" Ken, maaf kan aku ! " ucap Jonathan
Kendra tersenyum mencibir.
" Selama aku belum menikah, jangan mimpi kau mendapatkan maafku, dan asal kau tahu, aku tidak gampang menyukai seseorang dan selama aku belum memaafkanmu, kebahagiaan yang kau punya akan kosong dan rapuh seperti cangkang, camkan itu ! " pada kata terakhir, Kendra menunjuk dada Jonathan dengan ujung telunjuknya.
Ig.rii.ena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. Kepulangan Ken
Sepulang dari nonton, keduanya di kejutkan dengan sosok tubuh pria yang sangat mereka kenal bahkan sangat mengenalnya, sedang duduk di teras seorang diri, banyak puntung rokok yang bertebaran di sekitarnya.
Kendra bukankah seorang perokok berat atau aktif, ia biasanya jika sedang galau baru merokok, jika suasana hatinya biasa saja dan baik baik saja, dia tidak akan merokok
" Kapan sampai, Ken ? " sapa Jonathan dengan suara sedikit bergetar, ada rasa bersalah di sudut hatinya.
" Tadi sore " jawabnya dingin melirik marah ke arah Raisa yang berdiri diam tanpa berani bergerak.
" Masuklah dan naiklah keatas, abang mau ngobrol ngobrol dulu dengan Kendra " Jonathan melihat Raisa yang terus berdiri di belakangnya.
Tanpa menunggu untuk di suruh dua kali, Raisa bergegas masuk ke dalam rumah.
Sepeninggal Raisa, suasana menjadi semakin dingin, tidak ada yang berniat untuk memulai pembicaraan.
" Ken, aku menikahi Raisa karena..."
" Ibu sudah menceritakan semuanya, yang ingin aku tanyakan cuma satu, kenapa dia ? " potong Ken menatap sinis pada Jonathan.
Perbedaan usia yang hanya terpaut tiga tahun, Kendra yang sering terpapar matahari dan berada di luar ruangan, membuatnya hampir sama terlihat matang seperti Jonathan.
" Karena dia sudah sangat kita kenal dan dia juga yang mau menolong ku saat itu " Jonathan mencoba bersikap biasa, tetapi sejujurnya ia.juga mulai tersinggung dengan cara Kendra menatapnya.
" Kau bohong, kau bisa menikahi orang lain selain dia, bukankah Sandra teman kantormu itu tergila gila padamu ? kalau kau memintanya untuk menggantikan mempelai mu yang..... sampah itu, dia pasti tidak akan menolak " Kendra membeberkan fakta yang di coba disembunyikan oleh Jonathan.
Jonathan menatap adiknya, mencoba berpikir bagaimana Kendra bisa tahu semua.
Kendra tertawa sinis.
" Kau lupa jika Sandra, salah satu temanku di SMU ? telinga ku sudah mau pecah mendengar permintaannya untuk mendekatkan dirinya padamu "
Jonathan melupakan itu.
" Selama ini aku mencoba melindungi hubunganmu dengan Lisa agar Sandra tidak menggangu kalian tapi apa yang kau lakukan sekarang ? " Kendra menatap marah ke arah Jonathan.
" Aku sering bertanya padanya apakah dia menyukai mu , jawabannya selalu..."
" Kau memang pria bodoh, makanya Lisa terus bisa menjual omong kosongnya padamu.
Secepatnya bawa ia pergi dari sini ! kau kan sudah membeli rumah, aku tidak ingin melihat kalian setiap hari " Kendra bangkit dari tempat duduknya.
" Ken, maaf kan aku ! " Jonathan ikut bangkit.
Kendra tersenyum mencibir.
" Selama aku belum menikah, jangan mimpi kau mendapatkan maafku, dan asal kau tahu, aku tidak gampang menyukai seseorang dan selama aku belum memaafkanmu, kebahagiaan yang kau punya akan kosong dan rapuh seperti cangkang, camkan itu ! " pada kata terakhir, Kendra menunjuk dada Jonathan dengan ujung telunjuknya.
Ibu Lastri mengintip dari kliniknya jika kedua putranya sedang berbicara serius, naluri keibuannya mengatakan jika antara keduanya ada sesuatu yang mereka sembunyikan, Kendra yang sedikit tertutup membuat orang tidak tahu apa yang diinginkannya, apakah ia sudah bertindak tidak adil pada salah satunya ? mbok Narti yang juga bersamanya saat ini hanya bisa diam.
" Waktu yang akan bisa mendamaikan mereka, Bu " hibur mbok Narti.
" Aku tidak tahu harus berpihak pada siapa ? keduanya putra kebanggaan ku, saat ini, Jo juga tidak mudah menjalani kehidupan rumah tangga barunya, menikah dengan wanita yang di luar bayangannya, harus berlaku baik agar Raisa tidak terluka, sementara hatinya sendiri ? "
Ibu Lastri mendesah berat, saat ini ada tetangga yang mau melahirkan, tetapi baru bukaan lima, jadi sang calon ibu masih bisa nonton TV di dalam ruangannya.
