mereka sudah kenal bertahun-tahun, sejak Clara masuk kuliah.

"Aryaaaaa...jahil banget siihhh ! Itu kan gelas aku ! Hiihhh...bener-bener dehh ini orang, pengen aku bejek-bejek dehh !" teriak Clara yang melihat gelasnya yang full berisi es teh, sudah lenyap seketika karena diminum oleh Arya. Dan Arya hanya membalas dengan menjulurkan lidah ke arahnya.

................

Tak terasa hari sudah semakin sore, tapi mereka semua seperti masih banyak yang mereka ingin bicarakan. Memang kalau udah ngumpul, bisa seharian. Mulai dari ngobrol, makan, ngobrol lagi, makan lagi, ngopi, nyanyi-nyanyi. Dan tentunya selalu dihiasi dengan gelak tawa.

"Besok pada praktek nggak?"tanya Arya ke arah Rendra dan Ardhana.

"Aku sih nggak, besok aku sih off, tapi Minggu masuk." ucap Ardhana.

"Aku praktek sih, jam 12 tapi." jawab Rendra dengan posisi sudah bergolar-goler di sofa yang berada di ruangan belakang rumah Ayu yang menghadap ke halaman belakang.

"Ngopi yukk! Kopi sing panggone enak ngendi ya mas (kopi yang tempatnya enak di mana ya mas) ?" ajak Arya, lalu bertanya ke Ardhana.

"Ono sih..enak tempat sama kopinya juga tapi di selatan, tapi kalau mau dekat ya sing kene wae (ya yang sini aja) Ya, enak juga."

"Yawes, sing cedak sek wae ya! (Yaudah..yang dekat dulu aja ya!). Mau satu mobil atau gimana ? Kalau mau satu mobil ya pakai mobilmu mas." tanya Arya.

"Aku manut ! (Aku nurut aja!)" jawab Ardhana, karena memang New Pajero Sport hitamnya lah yang paling besar saat ini.

"Dewe-dewe wae lah, sisan mulih ! (Sendiri-sendiri aja lah, sekalian pulang)" sahut Rendra.

"Oke !" sahut Arya cepat.

"Tapi aku nebeng ya.."ucap Ayu.

"Iyaa.."ucap Rendra.

"Aku sama mas Ardhana aja ya !" ucap Clara. Dia saat ini merasa lebih nyaman bersama kakaknya itu.

"Lhoohh..nggak jadi naik ojek?" ledek Ardhana ke Clara sambil mengambil kunci mobilnya.

"Maaaaassss...!!" teriak Clara dengan tatapan membunuh, yang disambut dengan tawa Ardhian.

"Udaahh ayokk bangun ! Gendong nih kalau lama..!" ancam Arya sambil menyodorkan tangan kanannya untuk mengajak Clara bangun dari singgasananya.

................

1
ika
bapak ma anak berasa teman
suka dech
eMakPetiR
berusaha mngingat teman2nya Clara
sakha putra
reno-teman sakha
ardhana- kkak angkat Clara
narendra
arya


akeh e 😅
eMakPetiR
lompat dimari nih aq
Rosdiana Niken
cerita yang sangat bagus 👍👍👍
Lia Kiftia Usman
indah...u dinikmati.., baca ulang ini yg ke 2..masih tetap indah bacanya, karna saya juga dikelilingi sahabat2 terbaik hingga kini dari putih biru... rasa bahagia mempunyai sahabat ... tak ternilai.
Nani Desmiwati
keren
Ara
bahasanya jadi kangen teman2 kuliah 😭😭
haniaz
eng ing eng,,,,,
siapa ituuuuu,,,,,
jreng jreng jreeeeeeeeengggggggg😜😜😁😁
haniaz
waaahhh cucoookkk
gooodds
gue suka gaya lo mas bro arya😜
Regita Regita
sampai di bab ini,ceritamu bagus,tata bahasanya enak,penulisannya rapih.alur ceritanya ringan dan mudah di mengerti ,bacanya juga enjoy.jadi good..aku suka sampai lanjut terus bacanya marathon.terimakasih Author.💖
Rizkha Nelvida
makasih mbak 🤗
Rizkha Nelvida
mampir,,karena nengok ada komen dr Mak sephinasera👏☺️
trisep
kesini gara2 mak sera. ceritanya ringan. asik sihh.. keren abis.
ada Rendra jadi inget sama Anggi 🤭
salam kenal kayanya seru nih ngingetin pas jaman sekola 🤭
Siti Fajar Herlina
Lanjut Asa Lara Narendra
Siti Fajar Herlina
Ayu klw emang blm bisa terima apa yg Bagas lkkn dulu lbh baik dilepaskan sj benahi DL hatimu. bukan DG jalan gitu tp hatimu bimbang Dan ragu ngak baik klw dilanjutkan kalian akan sama2 terluka nantinya...
Siti Fajar Herlina
Asik Kali ya pny calon kyk Arya lucu ketawa trs...
Siti Fajar Herlina
Wah wah lanang hobi ghibah jg tho... pas baca awal Ora ngudeng "menarik" opo iki ternyata eh ternyata dasar ya...
Siti Fajar Herlina
ikutin Mak Sera ah...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!