" Raisa sendiri.... dia pasti tertekan juga perasaannya, ketiga orang yang aku sayangi, mereka semua terluka akibat perbuatan wanita itu, mbok "
" Iya.... kecantikan yang dia punya, ternyata membawa racun " Mbok Narti ikut mengupat.
Jonathan meremas rambutnya kesal, sebelum naik ke atas dan masuk ke kamarnya, Jonathan menghembuskan napasnya kuat berkali-kali untuk melegakan dadanya yang sesak.
Dilihatnya Raisa sudah berganti dengan piyama tidurnya dan sedang menyisir rambutnya di depan cermin.
Jonathan melangkah lalu berdiri tepat dibelakang Raisa duduk, ada rasa cemburu di hati Jonathan saat ini, karena apa dia juga tidak tahu, apa karena pembicaraannya dengan Ken tadi ? secara tidak langsung Ken memberi tahukan perasaannya pada Raisa, entahlah.
" Rai, lima hari kita sudah menikah, apa kau tertekan ? " tanya Jonathan, keduanya saling menatap melalui cermin.
Raisa menggeleng.
" Kau menyesal ? " tanya Jonathan lagi
Raisa menggeleng kembali.
" Kalau abang menyentuhmu, apa kau keberatan ? " Jonathan memutar badan Raisa menghadapnya, agar Jonathan bisa menatap mata Raisa langsung tanpa melalui cermin.
Kepulangan Kendra membuat Jonathan tidak bisa lagi menunggu lama, ia takut Raisa akan menjadi bimbang dan perasaan yang diharapkan tumbuh agar rumah tangga mereka menjadi manis, semua hanya tinggal mimpi.
Raisa tidak bersaksi. ia hanya menatap Jonathan, mencari cari jawaban dari wajahnya, kenapa Bang Jo tiba tiba bertingkah aneh setelah kepulangan Mas Ken, dan apa yang diobrolkan mereka diluar tadi.
Tetapi Raisa tidak menemukan apa pun, Bang Jo masih terus menatapnya dan menunggu jawaban dengan wajah biasanya.
Kepala Raisa menggeleng lemah, pertanyaan yang masih belum siap bagi Raisa, jika Bang Jo menanyakan itu, tapi cepat atau lambat itu akan terjadi.
Mendapatkan jawaban yang diinginkannya, Jonathan membawa Raisa ke tempat tidur setelah terlebih dahulu mematikan lampu kamar.
Jonathan langsung menabrakkan bibirnya di atas permukaan bibir tipis Raisa, mulut Raisa yang terus terkatup rapat dan hanya diam saat bibir Jonathan mulai mengenal bibir Rai, tidak ada balasan.
Jonathan yakin jika Raisa belum pernah berciuman mendapati reaksi Raisa yang hanya diam.
Tangan Raisa yang tetap berada di kanan kiri tubuhnya, Jonathan menghentikan ciumannya, mengambil kedua tangan Raisa dan di lingkarkan ke lehernya sendiri.
" Balas seperti apa yang abang lakukan, Rai " ucapnya dengan suara yang parau, tepat di depan bibir Raisa.
Walaupun Raisa belum memiliki perasaan yang spesial pada Bang Jo, tetapi mendapat perlakuan yang belum pernah dirasakannya, tentu saja respon tubuhnya mengatakan yang sebaliknya.
Raisa menuruti apa yang dikatakan Bang Jo, apa yang dilakukan Jonathan pada bibir dan lidahnya, Raisa membalasnya, sudah tidak ada lagi rasa malu atau sungkan, ia hanya mengikuti keinginan tubuhnya, saat Jonathan sudah mulai menerobos benteng pertahanan yang di jaganya selama ini, Raisa memekik tapi Jonathan cepat membungkamnya ke dalam bibirnya sendiri.
Air mata mengalir di kedua sudut matanya, saat merasakan sakit yang di dorong secara paksa di bawah sana, membuatnya merasakan sakit sampai ke ulu hati, Raisa mencengkeram kuat kedua bahu Jonathan, hingga kuku kuku di jarinya masuk ke dalam daging.
Setelah menuntaskan hasratnya, Jonathan mencium mata Raisa yang basah.
" Maaf kan abang, Rai, terimakasih " lalu membawa tubuh kecil Raisa ke dalam pelukannya.
*
*
*
🌾🌾🌾🌾🌾
baru awal bab aja udah terasa bedanya... 👍👍👍
terimakasih ya kak ❤️❤️❤️❤️
setelah baca mengejar cinta suamiku & menikah dengan sahabat